Anda di halaman 1dari 29

P E M E R I K S A A N P S I K I AT R I D A N

P E M B U ATA N S TAT U S P S I K I AT R I
R A K H A FA T U R A C H M A N &
O C TA F I K A H A I R L I N A A . L .
PEMBIMBING : DR DESMIARTI,
SPKJ

PEMERIKSAAN PSIKIATRI
Menurut Buku Ajar Psikiatri
UI

Menurut Buku Ajar Psikiatri


Klinis Kaplan & Sadock

Pemeriksaan Tidak
Langsung
(Indirect
Examination)

Riwayat Psikiatri

Pemeriksaan Tidak
Langsung
(Direct Examination)

Pemeriksaan Status
Mental

Pemeriksaan
Tambahan

PEMERIKSAAN PSIKIATRI
Menurut Buku Ajar Psikiatri
UI
Pemeriksaan Tidak
Langsung
(Indirect
Examination)
Pemeriksaan Tidak
Langsung
(Direct Examination)

Pemeriksaan
Tambahan

Anamnesis: keluhan gangguan


sekarang,
perkembangan
keluhan, riwayat situasi hidup
Keterangan dari pihak keluarga
pasien
atau orang-orang lain yang
mengenalnya
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Khusus Psikis

a.
b.
c.
d.

Penampilan Umum
Bidang Emosi/ Afek
Bidang Pikiran/ Ideasi
Bidang Motorik/ Perilaku

WAWANCARA PSIKIATRIK
Tujuan
Mengenal faktor-faktor
Genetik-biologik-fisik-medik
Temperamen-psikologik-perkembanganpendidikan
Sosial-budaya yang mempengaruhi pasien dan
penyakitnya
Menentukan evaluasi (multiaksial) yang tepat
Agar bersama dengan pasien, dapat ditentukan
diagnosis serta terapi yang komprehensif dan efektif

WAWANCARA PSIKIATRI

Mampu
empati,
rapport
percaya

menunjukkan rasa hormat, kepercayaan,


kompetensi dan profesionalitas terbina
dan kepercayaan pasien akan merasa
dan nyaman pasien akan berbicara jujur

Mampu
membina
keterampilan
dan
teknik
wawancara pasien dapat mendeskripsikan gejala
dengan tepat dan akurat terbentuk kesimpulan,
diagnosis atau sindrom terapi yang tepat dan
efektif

PEMERIKSAAN PSIKIATRI
I.
II.
III.

Riwayat Psikiatri

Data Identitas
Keluhan Utama
Riwayat Gangguan Sekarang
A.Awitan
B.Faktor Pencetus
IV. Riwayat Gangguan Sebelumnya
C.Psikiatrik
D.Medis
E. Riwayat Penggunaan Alkohol dan Zat Lain
V. Riwayat Keluarga
VI. Riwayat Pribadi (Anamnesis)
A.Prenatal dan Perinatal
B.Masa Kanak-Kanak Awal (Sampai usia 3
tahun)
C.Masa Kanak-Kanak Pertengahan (Usia 3-11
tahun)
D.Masa Kanak-Kanak Akhir (Pubertas hingga
Remaja)
E. Masa Dewasa
1. Riwayat Pekerjaan
2. Riwayat Hubungan dan Perkawinan
3. Riwayat Militer
4. Riwayat Pendidikan
5. Agama
6. Aktivitas Sosial
7. Situasi Kehidupan Terkini
8. Riwayat Pelanggaran Hukum
F. Riwayat Seksual
G. Mimpi dan Fantasi

IDENTITAS PASIEN

Nama
Umur
Jenis kelamin
Agama
Pendidikan
Alamat
Status
Suku
Pekerjaan
Datang sendiri/ di konsulkan/
dibawa

KELUHAN UTAMA
Merupakan keluhan yang membawa pasien datang ke dokter
Ditulis dengan bahasa pasien

R I WAYAT P E N YAK I T SE K A R A N G
Secara kronologis dan
menyeluruh sampai keluhan
sekarang
Situasi awal awitan
Onset, faktor presipitasi
Latar Belakang kepribadian
Perkembangan gejala
Dampak gangguan terhadap

RIWAYAT PE NYAK IT D AHULU

Riwayat Psikiatrik

Episode yang lalu

Gejala,
derajat
disfungsi,
gangguan, kepatuhan terapi

lama

Medik
-

Penyakit medik yang memerlukan


perawatan.

Trauma kepala, penyakit neurologis,


tumor, kejang, gangguan kesadaran.

