Anda di halaman 1dari 25

Asuhan Keperawatan pada

An. W dengan Asma


Persisten di IGD Anak Rumah
Sakit Wahidin Sudirohusodo

Identitas Pasien

Nama : An. W
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 10 tahun
Agama : Islam
Status Perkawinan : Pendidikan : SD
Pekerjaan : Tidak Bekerja
Suku / Kebangsaan : Indonesia
Alamat : Pangkep
Diagnosa Medis : Ashma Persisten
Nomor CM : 613151

Penkajian primer
1.

Airway
. Terdapat sumbatan jalan nafas
. Retensi lendir
. Pasien gelisah
. Tindakan yang dilakukan : pemberian
nebulizer,

2.

Breathing
.
Inspeksi : Frekuensi napas :
30x/menit, tidak teratur,, sesak,
menggunakan otot bantu pernapasan,
Auskultasi : Bunyi napas stridor, pola
napas tidak teratur
. Tindakan yang dilakukan : pemasangan
NRM 6 ltm
. Persiapan untuk foto thoraks

3.

Circulation
. Suhu 37,5C, Tekanan darah 110/70
mmHg, Nadi 94x/menit, nadi kuat,
turgor kulit baik, mata cekung, tidak
ada sianosis, capillary refill < 3 detik,
ekstremitas dingin, tidak ada mual
muntah,
. Tindakan yang dilakukan : pemberian
cairan RL, pengambilan sampel darah

4.

Disability
. Kesadaran : Compos Mentis
. GCS :
e: 4, v: 5 m: 6
. Pupil : isokor

Keluhan Utama Saat Masuk Rumah Sakit


pasien mengatakan sesak nafas, pasien
mengatakan saat dibatukkan dahak susah
untuk keluar, pasien mengatakan jika untuk
tidur semakin sesak dan nyeri dada. Pasien
mengatakan sesaknya muncul sewaktuwaktu

Keluhan Utama Saat Pengkajian


pasien mengatakan sesak nafas, pasien
terlihat batuk dan mengeluarkan dahak
tetapi sulit untuk dikeluarkan, sputum yang
keluar berwarna putih kental, pasien
mengatakan pusing,

Kesehatan sekarang
Pasien terpasang infus RL 20 Tpm, Pasien
terpasang O2 4 liter/menit, pasien
mengatakan sesak nafas dan saat batuk
tidak bisa mengeluarkan dahaknya semua
hanya sedikit-sedikit, pasien terlihat
nafasnya dangkal dengan RR : 30 x/menit,
Suhu :
36,5 C, TD : 110 / 70 mmHg, N :
94 x/menit.

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan

Hasil

Normal

Hemoglobin

12,4 gr%

12 16 gr%

A Leukosit

6800 /l

4300 11400 /l

Trombosit

435.000

150.000 450.000

HCT/HMT

36 %

37 %

Glukosa sesaat

141 mg/dl

76 110 mg/dl

SGOT

14

SGPT

17

Cholesterol Ttl

234 mg/dl

50 220 mg/dl

HDL Chlorest

70 mg/dl

55 65 mg/dl

LDL Chlorest

154

<150 mg/dl

Tryglyserida

49 mg/dl

<200 mg/dl

CK-MB

12

LDH

70 /l

<480 /l

Urea

5 mg/dl

15 45 mg/dl

Creatinine

0,6 mg/dl

0,6 1,3 mg/dl

Penetalaksanaan Medis
RL 20 Tpm
O2 kanul binasal 4 liter/menit
Ventolin per 2 jam

Analisa data
Data
DS :

Tidak efektifnya bersihan jalan nafas

- Pasien mengatakan batuk dengan dahak


- Pasien mengatakan di lehernya seperti ada
dahak yang mengumpul,
- Pasien mengatakan saat dibatukkan dahak
susah untuk keluar,
- sputum yang keluar berwarna putih kental
DO :
- Pasien nafas dangkal.
- Catatan Dokter : vesikuler +/+ , Ronchi +/+,
Wheezing +/+
- TTV
TD

Masalah

:140/70 mmHg

: 94 x / menit

: 36,5 C

DS :

Ketidakefektifan pola nafas.

