Anda di halaman 1dari 75

ANATOMI FISIOLOGI ENDOKRIN

Oleh
Ns. Rondhianto, M.Kep
Bagian Keperawatan Medikal Bedah dan Kritis
PSIK UNEJ

Pendahuluan

Kelenjar ada 2 tipe : endokrin dan eksokrin.

Kelenjar eksokrin : melepaskan sekresinya ke dalam


duktus pada permukaan tubuh, seperti kulit, atau organ
internal, seperti lapisan traktus intestinal
Contoh : payudara, keringat, lakrimale

Kelenjar endokrin : melepaskan sekresinya (hormon)


langsung ke dalam darah.
Contoh : pulau Langerhans pada Pankreas, gonad (ovarium dan
testis), kelenjar adrenal, hipofise, tiroid dan paratiroid, serta
timus

Sistem endokrin berfungsi dalam koordinasi tubuh, meliputi


kelenjar endokrin dan hormon yang dihasilkannya.
Sistem endokrin bekerjasama dengan sistem saraf
mempertahankan homeostasis tubuh.

Lanjut

Kelenjar endokrin tsb dpt :

uniseluler (sel argentafin : sal. cerna)

multiseluler (Kljr tiroid, adrenal dan hipofisis).

Dari pembuluh darah, hormon menuju ke organ


target, karena adanya reseptor.

Reseptor hormon dpt berada di permukaan


ataupun di dalam sel target

Sistem saraf bekerja melalui neurotransmiter


yang dihasilkan oleh ujung-ujung saraf.

Pembeda

Endokrin

Saraf

Transportasi

Sekresi dalam
bentuk hormon,
transportasi oleh
darah

Merambatkan
impuls
/neurokemical
melalui serabut
saraf

Efek

Perubahan dalam
aktifitas metabolik
sel-sel tertentu

Kontraksi
otot/kelenjar
untuk sekresi

Waktu

Pengaruh relatif
Efek sangat cepat
lambat (detik-hari(milidetik) disebut
bulan-tahun) disebut efek brief
efek prolong

Berdasarkan asal embriologi

Secara embriologis, kelenjar endokrin dpt berasal


dari ectoderm, mesoderm dan endoderm.

Ektoderm (cth: gland. Pituitary, gland. Pineal,


medulla adrenalis, hipofisis)
Mesoderm (cth: kortex adrenal, gonad (sel
interstitial jantan, sel theca folikel betina))
Endoderm (cth: insula pancreas, gland thyroidea,
gland parathyroidea, thymus

Berdasarkan
Mekanisme transport

Endokrin
Autokrin
Parakrin
Neuroendokrin/ Neurosekresi
Neurokrin/Neurotransmisi

1
2
3

KELENJAR ENDOKRIN

hipofisis
tiroid
Paratiroid
thymus
adrenal (suprarenalis)
pancreas
gonad (ovarium,testis)
ginjal
lambung
usus halus
plasenta

Struktur

Hormon

Bahasa Yunani hormon :membuat gerakan


atau membangkitkan

Ciri-ciri hormon :
Dibutuhkan dalam jml sedikit; substansi yang
spesifik
Melalui mekanisme transport
Ada interaksi dgn reseptor khusus pd sel target
Dapat mengaktifkan enzim tertentu
Dapat berperngaruh pada satu/beberapa sel
target yg berlainan
Berhubungan erat dengan sistem saraf dpt
mempengaruhi/dipengaruhi

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Fungsi Sistem Endokrin

Membedakan sistem saraf dan sistem


reproduktif pada janin yang sedang
berkembang
Menstimulasi urutan perkembangan
Mengkoordinasi sistem reproduktif
Memelihara lingkungan internal optimal
Melakukan respons korektif dan adaptif
ketika terjadi situasi darurat

Beda Hormon dan Enzim

Hormon:
Merupakan protein (peptida pendek); asam amino
pendek, steroid
Disekresi langsung ke pembuluh darah,
didistribusikan ke seluruh tubuh dan mempengaruhi
organ target
Pengaruh lebih luas : dapat berbeda pd organisme
yg sama, dapat berbeda pada organisme yg berbeda

Enzim :
Hampir semuanya berupa protein
Disintesis dalam sel, disekresi melalui transport aktif
melalui saluran ke daerah tertentu
Spesifitas sangat tinggi, mengkatalis suatu reaksi
tertentu, pengaruhnya sama untuk jenis reaksi yang
sama.

