Anda di halaman 1dari 18

Dian Ayubi

Pokdi Mutu Kesehatan FKM UI

Brainstorming merupakan teknik yang cepat


dan ampuh untuk mendapatkan
sekumpulan ide, persepsi, masalah,
penyebab masalah, pertanyaan, peluang,
alternatif solusi dari sekelompok orang
Kunci kekuatan teknik ini adalah tanpa
diskusi dan judgment selama proses
berlangsung

Mengidentifikasi masalah yang akan


diselesaikan
Mengidentifikasi alternatif pemecahan
masalah
Mengidentifikasi faktor penyebab suatu
permasalahan
Mengidentifikasi kekuatan pendorong dan
penghambat dalam force field analysis
Mengidentifikasi pertanyaan untuk kuisioner
dll

1.

Fase Pengumpulan

Nyatakan secara jelas tujuan


Minta dan catat respon dari peserta
Prinsip kuantitas bukan kualitas
Teknik : bergiliran atau dibebaskan berbicara.
Apa kelebihan dan kekurangan teknik tersebut?

2.

Fase Klarifikasi

3.

Memastikan setiap peserta merasa jelas


terhadap setiap respon
Setiap orang didorong untuk bertanya Apa
yang Anda maksud dengan ini?

Fase Evaluasi

Mengeluarkan ide yang diduplikasi, tidak


relevan, diluar otoritas tim dll

Untuk menghasilkan perbaikan, kita harus


menantang keadaan status quo
Cara yang dapat dilakukan adalah:

Memperkuat kekuatan yang mendorong kinerja


(driving forces)
Memperlemah atau menghilangkan kekuatan
yang menghambat (restraining forces)

FFA membantu untuk mengidentifikasi dan


mendiskusikan kekuatan yang
mempengaruhi perbaikan mutu

1.

Definisikan dengan jelas perbaikan mutu


yang diinginkan lalu tuliskan sebagai
sebuah tujuan di sisi kanan atas flipchart
atau papan tulis
Misal : RS A memberikan pelayanan yang
memuaskan

2.

Buat garis mendatar di sisi atas yang


A memberikan
menggambarkan sebuah kontinumRS
pelayanan yang
memuaskan

0%

100%

3.

Buat garis vertikal yang menggambarkan


kinerja saat ini.
0%

4.

RS A memberikan
pelayanan yang
memuaskan

100%

Lakukan brainstorming untuk


mengidentifikasi kekuatan yang mendorong
dan melemahkan kinerja saat ini

4.

Lakukan brainstorming untuk


mengidentifikasi kekuatan yang mendorong
dan melemahkan kinerja saat ini

0%
Kekuatan pendorong

RS A memberikan
pelayanan yang
memuaskan
100%

Kekuatan Penghambat

5.

Buatlah list kekuatan yang dianggap


potensial paling besar pengaruhnya
terhadap pencapaian tujuan. Pilihlah tiga
atau empat yang dipikirkan secara realistik
dapat diperkuat atau diperlemah

6.

Pikirkan strategi yang dapat dilakukan

Sejauh mana pencapaian untuk setiap


komponen sister school program di
Poltekkes Makasar saat ini?
1. Pengembangan kurikulum
2. Pengembangan staf dan manajemen
pendidikan
3. Pengembangan fasilitas
4. Pengembangan sistem informasi dan
teknologi pendidikan
5. Pengembangan metodologi pembelajaran
6. Pengembangan lahan praktek

Pengembangan Kurikulum
1

10

Kondisi Ideal

Pengembangan Staf dan Manajemen Pendidikan


1

10

Kondisi Ideal

Pengembangan Fasilitas
1

10

Kondisi Ideal

Pengembangan Sistem Informasi dan Teknologi Pendidikan


1

10

Kondisi Ideal

Pengembangan Metodologi Pembelajaran


1

10

Kondisi Ideal

Pengembangan Lahan Praktek


1

10

Kondisi Ideal

SDM yang cukup berkualitas


Dukungan dana HP V
Niat baik dosen dalam proses perubahan
yang tinggi
Kegiatan SSP melibatkan seluruh staf
Segera direalisasikan konsep yang telah
diterima selama SSP disosialisasikan
Dukungan Pusdiknakes
Sarana dan prasarana

Keinginan untuk berubah


Technical assistance dari UTS sdh bekerja
sangat gigih dan melakukan pendekatan
pada berbagai pihak
Adanya motivasi untuk mengetahui
Adanya motivasi/dukungan dari pimpinan
Bersemangat
Buku-buku petunjuk dari Pusdiknakes
selalu ada
SDM dosen dengan kualifikasi pendidikan
banyak S2

Sarana dan TI yang belum maksimal


Belum ada standar kompetensi yang baku
Kapasitas/kualitas dosen dalam PBM yang
kurang
Mahasiswa belum siap
Waktu tidak memadai
Jumlah mahasiswa yang banyak
Kualitas tenaga pembimbing di lahan yang
belum berkualitas

Bahasa pengantar Inggris


Waktu bersamaan dengan kegiatan pokok
pembelajaran
Staf tertentu saja yang mengikuti pelatihan
Selalu ganti-ganti personil. Hal yang dibahas
belum tuntas
Mahasiswa dan dosen belum terbiasa dengan
metode mengajar yang diinginkan
Adanya beberapa MA yang digabung tapi tidak
sesuai dengan struktur kurikulum dari
Pusdiknakes
Dukungan sarana perpustakaan

Dosen butuh waktu untuk belajar


komperhensif dengan adanya metode
tutorial
Belum sepenuhnya menerima perubahan
SDM keperawatan bersifat heterogen
Beban kerja
Permintaan alat dan bahan untuk
kebutuhan lab sering dimasukkan ke kantor
pusat tapi belum pernah direalisasikan
Birokrasi terlalu panjang menyebabkan
terhambatnya penyediaan fasilitas yang
mendukung proses pembelajaran