- Pasien mengatakan sesak nafas


- Pasien mengatakan jika untuk tidur
semakin sesak dan nyeri dada
DO :
-

RR : 46 x/menit,

Pernafasan pasien terlihat dangkal

Bunyi

nafas

terdapat sekret

pasien

abnormal

DS :

Intoleransi aktivitas

Pasien mengatakan lemas

Pasien mengatakan pusing

DO :
-

Tingkat

kesadaran

composmentis
-

Keadaan umum : lemah

Dalam

beraktivitas

terlihat dibantu keluarga.

pasien

Diagnosa Keperawatan
Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan
Akumulasi mucus ditandai dengan
DS :

Pasien mengatakan batuk dengan dahak


Pasien mengatakan di lehernya seperti ada dahak yang mengumpul,
Pasien mengatakan saat dibatukkan dahak susah untuk keluar,
sputum yang keluar berwarna putih kental

DO :
Pasien nafas dangkal.
Catatan Dokter : vesikuler +/+ , Ronchi +/+, Wheezing +/+
TTV

TD :140/70 mmHg
N : 94 x / menit
S : 36,5 C

Ketidakefektifan pola nafas berhubungan


dengan Penurunan ekspansi paru
ditandai dengan
DS :

Pasien mengatakan sesak nafas


Pasien mengatakan jika untuk tidur semakin sesak
dan nyeri dada

DO :
RR : 46 x/menit,
Pernafasan pasien terlihat dangkal
Bunyi nafas pasien abnormal terdapat sekret

Intoleransi aktivitas berhubungan dengan


kelemahan fisik ditandai dengan
DS :
Pasien mengatakan lemas
Pasien mengatakan pusing
DO :
Tingkat kesadaran composmentis
Keadaan umum : lemah
Dalam beraktivitas pasien terlihat dibantu
keluarga.

Intervensi Keperawatan
Ketidakefektifan
berhubungan

bersihan

dengan

jalan

Setelah

nafas

Akumulasi

mucus

ditandai dengan
DS :
-

Pasien

mengatakan

batuk

dengan dahak
-

Pasien

mengatakan

di

lehernya seperti ada dahak


yang mengumpul,
-

Pasien

mengatakan

saat

dibatukkan dahak susah untuk


keluar,
-

sputum yang keluar berwarna


putih kental

diasuh

keperawatan 1. Auskultasi bunyi nafas, catat

selama 1 x 6 jam jalan nafas

adanya

pasien kembali efektif dengan

misalnya : wheezing, ronkhi.

kriteria hasil
- Sesak

2.
berkurang,

berkurang,

DO :

pantau

nafas,
frekuensi

batuk pernafasan catat rasio inspirasi


dan ekspirasi.

- Klien dapat mengeluarkan 3. Kaji pasien untuk posisi yang


sputum,

aman, misalnya : peninggian

- Wheezing berkurang /hilang, kepala

tidak

duduk

pada

- vital dalam batas normal sandaran


keadaan umum baik.

Kaji

bunyi

4. Observasi karakteristik batuk,


menetap, batuk pendek, basah.

Pasien nafas dangkal.

CatatanDokter : vesikuler +/+ ,

Bantu

Ronchi +/+, Wheezing +/+

keefektifan memperbaiki upaya

tindakan

TTV

TD

:140/70 mmHg

batuk.

: 94 x / menit

5. Berikan air hangat.

: 36,5 C

untuk

Tidak

efektifnya

nafas

berhubungan selama 1x6 jam Pola nafas

dengan
ekspansi

pola Setelah diasuh keperawatan 1.

pernafasan dan ekspansi

Penurunan pasien kembali efektif dengan


paru

Kaji frekuensi kedalaman


dada.

ditandai kriteria hasil

Catat

pernafasan

upaya
termasuk

dengan

Pola nafas efektif,

penggunaan

DS :

bunyi nafas normal atau

pernafasan

bersih,

nasal.

