Anda di halaman 1dari 25

MORNING REPORT

DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER

Oleh:
dr. Martha Tiara Dugikawa

Definisi

Dengue fever (DF) atau Dengue Haemorrhagic


Fever (DHF) adalah penyakit demam akut
yang disebabkan oleh virus dengue
Gejala klasik dari demam dengue ialah gejala
demam tinggi mendadak, nyeri kepala berat,
nyeri belakang bola mata, nyeri otot, tulang,
atau sendi, mual, muntah, dan timbulnya ruam.
Ruam berbentuk makulopapular yang bisa
timbul pada awal

Etiologi

Infeksi virus dengue genus Flavivirus, famlii


Flaviviridae, yang mempunyai 4 jenis serotipe,
yaitu ; DEN-1, DEN2, DEN-3, DEN-4.
DEN-3 merupakan serotipe dominan dan
banyak berhubungan dengan kasus berat.
Terdapat tiga faktor yang memegang peranan
pada penularan infeksi virus dengue, yaitu
manusia, virus, dan vektor perantara. Virus
dengue ditularkan kepada manusia melalui
gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Manifestasi Klinis
Gejala yang timbul antara lain:
Demam bifasik yang muncul tiba-tiba berlangsung terus-menerus 27 hari.
Terdapat manifestasi perdarahan, termasuk uji bendung positif,
petekie, skimoisis, epistaksis, perdarahan gusi, hematemesis, dan
melena.
Pembesaran hati
Syok ditandai nadi cepat dan lemah serta penurunan tekanan nadi,
hipotensi, akral dingin, kulit lembab dan pasien tampak gelisah
Kriteria laboratorium
Trombositopenia < 100.000/L atau kurang
Hemakonsentrasi, dilihat dari peningkatan 20% menurut standar
umur dan jenis kelamin.

Derajat penyakit virus Dengue


DD/DBD

Derajat*

DD

Gejala

Laboratorium

Demam disertai
2 atau lebih
tanda: sakit
kepala, nyeri
retro-orbital,
myalgia,
artalgia

Leukopenia,
Serologi
trombositopeni dengue Positif
a, tidak
ditemukan
bukti kebocoran
plasma

DBD

Gejala di atas + Trombositopeni


Uji bendung
a
positif
(<100.000/ul),
bukti ada
kebocoran
plasma

DBD

II

Gejala di atas
ditambah
perdarahan
spontan

Trombositopeni
a
(<100.000/ul),
bukti ada
kebocoran
plasma

DBD

III

Gejala di atas +
kegagalan
sirkulasi (kulit
dingin dan
lembab serta

Trombositopeni
a
(<100.000/ul),
bukti ada
kebocoran

Kebocoran plasma yang ditandai dengan


Peningkatan nilai hematrokrit 20 %
dari nilai baku sesuai umur dan jenis
kelamin.
Penurunan nilai hematokrit 20 %
setelah pemberian cairan yang adekuat.

IDENTITAS

Nama
: Sdr. IA
No RM
: 00065xxx
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 22 tahun
Pekerjaan : Mahasiswa
Tanggal MRS : Rabu, 20 Juli 2016

ANAMNESIS
Keluhan Utama: Mual dan muntah
Mual (+), muntah (+) 4x/hari isi cairan. Nyeri perut (+) di
ulu hati. BAB cair berwarna hitam. Nafsu makan
menurun (+), pasien sulit makan karena langsung
dimuntahkan kembali tiap kali makan.
Demam naik-turun sejak hari Sabtu (demam hari ke-5).
Nyeri kepala (+), mengigil (-), mimisan(-), gusi berdarah
(-), riwayat bepergian ke luar pulau (-),
Pasien minum obat penurun panas yang dibeli sendiri di
warung kemaren siang tetapi tidak membaik.

History of past illness & Medication:


Pasien laki-laki, berusia 22 tahun tanpa riwayat
penyakit kongenital dan trauma.
Riwayat MRS sebelumnya (-).
Untuk keluhan saat ini, pasien telah beli obat
penurun panas sendiri di warung

Riwayat Sosial:
Teman sekitar rumah ada yang sakit DB
disangkal
Riwayat Keluarga:
Tidak ada anggota keluarga pasien yang
mengalami keluhan serupa ataupun
telah terdiagnosa demam berdarah.

PEMERIKSAAN FISIK

Kesadaran: Compos
Mentis, GCS 456
Tekanan darah:
100/70 mmHg
Nadi: 86x/menit
Tax: 36,8 oC
Pernafasan:
22x/menit,

Kepala & Leher

Mata: Anemis (-/-), icteric (-/-), ptosis


(-/-), kornea jernih, Sekret (-/-), Pupil
bulat isokor 3mm/3mm, mata cowong
(-)

Pembengkakan KGB (-)

Kaku kuduk (-)

Thorax

Abdomen

Inspeksi:
Statis simetris, Dinamis simetris

Stem Fremitus D=S

ss

v v rh - - wh - -

ss

vv

--

--

ss

vv

--

--

Ictus invisible, palpable @ICS V

S1 S2 normal, murmur (-), gallop (-)

