Anda di halaman 1dari 29

TUGAS POKOK DAN FUNGSI

BIDANG
PENCEGAHAN ,
PEMBERANTASAN PENYAKIT ,
KESEHATAN LINGKUNGAN
Dinas Kesehatan Kabupaten
Gresik

August 18, 2016

Bidang P3 Kesling

Dasar :
PERATURAN DAERAH KABUPATEN GRESIK
NOMOR 2 TAHUN 2008
TENTANG
SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
DINAS-DINAS DAERAH KABUPATEN GRESIK
Peraturan Bupati Gresik No 37 Th
2008
Tentang
Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja
Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik
August 18, 2016

Bidang P3 Kesling

Kepla Dinas
Kesehatan
Sekretaris
Dinas

Kelompok Jabatan
Fungsional
Sub Bagian
Perencanaan
Dan Evaluasi

Bidang Pencegahan,
Pemberantasan
Penyakit Dan
Kesehatan Lingkungan

Seksi
Pengamatan Dan
Pencegahan
Penyakit
Seksi
Pemberantasan
Dan Pengendalian
Penyakit
Seksi Kesehatan
Lingkungan
August 18, 2016

Bidang Kesehatan
Keluarga

Bidang
Pelayanan
Kesehatan

Seksi
Pelayanan
Kesehatan
Dasar

Unit Pelaksana Teknis Dinas


(UPTD)
A

Seksi
Kesehatan
Rujukan Dan
Khusus
Seksi Farmasi,
Makanan Dan
Minuman

Sub Bagian
Kepegawaian
Dan Umum

Puskesmas
(32 unit)

B
C
D

Gudang Farmasi
Kabupaten
(GFK)Kesehatan
Laboratorium
Daerah (Labkesda)
Akademi Perawat
(1 unit)
Bidang P3 Kesling

Seksi
Kesehatan Ibu
Dan Keluarga
Berencana
Seksi
Kesehatan Usia
Lanjut
Seksi Gizi

Bagian
Bagian
Keuangan

Bidang
Pemberdayaan
Sumber Daya
Seksi
Peranserta
Masyarakat
Seksi
Kesehatan
Institusi Dan
Informasi

Seksi Jaminan
Pemeliharaan
Kesehatan
Masyarakat
3

Kepla Dinas
Dr. SOEGENG W
SEKRETARIS DINKES
Dr. M. NURUL DHOLAM

Bidang P3 Kesling

dr. MUKHIBATUL KHUSNAH,MM


Seksi Pengamatan dan
Pencegahan Penyakit
ADI KINARYO,SKM
MOH. HAFIDZ

Seksi Pemberantasan dan


Pengendalian Penyakit
YOHANA HAINA,SKM
RIRIN RU,S.Sos

M. ARCHAN,S.Sos

HELINA MKU,SKM

FARICHA

RUSMINI,S.Sos
KONDANG W

August 18, 2016

Bidang P3 Kesling

Seksi kesehatan
Lingkungan
SATRIYA NUGRAHAN,SKM

YULIA NUR
IRIANTO

ZAHROTUD T
AGUS
4

MDGs

8 Tujuan

(1)
MIDTERM REVIEW RPJMN BIDANG KESEHATAN
NO

INDIKATOR

CAPAIAN

STATUS
AWAL
(2009)

2010

2011

2012

TARGE
T 2014

Umur harapan hidup (tahun)

70,7

70,9

71,1

71,1

72,0

Angka kematian ibu melahirkan


per 100.000 kelahiran hidup

228

n.a

n.a

n.a

118

Persentase ibu bersalin yang


ditolong oleh tenaga kesehatan
terlatih

84,3

84,8

86,38

88,64

90

Angka kematian bayi per 1.000


kelahiran hidup

34

34

34

32 3)

24

Total Fertility Rate (TFR)

2,6

2,4 4)

n.A

2,63)