Klasifikasi Hormon

Larut air : bekerja melalui sistem mesengerkedua


Polipeptid : insulin, glukagon, hormon
adrenokortikotropik (ACTH), gastrin)
Katekolamin : dopamin, norepinefrin, epinefrin
Larut lemak : menembus membran sel dengan
bebas.
Steroid :estrogen, progesteron, testosteron,
glukokortikoid, aldosteron
Tironin : tiroksin

Karakteristik

1)

2)

3)

Setiap hormon adalah unik dan mempunyai


fungsi dan struktur tersendiri
Secara umum mpy karakteristik :
Sekresi diurnal adalah pola yang naik dan turun
dalam periode 24 jam. Contoh : Kortisol Kadar
kortisol meningkat pada pagi hari dan turun pada
malam hari.
Pola sekresi hormonal pulsatif dan siklik naik
turun sepanjang waktu tertentu, seperti bulanan.
Contoh : Estrogen (bulanan menstruasi)
Variabel dan tergantung pada kadar subtrat
lainnya. Contoh : Hormon paratiroid disekresi
dalam berespons terhadap kadar kalsium serum.

Lanjut

Kerja Hormon :
Sistem umpan balik (positif atau
negatif)
Dependen maupun independen
Reactivated oleh hepar
Eksresi oleh ginjal

Regulasi

Peran hipotalamus dan kelenjar hipofise


Hipotalamus (penghubung endokrin-saraf)
Hipotalamus dan kelenjar hipofise dihubungkan oleh
infundibulum.
Sekresi : hormon releasing dan inhibiting
Hormon ini bekerja pada sel-sel spesifik dalam kelenjar pituitary
yang mengatur pembentukan dan sekresi hormon hipofise
Contoh :Tyroid Releasing Hormon lobus anterior hipofise
Tyroid stimulating hormon Tyroid
Sistem umpan balik
Negatif : peningkatan sekresi ACTH dari kelenjar pituitari
anterior merangsang peningkatan pelepasan kortisol dari korteks
adrenal, menyebabkan penurunan pelepasan ACTH lebih banyak.
Positif : kadar glukosa darah >>> Insulin >>>

LanjutAktivasi sel-sel target

Ketika hormon mencapai sel target, hormon


akan mempengaruhi cara sel berfungsi :
Mediator intraselular : cAMP
Glukagon berikatan dengan sel-sel hepar,
kenaikan kadar AMP meningkatkan pemecahan
glikogen menjadi glukosa.
Aktifasi gen-gen di dalam sel : mRNA
Gen akan mensitesa mesenger RNA dan pada
akhirnya protein (mis., enzim, steroid).
Substansi ini mempengaruhi reaksi dan proses
selular

Struktur dan fungsi hipotalamus

Hipotalamus terletak di batang otak


(diancephalon), dekat dengan ventrikel otak
ketiga (ventrikulus tertius)
Hipotalamus sebagai pusat tertinggi sistem
kelenjar endokrin yang menjalankan fungsinya
melalui humoral (hormonal) dan saraf.
Hormon yang dihasilkan hipotalamus sering
disebut faktor R dan I mengontrol sintesa dan
sekresi hormon hipofise anterior sedangkan
kontrol terhadap hipofise posterior berlangsung
melalui kerja saraf
Pembuluh darah kecil yang membawa sekret
hipotalamus ke hipofise disebut portal hipotalamik
hipofise

Struktur Hipotalamus

Jenis-jenis Hormon Hipotalamus

ACTH : Adrenocortico Releasing Hormon


ACIH :Adrenocortico Inhibiting Hormon
TRH : Tyroid Releasing Hormon
TIH : Tyroid Inhibiting Hormon
GnRH : Gonadotropin Releasing Hormon
GnIH : Gonadotropin Inhibiting Hormon
PTRH : Paratyroid Releasing Hormon
PTIH : Paratyroid Inhibiting Hormon
PRH : Prolaktin Releasing Hormon
PIH : Prolaktin Inhibiting Hormon
GRH : Growth Releasing Hormon
GIH : Growth Inhibiting Hormon
MRH : Melanosit Releasing Hormon
MIH : Melanosit Inhibiting Hormon

