Anda di halaman 1dari 106

KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

SEKSUALITAS REMAJA DAN MASALAHNYA

DR I NYM RUDI SUSANTHA SPOG(K)


SPESIALIS KANDUNGAN DAN
KEBIDANAN

Kesehatan Reproduksi Remaja


KRR

seksualitas

NAPZ
A

HIV /
AIDS

Tujuan Fasilitasi:
Memahami perubahan fisik yang
terjadi pada remaja
Memahami alat, sistem dan proses
reproduksi
Menyadari perlunya kesiapan diri
untuk melakukan reproduksi
Memahami proses kehamilan
Memahami mengapa remaja perlu
menerapkan perilaku seksual yang
bertanggung jawab

Seksualitas
a. Pengertian
Seksualitas

Asal kata: seks


Arti seks
1.Jenis kelamin
2.Reproduksi seksual
3.Organ seks
4.Rangsangan /
gairah seksual
5.Hubungan seks

Seksualitas
a. Pengertian
Seksualitas

Asal kata: seks


Arti seks

1.Jenis kelamin
2.Reproduksi
seksual
3.Organ seks
4.Rangsangan /
gairah seksual
5.Hubungan seks

Laki-laki || Perempuan

Seksualitas
a. Pengertian
Seksualitas

Asal kata: seks


Arti seks

1.Jenis kelamin
2.Reproduksi
seksual
3.Organ seks
4.Rangsangan /
gairah seksual
5.Hubungan seks

Menghasilkan
keturunan

Seksualitas
a. Pengertian
Seksualitas

Asal kata: seks


Arti seks

1.Jenis kelamin
2.Reproduksi
seksual
3.Organ seks
4.Rangsangan /
gairah seksual
5.Hubungan seks

Laki-laki

Perempuan

Penis

vagina

Seksualitas
a. Pengertian
Seksualitas

Asal kata: seks


Arti seks

1.Jenis kelamin
2.Reproduksi
seksual
3.Organ seks
4.Rangsangan /
gairah seksual
5.Hubungan seks

Seperti getaran di
dalam tubuh

Seksualitas
a. Pengertian
Seksualitas

Asal kata: seks


Arti seks

1.Jenis kelamin
2.Reproduksi
seksual
3.Organ seks
4.Rangsangan /
gairah seksual
5.Hubungan seks

Organ seks laki-laki


bertemu organ seks
perempuan (penetrasi)

Seksualitas
a. Pengertian
Seksualitas

Isu bahasan:
1.
2.
3.
4.

Organ reproduksi
Pubertas
Kehamilan
Konsekuensi HUS bebas
& tidak aman:
a. KTD
b. Aborsi
c. IMS (termasuk HIV / AIDS)

Seksualitas
b. Organ
Reproduksi

Perempuan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Ovarium
Fimbrae
Tuba falopi
Uterus
Cervix
Vagina
Mulut Vagina

Laki-laki

Seksualitas
b. Organ
Reproduksi

Perempuan
Laki-laki
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Penis
Glans
Uretra
Vas deferens
Epidydimis
Testis
Scrotum
Kelenjar Prostat
Vesikula Seminalis
Kandung Kencing

Seksualitas
b. Organ
Reproduksi

Ereksi
Ejakulasi

Seksualitas
b. Organ
Reproduksi

Ereksi
Ejakulasi

Ereksi adalah penegangan,


pembesaran dan pemanjangan
pada penis yang disebabkan oleh
penambahan darah pada
pembuluh darah di penis.
Ereksi bisa terjadi karena
rangsangan seksual
Ketidakmampuan ereksi lebih
dikenal dengan sebutan
impotensi /disfungsi ereksi

Seksualitas
b. Organ
Reproduksi

Ereksi
Ejakulasi

Keluarnya air mani yang


mengandung sperma melalui
saluran kemih di batang penis
Ejakulasi yang terjadi secara
alami (tidak disadari) disebut
mimpi basah.
Ejakulasi yang terjadi oleh
rangsangan pada diri sendiri
disebut onani

Seksualitas
c.

Pubertas

Pengertian:
Masa tubuh berubah dari
anak-anak ke dewasa

Seksualitas
c.

Pubertas

Kapan pubertas?
Awal
Akhir

13/14 th
11/12 th

17/18 th

Seksualitas
c.

