Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN RESUME KEPERAWATAN

PADA TN. Y DENGAN FRAKTUR


FEMUR 1/3 DISTAL SINISTRA
Oleh:
Muhammad Sulbi Burhanuddin
15.04.024

A.Pengertian
Fraktur adalah terputusnya kontinuitas
tulang dan ditentukan sesuai jenis dan
luasnya. (Smeltzer dan Bare, 2002).
Fraktur adalah diskontinuitas dari jaringan
tulang yang biasanya disebabkan adanya
kekerasan yang timbul secara mendadak.
Fraktur dapat terjadi akibat trauma
langsung maupun trauma tidak langsung.

B.Etiologi
1.Kekerasan langsung
Kekerasan langsung menyebabkan patah tulang
pada titik terjadinya kekerasan. Fraktur demikian
demikian sering bersifat fraktur terbuka dengan
garis patah melintang atau miring.
2.Kekerasan tidak langsung
Kekerasan tidak langsung menyebabkan patah
tulang ditempat yang jauh dari tempat terjadinya
kekerasan. Yang patah biasanya adalah bagian
yang paling lemah dalam jalur hantaran vektor
kekerasan.

C.Patofisiologi
Menurut Black dan Matassarin (1993) serta Patrick
dan Woods (1989). Ketika patah tulang, akan terjadi
kerusakan di korteks, pembuluh darah, sumsum
tulang dan jaringan lunak. Akibat dari hal tersebut
adalah terjadi perdarahan, kerusakan tulang dan
jaringan sekitarnya. Keadaan ini menimbulkan
hematom pada kanal medulla antara tepi tulang di
bawah periostinum dengan jaringan tulang yang
mengatasi fraktur. Terjadinya respon inflamasi
akibat sirkulasi jaringan nekrotik adalah ditandai
dengan vasodilatasi dari plasma dan leukosit.

E.Gambaran Klinik
Nyeri
Nyeri dirasakan langsung setelah terjadi trauma. Hal ini dikarenakan adanya
spasme otot, tekanan dari patahan tulang atau kerusakan jaringan
sekitarnya.
Bengkak /edema
Edema muncul lebih cepat dikarenakan cairan serosa yang terlokalisir pada
daerah fraktur dan extravasasi daerah di jaringan sekitarnya.
Memar/ekimosis
Merupakan perubahan warna kulit sebagai akibat dari extravasasi daerah di
jaringan sekitarnya.
Spasme otot
Merupakan kontraksi otot involunter yang terjadi di sekitar fraktur.
Penurunan sensasi
Terjadi karena kerusakan syaraf, terkenanya syaraf karena edema.
Gangguan fungsi
Terjadi karena ketidakstabilan tulang yang fraktur, nyeri atau spasme otot.
Paralysis dapat terjadi karena kerusakan syaraf.

F.Komplikasi
Komplikasi akibat fraktur yang mungkin
terjadi menurut
1.Shock
2.Infeksi
3.Nekrosis divaskuler
4.Cedera vaskuler dan saraf
5.Mal union
6.Borok akibat tekanan

G.Penatalaksanaan Kedaruratan
Inspeksi bagian tubuh yang fraktur
a. Inspeksi adanya laserasi, bengkak dan deformitas
b. Observasi angulasi, pemendekan dan rotasi
c. Palpasi nadi distal untuk fraktur dan pulsasi semua
perifer
d. Kaji suhu dingin, pemucatan, penurunan sensasi
atau tidak adanya pulsasi; hal tersebut menandakan
cedera pada saraf atau suplai darah terganggu
e. Tangani bagian tubuh dengan lembut dan sesedikit
mungkin gerakan yang kemungkinan dapat
menyebabkan gerakan pada tulang yang fraktur

Berikan bebat sebelum klien dipindahkan; bebat dapat


mengurangi nyeri, memperbaiki sirkulasi, mencegah cedera
lebih lanjut, dan mencegah fraktur tertutup menjadi fraktur
terbuka.
Imobilisasi sendi diatas dan dibawah daerah fraktur.
Tempatkan satu tangan distal terhadap fraktur dan berikan
satu penarikan ketika menempatkan tangan lain diatas fraktur
untuk menyokong.
Pembebatan diberikan diberikan meluas sampai sendi dekat
fraktur.
Periksa status vaskuler ekstremitas setelah pembebatan;
periksa warna, suhu, nadi dan pemucatan kuku.
Kaji untuk adanya deficit neurologi yang disebabkan oleh
fraktur.
Berikan balutan steril pada fraktur terbuka.

