Anda di halaman 1dari 21

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya.

Narkotika adalah suatu obat atau zat alami, sintetis maupun sintetis
yang dapat menyebabkan turunnya kesadaran, menghilangkan atau
mengurangi hilang rasa atau nyeri dan perubahan kesadaran yang
menimbulkan ketergantungan akan zat tersebut secara terus menerus.
Pengertian narkotika menurut Undang-undang / UU No. 22 tahun
1997 :
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman
atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang
dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran,
hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri,
dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke
dalam golongan-golongan sebagaimana terlampir dalam undangundang ini atau yang kemudian ditetapkan dengan Keputusan
Menteri Kesehatan.

Cara Kerja Ekstasi :

Kokain adalah bubuk kristal putih yang didapat dari ekstraksi


serta isolasi daun coca (erythoroxylon coca) yang dapat menjadi
perangsang pada sambungan syaraf dengan cara / teknik diminum
dengan mencampurnya dengan minuman, dihisap seperti rokok,
disuntik ke pembuluh darah, dihirup dari hidung dengan pipa kecil,
dan beragam metode lainnya. Kenikmatan menggunakan kokain
hanya dirasakan sebentar saja, yaitu selama 1 sampai 4 menit seperti
rasa senang riang gembira, tambah pede, terangsang, menambah
tanaga dan stamina, sukses, dan lain-lain. Setelah 20 menit semua
perasaan enak itu hilang seketika berubah menjadi rasa lelah / capek,
depresi mental dan ketagihan untuk menggunakannya lagi, lagi dan
lagi
sampai
mati.

Efek psikologis atau mental spiritual yang dapat ditimbukan dari


penggunaan kokain secara terus menerus adalah :
- Darah tinggi
- Sulit bobo / susah tidur
- Bola mata menjadi kecil
- Hilang nafsu makan / kurus
- Detak jantung jadi cepat
- Terbius sesaat, dan sebagainya
a.

Bentuk garam cocain: - mudah larut,


- dihirup

b.

Bentuk basa:
- tidak mudah larut
- dirokok

Pathologi
otak
Otak mengalami perdarahan

Infark cerebral

2. Sabu-sabu
Narkoba jenis psikotropika ini berbentuk kristal seperti gula,
tidak berwarna dan berbau, dalam bahasa medis lebih dikenal
dengan nama methamphetamine. Jenisnya antara lain gold river,
coconut dan kristal namun ada juga yang berbentuk tablet. Sabusabu
juga di kenal dengan julukan Glass, Quartz, Hirropon, Ice Cream.
Obat ini juga mempunyai pengaruh yang kuat terhadap
syaraf. Si pemakai sabu-sabu akan selalu bergantung pada obat
bius itu dan akan terus berlangsung lama, bahkan bisa mengalami
sakit jantung atau bahkan kematian.

Pemakaian:
Dikonsumsi dengan cara membakarnya di atas aluminium foil
sehingga mengalir dari ujung satu ke arah ujung yang lain.
Kemudian asap yang ditimbulkannya dihirup dengan sebuah Bong
(sejenis pipa yang didalamnya berisi air). Air Bong tersebut
berfungsi sebagai filter karena asap tersaring pada waktu melewati
air tersebut. Ada sebagian pemakai yang memilih membakar sabusabu dengan pipa kaca karena takut efek jangka panjang yang
mungkin ditimbulkan aluminium foil yang terhirup.

Efek yang ditimbulkan:


Menjadi bersemangat, gelisah dan tidak bisa diam, tidak
bisa tidur, tidak bisa makan, dalam jangka panjang bisa
menyebabkan fungsi otak terganggu bahkan bisa berakhir
dengan kegilaan, paranoid, dan gangguan hati (lever).
Gejala pecandu yang putus obat:
1.
2.
3.
4.
5.

Cepat marah,
tidak tenang,
cepat lelah, dan tak bersemangat,
lesu, letih dan
ingin selalu tidur terus.

Sedangkan dilihat dari pengaruh penggunaannya terhadap susunan


saraf pusat manusia, Psikotropia dapat dikelompokkan menjadi :
a. Depresant
Obat psikotropia yang bekerja mengendorkan atau mengurangi
aktifitas susunan saraf pusat (Psikotropika Gol 4), contohnya antara lain
Sedatin atau Pil BK, Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrak (MX).
b. Stimulant
Obat psikotropikayang bekerja dengan mengaktif kerja susunan saraf
pusat, contohnya amphetamine, MDMA, N-etil MDA & MMDA. Ketiganya
ini terdapat dalam kandungan Ekstasi.
c. Hallusinogen
Obat psikotropika yang bekerja dengan menimbulkan perasaan
halusinasi atau khayalan contohnya licercik acid dhietilamide (LSD),
psylocibine, micraline. Psikotropika digunakan karena sulitnya mencari
Narkotika dan harganya yang relatif mahal. Penggunaan Psikotropika
biasanya dicampur dengan alkohol atau minuman lain seperti air
mineral, sehingga menimbulkan efek yang sama dengan Narkotika.

ZAT ADIKTIF

Zat adiktif lainnya disini adalah bahan/zat bukan Narkotika &


Psikotropika seperti alkohol/etanol atau metanol, tembakau, gas yang
dihirup (inhalansia) maupun zat pelarut (solven). Sering kali pemakaian
rokok dan alkohol terutama pada kelompok remaja (usia 14-20 tahun)
harus diwaspadai orangtua karena umumnya pemakaian kedua zat
tersebut cenderung menjadi pintu masuk penyalahgunaan Narkoba lain
yang lebih berbahaya (Putauw).
Golongan Narkotika Berdasarkan Bahan Pembuatannya :
1. Narkotika Alami Zat dan obat yang langsung bisa dipakai sebagai
narkotik tanpa perlu adanya proses fermentasi, isolasi dan
proses lainnya terlebih dahulu karena bisa langsung dipakai
dengan sedikit proses sederhana. Bahan alami tersebut
umumnya tidak boleh digunakan untuk terapi pengobatan secara
langsung karena terlalu beresiko. Contoh narkotika alami yaitu
seperti ganja dan daun koka.

2. Narkotika Sintetis / Semi Sintesis Narkotika jenis ini memerlukan


proses yang bersifat sintesis untuk keperluan medis dan penelitian
sebagai penghilang rasa sakit / analgesik. Contohnya yaitu seperti
amfetamin, metadon, dekstropropakasifen, deksamfetamin, dan
sebagainya.
Narkotika sintetis dapat menimbulkan dampak sebagai berikut :
a. Depresan = membuat pemakai tertidur atau tidak sadarkan diri.
b. Stimulan = membuat pemakai bersemangat dalam berkativitas kerja
dan
merasa badan lebih segar.
c. Halusinogen = dapat membuat si pemakai jadi berhalusinasi yang
mengubah
perasaan serta pikiran.
3. Narkotika Semi Sintesis / Semi Sintetis yaitu zat / obat yang
diproduksi dengan cara isolasi, ekstraksi, dan lain sebagainya seperti
heroin, morfin, kodein, dan lain-lain.

Gambar Sebelum dan Sesudah saat Pemakaian Narkoba