Struktur dan Fungsi Hipofise

Hipofise terletak di sella tursika, lekukan os spenoidalis


basis cranii.
Berbentuk oval dengan diameter kira-kira 1 cm dan
dibagi atas dua lobus.
Lobus :
Anterior (adenohipofise), merupakan bagian
terbesar dari hipofise kira-kira 2/3 bagian dari hipofise.
Posterior, merupakan 1/3 bagian hipofise dan terdiri
dari jaringan saraf (neurohipofise)
Intermediate adalah area diantara lobus anterior dan
posterior, fungsinya belum diketahui secara pasti,
namun beberapa referensi yang ada mengatakan lobus
ini mungkin menghasilkan melanosit stimulating
hormon (MSH).
Penghubung anterior-posterior : Hipofise stalk
(pituitai salk). Struktur ini merupakan jaringan saraf.

Hipofisis dibagi 2 bagian:


1. Adenohypofisis :
pars intermedia,
pars distalis
pars tuberalis
2. Neurohypofisis :
eminentia mediana
tangkai infundibulum
pars nervosa (lobus
posterior, lobus
neuralis)

Adenohypofisis

Pars Distalis / Lobus Anterior


Berdasarkan reaksi terhadap zat warna:
sel-sel kromofob = sel C (Chieff Cell)
yaitu: kelompok sel yang tidak menyerap zat warna
sel-sel kromofil
yaitu : kelompok sel yang menyerap zat warna, bergranula
Berdasarkan reaksi pewarnaannya ada 2 jenis:
sel alfa (asidofil) : menyerap zat warna yg bersifat asam, meliputi:
somatotrops sekresi GH
mammotrops sekresi PRL
sel beta (basofil) : zat warna yg bersifat basa
thyrotrops sekresi TSH
gonadotrops sekresi LH dan FSH
corticotrops sekresi ACTH

Penamaan sel C , Alfa, dan Beta :


berdasarkan reaksi granula yg spesifik
terhadap zat warna hematoksilin dan
eosin.
Pada pars distalis
dijumpai sel spesifik : Pregnan Cell
(granula sedikit, asidofil)

Pars Intermedia
- mengelilingi tangkai infundibulum,
berhubungan langsung dengan pars
distalis

peranan langsung belum diketahui


Hormon yg dihasilkan: Melanocyte Stimulating
Hormon mempengaruhi pigmen pada kulit

Pada amphibi hormon ini bekerja pd melanofor

Neurohypofisis

serabut saraf tidak bermielin


diantaranya terdapat sel mirip sel glia:
Pituicyt
Menurut Romeis Pituicyt dibagi
menjadi :

reticulopituicyt
mikropiyuicyt
adenopituicyt
fibropituicyt

Neurohipofise

Hormon yang dihasilkan dari


Hypofisis

Adenohypofisis

Pars Intermedia:

somatotropihic hormon (STH): growth hormon


FSH : pemasakan sel telur
LH : ovulasi
Prolaktin (LTH) : memacu corpus luteum mengeluarkan
progesterone
TSH
ACTH: memelihara pertumbuhan kortex gland adrenalis
hormon intermedia : MSH : penebalan pigmen

Neurohypofisis/Lobus Posterior

Oxytosin kontraksi otot polos dinding uterus


Vasopresin kontraksi dinding pembuluh darah
ADH

Produksi Hipofise

Hipofise : Master of Gland

Kemampuan hipofise dalam


mempengaruhi atau
mengontrol langsung
aktivitas kelenjar endokrin
lain menjadikan hipofise
dijuluki master of gland.

Hipofise menghasilkan
hormon tropik dan
nontropik.
Hormon tropik akan
mengontrol sintesa dan
sekresi hormon kelenjar
sasaran sedangkan hormon
nontropik akan bekerja
langsung pada organ
sasaran.

Secara Histologis
Berdasarkan jenis hormon yang
disekresi

Sel-sel somatotrof
bentuknya besar, mengandung granula sekretori,
berdiameter 350-500 nm dan terletak di sayap
lateral hipofise. Sel-sel inilah yang menghasilkan
hormon somatotropin atau hormon pertumbuhan.

Sel-sel lactotroph
Mengandung granula sekretori, dengan diameter
27-350 nm, menghasilkan prolaktin atau laktogen.

Sel-sel Tirotroph
berbentuk polihedral, mengandung granula
sekretori dengan diameter 50-100 nm,
menghasilkan TSH.

Sel-sel gonadotrof
diameter sel kira-kira 275-375 nm, mengandung
granula sekretori, menghasilkan FSH dan LH.

