Anda di halaman 1dari 42

RETINOPATI HIPERTENSI

Oleh :
NALAR PATRISIA

PENDAHULUAN
Retinopati merupakan kelainan pada
retina yang tidak di sebabkan radang
tetapi menyebabkan penurunan
penglihatan.(1)
Retinopati hipertensi adalah kelainan
kelainan pada retina dan pembuluh darah
di retina akibat tekanan darah tinggi (1)

Diagnosis hipertensi sudah jelas pada


kasus di mana tekanan darah sistolik
melebihi 160 mmHg dan diastolik melebihi
95 mmHg. (2)

EPIDEMIOLOGI

(2)

Hipertensi merupakan masalah kesehatan


global yang memerlukan penanggulangan
yang baik. Terdapat beberapa faktor yang
mempengaruhi prevalensi hipertensi
hipertensi seperti ras, umur, obesitas,
asupan garam yang tinggi, dan adanya
riwayat hipertensi dalam keluarga.

Di Amerika serikat 15 % golongan kulit


putih dewasa dan 25 30 % golongan
kulit hitam dewasa adalah pasien
hipertensi. Menurut laporan National
health and nutrition examination survey II.
Dalam dua dekade terakhir ini terjadi
kenaikan presentase kewaspadaan
masyarakat terhadap hipertensi dari 51 %
menjadi 84 %.

ETIOLOGI
Essential hypertension
Secondary hypertension

(3)

PATOFISIOLOGI
Hipertensi memberikan kelainan pada
retina berupa retinopati hipertensi, dengan
arteri yang besarnya tidak teratur, eksudat
pada retina, udem retina dan perdarahan
retina (1).

Kelainan dapat berupa penyempitan umum atau


setempat, percabangan pembuluh darah yang
tajam, fenomena crossing atau sklerose pembuluh
darah.
Penyempitan (spasme) pembuluh darah dapat
berupa (1) :
Pembuluh darah (terutama arteriol retina) yang
berwarna lebih pucat.

Kaliber pembuluh yang menjadi lebih kecil


atau ireguler (karena spasme lokal)
Percabangan arteriol yang tajam.
Bila kelainan berupa sclerosis dapat tampak
sebagai (1) :
Refleks cooper wire
Refleks silver wire

Sheating
Lumen pembuluh darah yang ireguler
Terdapat fenomena crossing.

Fenomena crossing sebagai berikut :


Elevasi
Deviasi
Kompresi

Retinopati hipertensi dapat berupa


perdarahan atau eksudat retina yang pada
daerah makula dapat memberikan
gambaran seperti bintang (star figure) (1)

Eksudat retina tersebut dapat berbentuk


cotton wool patches
Eksudat pungtata
Eksudat putih

(1)

MANIFESTASI KLINIS
Retinopati hipertensi dapat terjadi dalam 4
keadaan, yaitu (4) :
Simple hipertensi tanpa sklerosis
Hipertensi dengan involutionary sklerosis
Arteriolar (difuse hyperplastic) sklerosis
Malignan hipertension

GEJALA dan TANDA


Gejala pada retinopati hipertensi sering
asimptommatik, kadang dapat
menyebabkan penurunan penglihatan.
Tanda utamanya berupa general atau
lokal penyempitan arteri retina dan sering
terjadi bilateral.

Tanda lainnya dapat berupa :


arteriovenous crossing changes
retinal arteriolus sklerosis (cooper / silver
wering)
cotton wool spot
hard eksudat yang berupa macular star
figure, flame haemorrhage, retinal edema,
arteriol makroaneurisme, dan atropi
korioretinal (Elschnig spot).

Tanda lainnya yang jarang terjadi adalah :


ablasio retina
perdarahan vitreous
penyumpatan di central atau cabang dari
arteri atau vena.
Dan neovaskularisasi merupakan
komplikasi yang dapat berkembang.

Pada retinopati hipertensi stadium lanjut


berupa retinopati hpertensi malignan
menunjukan adanya papiledema ditambah
tanda lainnya yang telah disebutkan
diatas.

KLASIFIKASI
Klasifikasi retinopati hipertensi dibagian ilmu
penyakit mata RSCM adalah sebagai berikut (1) :
Tipe 1 :
Fundus hipertensi dengan atau tanpa retinopati,
tidak ada sklerose, dan terdapat pada orang
muda.
Pada funduskopi : Arteri menyempit dan pucat,
arteri meregang dan percabangan tajam,
perdarahan ada atau tidak ada, eksudat ada
atau tidak ada.

Tipe 2 :
Fundus hipertensi dengan atau tanpa
hipertensi sklerose senil, terdapat pada
orang tua.
Funduskopi : Pembuluh darah tampak
mengalami penyempitan, pelebaran dan
sheating setempat.
Perdarahan retina ada atau tidak ada.
Tidak ada edema papil.

