Anda di halaman 1dari 70

Evaluasi

Stimulasi Program
Deteksi dan
Intervensi Dini Tumbuh
Kembang Balita di Kecamatan
Balaraja
Pembimbing:

Disusun oleh :

Dr. dr. Shirley Ivonne Moningkey,


M.Kes
Julius
Tanaca - 07120110058
Drg.Lely Aryuni
Dr. Siti Zaenab Oktarina

Clinton - 07120120068

Latar Belakang
Melalui kegiatan SDIDTK kondisi terparah dari
penyimpangan pertumbuhan anak seperti gizi
buruk dapat dicegah
Cakupan SDIDTK balita Puskesmas balajara tahun
2015 sebesar 77.3%, dengan kata lain masih
dibawah target nasional yaitu 90 %

Latar Belakang

Latar Belakang

Rumusan Masalah
Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya
cakupan stimulasi, deteksi dan Intervensi Dini
Tumbuh Kembang di kecamatan Balaraja?

Tujuan
Mengetahui, mengidentifikasi, menganalisis serta
mengevaluasi penyebab rendahnya cakupan program
stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh
kembang di kecamatan Balaraja tahun 2015.

Penyajian Data
Hasil
Target cakupan SDIDTK 90% ( 7392 balita)
No

Nama

SDIDTK 0 - 59 Bulan

Desa

Kumulatif
Lk.

Balaraja

Saga

Pr.

Cakupan

Absolut

(%)

699

668

1367

100.8

1245

1239

2484

73.5

Talagasari

438

451

889

69.9

Sentul

428

412

840

70.4

Sentul Jaya

377

380

757

75.5

Jml:

Puskesmas

3187

3150

6337

77.3

BAB II
Tinjauan Pustaka

Tumbuh dan Kembang


Ciri khas pada anak selalu bertumbuh dan
berkembang dari konsepsi sampai berakhirnya
masa remaja.

Anak menunjukkan ciri-ciri pertumbuhan dan


perkembangan yan sesuai dengan usianya.

Pertumbuhan
Bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan
intraselular.
Dapat dilihat dari ukuran fisik yang dapat diukur dengan
suatu panjang dan berat
Perkembangan
Bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih
kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus,
bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian.
Perkembangan merupakan hasil dari interaksi
kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang
dipengaruhinya, misalnya perkembangan sistem
neuromuskuler, kemampuan bicara, emosi dan sosialisasi.

Aspek-aspek Perkembangan
yang Dipantau
1) Gerak kasar atau motoric kasar
kemampuan anak melakukan pergerakan dan sikap tubuh
melibatkan otot-otot besar
Contoh: duduk, berdiri, dan sebagainya.
2) Gerakan halus atau motoric halus
kemampuan anak melakukan gerakan khusus atau detail
melibatkan otot-otot kecil
Contoh: mengambil benda kecil, menulis, dan sebagainya.

Aspek-aspek Perkembangan
yang Dipantau
3) Kemampuan berbicara dan bahasa
kemampuan untuk memberikan respon
Respon terhadap suara, berbicara , berkomunikasi,
mengikuti perintah dan sebagainya.
4) Sosialisasi dan kemandirian
bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya, dan
sebagainya.
kemampuan mandiri anak(makan sendiri, membereskan
mainan selesai bermain, berpisah dengan ibu/pengasuh
anak)

Umur 6-9 bulan


Duduk (sikap tripoid-sendiri)MOTORIK KASAR
Belajar berdiri, kedua kakinya menyangga sebagian
berat badan
Merangkak meraih mainan atau mendekati seseorang
Memindhkan benda dari satu tangan ke tangan
lainnya
Memungut 2 benda , masing-masing tangan pegang 1
benda pada saat bersamaan

Umur 6-9 bulan


Memungut benda sebesar kacang dengan cara
meraupMOTORIK HALUS
Bersuara tanpa arti, mamama, bababa, dadada,
tatataBerbahasa
Mencari mainan/benda yang dijatuhkan
Bermain tepuk tangan/ciluk ba
Bergembira dengan melempar benda
Makan kue sendiriKemandirian