Sel-sel kortikotrof
diameter sel kira-kira 375-550 nm, merupakan granula
terbesar, menghasilkan ACTH.

Sel nonsekretori terdiri atas sel kromofob.


Lebih kurang 25% sel kelenjar hipofise tidak dapat
diwarnai dengan pewarnaan yang lazim digunakan dan
karena itu disebut sel-sel kromofob. Pewarnaan yang
sering dipakai adalah carmosin dan erytrosin. Sel folikular adalah sel-sel yang berfolikel.

FISIOLOGI ENDOKRIN
(bag.2)
Oleh
Ns. Rondhianto, M.Kep
Bagian Keperawatan Medikal Bedah dan Kritis
PSIK UNEJ

Kompetensi dasar

1.
2.
3.
4.
5.

Mahasiswa mampu menjelaskan :


Anatomi dan fisiologi kelenjar tyroid
Anatomi dan fisiologi kelenjar paratyroid
Anatomi dan fisiologi kelenjar pankreas
Anatomi dan fisiologi kelenjar adrenal
Anatomi dan fisiologi kelenjar gonad

Kelenjar Tiroid (glandula thyroidea)

Letak : leher bagian depan, tepat di bawah


kartilago krikoid, disamping kiri dan kanan
trakhea.
Berat 18 gram (dewasa)
Terdiri dari dua lobus (kiri kanan) yang
dipisahkan oleh isthmus.
Masing-masing lobus kelenjar ini mempunyai
ketebalan lebih kurang 2 cm, lebar 2,5 cm dan
panjangnya 4 cm
Tiap-tiap lobus tdr dari lobuli yang di masingmasing lobuli terdapat folikel dan parafolikuler
Di dalam folikel ini terdapat rongga yang berisi
koloid dimana hormon-hormon disintesa

Lanjut

Sirkulasi darah dari arteri tiroidea superior


(percab. arteri karotis ekesternal) dan arteri
tiroidea inferior (percab. arteri subklavia)

Lobus kanan kelenjar tiroid mendapat suplai


darah yang lebih besar dibandingkan dengan
lobus kiri.

Dipersarafi oleh saraf adrenergik dan kolinergik.


saraf adrenergik berasal dari ganglia servikalis
dan kolinergik berasal dari nervus vagus.

Kelenjar Tyroid

Keistimewaan:
Hormon yg dihasilkan tidak langsung ke
pembuluh darah tetapi disimpan dulu
dalam folikel
Terdiri kelompokan / dikelilingi folikel :
kubus/kolumner (aktif) selapis, ada
mikrofili

Susunan:
1. Kapsula trabekula lobus lobuli
(batas tidak jelas) folikuli
2. Stroma : banyak pembuluh darah

Produksi
Sel Folikuler :
T3 (Tri Iodotironin)
T4 (Tiroksin)
Sel Parafolikuler
Kalsitonin

Iodium (makanan dan minuman) diubah mjd


ion yodium (yodida) yang masuk secara aktif ke
dalam sel kelenjar (pompa Iodida ; butuh ATP)
Dapat dihambat oleh ATP-ase, ion klorat dan ion
sianat

Lanjutproduksi : Folikuler

Sel folikel mengambil asam amino tirosin dan


kemudian mensintesisnya menjadi dimer tyronin.
Dimer tyronin kemudian di ubah menjadi sebuah
molekul gikoprotein yang disebut Tiroglobulin

Tiroglobulin kemudian mengalami penguraian menjadi


mono iodotironin (MIT) dan Diiodotironin (DIT).

Reaksi penggabungan : (ransangan TSH)


MIT + DIT Tri iodotironin atau T3
DIT + DIT Tetra iodotironin atau tiroksin (T4)

Dihambat oleh tiourea, tiourasil, sulfonamid, dan metil


kaptoimidazol.
Jika tubuh butuh hormon tsb maka akan dilepas ke
sirkulasi (T3 dan T4) berikatan dgn protein plasma
dalam bentuk PBI (protein binding Iodine).

Lanjutproduksi : Parafolikuler

Tirokalsitonin atau kalsitonin diproduksi di sel


parafolikuler
Jaringan sasaran tulang
Fungsi utama : menurunkan kadar kalsium serum
dengan menghambat reabsorpsi kalsium di tulang.
Faktor utama yang mempengaruhi sekresi kalsitonin
adalah kadar kalsium serum.
Kadar kalsium serum yang rendah akan menekan
pengeluaran tirokalsitonin dan sebaliknya peningkatan
kalsium serum akan merangsang pengeluaran
tirokalsitonin.
Faktor tambahan adalah diet kalsium dan sekresi
gastrin di lambung.