Pubertas

Kenapa bisa?
Perubahan kerja hormon.

Seksualitas
c.

Pubertas

Kenapa bisa?
Perubahan kerja
hormon.

Laki-laki

Perempuan

Testosteron

Esterogen
Progesteron

Seksualitas
c.

Pubertas

Apa yang terjadi?


Perubahan fisik
Perempuan
Laki-laki

Perubahan psikologis
Perempuan
Laki-laki

Seksualitas
c.

Pubertas

Apa yang terjadi?


Perubahan fisik
Perempuan
Laki-laki

Perubahan psikologis
Perempuan
Laki-laki

Payudara
Panggul
Rambut di:
Ketiak
Sekitar vagina
Lihat juga:
menstruasi

Seksualitas
c.

Pubertas

Apa yang terjadi?


Perubahan fisik
Perempuan
Laki-laki

Perubahan psikologis
Perempuan
Laki-laki

Suara membesar
Rambut di:
Ketiak
Atas bibir (kumis)
Bawah bibir
(janggut)
Sekitar penis
Lihat juga:
mimpi basah

Seksualitas
c.

Pubertas

Apa yang terjadi?


Perubahan fisik
Perempuan
Laki-laki

Perubahan psikologis
Perempuan
Laki-laki

Sensitif
Mudah
tersinggung
Mudah marah
Irasional
Stress
Takut
Ingin mandiri
Ekspresif
Selalu ingin tahu

Seksualitas
d.

Mimpi Basah

Pengertian:
keluarnya sperma tanpa rangsangan pada
saat tidur, dan umumnya terjadi pada saat
mimpi tentang seks.

Seksualitas
d.

Mimpi Basah

Proses:

Testis
memproduksi
sperma tiap hari

Sperma
ditampung
Saat penuh
terjadi ejakulasi
Tidak sadar
(mimpi basah)

Sengaja
(masturbasi)

Seksualitas
d.

Mimpi Basah

Pernyataan tentang mimpi basah:


Pada umumnya laki-laki akan mengalami
mimpi basah ketika pubertas
Bila ereksi tidak selalu harus ejakulasi
Bila tidak mimpi basah, tidak normal
Bila tidak mimpi basah, penis meledak
Penis membesar bila ditarik-tarik
Yang mimpi basah hanya anak nakal

Seksualitas
e.

Menstruasi

Pengertian:
Proses peluruhan lapisan dalam (endometrium)
yang banyak mengandung pembuluh darah dari
uterus melalui vagina secara siklik dan periodik.

Seksualitas
e.

Menstruasi

Proses:

2. Pelepasan Sel
Telur
yang telah
matang,
menunggu untuk
1. Penebalan dinding rahim dibuahi

3. Bila tidak dibuahi,


dinding rahim dan
sel
telur akan luruh

Seksualitas
e.

Menstruasi

Siklus Menstruasi

Diagram siklus
menstruasi ini hanya
berlaku untuk wanita
yang memiliki siklus
normal 28 hari

Siklus Menstruasi:
Luruhnya Dinding Rahim & Sel Telur secara Periodik saat Tidak Dibuahi Sperma. Siklus ini terjadi saat
perempuan telah memasuki masa puber

Alat Peraga

Menstruasi umumnya dimulai


pada usia 11 - 14 tahun.
Menstruasi pertama disebut
menarche.
. Setelah usia 45 tahun siklus
menstruasi menjadi tidak teratur
lagi dan kadang-kadang berhenti
sama sekali yang disebut sebagai
Menopause.

Siklus Menstruasi:
Luruhnya Dinding Rahim & Sel Telur secara Periodik saat Tidak Dibuahi Sperma. Siklus ini terjadi saat
perempuan telah memasuki masa puber

Alat Peraga

Pada hari ke-6, 7 dan 8


(siklus menstruasi)
perempuan mengalami masa
kering selama + 3 hari untuk
memulai proses
pembangunan (proliferasi)
dinding rahim.

Siklus Menstruasi:
Luruhnya Dinding Rahim & Sel Telur secara Periodik saat Tidak Dibuahi Sperma. Siklus ini terjadi saat
perempuan telah memasuki masa puber

Alat Peraga

Setelah Masa Kering, fase


selanjutnya adalah
dimulainya proses
pembangunan (proliferasi)
dinding rahim dan
pembentukan lendir rahim
untuk menciptakan suasana
yang mendukung terjadinya
proses pembuahan.