Gangguan Tumbuh Kembang


yang sering ditemukan
1) Gangguan Bicara dan Bahasa
2) Cerebral Palsy
3) Sindrom Down
4) Perawakan Pendek
5) Ganguan Autism
6) Retardasi Mental
7) Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)
Gangguan bicara dan bahasa merupakan indikator utama
perkembangan karena sensitive dengan perkembangan
sistem lainnya. (neuromuskuler, kognitif, dll)

SDIDTK
(Stimulasi,Deteksi,Intervensi
Dini Tumbuh Kembang Anak)

Pengertian
Suatu program pembinaan tumbuh kembang anak
Secara komprehensif dan berkualitas melalui kegiatan
stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan
tumbuh kembang pada masa lima tahun pertama kehidupan.
Diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara:
keluarga (orang tua, pengasuh anak dan anggota keluarga
lainnya)
masyarakat (kader, tokoh masyarakat, organisasi profesi,
lembaga swadaya masyarakat)
tenaga professional (kesehatan, pendidikan dan sosial)

Stimulasi
Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan
dasar anak umur 0-6 tahun agar anak tumbuh dan
berkembang secara optimal.
Setiap anak perlu mendapat stimulasi rutin sedini
mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan.
Stimulasi tumbuh kembang anak dilakukan oleh orang
disekitar.
Stimulasi yang dilakukan yaitu:
Gerak kasar, kemampuan gerak halus, kemampuan
bicara dan bahasa serta kemapuan sosialisasi dan
kemandirian.

Deteksi
Deteksi dini tumbuh kembang anak :
Pemeriksaan untuk menemukan secara dini
adanya penyimpangan tumbuh kembang pada
balita dan anak pra sekolah.
Dengan ditemukan penyimpangan secara dini,
maka intervensi akan lebih mudah dilakukan oleh
khususnya tenaga kesehatan.
Bila penyimpangan terlambat diketahui, maka
intervensinya akan lebih sulit dan hal ini akan
berpengaruh pada tumbuh kembang anak.

Intervensi
Intervensi dini penyimpangan perkembangan:
Tindakan tertentu pada anak yang perkembangan
kemampuannya menyimpang karena tidak sesuai
dengan umurnya.

Tujuan SDIDTK
Tujuan
Agar semua balita umur 05 tahun dan anak pra
sekolah umur 5-6 tahun tumbuh dan berkembang
secara optimal sesuai dengan potensi genetiknya.

Sehingga anak dapat:


berguna bagi nusa dan bangsa serta mampu
bersaing di era global melalui kegiatan stimulasi,
deteksi dan intervensi dini.

Jenis Kegiatan SDIDTK


1)Deteksi Dini Penyimpangan Pertumbuhan
2)Deteksi Dini Penyimpangan Perkembangan

Deteksi Dini Penyimpangan


Pertumbuhan
1)Pengukuran Berat Badan Terhadap Tinggi Badan
(BB/TB)
Untuk menentukan status gizi anak, normal, kurus,
kurus sekali atau gemuk.

2)Pengukuran Lingkar Kepala Anak (LKA)

Tabel 2.1
Pelaksana dan Alat yang Digunakan untuk Deteksi Dini
Penyimpangan Pertumbuhan

Tingkat pelayanan

Pelaksana

Alat yang Digunakan

Keluarga,

Orang tua

KMS

Masyarakat

Kader kesehatan

Timbangan dacin

Petugas PAUD, BKB,

TPA dan Guru TK


Dokter

Tabel BB/TB

Bidan

Grafik LK

Perawat

Timbangan

Ahli gizi

Alat

Petugas lain

Puskesmas

ukur

tinggi

badan

Pita

pengukur

lingkar kepala

Deteksi Dini Penyimpangan


Perkembangan
Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP)
Tujuan pemeriksaan perkembangan menggunakan KPSP adalah untuk
mengetahui perkembangan anak normal atau ada penyimpangan.
Tes Daya Dengar (TDD)
Tujuan tes daya dengar adalah untuk menemukan gangguan
pendengaran sejak dini, agar dapat segera ditindaklanjuti untuk
meningkatkan kemampuan daya dengar dan bicara anak.
Tes Daya Lihat (TDL)
Tujuan TDL adalah untuk mendeteksi secara dini kelainaan daya
lihat agar segera dapat dilakukan tindakan lanjutan sehingga
kesempatan untuk memperoleh ketajaman penglihatan menjadi lebih
besar.