Fungsi hormon-hormon tiroid :

Mengatur laju metabolisme tubuh


Memegang peranan penting dalam pertumbuhan
fetus khususnya pertumbuhan saraf dan tulang
Mempertahankan sekresi GH dan gonadotropin
Efek kronotropik dan Inotropik terhadap jantung
yaitu menambah kekuatan kontraksi otot dan
menambah irama jantung.
Merangsang pembentukan sel darah merah
Mempengaruhi kekuatan dan ritme pernapasan
sebagai kompensasi tubuh terhadap kebutuhan
oksigen akibat metabolisme
Bereaksi sebagai antagonis insulin

Kelenjar Paratiroid

Jumlah 4 buah
Kelenjar paratiroid menempel pada bagian
anterior dan posterior kedua lobus kelenjar tiroid
Terdiri dari dua jenis sel :
chief cells (bagian terbesar dari kelenjar
paratiroid, mensintesa dan mensekresi hormon
paratiroid atau parathormon disingkat PTH)
oxyphill cells
Parathormon mengatur metabolisme kalsium dan
posfat tubuh
Organ target : tulang, ginjal dan usus kecil
(duodenum).

Gambar

LanjutPTH

Tulang
PTH mempertahankan resorpsi tulang sehingga
kalsium serum meningkat.
Sebagian besar kalsium disimpan di tulang maka efek
PTH lebih besar terhadap tulang.
Tubulus ginjal
PTH mengaktifkan vitamin D
Meningkatkan reabsorpsi Ca dan Mg di tubulus ginjal,
meningkatkan pengeluaran Posfat, HCO3 dan Na.
Intestin
Dengan vitamin D yang aktif akan terjadi peningkatan
absorpsi kalsium dan posfat dari intestin.
Faktor yang mengontrol sekresi PTH :
Kadar kalsium serum
PTSH (paratyroid stimulating hormon)

Kelenjar Pankreas

Pankreas terletak di retroperiotoneal


rongga abdomen bagian atas, dan
terbentang horizontal dari cincin duodenal
ke lien.
Panjang sekitar 10-20 cm dan lebar 2,5-5
cm. mendapat pasokan darah dari arteri
mensenterika superior dan splenikus.
Fungsi :
Eksokrin (sel accini)
Endokrin (sel pulau langerhans)

Sel langerhans (islet langerhans)

Terdiri :
Sel alfa glukagon
Sel beta insulin
Sel delta hormon pertumbuhan
(somatostatin) namun fungsinya belum jelas
diketahui.
Organ sasaran insulin dan glukagon : hepar,
otot dan jaringan lemak
Fungsi berkebalikan
Peranan penting : dalam metabolisme
karbohidrat, protein dan lemak

Glukagon

Efek : kadar gula darah >>>


Kadar gula darah <<< glukagon >>>
Efek glukagon ini juga sama dengan efek kortisol,
GH dan epinefrin.
Dalam meningkatkan kadar gula darah :
Merangsang glikogenolisis (pemecahan glikogen
menjadi glukosa)
Meningkatkan transportasi asam amino dari otot
(asam amino darah meningkat)
Meningkatkan glukoneogenesis (pemecahan
glukosa dari yang bukan karbohidrat).
Metabolisme lemak, glukagon meningkatkan
lipolisis (pemecahan lemak).

Insulin

Merupakan hormon anabolik


Efek :
Hepar
Meningkatkan sintesa dan penyimpanan glukosa
Menghambat glikogenolisis, glukoneogenesis dan ketogenesis
Meningkatkan sintesa trigliserida dari asam lemak bebas di
hepar
Otot
Meningkatkan sintesis protein
Meningkatkan transportasi asam amino
Meningkatkan glikogenesis
Jaringan lemak
Meningkatkan sintesa trigliserida dari asam lemak bebas
Meningkatkan penyimpanan trigliserida
Menurunkan lipolisis

Kelenjar Adrenal

Terletak di kutub atas kedua ginjal (kelenjar : supra


renalis atau anak ginjal)
Bentuk : agak memipih, triangular
Terdiri dari :
Kapsula : jaringan ikat fibrosa
Korteks (adrenokortikal : hormon steroid :
mineralokortikoid, glukokortikoid, dan hormon seks)
esensial utk kehidupan
zona glomerulosa:
sel kolumner pendek berkelompok massa oval
zona fasciculate
zona reticularis
Medulla (epinefrin dan norepinefrin) kurang esensial
(menunjang dalam ketahanan hidup dan kesejahteraan)

Mineralokortikoid

Dibentuk pada zona glomerulosa korteks adrenal.