TTV dalam batas normal, 2.

Auskultasi

-Pasien mengatakan jika

batuk berkurang,

dan catat adanya bunyi

untuk tidur semakin sesak -

ekspansi

dan nyeri dada

mengembang.

-Pasien

mengatakan

sesak nafas

DO :

paru

nafas

-RR : 46 x/menit,

nafas

pelebaran

bunyi

seperti

nafas
krekels,

Tinggikan

kepala

dan

bantu mengubah posisi.


pasien

4.

terlihat dangkal
-Bunyi

bantu

wheezing.
3.

-Pernafasan

otot

Observasi pola batuk dan


karakter sekret.

pasien

5.

Dorong/bantu

pasien

abnormal terdapat secret (

dalam nafas dan latihan

ronchi )

batuk.

Intoleransi aktivitas berhubungan Setelah

diasuh

Evaluasi

respons

dengan kelemahan fisik ditandai selama 1x 6 jam pasien dapat

terhadap

aktivitas.

dengan

laporan dyspnea peningkatan

melakukan

DS :

secara

keperawatan 1.

aktivitas

mandiri.

sehari-hari

dengan

Pasien mengatakan lemas

hasil

Pasien mengatakan pusing

KU klien baik,

Badan tidak lemas,

DO :
-

Tingkat

kesadaran -

composmentis
-

Keadaan umum : lemah

Dalam

beraktivitas

pasien

kriteria

kelemahan

pasien
Catat

kelelahan

dan

perubahan tanda vital selama


dan setelah aktivitas.
2.

Jelaskan pentingnya istirahat

Klien dapat beraktivitas secara

dalam

mandiri,

dan perlunya keseimbangan

Kekuatan

otot

skala sedang

terasa

pada

rencana

pengobatan

aktivitas dan istirahat.


3.

terlihat dibantu keluarga.

Bantu pasien memilih posisi


nyaman untuk istirahat dan
atau tidur.

4.

Bantu aktivitas keperawatan


diri yang diperlukan. Berikan
kemajuan
aktivitas

peningkatan
selama

fase

penyembuhan
5.

Berikan

lingkungan

tenang

dan batasi pengunjung selama


fase akut sesuai indikasi.

Implementasi dan Evaluasi


Implementasi
a)

Mengelola

pemberian

Evaluasi
O2

kanul S :
-

binasal 4 liter/menit

putih, kental.

b) Memberikan ventolin
c)

Pasien mengatakan sputum yang keluar berwarna

Mengobservasi karakteristik batuk, -

Pasien mengatakan lebih enakan setelah diberi

menetap,

O2

batuk

pendek,

basah.

Bantu tindakan untuk keefektifan memperbaiki upaya batuk.


d) Membantu

memposisikan

untuk posisi semi fowler

Pasien mengatakan lebih lega setelah di nebul

O:
pasien -

Pasien terpasang O2

Nebul ventolin

Pasien dengan posisi semi fowler

A : Masalah tercapai sebagian


P : lanjut intervensi

a) mengauskultasi

bunyi

nafas

dan S :

catat adanya bunyi nafas seperti Pasien


krekels, wheezing.

mengatakan

saat

melakukan

batuk efektif sputum bisa keluar

b) Mendorong / membantu pasien dalam O :


nafas dan latihan batuk.
c) Berikan

lingkungan

tenang

dan -

Suaran nafas pasien ronchi


RR : 30 x /menit

batasi pengunjung selama fase akut -

Melatih

sesuai indikasi.

latihan batuk efektif


-

pasien

nafas

Membatasi pengunjung

A : Masalah teratasi sebagian


P : Lanjut intervensi

dalam

dan