Tabel 2.2
Pelaksana dan Alat yang digunakan untuk Deteksi Dini
Penyimpangan Perkembangan Anak
Tingkat pelayanan

Pelaksana

Alat

Keluarga dan

Orang tua

dibutuhkan
Buku KIA

Masyarakat

Kader

kesehatan,

BKB, TPA

Puskesmas

Petugas pusat PAUD

KPSP

terlatih

TDL

Guru TK terlatih

TDD

Dokter

KPSP

Bidan

TDL

Perawat

TDD

yang

FORMULIR

BAB III
PROFIL PUSKESMAS BALARAJA

Data Geografi
Data Geograf
Puskesmas Balaraja terletak di Jalan Raya Serang KM 24 dengan luas
wilayah kerja 1672 Ha dan memiliki batasan wilayah kerja sebagai
berikut:
Utara : Kecamatan Kronjo dan Kemeri
Barat : Kecamatan Sukamulya
Timur : Kecamatan Cikupa
Selatan

: Kecamatan Cisoka

Puskesmas Balaraja memiliki cakupan wilayah kerja wilayah yang luas,


dengan 1 kelurahan (Balaraja) dan 4 desa (Talagasari, Saga, Sentul,
Sentul Jaya dengan jumlah KK 18.502. Jumlah penduduk di wilayah
kerja Puskesmas Balaraja pada tahun 2015 sebesar 73.632 jiwa.

Data demografi
Klasifikasi penduduk menurut
tingkat pendidikan tahun 2015
No

Pendidikan

Jumlah

Persentase

Perguruan Tinggi

13.121

30

SMA

10.952

25

SMP

14.338

33

SD/ MI

3.316

Tidak tamat SD

1.303

Buta huruf

563

43.593

100

Jumlah

Klasifikasi penduduk menurut usia produktif dan jenis


kelamin di wilayah ker Puskesmas Balaraja tahun 2015.
No

Umur

Jumlah penduduk

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

0-4

4192

4011

8203

5-9

3466

3441

6907

10-14

2872

2699

5571

15-19

2.871

2.706

5.577

20-24

3.718

3.563

7.281

25-29

4.097

4.015

8.112

30-34

4.272

4.388

8.660

35-39

3.968

3.840

7.808

40-44

3.170

2.603

5.773

10

45-49

1.925

1.426

3.351

11

50-54

1.225

1.012

2237

12

55-59

847

769

1616

13

60-64

507

501

1008

14

65-69

343

354

697

15

70-74

205

245

450

16

75+

164

217

381

37842

35790

73632

Jumlah

Klasifikasi penduduk menurut mata


pencaharian di wilayah kerja Puskesmas
Balaraja.
Mata
Jumlah
Persentase
Pencaharian
Petani

2.078

4,66

11.606

26,03

penggarap
Buruh tani

712

1,60

Pedagang

6.347

14,23

Industri rakyat

1.104

2,48

Buruh industri

10.623

23,82

795

1,78

PNS

1.896

4,25

Pensiunan PNS

1.139

2,55

ABRI

844

1,89

Purnawirawan

729

1,63

ABRI
Perangkat desa

768

1,72

Pengangguran

3.292

7,38

tidak kentara
Pengangguran

2.656

5,96

44.589

100

Petani

Pertukangan

Jumlah

Sumber Daya
No

Kategori tenaga

Status
PNS/CPNS

PTT/TKK

Jumlah
Lainlain

Dokter umum

Dokter gigi

SKM

Perawat

14

Bidan

23

Pekarya

Perawat Gigi

Gizi

Sanitasi

10

Farmasi

11

Analis

12

SMA

13

Kebersihan

14

Petugas Dapur

15

Supir

16

Satpam

17

Medical Record

26

14

29

69

Jumlah

DENAH

Denah lantai 1
gedung rawat jalan
Puskesmas Balaraja.

Denah lantai 2
gedung rawat
jalan Puskesmas
Balaraja.

Denah lantai 1 gedung perawatan Puskesmas


Balaraja.

Denah lantai 2 gedung perawatan Puskesmas


Balaraja.