2,1

Persentase penduduk yang


memiliki akses air minum yang
berkualitas

47,7

44,19

42,76

n.A

68

Persentase penduduk 15 tahun ke


atas yang memiliki pengetahuan
HIV dan AIDS

66,2 1)

57,5 2)

n.a

79,5 3)

90

Annual Parasite Index (API)

1,85

1,96

1,75

1,69

Persentase penduduk yang


memiliki jaminan kesehatan

n.a

59,1

63,1

64,58

80,10

Ket : 1) SDKI, 2007; 2) Riskesdas, 2010; 3) SDKI, 2012; 4) Sensus


Penduduk,2010

PKP Agustus 2013

STATUS

TUGAS MASING MASING SEKSI


SEKSI PENGAMATAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT :
- PROGRAM IMUNISASI DASAR LENGKAP ( IMUNISASI
RUTIN) UMUR 0 1 TH ( HBO,BCG,HB1-3,POLIO1-4
DAN CAMPAK)

MENCEGAH KESAKITAN, KECACATAN DAN


KEMATIAN DARI PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH
DENGAN IMUNISASI (PD3I)

POKOK-POKOK KEGIATAN
1. IMUNISASI RUTIN
2. IMUNISASI TAMBAHAN
3. IMUNISASI DALAM PENANGANAN KLB
(OUTBREAK RESPON)
4. IMUNISASI TAMBAHAN UNTUK PENYAKIT
TERTENTU DALAM WILAYAH YANG LUAS DAN
WAKTU YANG TERTENTU

JADWAL PEMBERIAN IMUNISASI


UMUR

VAKSIN

TEMPAT

BAYI LAHIR DI RUMAH


0 BULAN

HB 1

RUMAH/RS

1 BULAN

BCG, POL 1

POSYANDU

2 BULAN

DPT/ HB KOMBO 1, POL 2

POSYANDU

3 BULAN

DPT/ HB KOMBO 2, POL 3

POSYANDU

4 BULAN

DPT/ HB KOMBO 3, POL 4

POSYANDU

9 BULAN

CAMPAK

POSYANDU

BAYI LAHIR DI RS/ RB DAN PRAKTEK


0 BULAN

HB 1, POL 1, BCG

2 BULAN

DPT/ HB KOMBO 1, POL 2

3 BULAN

DPT/ HB KOMBO 2, POL 3

4 BULAN

DPT/ HB KOMBO 3, POL 4

Cara dan lokasi penyuntikan


Vaksin
Tempat
suntikan

BCG

DPT/HB

Lengan
Paha tengah
kanan atas bagian luar
luar

Campa
k
Lengan
Kiri Atas

Polio
Mulut

HB Uniject
Paha sebelah
kanan bagian
tengah luar

Cara
Intrakutan Intramuskular
Penyuntikan

Sub Kutan Diteteskan Intramuskular

Dosis

0.5 cc

0.05 cc

0.5 cc

Bab 2 Pelayanan Imunisasi

2 tetes

0.5 cc

10

BIAS
Sasaran

Jenis Vaksin

a. Campak
Anak Usia
Sekolah
Dasar
(SD/MI)

Usia

Kelas 1
(7 tahun)

b. DT

Targe
Keterangan
t
Diupayakan
pekan
pertama
masuk
sekolah
95%

Kelas 2
(8 tahun)
c. Td
Kelas 3
(9 tahun)