Siklus Menstruasi:
Luruhnya Dinding Rahim & Sel Telur secara Periodik saat Tidak Dibuahi Sperma. Siklus ini terjadi saat
perempuan telah memasuki masa puber

Alat Peraga

Periode berikutnya adalah


masuk ke periode pelepasan
sel telur oleh indung telur.
Proses Pelepasan Sel Telur
yang telah matang oleh
Indung Telur disebut Ovulasi.
Sel Telur yang dilepaskan
indung telur kemudian

Siklus Menstruasi:
Luruhnya Dinding Rahim & Sel Telur secara Periodik saat Tidak Dibuahi Sperma. Siklus ini terjadi saat
perempuan telah memasuki masa puber

Alat Peraga

Sel Telur yang dilepaskan indung


telur dan ditangkap Fimbrae
selanjutnya bergerak menuju
Tuba Falopi untuk menunggu
dibuahi.
Pada saat yang sama, terbentuk
lendir rahim dan penebalan
dinding rahim yang maksimal,
yaitu suasana yang mendukung
terjadinya pembuahan.
Penebalan dinding rahim dan
pembuluh darah yang berkelok
masuk fase sekresi dan akan
menghasilkan sekresi.

Siklus Menstruasi:
Luruhnya Dinding Rahim & Sel Telur secara Periodik saat Tidak Dibuahi Sperma. Siklus ini terjadi saat
perempuan telah memasuki masa puber

Alat Peraga

Sel Telur yang berada di Tuba


Falopi siap dibuahi.
Periode ini disebut Puncak Masa
Subur, yaitu saat Sel Telur paling
matang untuk dibuahi.
Masa hidup sel telur hanya
berkisar 1 x 24 jam.
Puncak Masa Subur biasanya

Siklus Menstruasi:
Luruhnya Dinding Rahim & Sel Telur secara Periodik saat Tidak Dibuahi Sperma. Siklus ini terjadi saat
perempuan telah memasuki masa puber

Alat Peraga

Sel Telur yang berada di Tuba Falopi


siap dibuahi.
Periode ini disebut Puncak Masa
Subur, yaitu saat Sel Telur paling
matang untuk dibuahi.
Masa hidup sel telur hanya berkisar 1
x 24 jam.
Puncak Masa Subur biasanya terjadi

Siklus Menstruasi:

Luruhnya Dinding Rahim & Sel Telur secara Periodik saat Tidak Dibuahi Sperma. Siklus ini terjadi saat
perempuan telah memasuki masa puber

Alat Peraga

Atas pengaruh hormon estrogen, dinding rahim


dengan sel telur yang tidak dibuahi akan luruh
menjadi cairan darah dan akan keluar melalui
vagina (berupa darah haid).
Fase ini disebut fase menstruasi. Fase
menstruasi berlangsung umumnya 4 sampai 7
hari.
Siklus menstruasi akan berulang secara siklik
dan periodik setiap bulannya, umumnya setiap
28 hari.
Namun ada juga yang memiliki siklus pendek
sampai 20 hari, dan ada juga yang memiliki
siklus panjang sampai dengan 32 hari (masih
dianggap normal).

Seksualitas
e.

Menstruasi

Pernyataan tentang menstruasi:


Yang haid adalah perempuan kotor
Selama haid tidak boleh cuci rambut
Jika haid jangan olahraga
Jika haid jangan makan yang asam

Seksualitas
f. Obrolan Seputar
Seksualitas

1. Onani
2. Sunat
3. Keperawanan

Seksualitas
f. Obrolan Seputar
Seksualitas

1. Onani
2. Sunat
3. Keperawanan

merangsang dengan
menyentuh/meraba
organ seks sendiri

Seksualitas
f. Obrolan
Seputar
Seksualitas

1. Onani
2. Sunat
3. Keperawanan

Prosedur:
laki-laki: membuang kulit
pada ujung penis
(preputium)
perempuan: melukai /
memotong klitoris
Tujuan
laki-laki: kebersihan
perempuan: tidak ada
manfaat secara medis

Seksualitas
f. Obrolan
Seputar
Seksualitas

1. Onani
2. Sunat
3. Keperawanan

- keadaan belum pernah


melakukan hubungan
seksual; masuknya penis
ke dalam vagina
- Konsep keperawanan
berlaku untuk laki-laki
maupun perempuan

Seksualitas
g.