Denah PONED Puskesmas Balaraj

BAB IV
Metodologi

Metodologi Evaluasi
Metodologi evaluasi merupakan unsur terakhir yang terdapat
dalam suatu perencanaan yang dipergunakan dalam menilai
keberhasilan atau kegagalan suatu program.

Penetapan prioritas masalah dibagi menjadi beberapa kegiatan


yang harus dilakukan, yaitu:
Melakukan pengumpulan data
Melakukan pengolahan data
Melakukan penyajian data
Menetapkan prioritas masalah

Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan data
sekunder.
Data sekunder didapat dan dikumpulkan untuk
mempelajari dokumentasi hasil pelaksanaan
program SDIDTK di puskesmas Balaraja pada
periode waktu Januari 2015 Desember 2015.

Pengolahan dan Penyajian


Data
Upaya untuk menyusun suatu data yang sudah
dikumpulkan sedemikian rupa.
Data sekunder tersebut diolah dengan metode
pendekatan sistem dan dimasukkan ke dalam
unsur-unsur sistem
Terdiri dari unsur masukan/input, proses,
keluaran/output, dan lingkungan.

Mencari Penyebab
Masalah
Penyebab masalah adalah kesenjangan yang
berada diluar output.
Untuk menetapkan Penyebab masalah, diperlukan
penggambaran kerangka prioritas masalah
sehingga diharapkan semua faktor penyebab
masalah dapat diketahui dan dapat diidentifikasi
dengan terperinci.

Penentuan Alternatif Jalan


keluar
Alternatif jalan keluar dapat dirumuskan dan
dianalisa dari masalah penyebab, yaitu
kesenjangan atau masalah yang terdapat
diluar output, antara lain dari variable
masukan/input, proses, umpan balik, maupun
lingkungan.

Analisis Variabel

Variabel

Tolak ukur

Penyajian data/

Kesenjangan/

cakupan

masalah

Terdapat 1 bidan

Tidak ada

Input
Tenaga
Penanggung jawab

1 bidan penanggung

program kesehatan

jawab program

penanggung jawab

anak

kesehatan anak

untuk program

kesehatan anak

Tenaga kesehatan di

1 orang dokter dan

poli kesehatan anak

bidan

1 dokter umum, 3

orang bidan

Tidak ada

Tenaga terlatih SDIDTK

Tenaga terlatih SDIDTK

Terdapat tenaga

terlatih 1 bidan

Tidak ada

penanggung jawab
program anak
Tenaga pelaksana

1 orang dokter, bidan,

SDIDTK

perawat dan tenaga


pelaksana gizi

Terdapat 1 orang

dokter, bidan, dan

Tidak ada

tenaga pelaksana gizi

Dana
Dana
operasion

Dana yang

Terdapat anggaran dana dari APBD

didapatkan dari

APBD

al

Sarana
Dalam Gedung
Terdapat

perlengkapan

untuk

mendukung kerja di poli kesehatan

anak seperti AC, dispenser, lemari

kaca,

mikrotoise,

meja,

kursi, Terdapat

timbangan bayi, meja komputer, meja perlengkapan dan


bayi, stetoskop, termometer, sound sarana KIE yang
Poli
Kesehata
n Anak

Tidak ada

timer, lemari kaca, pengukur panjang memadai dan


badan bayi, alat stimulasi, senter, lengkap
buku warna, pita pengukur lingkar
kepala,

kuosioner

pra

skrining

perkembangan, tes daya lihat, tes


daya dengar

Tidak ada

Poli SDIDTK

terdapatnya ruang

khusus

belum tersedia

pemeriksaaan

ruangan khusus

ada

SDIDTK di

pemeriksaan

Puskesmas, alat

SDIDTK.

pemeriksaan
SDIDTK, form
SDIDTK, alat
Luar Gedung

stimulasi SDIDTK

Terdapat perlengkapan

yang memadai di

posyandu di tiap-tiap

kurang

desa meliputi : tabel

lengkapnya

BB/TB, grafik lingkar

peralatan untuk

kepala, timbangan, alat SDIDTK


Posyandu

ukur tinggi badan, pita


pengukur lingkar
kepala, kuosioner pra

ada

Metode

Buku Pedoman

Terdapat buku

Tersedia beberapa

Pelaksanaan

Pedoman

buku pedoman

Stimulasi Deteksi

Pelaksanaan

pelaksanaan

dan Intervensi Dini

Stimulasi Deteksi

SDIDTK di tingkat

Tumbuh Kembang

dan Intervensi Dini

pelayanan

Anak di Tingkat

Tumbuh Kembang

kesehatan dasar.