Tipe 3 :
Fundus dengan retinopati hipertensi dengan
arteriosclerosis, terdapat pada orang muda.
Funduskopi : Penyempitan arteri, kelokan
bertambah fenomena crossing perdarah mltiple,
cotton wool patches, makula star figure.
Tipe 4 :
Hipertensi progresif
Funduskopi : Edema papil, cotton wool patches,
hard eksudat dan star figure exudate yang nyata.

Klasifikasi retinopati hipertensi menurut Scheie,


adalah sebagai berikut (1) :
Stadium I : Terdapat penciutan setempat pada
pembuluh darah setempat.
Stadium II : Penciutan pembuluh darah arteri
menyeluruh, dengan kadang kadang
penciutan setempat sampai seperti benang,
pembuluh arteri tegang, membentuk cabang
keras.

Stadium III : Lanjutan stadium II, dengan


eksudat cotton, dengan akibat perdarahan yang
terjadi akibat diastole diatas 120 mmHg, kadang
kadang terdapat keluhan berkurangnya
penglihatan.
Stadium IV : Seperti stadium III dengan edema
papil dengan eksudat star figure, disertai
keluhan penglihatan menurun dengan tekanan
diastole kira kira 150 mmHg.

Menurut Keith Wagener Barker (1939),


mengklasifikasikan pasien retinopati
hipertensif kedalam 4 kelompok.(7)
Stadium I dan II terbatas pada perubahan
arteriol disertai pelemahan dan
peningkatan refleksi cahaya (kawat
tembaga atau perak).

Penekanan lebih ditujukan kepada stadium III


dan IV. Yang mencakup bercak cotton wool,
eksudat keras, perdarahan, dan perubahan
mikrovaskuler luas. Stadium IV dibedakan
dengan adanya gambaran tambahan berupa
edema diskus optikus.

DIAGNOSIS
Diagnosis retinopati hipertensi didasarkan
atas hasil pemeriksaan funduskopi atau
dengan pemeriksaan fluorescein
angiography yang merupakan
pemeriksaan yang paling akurat dan
dapat dipercaya(3)

GAMBAR RETINA NORMAL

Vena agak dilatasi dan refleksnya luas. Pada


percabangan pertama dari arteri temporal
inferior terdapat cotton wool spot yang kecil.
Pembuluh pembuluh darah yang lebih kecil
berkelok kelok.

Cabang cabang arteri agak menciut dan lebih


lurus daripada keadaan normal.
Cross sign GUNN dapat dilihat dinasal atas
papil.
Gambaran fundus disini adalah tingkat I II.

Tanda khas dari perubahan vaskular pada


hipertensi adalah penciutan arteriole relative jika
dibandingkan dengan vena dalam keadaan
normal. Juga terlihat crossing phenomenon
(GUNN sign).

Terlihat bercak pada percabangan arteri


disebelah parifer persilangan pertama antara
arteri temporal superior dan vena. Bercak
bercak ini menunjukan perubahan perubahan
dinding pembuluh darah dan ini terlihat jelas di
segmen atas gambar,

Refleks arteriole tampak lebih banyak dan


berwarna kuning (cooper wire artery) dan
terdapat crossing sign. Fenomena ini
menunjukan selain adanya persilangan
arteri-vena juga adanya deviasi arkuata
dari vena pada sebelah persilangan.

Dengan menciutnya arteriole terjadilah refleks


axial yang terang, sehingga menyerupai kawat
perak (silver wire artery). Terlihat kongesti dan
bertambahnya kelokan kelokan vena.

Terlihat pula crossing phenomenon


GUNN. Banyak dot-like dan flame-shaped
haemorrhage disertai beberapa deep
deposit didaerah vena temporal superior.

Terlihat edema papil dengan batas kabur.


Vena retina mengalami kongesti dan
berkelok kelok. Arteriole menciut dan
terdapat beberapa perdarahan halus.

Di fundus terlihat semua tanda tanda karakteristik


retinopati hipertensi. Perubahan perubahan patologik
khas terdapat dipolus posterior dan pengurang kearah
perifer. Pada mata kanan terdapat cotton wool patches
dipolus posterior.

Dimata kiri terlihat hard exudate yang


terletak radial disekeliling makula dan
dapat terjadi bentuk khas macular star.
Batas papil kabur (edema papil vaskular).
Ini mungkin karena adanya permulaan
edema cerebral.

DIAGNOSA BANDING

Retinopati Diabetik
Kolagen vaskular disease
Anemia
Retinopati radiasi
Central or Branch retinal vein occlusion

PENATALAKSANAAN
Riwayat penyakit, dengan mengenal
hipertensi, diabetik, adneksa radiasi
Pemeriksaan mata selengkap mungkin,
terutama pemeriksaan dilatasi pembuluh
darah retina.
Pemeriksaan tekanan darah.
Konsultasi ke ahli penyakit dalam atau
ruang emergensi di rumah sakit.

PENGOBATAN
Dengan mengatasi dan mengontrol
hipertensi dengan obat obatan
antihipertensi.

FOLLOW UP
Setiap 2 3 bulan pertama, selanjutnya
setiap 6 12 bulan.