Kehamilan

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengertian
Kondisi yg menyebabkan
Tanda-tanda
Keadaan ideal u/ hamil
Perawatan
Persalinan
Pasca persalinan
Mengatur kehamilan

Seksualitas
g.

Kehamilan

Pengertian

Adalah:
Proses regenerasi

sel telur +
sel
sperma

embrio

bayi

Kehamilan:
Bertemunya Sel Telur &
Sperma pada Masa Subur

Alat Peraga

Sel Telur yang dilepaskan indung telur dan


ditangkap Fimbrae selanjutnya bergerak
menuju Tuba Falopi untuk menunggu
dibuahi.
Pada saat yang sama, terbentuk lendir
rahim dan penebalan dinding rahim yang
maksimal, yaitu suasana yang mendukung
terjadinya pembuahan.
Penebalan dinding rahim dan pembuluh
darah yang berkelok-kelok disebut fase

Kehamilan:
Bertemunya Sel Telur &
Sperma pada Masa
Subur

Alat Peraga

Sel Telur yang berada di Tuba Falopi siap


dibuahi.
Periode ini disebut Puncak Masa Subur,
yaitu saat Sel Telur paling matang untuk
dibuahi.
Masa hidup sel telur hanya berkisar 1 x
24 jam.
Puncak Masa Subur biasanya terjadi
pada 14 hari sebelum menstruasi.
Pada gambar dapat dilihat sperma yang
masuk...

Kehamilan:
Bertemunya Sel Telur &
Sperma pada Masa
Subur

Alat Peraga

Bila sperma masuk pada Puncak Masa Subur,


besar kemungkinan untuk terjadi pembuahan.
Pada gambar terlihat salah satu sperma berhasil
menembus sel telur. Proses ini disebut
pembuahan (Konsepsi).
Tempat terjadinya pembuahan sebagaimana
terlihat dalam gambar merupakan tempat yang
seharusnya terjadi. Jika pembuahan terjadi di
Fimbrae,bisa terjadi kehamilan di luar kandungan.
Dari jutaan sperma yang keluar waktu ejakulasi,
hanya satu yang berhasil menembus dinding sel
telur yang sudah masak dan menyatukan dua inti
sel. Inti sperma melebur pada inti telur,
menyatukan unsur genetik mereka.

Kehamilan:
Bertemunya Sel Telur & Sperma pada Masa
Subur

Alat Peraga

Hasil konsepsi dari pertemuan sel


telur dan sperma bergerak atas
bantuan rambut halus yang ada di
Tuba Falopi menuju rongga rahim
biasanya terjadi mulai dari hari ke-3
sampai hari ke-7.
Sambil bergerak terjadi pembelahan
diri (menjadi dua dan masing-masing
belahannya akan membelah lagi, dan
seterusnya), membentuk gumpalan
sel-sel.

Kehamilan:
Bertemunya Sel Telur & Sperma pada Masa
Subur

Alat Peraga

Selanjutnya terlihat
proses terbenamnya
hasil konsepsi pada
dinding rahim.

Kehamilan:
Bertemunya Sel Telur & Sperma pada Masa
Subur

Alat Peraga

Bulan 1 - 3
Hasil konsepsi yang melekat
pada dinding rahim disebut
Fetus.
Pada fase ini terjadi proses
pembentukan organ tubuh
sehingga sangat memerlukan
perhatian dalam hal asupan
gizi dan sangat dipengaruhi

Kehamilan:
Bertemunya Sel Telur & Sperma pada Masa
Subur

Alat Peraga

Bulan 1 - 3
Hasil konsepsi yang melekat pada
dinding rahim disebut Fetus.
Pada fase ini terjadi proses
pembentukan organ tubuh sehingga
sangat memerlukan perhatian dalam
hal asupan gizi dan sangat
dipengaruhi oleh obat-obatan.

Kehamilan:
Bertemunya Sel Telur & Sperma pada Masa
Subur

Alat Peraga

Bulan 4 - 5
Selanjutnya pada bulan ke 4 - 5,
fungsi jantung sudah dapat
terdeteksi.
Organ tubuh semakin berkembang
dan placenta mulai terbentuk pada
bulan ke-4, bayi akan mendapatkan
makanan melalui placenta yang
menempel langsung ke dinding
rahim ibu.