Pelayanan

Anak di Tingkat

Kesehatan Dasar

Pelayanan

Kesehatan Dasar

Tidak ada

PROSES/ PROCESS
Perencanaan
Dilakukan On Job

Dilakukan on job

Telah direncanakan

Training bagi staff

training 2x dalam

OJT bagi staff

Puskesmas

setahun bagi staff

Puskesmas

Tidak ada

puskesmas
Balaraja
Diadakan

Sosialisasi

Telah direncanakan

sosialisasi

mengenai SDIDTK

sosialisasi

mengenai SDIDTK

di Kecamatan dan

mengenai SDIDTK

di Kecamatan dan

desa-desa di

di Kecamatan dan

Desa

wilayah kerja

desa-desa di

Puskesmas Balaraja wilayah kerja

Puskesmas Balaraja

Tidak ada

Dilakukan

Dilakukan

Telah dilakukan

sosialisasi

sosialisasi

sosialisasi

mengenai SDIDTK

mengenai SDIDTK

mengenai SDIDTK

di kelas Ibu balita

di kelas ibu balita

di kelas Ibu balita

Sudah

Tidak ada

dilakukan

Dilakukan

pencatatan

Pencatatan dan

pencatatan dan

pelaporan

pelaporan SDIDTK

pelaporan SDIDTK

di

di Puskesmas

puskesmas

Balaraja

balaraja.

poli

dan
SDIDTK
anak

Tidak ada

Pengorganisasian

Adanya struktur organisasi Ada struktur organisasi


yang bertanggung jawab

dan penanggung jawab

mengembangkan program SDIDTK


SDIDTK

Tidak ada

Pelaksanaan
Dilakukan

Sosialisasi dan on

Sudah

sosialisasi dan on

job training bagi

dilaksanakan OJT

job training bagi

staff puskesmas

SDIDTK 2x setahun

staff puskesmas

Balaraja 2x

Balaraja

setahun

Dilakukan

Sosialisasi

sudah dilaksanakan

sosialisasi

mengenai SDIDTK

sosialisasi

mengenai SDIDTK

di Kecamatan dan

mengenai SDIDTK

di Kecamatan dan

desa-desa di

di kecamatan dan

Desa

wilayah kerja

desa-desa

Puskesmas Balaraja

tidak ada

Tidak ada

Dilakukan

Dilakukan

sudah

sosialisasi

sosialisasi

dilaksanakan

mengenai SDIDTK

mengenai SDIDTK

di kelas ibu balita

di kelas ibu balita

di desa-desa

Pencatatan dan
pelaporan SDIDTK

Tidak ada

Dilakukan

Sudah dilakukan

pencatatan dan

pencatatan dan

Tidak ada

pelaporan SDIDTK

pelaporan.

di Puskesmas
Balaraja

Pengawasan

Supervisi dari dinas Sudah

ada

kesehatan

kegiatan supervise

Kabupaten

oleh

Supervisi DinKes

Tangerang ke

kesehatan

puskesmas

Kabupaten
Tangerang
puskesmas
Balaraja

dinas

ke

Tidak ada

KELUARAN/ OUTPUT

Cakupan
pelaksanaan
SDIDTK Balita
periode Januari Desember 2015

Pelaksanaan

Persentase

SDIDTK memiliki

pencapaian

target sebesar 90% pelaksanaan


dari 8.203 balita

SDIDTK tahun 2015

(7.382 balita)

sebesar 77,3%
(6.337 balita)

Ada

LINGKUNGAN/ ENVIRONMENT

Lingkungan Fisik

Lokasi Puskesmas

Transportasi

Lokasi

Mudah Dijangkau

Balaraja
strategis

Puskesmas

terletak Tidak ada


sehingga

mudah dijangkau
- Tersedia sarana

transportasi umum

yang relatif murah

Tersedia sarana

seperti ojek dan

transportasi umum

angkutan umum.