Soefl, BU (+) N
Nyeri tekan (+) ulu hati
Shifting dullness (-)
Hepar: tidak teraba
Lien: tidak teraba

Ekstremitas

edema - - Akral hangat


Pembengkakan KGB (-)
Petechiae (-)

PEMERIKSAAN
LABORATORIUM
PEMERIKSAAN

HASIL

SATUAN

NILAI RUJUKAN

Hematologi (20 Juli 2016)


Hemoglobin

14,8

g/dL

14,0 - 17,5

Leukosit

3,1

103/l

4,4 - 11,3

Hematokrit

42,3

40 - 52

Trombosit

105

103/l

150 - 450

MCV

82,8

fL

80-93

MCH

28,9

Pg

27-31

Hitung Jenis:

Eosinofil

0-4

Basofil

0-1

Neutrofil

51-67

Limfosit

22-40

Monosit

3-9

21
4

PEMERIKSAAN
LABORATORIUM
PEMERIKSAAN

HASIL

SATUAN

Widal
-Salmonella typhi O

1/80

-Salmonella typhi H

1/160

-Salmonella paratyphi AO

-Salmonella paratyphi BO

1/160

Immunoserologi
-IgG/IgM anti Dengue

-/+

-IgM Salmonella

SGOT / SGPT

43,7 / 52

U/L

NILAI
RUJUKAN

INITIAL
PDx
PLANNING
DIAGNOSE
THERAPY
- Pemeri - Bed Rest
Laki-laki/22 thn 1.Nausea Observasi
- Infus
Ax:
vomit
Febris H-5
ksaan
DD.
darah
Asering 20
- Mual
- Dengu
rutin
tpm
- Muntah 4x
- Inj.
e Fever
serial
- Dengu
cairan
Omeprazole
- Demam 5
e
1x40mg i.v
- Inj.
hari
Hemor
- Nyeri Kepala
agic
Metoclopam
- Badan pegelFever
ide
3x
pegal
2. OF H-5
10mg i.v
- Nyeri ulu hati
- P.o.
- BAB hitam 5
Paracetamo
hari
l 3x500mg
CUE AND CLUE

P List

Pmo

Tanda tanda
perdarahan, VS,
produksi urine
dan warnanya ,
keluhan pasien
Warning sign:
Pasien
gelisah,
penurunan
kesadaran
sianosis
Napas cepat,
nadi tidak
teraba
Tekanan
darah turun
<10 mmHg
Akral dingin,
CRT menurun
Diuresis
sampai
anuria
-

Hb : 14,8 g/dl
Lekosit :
3.100mm3
HCT : 42,3%
Trombosit :
105.000mm3
LED :
11.0mm/jam
SGOT/PT:

3. Melena

TERIMA
KASIH

Uji serologi IgM dan IgG anti dengue

Antibodi IgM anti dengue dapat dideteksi pada


hari sakit ke-5 sakit, mencapai puncaknya pada
hari sakit ke 10-14, dan akan menurun/
menghilang pada akhir minggu keempat sakit.
Antibodi IgG anti dengue pada infeksi primer
dapat terdeteksi pada hari sakit ke-14. dan
menghilang setelah 6 bulan sampai 4 tahun.
Sedangkan pada infeksi sekunder IgG anti
dengue akan terdeteksi pada hari sakit ke-2.
Rasio IgM/IgG digunakan untuk membedakan
infeksi primer dari infeksi sekunder. Apabila rasio
IgM:IgG >1,2 menunjukkan infeksi primer namun
apabila IgM:IgG rasio <1,2menunjukkan infeksi
sekunder.

DBD tanpa syok (grade I


dan II)

1.
2.

3.

4.

.
1.

2.

Medikamentosa
Antipiretik (paracetamol)
Diusahalan tidak memberikan obat-obat yang tidak
diperlukan untuk mengurangi beban detoksifikasi obat dalam
hati
Kortikosteroid diberikan untuk DBD enselopati, apabila
terdapat perdarahan saluran cerna kortikosteroid tidak boleh
diberikan
Antibiotik diberikan untuk DBD ensefalopati
Suportif
Mengatasi kehilangan cairan plasma sebagai akibat
peningkatan permeabilitas dan perdarahan
Cairan intravena diperlukan apabilan muntah terus menerus,
tidak mau minum, demam tinggi, dehirasi yang mempercepat
terjadinya syok

MELENA

Melena merupakan salah satu penyakit berbahaya berupa


keluarnya darah bersama kotoran tinja (feses). Darah ini lah
yang nantinya membuat tinja berwarna kehitam-hitaman.
Keadaan ini terjadi karena adanya perdarahan pada saluran
cerna. Jika feses berwarna merah kehitaman itu berarti
perdarahan berasal dari daerah lambung keatas.

Kotoran (feses) yang berwarna gelap yang dikarenakan


kotoran bercampur asam lambung; biasanya mengindikasikan
perdarahan saluran cerna bahagian atas, atau perdarahan
daripada usus-usus ataupun colon bahagian kanan dapat juga
menjadi sumber lainnya. (Porter, R.S., et al., 2008)