TINJAUAN KASUS
Identitas Pasien
Nama Pasien/Usia : Tn Y/23 tahun
No Register : 098765
Tanggal Masuk : 05 April 2014
Diagnosa Medis : Open Fraktur Femur Sinistra
Data diambil dari : Klien
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Karyawan swasta
Pangkat/Golongan : Tidak ada
Alamat : JL. Rappocini
Keluhan Masuk : Dengan open fraktur sinistra, terdapat
pendarahan 300cc, klien tampak nyeri kesakitan, klien
tampak lemas
Kategori Triage : Gawat Darurat

Pengkajian
1.Airway
Tidak terdapat sumbatan pada jalan napas
2.Breathing
Inspeksi : Frekuensi napas : 20x/menit, teratur,
tidak terdapat batuk, nafas tidak sesak, tidak
menggunakan otot bantu pernapasan
Auskultasi : Bunyi napas vesikuler, pola napas
teratur
Perkusi : Suara sonor
Palpasi : Vocal Fremitus positif, tidak terdapat nyeri

3.Circulation
Suhu 37,5C, Tekanan darah 100/70 mmHg, MAP
80, Nadi 100 x/menit, nadi kuat, turgor kulit baik,
mata cekung, tidak ada sianosis, capillary refill < 3
detik, ekstremitas dingin, tidak ada mual muntah,
terjadi perdarahan 300 cc melalui pembuluh darah
arteri yang terdapat pada femur.
Masalah keperawatan yang timbul yaitu
kekurangan volume cairan berhubungan dengan
adanya perdarahan, resiko syok hipovolemik
berhubungan dengan perdarahan, nyeri
berhubungan dengan adanya fraktur.

Pemeriksaan penunjang
a.Laboratorium
Darah rutin : Hb 14,6 g/dl, Eritrosit 4,7L,
Leukosit 11.000 g/dl
b.Radiologi
Fraktur pada tulang femur 1/3 distal
sinistra

Diagnosa Keperawatan
1.Resiko tinggi syok hipovolemik
berhubungan dengan adanya perdarahan
2.Kurang volume cairan berhubungan
dengan adanya perdarahan
3.Gangguan rasa nyaman nyeri
berhubungan dengan adanya fraktur
4.Gangguan mobillitas fisik
berhubungan dengan adanya fraktur

1.Anjurkan klien tirah baring


2.Observasi TTV
3.Klem arteri (menghentikan perdarahan)
4.Lakukan perawatan luka dengan NaCl
5.Pertahankan imobilisasi
6.Pasang infus RL 1 : 3 cc atau loss
7.Lakukan pembidaian
8.Berikan antibiotik Ceftriaxone 1 x 1 gr melalui IV
9.Berikan injeksi TT 1 cc melalui IM
10.Berikan analgetik ketorolac 60 mg drip RL
11.Lakukan pemeriksaan darah lengkap
12.Lakukan pemeriksaan rontgen
13.Konsul dokter ortopedik

Tindakan KGD
1.Menganjurkan klien tirah baring
2.Melakukan klem pada pembuluh darah
arteri di femur untuk menghentikan perdarahan
3.Memasang infus RL loss
4.Melakukan observasi TTV : TD 100/70
mmHg, N : 100 x/menit, S : 37,5C, RR 20
x.menit
5.Membersihkan luka dengan NaCl dan prinsip
steril (tidak dilakukan hecting)
6.Melakukan pembidaian melewati dua sendi

7.Menganjurkan klien pertahankan


imobilisasi
8.Memberikan injeksi Ceftriaxone 1 x 1
gram melalui IV
9.Memberikan injeksi TT 1 cc melalui IM
10.Memberikan obat ketorolac 60 mg drip
11.Melakukan pemeriksaan darah lengkap
12.Melakukan pemeriksaan rontgen
13.Melaporkan keadaan klien pada dokter
ortopedik

S : Klien mengatakan nyeri pada paha


kirinya
O : Klien tampak lemas
Klien tampak pucat
Klien terpasang bidai
Klien terpasang infus RL
Skala nyeri 5
A : Tujuan tercapai, masalah belum
teratasi
P : Intervensi dilanjutkan