Kehamilan:
Bertemunya Sel Telur & Sperma pada Masa
Subur

Alat Peraga

Bulan 6 - 7
Selanjutnya pada bulan ke
6 - 7, Janin dapat bergerak
bebas karena dia berada
dalam cairan ketuban.

Kehamilan:
Bertemunya Sel Telur & Sperma pada Masa
Subur

Alat Peraga

Bulan 8
Selanjutnya pada bulan ke 8, Organ
tubuh janin semakin berkembang,
meskipun belum sempurna.
Pada bulan ini janin mungkin bisa lahir
karena alasan tertentu, yang disebut
dengan kelahiran prematur.
Bayi prematur memerlukan perhatian
dan penanganan khusus, seperti
menaruh bayi pada tabung inkubator.

Kehamilan:
Bertemunya Sel Telur & Sperma pada Masa
Subur

Alat Peraga

Bulan 9
Selanjutnya pada bulan 9 merupakan usia
kehamilan seorang ibu, di mana kondisi
bayi sudah cukup sempurna dan posisi
kepala bayi sudah berada pada dasar
panggul (jalan lahir) dan siap untuk
dilahirkan.
Proses ini berhenti setelah bayi dilahirkan.
Proses Kehamilan dapat berulang kembali
setelah Masa Nifas. Masa Nifas adalah
masa setelah melahirkan sampai
kembalinya siklus menstruasi

Seksualitas
g.

Kehamilan

Kondisi yg
menyebabkan

1.
2.
3.
4.

Usia subur
Melakukan HUS
Masa subur dan ejakulasi
Sperma + Ovum

Seksualitas
g.

Kehamilan

Tanda-tanda

Tanda-tanda pasti

Tanda-tanda dugaan
(tidak pasti)

Terdengar detak jantung janin

Tidak datang haid

Ibu merasakan gerakan bayi

Pusing dan muntah pada pagi hari

Teraba bagian bayi

Buah dada membesar

Pemeriksaan medis melalui USG

Daerah sekitar puting susu menjadi


agak gelap
Perut membesar

Seksualitas
g.

Kehamilan

Keadaan ideal
untuk hamil:
1. Kesiapan fisik
2. Kesiapan mental
3. Kesiapan sos-ek

Bila tubuh berhenti


tumbuh
+ 20 tahun

Seksualitas
g.

Kehamilan

Keadaan ideal
untuk hamil:
1. Kesiapan fisik
2. Kesiapan mental
3. Kesiapan sos-ek

Bila pasangan suami istri


secara bersama telah
siap punya anak.
(mengasuh + mendidik)

Seksualitas
g.

Kehamilan

Keadaan ideal
untuk hamil:
1. Kesiapan fisik
2. Kesiapan mental
3. Kesiapan sos-ek

Bila sudah mampu


menyediakan
kebutuhan:

makan-minum
pakaian
tempat tinggal
pendidikan
dll

Seksualitas
g.

Kehamilan

Perawatan:
1.
2.
3.
4.

4x

Pemeriksaan 1
Pemeriksaan 2
Pemeriksaan 3
Pemeriksaan 4

3 4

Seksualitas
g.

Kehamilan

Perawatan:
1.
2.
3.
4.

4x

Pemeriksaan 1
Pemeriksaan 2
Pemeriksaan 3
Pemeriksaan 4

Minggu ke-16
(bulan ke-4)

Seksualitas
g.

Kehamilan

Perawatan:
1.
2.
3.
4.

4x

Pemeriksaan 1
Pemeriksaan 2
Pemeriksaan 3
Pemeriksaan 4

Bulan ke-6, atau


Bulan ke-7

Seksualitas
g.

Kehamilan

Perawatan:
1.
2.
3.
4.

4x

Pemeriksaan 1
Pemeriksaan 2
Pemeriksaan 3
Pemeriksaan 4

Bulan ke-8

Seksualitas
g.

Kehamilan

Perawatan:
1.
2.
3.
4.

4x

Pemeriksaan 1
Pemeriksaan 2
Pemeriksaan 3
Pemeriksaan 4

Bulan ke-9

Seksualitas
g.

Kehamilan

Persalinan:

Yang berisiko
Tanda bahaya

Seksualitas
g.

Kehamilan

Persalinan:

Yang berisiko
Tanda bahaya

Terlalu muda (Ibu <20 th)


Terlalu Tua (Ibu >35 th)
Terlalu Banyak (Jml anak >3)
Terlalu Dekat (Jarak
kehamilan <3 th)
Riwayat kehamilan dan
persalinan buruk
Kelainan letak bayi/janin.

Seksualitas
g.

Kehamilan

Persalinan:

Yang berisiko
Tanda bahaya

Pendarahan
Keluar cairan
Kejang
Kaki bengkak
Mata kabur
Sakit kepala (sering)
Tekanan darah naik
Demam

Seksualitas
g.

Kehamilan

Pasca persalinan:

Perawatan bayi
Perawatan ibu

Seksualitas
g.

Kehamilan

Pasca persalinan:

Perawatan bayi
Perawatan ibu

1. ASI
2. imunisasi

Seksualitas
g.

Kehamilan

Pasca persalinan:

Perawatan bayi
Perawatan ibu

1. Merawat payudara
2. Perhatikan nutrisi
3. Menjaga kebersihan
4. Senam
5. Periksa pasca
persalinan

Seksualitas
g.

Kehamilan

Mengatur kehamilan:
utk pemulihan
utk perawatan
Metode:
1.
2.
3.
4.
5.

Alami
Hormonal
AKDR
Operatif
Kondom

Seksualitas
g.

Kehamilan

Mengatur kehamilan:
utk pemulihan
utk perawatan
Metode:
1.
2.
3.
4.
5.

Alami
Hormonal
AKDR
Operatif
Kondom

Seksualitas
g.

Kehamilan

Mengatur kehamilan:
utk pemulihan
utk perawatan
Metode:
1.
2.
3.
4.
5.

Alami
Hormonal
AKDR
Operatif
Kondom

Sistem kalender
& Senggama
terputus

Seksualitas
g.

Kehamilan

Mengatur kehamilan:
utk pemulihan
utk perawatan
Metode:
1.
2.
3.
4.
5.

Alami
Hormonal
AKDR
Operatif
Kondom

Memasukan
hormon / zat ke dalam
tubuh
- Suntik KB
- Pil KB
- Susuk KB

Seksualitas
g.

Kehamilan

Mengatur kehamilan:
utk pemulihan
utk perawatan
Metode:
1.
2.
3.
4.
5.

Alami
Hormonal
AKDR
Operatif
Kondom

Memasang spiral

Seksualitas
g.

Kehamilan

Mengatur kehamilan:
utk pemulihan
utk perawatan
Metode:

Laki-laki

Perempuan

1.
2.
3.
4.
5.

Vasektomi
(MOP)

Tubektomi
(MOW)

Alami
Hormonal
AKDR
Operatif
Kondom

Seksualitas
g.

Kehamilan

Mengatur kehamilan:
utk pemulihan
Menggunakan
utk perawatan
kondom

Metode:
1.
2.
3.
4.
5.

Alami
Hormonal
AKDR
Operatif
Kondom

metode ini selain utk


mencegah pembuahan,
bermanfaat juga utk
pencegahan IMS &
HIV/AIDS

Seksualitas
g.

Kehamilan

Informasi kontrasepsi tdk dimaksudkan utk


mempromosikan pelayanan
kontrasepsi pada remaja,
tetapi utk memberikan pengetahuan agar
remaja siap saat memasuki
perkawinan

Seksualitas
h. Konsekuensi
HUS Bebas + tdk
Aman

1. KTD
2. Aborsi
3. IMS

Seksualitas
h. Konsekuensi
HUS Bebas + tdk
Aman

1. KTD

Pengertian
Sebab
Dampak

2. Aborsi
3. IMS

kehamilan yang tidak


diinginkan

Seksualitas
h. Konsekuensi
HUS Bebas + tdk
Aman

1. KTD

Pengertian
Sebab
Dampak

2. Aborsi
3. IMS

Pengetahuan ttg seks


minim
Tidak menggunakan alat
kontrasepsi
Alat kontrasepsi gagal
pemerkosaan

Seksualitas
h. Konsekuensi
HUS Bebas + tdk
Aman

1. KTD

Pengertian
Sebab
Dampak

2. Aborsi
3. IMS

Fisik:
Pertumbuhan fisik belum
selesai

Psikologis
Tidak siap mengasuh
dan mendidik anak

Sosial Ekonomi
Tidak siap membiayai
segala kebutuhan anak

Seksualitas
h. Konsekuensi
HUS Bebas + tdk
Aman

1. KTD
2. Aborsi

Pengertian
Alasan
Dampak aborsi
tidak aman
Pesan

3. IMS

pengakhiran kehamilan,
sebelum umur kehamilan
20 minggu atau berat janin
kurang dari 500 gram
Aborsi
Spontan
(keguguran)

Sengaja
(menggugurkan
)
Aman

Tidak
aman

Seksualitas
h. Konsekuensi
HUS Bebas + tdk
Aman

1. KTD
2. Aborsi

Pengertian
Alasan
Dampak aborsi
tidak aman
Pesan

3. IMS

Mau terus sekolah


Takut orangtua
Ekonomi belum siap
Malu pada sosial
Tidak mencintai yang
menghamili
(perkosaan) bingung
dengan status anaknya
nanti

Seksualitas
h. Konsekuensi
HUS Bebas + tdk
Aman

1. KTD
2. Aborsi

Pengertian
Alasan
Dampak aborsi
tidak aman
Pesan

3. IMS

Pendarahan
Infeksi alat reproduksi
ruptur uterus (robek
rahim)
Fistula genital

Seksualitas
h. Konsekuensi
HUS Bebas + tdk
Aman

1. KTD
2. Aborsi

Pengertian
Alasan
Dampak aborsi
tidak aman
Pesan

3. IMS

Informasi mengenai
aborsi tidak dimaksudkan
untuk mempromosikan
pelayanan aborsi,
tetapi agar remaja
mengerti bahaya yang
diakibatkan tindakan
aborsi

Seksualitas
h. Konsekuensi
HUS Bebas + tdk
Aman

1. KTD
2. Aborsi
3. IMS

Informasi umum
Jenis / contoh
Pencegahan
Pengobatan

Infeksi yg menyerang
organ seksual
seseorang
Selain ditularkan lewat
HUS, IMS bisa juga
disebabkan oleh kurang
menjaga kebersihan

Seksualitas
h. Konsekuensi
HUS Bebas + tdk
Aman

1. KTD
2. Aborsi
3. IMS

Gonore (Kencing Nanah)

Informasi umum
Jenis / contoh

Gonore
Sifilis
Herpes Genitalis
Trikomonas Vaginalis
Chancroid
Klamidia
Condiloma Akuminata
Candidianis
Kutu Pubis
Hepatitis B
HIV/AIDS

Pencegahan
Pengobatan

Seksualitas
h. Konsekuensi
HUS Bebas + tdk
Aman

1. KTD
2. Aborsi
3. IMS

Sifilis (raja singa)

Informasi umum
Jenis / contoh

Gonore
Sifilis
Herpes Genitalis
Trikomonas Vaginalis
Chancroid
Klamidia
Condiloma Akuminata
Candidianis
Kutu Pubis
Hepatitis B
HIV/AIDS

Pencegahan
Pengobatan

Seksualitas
h. Konsekuensi
HUS Bebas + tdk
Aman

1. KTD
2. Aborsi
3. IMS

Herpes Genitalis

Informasi umum
Jenis / contoh

Gonore
Sifilis
Herpes Genitalis
Trikomonas Vaginalis
Chancroid
Klamidia
Condiloma Akuminata
Candidianis
Kutu Pubis
Hepatitis B
HIV/AIDS

Pencegahan
Pengobatan

Seksualitas
h. Konsekuensi
HUS Bebas + tdk
Aman

1. KTD
2. Aborsi
3. IMS

Trikomonas vaginalis

Informasi umum
Jenis / contoh

Gonore
Sifilis
Herpes Genitalis
Trikomonas Vaginalis
Chancroid
Klamidia
Condiloma Akuminata
Candidianis
Kutu Pubis
Hepatitis B
HIV/AIDS

Pencegahan
Pengobatan

Seksualitas
h. Konsekuensi
HUS Bebas + tdk
Aman

1. KTD
2. Aborsi
3. IMS

Chancroid

Informasi umum
Jenis / contoh

Gonore
Sifilis
Herpes Genitalis
Trikomonas Vaginalis
Chancroid
Klamidia
Condiloma Akuminata
Candidianis
Kutu Pubis
Hepatitis B
HIV/AIDS

Pencegahan
Pengobatan

Seksualitas
h. Konsekuensi
HUS Bebas + tdk
Aman

1. KTD
2. Aborsi
3. IMS

Klamidia

Informasi umum
Jenis / contoh

Gonore
Sifilis
Herpes Genitalis
Trikomonas Vaginalis
Chancroid
Klamidia
Condiloma Akuminata
Candidianis
Kutu Pubis
Hepatitis B
HIV/AIDS

Pencegahan
Pengobatan

Seksualitas
h. Konsekuensi
HUS Bebas + tdk
Aman

1. KTD
2. Aborsi
3. IMS

Condiloma Akuminata

Informasi umum
Jenis / contoh

Gonore
Sifilis
Herpes Genitalis
Trikomonas Vaginalis
Chancroid
Klamidia
Condiloma Akuminata
Candidiasis
Kutu Pubis
Hepatitis B
HIV/AIDS

Pencegahan
Pengobatan

Seksualitas
h. Konsekuensi
HUS Bebas + tdk
Aman

1. KTD
2. Aborsi
3. IMS

Candidiasis

Informasi umum
Jenis / contoh

Gonore
Sifilis
Herpes Genitalis
Trikomonas Vaginalis
Chancroid
Klamidia
Condiloma Akuminata
Candidiasis
Kutu Pubis
Hepatitis B
HIV/AIDS

Pencegahan
Pengobatan

Jamur Candida, Albicans


yang umumnya terdapat
di usus dan vagina

Seksualitas
h. Konsekuensi
HUS Bebas + tdk
Aman

1. KTD
2. Aborsi
3. IMS

Kutu Pubis

Informasi umum
Jenis / contoh

Gonore
Sifilis
Herpes Genitalis
Trikomonas Vaginalis
Chancroid
Klamidia
Condiloma Akuminata
Candidianis
Kutu Pubis
Hepatitis B
HIV/AIDS

Pencegahan
Pengobatan

Seksualitas
h. Konsekuensi
HUS Bebas + tdk
Aman

1. KTD
2. Aborsi
3. IMS

Hepatitis B
Virus Hepatitis B

Informasi umum
Jenis / contoh

Gonore
Sifilis
Herpes Genitalis
Trikomonas Vaginalis
Chancroid
Klamidia
Condiloma Akuminata
Candidiasis
Kutu Pubis
Hepatitis B
HIV/AIDS

Pencegahan
Pengobatan

Seksualitas
h. Konsekuensi
HUS Bebas + tdk
Aman

1. KTD
2. Aborsi
3. IMS

HIV / AIDS
Dijelaskan pada
presentasi berbeda

Informasi umum
Jenis / contoh

Gonore
Sifilis
Herpes Genitalis
Trikomonas Vaginalis
Chancroid
Klamidia
Condiloma Akuminata
Candidianis
Kutu Pubis
Hepatitis B
HIV/AIDS

Pencegahan
Pengobatan

Seksualitas
h. Konsekuensi
HUS Bebas + tdk
Aman

1. KTD
2. Aborsi
3. IMS

Informasi umum
Jenis / contoh
Pencegahan
Pengobatan

Tidak ber-HUS
Ber-HUS yg sehat
Tidak berganti-ganti
pasangan
Menggunakan
kondom
Periksa ke dokter bila
ada gejala
mencurigakan

Seksualitas
h. Konsekuensi
HUS Bebas + tdk
Aman

1. KTD
2. Aborsi
3. IMS

Informasi umum
Jenis / contoh
Pencegahan
Pengobatan

- IMS ada yg bisa


disembuhkan
- Pengobatan o/ dokter
- Jangan mengobati
sendiri

Seksualitas
h. Konsekuensi
HUS Bebas + tdk
Aman

NAPZA

HIV/AIDS

KRR

SEKS

Seksualitas
h. Konsekuensi
HUS Bebas + tdk
Aman

NAPZA

HIV/AIDS

KRR

SEKS
HUS bebas
+ tidak
aman

Seksualitas
g. Hubungan
HUS, Napza &
HIV/AIDS

NAPZA

KRR
Kesadaran
atau Gairah seks

HIV/AIDS

SEKS
HUS bebas
+ tidak
aman

NAPZA

HIV/AIDS

KRR

SEKS

Sekian,
terima kasih