Penggunaan zat dan alkohol


- Penggunaan stimulan, alkohol, morfin

RIWAYAT KELUARGA
Riwayat Psikiatrik
Sikap keluarga terhadap penyakit
pasien suportif/acuh/destruktif
Makna penyakit pasien bagi keluarga
Deskripsi kepribadian dan tingkat
inteligensi orang yang tinggal
serumah dengan pasien
Data mengenai hubungan antar
anggota keluarga, antar-keluarga,
dengan kesukaan, ketidaksukaan,
ketegangan, loyalitas,
ketergantungan, atau sengketa yang

RIWAYAT PRIBADI
1. Pranatal dan Perinatal
- kehamilan direncanakan atau tidak
- bagaimana proses kelahirannya
- cedera lahir
- kesehatan ibu selama kehamilan
- emosi ibu sewaktu melahirkan
- penggunaan obat oleh ibu saat hamil
2. Masa kanak awal (0-3 tahun).
- kualitas interaksi anak - ibu
- gangguan perkembangan (pola tidur)
- sifat masa kanak - kanak
- pola permainan dengan anak lain
- gejala gangguan tingkah laku
- fantasi berulang

3. Masa Kanak Pertengahan (3-7 tahun)


Identifikasi gender, hukuman , disiplin, perasaan saat
perpisahan dengan ibu, masuk sekolah, partisipasi dalam
aktivitas sekolah, taat atau tidak pada peraturan, perilaku
antisosial, perkembangan membaca, intelektual dan
motorik, gangguan belajar, mimpi buruk, fobia, ngompol,
main api, kejam pada binatang
3. Masa Kanak Akhir dan Remaja
Tokoh idola (orang tua, orang lain), riwayat sekolah,
hubungan dengan guru, minat bidang pelajaran sekolah
dan di luar sekolah, olahraga, hobi, identitas dan citra diri,
penggunaan zat, aktivitas seksual, rasa rendah atau benci
diri, pikiran bunuh diri, bolos, penggunaan waktu
senggang, hubungan dengan orang tua, sikap pacaran,
problem emosional dan fisik
Seksualitas : sikap terhadap lawan jenis dan sesama jenis,
orientasi seksual

5. Masa Dewasa
Riwayat Pekerjaan : jenis pekerjaan, konflik, ambisi
perasaan terhadap pekerjaan, sikap terhadap teman
sejawat, atasan, riwayat pekerjaan
Riwayat Perkawinan : lamanya, sifat, konflik,
percerian, harapan terhadap pasangan
Agama : latar belakang agama, pendidikan, sikap
terhadap agamanya dan agama lain, aktivitas
keagamaan
Riwayat Militer (jika ada)
Aktivitas Sosial
Situasi kehidupan sekarang : rumah tangga,
tetangga, siapa yang tinggal serumah,pengaturan
tempat tidur, sumber keuangan, siapa yang menjaga
anak
Riwayat hukum : pernah ditangkap, sikap terhadap
hukum, riwayat tindak kekerasan
Riwayat Psikoseksual
Mimpi, fantasi, nilai - nilai

PEMERIKSAAN PSIKIATRI
Status Mental
I.

II.

III.
IV.
V.
VI.

VII.
VIII.
IX.

Deskripsi Umum
A. Penampilan
B. Perilaku & Aktivitas Psikomotor
C. Sikap Terhadap Pemeriksa
Mood dan Afek
D.Mood
E. Afek
F. Keserasian Afek
Pembicaraan
Persepsi
Pikiran
A.Proses & Bentuk Pikir
B.Isi Pikir
Sensorium dan Kognisi
A.Kesadaran
B.Orientasi dan Daya Ingat
C.Konsentrasi dan Perhatian
D.Kemampuan Membaca dan Menulis
E. Kemampuan Visuospasial
F. Pikiran Abstrak
G. Intelegensi dan Kemampuan Informasi
H. Bakat Kreatif
I. Kemampuan Menolong Diri Sendiri
Pengendalian Impuls
Daya Nilai dan Tilikan
Taraf Dapat Dipercaya

Deskrip
si
Umum

Penampilan
Tampak
sehat/sakit
Terlihat muda/tua
Tidak rapi
Kekanak-kanakan

Perilaku dan
Aktivitas
Psikomotor
Manerisme
Tics
Kedutan
Ekoprasia
Hiperaktivitas
Agitasi
Fleksibilitas
Rigiditas
Kegesitan

Sikap terhadap
pemeriksa
Kooperatif,
bersahabat,
penuh perhatian,
berminat, jujur,
merayu, defensif,
merendahkan,
bingung,
berbelit-belit,
apatis, hostil,
bercanda,
menyenangkan,
mengelak, atau
berhati-hati.

Alam
Perasaan
Mood
Eutimia
Hipotimia
Disforia
Hipertimia
Eforia
Ekstasia
Aleksitimia
Anhedonia
Kosong
Labil
Iritabel

Afek
Normal
Menyempit,
Menumpul
Mendatar

Keserasi
an Serasi
Tidak
serasi

Mood
Eutimia

Suasana perasaan dalam rentang normal penghayatan perasaan yang


luas dan serasi dengan irama hidupnya

Hipotimi
a

Suasana perasaan yang secara pervasif diwarnai dengan kesedihan dan


kemurungan

Hipertimi Suasana perasaan yang secara pervasif memperlihatkan semangat dan


a
kegairahan yang berlebihan terhadap berbagai aktivitas kehidupan
Disforia

Suasana perasaan yang tidak menyenangkan jenuh, jengkel

Eforia

Suasana perasaan gembira dan sejahtera

Esktasia

Suasana perasaan yang diwarnai dengan kegairahan yang meluap-luap,


sering pada orang yang menggunakan zat psikostimulansia

Aleksitim Suatu kondisi ketidakmampuan individu untuk menghayati suasana


ia
perasaannya
Anhedoni Suasana perasaan yang diwarnai dengan kehilangan minat & kesenangan
a
terhadap berbagai aktivitas kehidupan
Kosong