Mineralokortikoid (pada manusia terutama adalah
aldosteron)
Fungsi :
Mengatur keseimbangan elektrolit dengan
meningkatkan retensi natrium dan ekskresi kalium
Membantu dalam mempertahankan tekanan darah
normal dan curah jantung.
Defisiensi mineralokortikoid (penyakit Addisons)
Hipotensi, hiperkalemia, penurunan curah jantung,
dan dalam kasus akut, syok.
Kelebihan mineralokortikoid
Mengakibatkan hipertensi dan hipokalemia.

Glukokortikoid

Glukokortikoid dibentuk dalam zona fasikulata.


Kortisol merupakan glukokortikoid utama pada
manusia.
Fungsi :
Metabolisme glukosa (glukoneogenesis) yang
meningkatkan kadar glukosa darah
Metabolisme protein
Keseimbangan cairan dan elektrolit
Inflamasi dan imunitas
Menghadapi stresor.

Hormon seks

Korteks adrenal mensekresi


sejumlah kecil steroid seks dari
zona retikularis.
Umumnya : sekresi androgen dan
estrogen < kelenjar gonad

Produksi : membantu
mempertahankan jaringan ikat
(substansi interseluler)

Gejala klinis :
Androgen >>> Virilisme
Estrogen >>> (karsinoma
adrenal) ginekomastia dan
retensi natrium dan air.

Kelenjar Gonad

Terbentuk pada minggu-minggu pertama


gestasi dan tampak jelas pada minggu
kelima.

Diferensiasi jelas dengan mengukur kadar


testosteron fetal terlihat jelas pada
minggu ke tujuh dan ke delapan gestasi.

Keaktifan kelenjar gonad terjadi pada


masa prepubertas dengan meningkatnya
sekresi gonadotropin (FSH dan LH) akibat
penurunan inhibisi steroid..

Testis

Normal : dua buah testis


Fungsi :
organ endokrin
organ reproduksi
Mekanisme :
Menghasilkan hormone testosteron dan estradiol dibawah
pengaruh LH.
Testosteron diperlukan untuk mempertahankan
spermatogenesis.
FSH diperlukan untuk memulai dan mempertahankan
spermatogenesis.
Estrogen mempunyai efek menurunkan konsentrasi
testosteron melalui umpan balik negatif terhadap FSH.
Kadar testosteron dan estradiol menjadi umpan balik
negatif terhadap LH.

Testis.gambaran seluler

Sel Leydig

Lanjut.testis

Fungsi testis sebagai organ reproduksi


berlangsung di tubulus seminiferus.
Fetus :
Efek testosteron pada fetus merangsang
diferensiasi dan perkembangan genital ke arah
pria.
Masa pubertas
Hormon ini akan merangsang perkembangan
tanda-tanda seks sekunder seperti
perkembangan bentuk tubuh, pertumbuhan dan
perkembangan alat genital, distribusi rambut
tubuh, pembesaran laring dan penebalan pita
suara serta perkembangan sifat agresif.
Sebagai hormon anabolik, akan merangsang
pertumbuhan dan penutupan epifise tulang

Ovarium

Fungsi : organ endokrin dan organ reproduksi.


Organ endokrin:
Menghasilkan hormon estrogen dan progesteron.
Organ reproduksi :
Menghasilkan ovum (sel telur) setiap bulannya pada
masa ovulasi untuk selanjutnya siap untuk dibuahi
sperma.
Estrogen dan progesteron akan mempengaruhi
perkembangan seks sekunder, menyiapkan
endometrium untuk menerima hasil konsepsi serta
mempertahankan proses laktasi.
Estrogen dibentuk di sel-sel granulosa folikel dan sel
lutein korpus luteum. Progesteron juga dibentuk di sel
lutein korpus luteum

Ovarium ..gambaran seluler

A. Korteks
B. Medulla
Sel-sel folikel estrogen
Corpus luteum estrogen dan progesteron