Anda di halaman 1dari 18

PELATIHAN

EPANETPENDAHULUAN
2.0

RANCANGAN
HIDROLIS

RANA AIRJARINGAN
MINUM PERPIPA
PAMSIMAS
PROVINSI LAMPU

DDY ANDRIANSYAH

KAB LAMPUNG SELATAN


riansyahyeddy@gmail.com

0812-8999-4045

DIPERUNTUKAN DALAM PELATIH

BANDAR LAMPUNG 20

A
J
A
L

E
B
S
A
L
A
A
M
Y K

A
D
I
T

DASAR
Persamaan Hidrolis Dalam Sistem Distribusi
Persamaan EnergiPERMODELAN
dalam PipaB. Gradien Energi dan Hidrolis
(FISIKA)

DASAR
Persamaan Hidrolis Dalam Sistem Distribusi
PERMODELAN
rubahan Energi dalam
Pipa (Kontinuitas Debit)
(FISIKA)

D. HeadLoss Utama ( Major Loss

DASAR
Persamaan Hidrolis Dalam Sistem Distribusi
PERMODELAN
amaan Hazen William
(dalam Satuan SI)
(FISIKA)
Dimana :
hf = kehilangan energi/ headloss
(m);
Q = debit aliran (m3/detik);
C = koefisien gesekan pipa (Lihat
Tabel);
L = panjang pipa (m);
D = diameter dalam (inside) pipa

DASAR
Persamaan Hidrolis Dalam Sistem Distribusi
PERMODELAN
Headloss Kecil (Minor
Losses)
(FISIKA)
Dimana :
hL = kehilangan energi/ headloss
minor (m);
KL = koefisien fitting;
Vavg = Kecepatan rata-rata (m/det);
Ket: untuk skala jaringan kecil

(diabaikan)

GAGAL Perencanaan

Merencanaka
n
KeGAGALan

A. Umum

SIMULASI
Permodelan Jaringan Sistem Distribusi
JARINGAN (SAM)

Memperkirakan respon sistem distribusi yang ada terhadap kondisi yang


cukup luas;
Dapat dilakukan antisipasi terhadap kondisi-kondisi yang nantinya terjadi
pada suatu sistem baik sistem yang telah ada maupun yang direncanakan;
Mempermudah dalam melakukan evaluasi dan pengembangan sistem
jaringan;
Mempermudah dalam pembuatan zona-zona pelayanan didasarkan pada
kondisi-kondisi tertentu yang akan lebih diperhitungkan.
Sedangkan tujuan dari proses simulasi dengan pemodelan pada sistem
distribusi antara lain:
Sebagai rencana induk jangka panjang, termasuk pengembangan dan
rehabilitasi
Sebagai studi pengamanan kebakaran
Pengontrolan kualitas air

SIMULASI
Permodelan Jaringan Sistem Distribusi
JARINGAN (SAM)

Proses Pembuatan Model Sistem Distribusi


Pemodelan ini harus didahului beberapa tahap persiapan yang
menunjang
dalam
pembuatan
suatu
model,
seperti
pengumpulan data (IMAS), pemilihan program pemodelan,
pengecekan data, kalibrasi data dan lain-lain. Hal ini
dimaksudkan agar pemodelan yang kita lakukan nantinya benarbenar akan mendekati kondisi sebenarnya dari suatu jaringan
distribusi, terlebih lagi SR.
Keakurasian model sistem jaringan distribusi yang kita buat
sangat tergantung dari data yang kita peroleh, jika data yang
kita peroleh semakin detail dan baik maka simulasi model yang
kita buat akan semakin mendekati kondisi nyata dari sistem di

SIMULASI
Permodelan Jaringan Sistem Distribusi
JARINGAN (SAM)
Batasan Perancangan
Batasan batasan kalibrasi perancangan menjadi acuan kita
dalam melakukan suatu evaluasi model jaringan yang kita buat.
Jika dalam model yang kita buat nantinya banyak output data
yang tidak masuk dalam kriteria ini, maka model yang kita buat
harus dilakukan perbaikan-perbaikan dalam model dengan
melakukan simulasi terhadap diameter pipa dan atau tinggi
menara, BPT, dll.
Adapun batasan-batasan tersebut, misalnya:
Head loss maksimal yang diijinkan adalah 10 m/ 60 m
Sisa tekan minimal yang direncankan adalah 4 m s.d 12 m
Kecepatan minimum dalam pipa 0,3 m/dt
Kecepatan maksimum dalam pipa 3,0 m/dt
Tekanan maksimum di titik tapping sebesar 50 m

SIMULASI
Permodelan Jaringan Sistem Distribusi
JARINGAN (SAM)
C. Reservoir
Reservoir berfungsi node batas untuk kontrol awal gradien
hidrolis suatu sistem distribusi sekaligus sebagai penyuplai
air dengan kapasitas besar dan HGL yang besar pula. Nilai
gradien hidrolis (HGL) pada reservoir dapat di tentukan dengan
nilai konstan, dimana HGL ini diset untuk dapat melayani
seluruh area pelayanan yang mengambil air dari suplai
reservoir ini.
Dalam pemodelan jaringan sistem distribusi, reservoir ini dapat
berupa: Sumber air, clear well, IPAM, dapat juga berupa titik
injeksi air/supplai air ke dalam sistem distribusi (Tapping PDAM)
jika dalam pemodelan tersebut sistem mendapatkan air dari
supplai pipa utama meskipun dalam kondisi sebenarnya di
lapangan tidak ada reservoir (Bak Penampungan), dengan

D.

SIMULASI
Permodelan Jaringan Sistem Distribusi
(SAM)
Junction atau JARINGAN
Node
Junction/
Node
merupakan
representasi
pertemuan/
penyambungan 2 atau lebih pipa (penyambungan umumnya
dilakukan dengan adanya fitting), dengan komponen
terpenting dalam junction adalah elevasi. Elevasi merupakan
faktor yang menentukan dalam sistem pemodelan jaringan
distribusi, karena sangat berpengaruh pada HGL yang terjadi
pada model yang kita buat.
Junction/ Node dibuat dengan pedoman sebagai berikut:
Setiap percabangan pipa
Penggantian atau perubahan diameter
Setiap terdapat tapping
Perubahan elevasi yang ekstreme dengan jarak yang dekat
Ketika terdapat Valve (mis : Gate Valve, Air Valve dll)

SIMULASI
Permodelan Jaringan Sistem Distribusi
JARINGAN
(SAM)
Perletakan Junction pada
Pembentukan
Tapping

Area Pelayanan

(Skelenization)
Dalam membentuk model jaringan
harus mengetahui jumlah pelanggan
di setiap Step Area. Untuk itu jalur
jalur
pipa
dalam
model
harus
disesuaikan dengan kondisi lapangan
yang
dapat
diperkirakan
kemungkinannya

Kebutuhan Air Pemilihan Opsi


IMAS
Gravitasi/ Pompa
Pemetaan Lokasi
Hibah Lahan
GPS/ Teodolite
SAM

DESIGN HIDROLIS
Perencanaan SR
Pengolahan Air
Tapping Layanan
Klorin ? dll
Periode Produksi Pemilihan Bahan
PVC/ Galvanize
Jam Puncak

PERTANYAAN ?

Sekali anda berhenti


belajar,
maka anda sedang
memulai
masa sekarat anda
TERIMA KASIH.Albert Einstein

BERSAMBUNG.