Anda di halaman 1dari 16

FISIOLOGI HEWAN I

PENYAKIT GASTRITIS
Disusun oleh:
Rini Hardiyanti

(09008113)

Anisa ika Puteri Ariyana

(09008116)

Sari Kusuma Asih

(09008176)

Arif Hidayatin

(09008178)

Dosen Pengampu :
Novi Febrianti, M.Si dan Irfan Yunianto,

Penyakit Gastritis
Gastritis berasal dari kata gaster yang artinya
lambung dan itis yang berarti inflamasi/peradangan.
Menurut Hirlan dalam Suyono (2001), gastritis adalah
proses inflamasi pada lapisan mukosa dan
submukosa lambung, yang berkembang bila
mekanisme protektif mukosa dipenuhi dengan
bakteri atau bahan iritan lain. Secara hispatologi
dapat dibuktikan dengan adanya infiltrasi sel-sel.
Sedangkan, menurut Lindseth dalam Prince (2005),
gastritis adalah suatu keadaan peradangan atau
perdarahan mukosa lambung yang dapat bersifat
akut, kronis, difus, atau lokal.

Dari defenisi-defenisi di atas, dapat


disimpulkan bahwa gastritis adalah
suatu peradangan atau perdarahan
pada mukosa lambung yang disebabkan
oleh faktor iritasi, infeksi, dan
ketidakteraturan dalam pola makan,
misalnya telat makan, makan terlalu
banyak, cepat, makan makanan yang
terlalu banyak bumbu dan pedas. Hal
tersebut dapat menyebabkan terjadinya
gastritis.

Berdasarkan pada manifestasi klinis, gastritis


dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu :

1 .Gastritis Akut
Gastritis akut merupakan penyakit yang sering
ditemukan, biasanya bersifat jinak dan sembuh
sempurna (Prince, 2005: 422). Gastritis akut terjadi
akibat respons mukosa lambung terhadap berbagai
iritan lokal. Inflamasi akut mukosa lambung pada
sebagian besar kasus merupakan penyakit yang
ringan. Bentuk terberat dari gastritis akut disebabkan
oleh mencerna asam atau alkali kuat, yang dapat
menyebabkan mukosa menjadi ganggren atau
perforasi. Pembentukan jaringan parut dapat terjadi
yang mengakibatkan obstruksi pylorus (Brunner,
2000).

Gambar1 . Gastritis akut

2.Gastritis Kronik
Disebut gastritis kronik apabila infiltrasi sel-sel radang
yang terjadi pada lamina propria dan daerah intra
epitelial terutama terdiri atas sel-sel radang kronik, yaitu
limfosit dan sel plasma. Gastritis kronis didefenisikan
secara histologis sebagai peningkatan jumlah limfosit
dan sel plasma pada mukosa lambung. Derajat paling
ringan gastritis kronis adalah gastritis superfisial kronis,
yang mengenai bagian sub epitel di sekitar cekungan
lambung. Kasus yang lebih parah juga mengenai
kelenjar-kelenjar pada mukosa yang lebih dalam, hal ini
biasanya berhubungan dengan atrofi kelenjar (gastritis
atrofi kronis) dan metaplasia intestinal (Chandrasoma,
2005).

Penyebab Penyakit Gastritis


1. Frekuensi Makan
2. Jenis Makanan
3. Porsi Makan
4. Kopi
5. Teh

6. Rokok
7. AINS ( Anti Inflamasi Non
Steroid)
8. Stres1.Frekuensi Makan
9. Alkohol
10. Helicobacter pylori
11. Usia

Tanda dan Gejala


mengalami gangguan pencernaan (indigesti) dan rasa
tidak nyaman di perut sebelah atas

Perih atau sakit seperti terbakar pada perut bagian atas


Mual
Muntah
Kehilangan selera
Kembung
Terasa penuh pada perut bagian atas
Kehilangan berat badan

setelah makan

Pengobatan Gastritis
Pemberian antacid (untuk
menetralkan asam lambung)

Memberikan antibiotik (misalnya


amoksisilin dan klaritromisin) dan
obat anti-tukak (omeprazol)

Memberikan obat anti-ulkus yang


kuat (untuk mengurangi atau
menghentikan pembentukan asam
lambung).

Pencegahan
Makan secara benar
Hindari alkohol
Jangan merokok
Lakukan olah raga secara teratur
Kendalikan stress
Ganti obat penghilang nyeri
Ikuti rekomendasi dokter

Kesimpulan
Gastritis berasal dari kata gaster yang artinya lambung dan itis
yang berarti inflamasi/peradangan. gastritis adalah proses
inflamasi pada lapisan mukosa dan submukosa lambung, yang
berkembang bila mekanisme protektif mukosa dipenuhi dengan
bakteri atau bahan iritan lain

Terjadinya gastritis dapat disebabkan oleh pola makan yang tidak


baik dan tidak teratur, yaitu frekuensi makan, jenis, dan jumlah
makanan, sehingga lambung menjadi sensitif bila asam lambung
meningkat

Pengobatan umum terhadap gastritis adalah menghentikan atau


menghindari faktor penyebab iritasi, pemberian antacid. Jika
penyebabnya adalah infeksi oleh Helicobacter pylori, maka
diberikan bismuth, antibiotik (misalnya amoksisilin dan
klaritromisin) dan obat anti-tukak (omeprazol)

DAFTAR PUSTAKA
Brunner dan Suddart. 2000. Keperawatan
Medikal Bedah. Jakarta: EGC

Chandrasoma, Parakrama. 2005. Ringkasan


Patologi Anatomi Edisi 2. Jakarta: EGC

Prince, Sylvia A., Lorraine McCarty Wilson.


2005. Patofisiologi : Konsep Klinis ProsesProses Penyakit. Jakarta: EGC

Suyono, Slamet. 2001. Buku Ajar Ilmu


Penyakit Dalam. Jakarta: Balai Penerbitan FKUI

MATURNUWUN AWIT
KAWIGATOSANIPUN