Tidak ada

yang memadai

- Jalur jalan raya yang


rata dan tidak sukar
dilalui oleh prasarana
transportasi darat
- Di puskesmas
terdapat 2 ambulans
yang siap pakai

Ekonomi

Lingkungan non-fsik

Masyarakat Balaraja

Status ekonomi

sebagian besar

masyarakat tidak menjadi berpenghasilan rendah

faktor penghambat

<Rp.1.500.000/bulan

keberhasilan program.

Penghasilan tinggi

Ada

>2.500.000, penghasilan
menengah 1.500.0002.500.000, penghasilan

Sosial-budaya

rendah <1.500.000

Stigma masyarakat

yang memandang

Pola pikir masyarakat

bahwa anak yang

mengenai suatu masalah

memiliki kelainan

tidak menjadi faktor

merupakan kutukan

penghambat keberhasilan sehingga membuat


program

malu keluarga

Ada

Tingkat
kesadaran
masyarakat
Tingkat

mengenai

pengetahuan tumbuh
tidak menjadi kembang
faktor
Pengetahuan penghambat

anaknya
masih

keberhasilan

rendah,

program.

sebagian
besar
mengetahui
secara tidak

Ada

UMPAN BALIK/ FEEDBACK

Pelaporan hasil
program dari
puskesmas ke
dinas kesehatan
Kabupaten
Tangerang

Ada

Ada

Tidak ada

Penyebab Masalah

Input

Ruang
Khusus
Alat
pemeriksa

Penyebab Masalah
Ekonomi

Lingkun
gan

Sosial
Budaya
Pengetahu
an

Alternatif jalan keluar


INPUT

Ruangan
khusus SDIDTK
Tidak
lengkapnya
alat
pemeriksaan

Menyediakan
ruangan khusus
SDIDTK

Mengajukan
penyediaan
sarana dan
prasarana yang
lengkap ke
dinkes

Alternatif jalan keluar


LINGKUNGAN

Tingkat
Ekonomi
Stigma
mengenai
kelainan pada
anak merupakan
kutukan
Tingkat
pengetahuan

Sosialisasi program
Jaminan BPJS

Informasi dan
sharing
mengenai
tumbuh
kembang dan
penyebab
gangguan
Mengajak

masyarakat lebih
aktif

Kesimpulan
Faktor penyebab masalah :
Tidak adanya ruangan khusus
Keterbatasan alat pemeriksaan (luar
gedung)
Tingkat ekonomi yang rendah
Stigma masyarakat
Pengetahuan mengenai Tumbuh
Kembang

Saran
Untuk Dinas Kesehatan
Seminar untuk dokter dan perawat di Puskesmas
Balaraja

Untuk Puskesmas
Mengajukan pada dinas kesehatan untuk menyediakan
sarana dan prasarana SDIDTK

Untuk masyarakat
Masyarakat disarankan mengikuti program Jaminan
Kesehatan Nasional
Masyarakat berpatisipasi aktif dalam kegiatan yang
diselenggarakan puskesmas mengenai tumbuh kembang

Daftar Pustaka

Depkes RI., 2012. Pedoman Pelaksanaan Stimulasi Deteksi Intervensi


Tumbuh Kembang di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. Jakarta.
Fikriyanti, M., 2013. Perkembangan Anak Usia Emas (Golden Age).
Yogyakarta : Laras Media Prima
Hermawan, L., 2011. Program Stimulasi Deteksi Intervensi Dini
Tumbuh Kembang (SDIDTK).
Maritalia, D .,2009. Analisis Pelaksanaan Program Simulasi, Deteksi
Dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Balita Dan Anak
Prasekolah Di Puskesmas Kota Semarang Tahun 2009.
Maryanti, D, S, Budiartini, Tri. 2011. Buku Ajar Neonates, Bayi & Balita.
Susanti, M, E., 2011. Analisis Perbedaan Pelaksanaan Program
Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Balita dan
Anak Prasekolah oleh Pengelola Pendidikan Anak Usia Dini di
Kabupaten
Bengkulu
Selatan.Masters
thesis,
UNIVERSITAS
DIPONEGORO.
Badan Pusat Statistik.,2015. Statistik Daerah Kecamatan Balaraja. BPS,
Kecamatan Balaraja.

Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai