Anda di halaman 1dari 30

DISKUSI TOPIK

PSIKOSIS (SKIZOFRENIA, GANGGUAN


WAHAM MENETAP, PSIKOSIS AKUT, dan
SKIZOAFEKTIF)
Pembimbing

: dr. Asmarahadi, Sp. KJ

GANGGUAN PSIKOSIS

Gangguan psikosis
adalah kondisi
dengan hendaya
(kerusakan) yang
berat dari daya nilai
realitas

Gejala Klinis Gangguan Psikotik

Waham

Halusinasi

Inkoherens
ia

Katatonia

Waham

Halusina
si

Keyakinan
menetap yang
tidak sesuai
dengan kenyataan
dan selalu
dipertahankan
Persepsi
pancaindera tanpa
sumber
rangsangan
sensorik eksternal

Inkoheren
si

Katatonia

Pembicaraan atau
tulisan yang tidak
bisa dimengerti dan
bukan karena
kelainan organik

Gangguan
psikomotor tanpa
kelainan organik

SKIZOFRENIA
Suatu deskripsi sindrom dengan variasi penyebab,
gejala dan perjalanan penyakit yang luas, yang
juga bergantung pada perimbangan pengaruh
genetik, fisik, dan sosial budaya

Pada umumnya ditandai oleh penyimpangan yang


fundamental dan karakteristik dari pikiran dan
persepsi, serta oleh afek yang tidak wajar atau
tumpul

SKIZOFRENIA

F.20.0
F.20.1
F.20.2
F.20.3
F.20.4
F.20.5
F.20.6
F.20.7
F.20.8

Skizofrenia Paranoid
Skizofrenia Disorganisasi
Skizofrenia Katatonik
Skizofrenia Tak Terinci
Depresi Pasca Skizofrenia
Skizofrenia Residual
Skizofrenia Simpleks
Skizofrenia Lainnya
Skizofrenia yang tak tergolongkan

Ganggu
an
Proses
Pikiran
Ganggu
an
Perilaku

Ganggu
an
Persepsi

Gejala
Skizofreni
a

Ganggu
an
Emosi

Ilusi

Tilikan

Ganggu
an Isi
Pikir

Diagnosis Skizofrenia

Berdasarkan DSM-IV:

Berlangsung paling sedikit 6 bulan

Penurunan fungsi yang cukup bermakna yaitu dalam bidang


pekerjaan, hubungan interpersonal, dan fungsi kehidupan pribadi

Pernah mengalami psikotik aktif dalam bentuk yang khas selama


periode tersebut

Tidak ditemui gejala yang sesuai dengan skizoafektif, gangguan


perasaan mayor, autisme, atau gangguan organik

Berdasarkan PPDGJ-III:

Harus ada setidaknya satu gejala berikut ini


yang amat jelas (dan biasanya 2 gejala atau
lebih bila gejala-gejala kurang jelas)
(a) thought echo, thought insertion, thought
broadcasting
(b) delusion of control, delusion of influence, delusion
of passivity, delusional perception
(c) halusinasi auditorik
(d) waham menetap jenis lainnya, yang menurut
budaya setempat dianggap tidak wajar dan sesuatu
yang mustahil

Atau paling sedikit 2 gejala di bawah ini yang harus selalu ada

secara jelas:

(e) halusinasi menetap dari panca-indera apa saja, apabila disertai baik
oleh waham yang mengambang maupun setengah berbentuk tanpa
kandungan afektif yang jelas, atau disertai ide-ide berlebihan yang
menetap, atau

apabila terjadi setiap hari selama berminggu-minggu

atau terus menerus

(f) arus pikiran yang terputus atau yang mengalami sisipan, yang
berakibat inkoherensi atau pembicaraan tidak relevan atau neologisme

(g) perilaku katatonik, seperti keadaan gaduh-gelisah, posisi tubuh


tertentu, negativisme, mutisme dan stupor

(h) gejala negatif, seperti sikap sangat apatis, jarang bicara, respon
emosional menumpul atau tidak wajar, mengakibatkan penarikan diri
dari pergaulan sosial; tetapi harus jelas bahwa semua hal tersebut tidak
disebabkan oleh depresi atau medikasi neuroleptika

SKIZOFRENIA TIPE PARANOID


Gambaran klinis didominasi
- Waham yg cenderung stabil, halusinasi auditorik
- Afek dan pembicaraan hampir tidak terpengaruh
- Onset usia lebih tua dibandingkan tipe lain

Pedoman Diagnostik
- Kriteria Umum skizofrenia terpenuhi
- Halusinasi dan waham menonjol
- Gangg.afektif, gej katatonik tidak nyata
- Waham hampir semua jenis, tetapi waham kejar, waham
dikendalikan paling khas

SKIZOFRENIA TIPE HEBREFENIK


Onset
Onset biasanya
biasanya usia
usia
15-25
15-25 tahun
tahun

Aktif
Aktif namun
namun dalam
dalam
sikap
sikap yang
yang
nonkonstruktif
nonkonstruktif dan
dan
tidak
tidak bertujuan
bertujuan
(aimless
(aimless &
& empty
empty of
of
purpose
purpose

Penampilan
Penampilan pribadi
pribadi
dan
dan prilaku
prilaku sosial
sosial
berantakan
berantakan

Gangguan
Gangguan afektif
afektif
serta
serta proses
proses pikir
pikir
menonjol
menonjol

Respon
Respon emosional
emosional
tidak
tidak sesuai
sesuai (tawa
(tawa
meledak
meledak tanpa
tanpa alasan
alasan
jelas)
jelas)

SKIZOFRENIA TIPE KATATONIK

Stupor
Katatonik

Negativism
e Katatonik

Postur
Katatonik

Rigiditas

Kegembira
an
Katatonik

SKIZOFRENIA
TIPE TAK
TERINCI
Tipe skizofrenia yang gejalanya
memenuhi kriteria skizofrenia,
namun tidak memenuhi criteria tipe
paranoid, hebefrenik, atau
katatonik, dan residual

SKIZOFRENIA
TIPE
RESIDUAL
Pasien dalam keadaan remisi dari
keadaan akut tetapi masih
memperlihatkan gejala-gejala
residual

penarikan diri secara sosial, afek


datar atau tak serasi, perilaku
eksentrik, asosiasi melonggar, atau
pikiran tak logis

SKIZOFRENIA
TIPE
SIMPLEKS
Suatu diagnosis yang sulit dibuat
secara meyakinkan, karena
bergantung pada pemastian
perkembangan yang berlangsung
perlahan, progresif dari gejala
negatif yang khas dari skizofrenia
residual tanpa adanya riwayat
halusinasi, waham, atau manifestasi
lain tentang adanya episode psikotik
sebelumnya

GANGGUAN WAHAM MENETAP

F.22.0 Gangguan Waham


F.22.8 Gangguan waham dan menetap lainnya
F.22.9 Gangguan waham menetap YTT

Diagnosis Gangguan Waham

Waham
Waham yang
yang berlangsung
berlangsung
lama
lama (paling
(paling sedikit
sedikit 3
3 bulan)
bulan)
sebagai
satu-satunya
sebagai satu-satunya gejala
gejala
klinis
yang
khas
dan
klinis yang khas dan tidak
tidak
dapat
digolongkan
sebagai
dapat digolongkan sebagai
gangguan
gangguan mental
mental organik,
organik,
skizofrenia
skizofrenia atau
atau gangguan
gangguan
afektif
afektif

Tidak
Tidak boleh
boleh ada
ada bukti-bukti
bukti-bukti
tentang
tentang adanya
adanya penyakit
penyakit
otak
otak

Tidak
Tidak ada
ada riwayat
riwayat gejalagejalagejala
skizofrenia
gejala skizofrenia

Tidak
Tidak boleh
boleh adanya
adanya
halusinasi
halusinasi auditorik
auditorik

Adanya
Adanya gejala-gejala
gejala-gejala
depresif
depresif atau
atau bahkan
bahkan suatu
suatu
episode
depresif
yang
episode depresif yang
lengkap
lengkap

GANGGUAN PSIKOTIK AKUT dan


SEMENTARA

F.23.0 Gangguan psikotik polimorfik akut


tanpa gejala skizofrenia
F.23.1 Gangguan psikotik polimorfik akut
dengan gejala skizofrenia
F.23.2 Gangguan psikotik lir-skizofrenia akut
F.23.3 Gangguan psikotik akut lainnya dengan
predominan waham
F.23.8 Gangguan psikotik akut dan sementara
lainnya
F.23.9 Gangguan psikotik akut dan sementara
YTT

DIAGNOSIS GANGGUAN PSIKOSIS AKUT

Onset
Onset yang
yang akut
akut (dalam
(dalam
masa
2
minggu)
masa 2 minggu)
sebagai
sebagai ciri
ciri khas
khas yang
yang
menentukan
seluruh
menentukan seluruh
kelompok.
kelompok.

Adanya
Adanya sindrom
sindrom yang
yang
khas
khas
(berupapolimorfik=
(berupapolimorfik=
beraneka-ragam
beraneka-ragam dan
dan
berubah
cepat,
atau
berubah cepat, atau
schizophrenia-like=
schizophrenia-like=
gejala
gejala skizofrenik
skizofrenik yang
yang
khas)
khas)

Tanpa
Tanpa diketahui
diketahui berapa
berapa
lama
gangguan
lama gangguan akan
akan
berlangsung
berlangsung

Adanya
Adanya stres
stres akut
akut yang
yang
terkait
terkait

Tidak
Tidak ada
ada penyebab
penyebab
organik,
seperti
organik, seperti trauma
trauma
kapitis,
delirium,
kapitis, delirium,
demensia
demensia

GANGGUAN WAHAM INDUKSI (F.24)


Dialami

dua

orang

atau

lebih

yang

mempunyai hubungan emosional erat


Hanya

seorang

individu

yang

menderita

psikosis sesunguhnya
Biasanya

menghilang

bila

orang-orang

tersebut dipisahkan
Waham

biasanya bersifat kronis, kejar atau

kebesaran.

DIAGNOSIS GANGGUAN WAHAM INDUKSI

Dua
Dua orang
orang atau
atau lebih
lebih
mengalami
waham
mengalami waham atau
atau
sistem
waham
yang
sama,
sistem waham yang sama,
dan
dan saling
saling mendukung
mendukung
dalam
keyakinan
dalam keyakinan itu;
itu;

Mereka
Mereka mempunya
mempunya
hubungan
yang
hubungan yang luar
luar biasa
biasa
dekatnya
dekatnya seperti
seperti diuraikan
diuraikan
diatas
diatas

Ada
konteks
Ada bukti
bukti dalam
dalam konteks
waktu
atau
lainnya
waktu atau lainnya bahwa
bahwa
waham
waham tersebut
tersebut diinduksi
diinduksi
pada
pada anggota/anggotaanggota/anggotaanggota
anggota dari
dari pasangan
pasangan
atau
kelompok
atau kelompok yang
yang
menerima
pasif
melalui
menerima pasif melalui
kontak
kontak dengan
dengan pasangan
pasangan
atau
anggota
kelompoknya
atau anggota kelompoknya
yang
yang aktif.
aktif.

SKIZOAFEKTIF

F.25.0
F.25.1
F.25.2
F.25.8
F.25.9

Gangguan
Gangguan
Gangguan
Gangguan
Gangguan

skizoafektif
skizoafektif
skizoafektif
skizoafektif
skizoafektif

tipe manik
tipe depresif
tipe campuran
lainnya
YTT

Tidak termasuk gejala skizofrenia


dan gangguan afektif yang terjadi
di episode yang berbeda seperti
depresi pasca skizofrenia.

Episode penyakit tidak memenuhi


skizofrenia
maupun
episode
manik atau depresif

Menurut PPDGJ-III
Gejala definitif adanya gangguan
skizofrenia dan gangguan afektif
sama-sama menonjol

Ganguan yang bersifat episodik


dengan
gejala
afektif
dan
skizofrenik
yang
sama
menonjol dan secara bersamaan
ada dalam periode yang sama,
atau dalam beberapa hari yang
satu sesudah yang lain.

DIAGNOSIS SKIZOAFEKTIF

Kriteria diagnostik menurut DSM IV

Periode penyakit yang tidak terputus, suatu


waktu

terdapat

episode

depresi

mayor,episode manik atau episode campuran


dengan gejala yang memenuhi kriteria untuk
Skizofrenia.

Selama periode yang sama terdapat waham


atau halusinasi selama sekurangnya 2 minggu
tanpa disertai adanya gejala mood yang
menonjol.

GANGGUAN PSIKOTIK NON-ORGNAIK


LAINNYA (F.28)
Gangguan

psikotik

yang

tidak

memenuhi

kriteria untuk skizofrenia atau untuk gangguan


afektif yang bertipe psikotik, dan gangguangangguan yang psikotik yang tidak memenuhi
kriteria

gejala

untuk

gangguan

waham

menetap.

GANGGUAN PSIKOTIK NON-ORGNAIK YTT


(F.29)

PENATALAKSANAAN
Psikosis->
berkaitan
dengan
aktivitas
neurotransmitter
dopamin yang meningkat

Antipsikosis
Tipikal
Antipsikosis Atipikal

dan

Antipiskosis

Antipsikosis
tipikal
Klorpromazin
Haloperidol
Fluphenazine
Perphenazine

Antipsikosis Atipikal

Clozapine

Olanzapine

Risperidone

Psikoterapi Suportif

Ventilasi

Persuasi

Sugesti

Psikoterap
i
Reassuran
ce

Konseling

TERIMA KASIH