Bulan
Oktober Nopember

JADWAL PEMBERIAN IMUNISASI PADA


WANITA USIA SUBUR (WUS).
IMUNISASI

PEMBERIAN
IMUNISASI

SELANG
WAKTU
PEMBERIAN
MINIMAL

MASA
PERLINDUNGAN

DOSIS

TT WUS

T1

0.5 cc

T2

4 MINGGU
SETELAH T1

3 TAHUN

0.5 cc

T3

6 BULAN
SETELAH T2

5 TAHUN

0.5 cc

T4

1 TAHUN
SETELAH T3

10 TAHUN

0.5 cc

T5

1 TAHUN
SETELAH T4

25 TAHUN

0.5 cc

PENENTUAN STATUS T
UMUR
BAYI
2 BULAN
3 BULAN
4 BULAN

VAKSIN
DPT/ HB KOMBO 1
DPT/ HB KOMBO 2
DPT/ HB KOMBO 3

ANAK SEKOLAH DASAR


KLAS 1
DT DAN CAMPAK
KLAS 2
TT
KLAS 3
TT

STATUS
T1
T2

T3
T4
T5

PENGGOLONGAN BERDASARKAN
SENSITIVITAS TERHADAP SUHU

FS
(FREEZE
SENSITIVE)
TIDAK TAHAN
BEKU

HS
(HEAT
SENSITIVE)
TIDAK TAHAN

GOL. VAKSIN
YANG AKAN
RUSAK
TERHADAP
SUHU DINGIN
<00C (BEKU)
GOL. VAKSIN
YANG
AKAN RUSAK
TERHADAP
PAPARAN
PANAS YANG

HEPATITIS

B
DPT
DPT/HB
DT
TT

BCG
POLIO
CAMPAK

VAKSIN TIDAK DAPAT DIGUNAKAN


1. EXPIRED DATE (KADALUARSA) TELAH
BERAKHIR.
2. VAKSIN DENGAN VVM YANG TELAH MENJADI C
ATAU D
3. VAKSIN TT, DT, DPT-HEPT B, PID HEPT B BEKU
ATAU PERNAH BEKU.
4. VAKSIN YANG PERNAH TERENDAM AIR.
5. VAKSIN YANG LABELNYA TELAH HILANG.
6. VAKSIN YANG KEMASANNYA TELAH PECAH
7. VAKSIN YANG TELAH DIREKONSTRUKSI
(DIOPLOS) SEPERTI BCG, CAMPAK DAN
WAKTUNYA TELAH BERAKHIR.

Bab 3

15

Vaksin Pentavalent
Kombinasi vaksin Hib dengan DPT-HB menjadi vaksin
DPT-HB-Hib tidak menambah jumlah suntikan
Efikasi vaksin: 90-99%
Tingkat kekebalan yg protektif terbentuk setelah
pemberian DPT-HB-Hib 3 dosis,namun antibodi ini
menurun pd usia 15 s.d 18 bulan perlu booster untuk
mempertahankan tingkat kekebalan dg pemberian
imunisasi lanjutan DPT-HB-Hib pada usia 18 bulan

Sasaran dan Jadwal Pemberian


Sasaran
Imunisasi dasar

: Bayi

Imunisasi lanjutan

: Batita

Jadual Pemberian (imunisasi dasar)


Umur

Jenis Imunisasi

0 bulan
1 bulan
2 bulan
3 bulan
4 bulan
9 bulan

Hepatitis B 0
BCG, Polio 1
DPT-HB-Hib 1, Polio 2
DPT-HB-Hib 2, Polio 3
DPT-HB-Hib 3, Polio 4
Campak

Sasaran dan Jadual


Pemberian Imunisasi Lanjutan
Umur

Jenis Imunisasi

Interval minimun stlh imunisasi dasar

18 bulan (1,5 tahun)

DPT-HB-Hib

12 bulan dari DPT-HB-Hib 3

24 bulan (2 tahun)

Campak

6 bulan dari Campak dosis pertama

-Imunisasi lanjutan diberikan pd batita yg tlh mendapat imunisasi Campak,


dan DPT-HB/ DPT-HB-Hib 3 (lengkap) pd masa bayi
- Upaya melengkapinya diupayakan bersamaan dengan Bulan Vitamin A atau
kegiatan lainnya

SEKSI PENGAMATAN DAN PENCEGAHAN


PENYAKIT :