Kehidupan emosi yang sangat dangkal, tidak/ sedikit memiliki penghayatan


suasana perasaan

Labil

Suasana perasaan yang berubah-ubah dari waktu ke waktu

Iritabel

Suasan perasaan yang sensitif, mudah tersinggung, mudah marah, dan

Afek
Luas

Ekspresi emosi yang luas dengan sejumlah variasi yang beragam dalam
ekspresi wajah, irama, suara, maupun gerakan tubuh, serasi dengan
suasana yang dihayatinya

Menyem
pit

Nuansa ekspresi emosi yang terbatas ekspresi wajah dan bahasa tubuh
kurang bervariasi

Menump
ul

Penurunan serius dari kemampuan ekspresi emosi yang tampak dari


tatapan mata kosong, irama suara monoton, dan bahasa tubuh yang
sangat kurang

Mendatar Individu kehilangan kemampuan ekspresi emosi ekspresi wajah datar,


pandangan mata kosong, sikap
tubuh yang kaku, gerakan tubuh sangat
Kesesuaian
minimal, dan irama suara datar.
Serasi
Keadaan normal dari ekspresi emosi yang terlihat dari keserasian antara
ekspresi emosi dan suasana yang dihayatinya
Tidak
Serasi

Ekspresi emosi yang tidak cocok dengan suasana yang dihayatinya

Pembicara
an
Spontan
?

Kualitas
bicara?

Kuantit
as
bicara?

Kecepata
n bicara?

Depersonalisasi
Gambaran seseorang
mengalami atau
merasakan diri sendiri
sebagai tidak nyata

Ganggua
n
Persepsi
Derealisasi
Perasaan subyektif
bahwa lingkungannya
menjadi asing, tidak
nyata

Ilusi
Persepsi yang keliru/
menyimpang dari
stimulus eksternal
yang nyata

Halusinasi
Persepsi/ tanggapan palsu,
tidak berhubungan dengan
stimulus eksternal,
menghayati gejala hal
yang dikhayalkan sebbagai
hal yang nyata

Pikiran
Arus Pikir

Isi Pikir
Preokupa
si

Produktivit
as

Kontinuitas

Cukup ide

Asosiasi
Longgar

Waham

Kurang ide

Inkoherensia

Obsesi

Flight of
Ideas

Kompulsi

Hendaya
Bahasa

Fobia

Kesadaran:
Kemampuan
Informasi &
Intelegensi
Siapa presiden
saat ini?

Berpikir Abstrak:
Menjelaskan
persamaan benda
Memahami
peribahasa

Compos mentis, apatia,


somnolensi, spoor, koma,
kesadaran berkabut,
delirium, kesadaran seperti
mimpi, twilight state

Daya Ingat
(Memori segera,
jangka pendek,
jangka
menengah,
jangka panjang)
Orientasi
(Orang, waktu,
tempat)

Sensorium
dan Kognisi

Kemampuan
Visuospasial:
Meniru gambar jam &
pentagonal yang
berhimpit pada suatu
sudut

Konsentrasi
dan Perhatian
Kemampuan
Membaca &
Menulis
Pejamkan mata Anda

Pengendalian Impuls:
Apakah pasien mampu mengendalikan impuls
seksual, impuls agresi dan impuls lain atau
tidak

Daya Nilai:
Kemampuan untuk menilai situasi secara
benar & bertindak yang sesuai dengan situasi
tersebut
Daya nilai sosial

Uji daya nilai

RTA ( REALITY TESTING OF ABILITY)


Kemampuan seseorang untuk menilai
realitas.
Akan menentukan persepsi, respon emosi,
dan perilaku dalam berealasi dengan
realitas kehidupan.
Dinilai dari ada tidaknya: kekacauan
perilaku, waham, dan halusinasi.
Tidak
tergangg
u

Tergangg
u

REALIABILITAS
Kesan pemeriksa terhadap kemampuan
pasien untuk dapat dipercaya
Kesan pemeriksa terhadap kemampuan
pasien menyampaikan peristiwa & situasi
yang terjadi secara akurat

Dapat
dipercaya

Tidak
dapat
dipercaya

DIAGNOSIS
Klasifikasi diagnostik berdasarkan DSM IV menggunakan
skema klasifikasi multiaksial terdiri dari 5 aksis :
Aksis I : Gangguan klinis/ Kondisi lain yang menjadi fokus
perhatian klinis
Aksis II : Gangguan kepribadian/ Retardasi mental
Aksis III : Kondisi Medik Umum
Aksis IV : Masalah psikososial dan lingkungan
Aksis V : Penilaian fungsi secara global (Global Assesment of
Functioning)

TERIMA KASIH