- SURVEILANCE AKTIF PENYAKIT YG DPT DI


CEGAH DG IMUNISASI (PD3I) :
* AFP (LUMPUH LAYU MENDADAK UMUR <
15 TH
* CAMPAK, DIFTERI, TN DLL
* PENYAKIT2 WABAH
- SURVEILANCE KES. HAJI

- SURVEILANS PENYAKIT TIDAK


MENULAR :
* PENYAKIT HT, DM, PPOK
* BENCANA
* KECELAKAAN MASSAL

SEKSI PEMBERANTASAN DAN


PENGENDALIAN PENYAKIT

PROGRAM P3 DBD
PROGRAM P3 DIARE
PROGRAM P3 ISPA
PROGRAM P3 HIV/AIDS
PROGRAM P3 TB
PROGRAM P3 KUSTA
PROGRAM P3 LEPTOSPIROSIS
PROGRAN P3 MALARIA

Tujuan Pengendalian HIV-AIDS dan IMS


GETTING THREE ZEROES
Menurunkan jumlah kasus baru HIV
Menurunkan angka kematian
Menurunkan stigma dan diskriminasi

Meningkatkan kualitas hidup ODHA

6.9 Angka Kejadian, Prevalensi dan Tingkat Kematian akibat Tuberkulosis


6.10 Proporsi jumlah kasus Tuberkulosis yang terdeteksi & diobati dalam program DOTS
CAPAIAN INDONESIA
INDIKATOR

6.9a

Angka Kejadian
Tuberkulosis (semua
kasus/100.000
penduduk/tahun)

6.9b

Tingkat Prevalensi
Tuberkulosis (per
100.000 penduduk)

6.9c

Tingkat Kematian
karena Tuberkulosis

TARGET
MDGS
2015

STA
TUS

185
(Laporan TB,
Global Report
WHO 2013)

Menu
run

213
(Modeling TB)

212
(Modeling TB)

221

27
(Laporan TB Global
WHO, 2013)

27
(Laporan TB Global
WHO, 2013)

27
(Laporan TB Global
WHO, 2013)

46

ACUAN
DASAR

2011

2012

2013

343
(1990)

187
(Laporan TB Global
WHO, 2013)

185
(Laporan TB, Global
Report WHO 2013)

443
(1990)

214
(Modeling TB)

92
(1990)

6.10a

Proporsi jumlah
kasus Tuberkulosis
yang terdeteksi
dalam program
DOTS

20%
(2000)

83,5%
(Laporan
Kemenkes
RI 2011)

84,4%
(Laporan Kemenkes
RI 2012)

57,4%
(Laporan
Kemenkes RI
trw1-3 2013)

70%

6.10b

Proporsi kasus
Tuberkulosis yang
diobati dan sembuh
dalam program
DOTS

86%
(2000)

90,3%
(Laporan
Kemenkes
RI 2011)

90,2%
(Laporan Kemenkes
RI 2012)

90,3%
(Laporan
Kemenkes RI
trw1-3 2013)

85%

GOAL 6 PROGRAM TB

SEKSI KESEHATAN LINGKUNGAN :


INSPEKSI SANITASI :
- SARANA AIR BERSIH (SAB)
- DEPOT AIR MINUM (DAM)
- TTU
PENGAMBILAN SAMPEL AIR
PENGIRIMAN SAMPEL AIR KE LABKES.
PEMBINAAN RS, KOLAM RENANG
PENYEHATAN LINGKUNGAN : LINGKUNGAN
SEKOLAH

STBM ( SANITASI BERBASIS


MASYARAKAT) ADA 5 PILAR :
- JAMBAN SEHAT
- CTPS (CUCI TANGAN PAKAI SABUN)
- PENGELOLAHAN MAKMIN RT
- PENGELOLAHAN SPAL DOMESTIK
- PENGELOLAHAN SAMPAH RT

KABUPATEN SEHAT
dengan 9 Kawasan/Tatanan Sehat