Anda di halaman 1dari 33

Kasus Suami-Istri

Keracunan
Kelompok E9
LISA AMBALINGGI
JIMMY CHRISTEVEN
JANETTY
HARY TRI ATMAJA
NOVITA SARI
SUWANDI KHOWANTO
JESSICA
SITI NUR AFIQAH BINTI MD HANIF

102012032
102012045
102012109
102012189
102012193
102012264
102012373
102012486

SKENARIO
Suatu hari anda didatangi penyidik dan
diminta untuk membantu mereka dalm
memeriksa suatu tempat kejadian perkara
(TKP). Menurut penyidik , tkp adalah sebuah
rumah yang cukup besar milik seorang
pegusaha perkayuan yang terlihat sukses. Tadi
pagi si pengusaha dan isterinya ditemukan
meninggal dunia didalam kamarnya yang
terkunci didalam. Anaknya yang pertama kali
mencurigai hal ini (pukul 08.00) karena si ayah
yang biasanya bangun untuk lari pagi, hari ini
belum keluar dari kamarnya. Ia bersama
dengan pak ketua RT melaporkan kepada polisi

SKENARIO
Penyidik telah membuka kamar tersebut dan
menemukan kedua orang tersebut tiduran
ditempat tidurnya dan dalam kedaan mati,
tidak ada tanda-tanda perkelahian diruang
tersebut, segalanya masih tertata rapi
sebagaimana biasa, tutur anaknya. Dari
pengamatan sementara tidak ditemukan lukaluka pada kedua mayat dan tidak ada barang
yang hilang. Salah seorang penyidik ditelepon
oleh petugas asuransi bahwa ia telah
dihubungi oleh anak si pengusaha berkaitan
dengan kemungkinan klaim asuransi jiwa
pengusaha tersebut.

ISTILAH YG TIDAK
DIKETAHUI
-

Rumusan Masalah
Sepasang suami istri ditemukan
meninggal, terkunci dari dalam
kamarnya

MIND MAP
Aspek
Medikolegal
Aspek
hukum

Visum et
Revertum

toksikologi

Teknik
Autopsi

RM

Pemrk. TKP

Identifikasi
forensik
Tanatologi

Hipotesis
Kematian suami istri tersebut
dikarenakan keracunanan

Identifikasi forensik

Pemeriksaan sidik jari


Pemeriksaan dokumen
Pemeriksaan pakaian dan perhiasan
Identifikasi medik
Pemeriksaan gigi
Pemeriksaan serologik
Metode eksklusi
Identifikasi potongan tubuh manusia (kasus
mutilasi)
Identifikasi kerangka

Autopsi
Autopsi adalah pemeriksaan terhadap
tubuh mayat (bagian tubuh luar maupun
bagian dalam)
dengan
tujuan
menemukan
proses
penyakit dan atau adanya cedera,
melakukan interpretasi atas penemuan
penemuan tersebut,
menerangkan penyebabnya serta mencari
hubungan sebab akibat antara kelainankelainan
yang
ditemukan
dengan
penyebab kematian.

saan Medis
1

Pemeriksaan Luar
Label mayat: Tutup mayat: Bungkus mayat: Pakaian: Perhiasan: Tidak ditemukan
Benda di samping mayat:

Tanda kematian:
Lebam mayat
Kaku mayat
Suhu tubuh
Pembusukan

: -,Warna Kulit : -,Keadaan


gizi : -,Tinggi badan :
-,Berat badan : -.
Identifikasi khusus: Tattoo :
-,Jaringan parut : -,Anomali
:Pemeriksaan rambut: Pemeriksaan mata: Pemeriksaan daun telinga
dan hidung:
Pemeriksaan terhadap
mulut dan rongga mulut: Pemeriksaan alat kelamin
dan lubang pelepasan: Pemeriksaan terhadap
tanda-tanda kekerasan :
letak luka, jenis, arah, tepi,
sudut, dasar, ukuran luka.
Pemeriksaan terhadap
patah tulang: -

iksaan Dalam
n1

Lidah : Tonsil : Kerongkongan : Batang tenggorok : Rawan gondok : Arteria karotis interna : Kelenjar timus : Paru-paru : -

Aorta thorakalis : Tidak


ada kelainan
Aorta abdominalis
:
Tidak ada kelainan
Ginjal : Tidak ada
kelainan
Hati, kandung empedu,
dan pankreas : Tidak ada
kelainan
Limpa dan kelenjar getah
bening : Tidak ada
kelainan
Lambung dan Usus: Tidak
ada kelainan
Otak besar, otak kecil, dan
batang otak : Alat kelamin dalam: Tidak
ada kelainan

aan Medis

Pemeriksaan Luar
Label mayat: Tutup mayat: Bungkus mayat: Pakaian: Perhiasan: Tidak ditemukan
Benda di samping mayat:
Tanda kematian:
Lebam mayat
Kaku mayat
Suhu tubuh
Pembusukan

laki,Bangsa : -,Ras : -,Umur


: -,Warna Kulit : -,Keadaan
gizi : -,Tinggi badan :
-,Berat badan : -.
Identifikasi khusus: Tattoo :
-,Jaringan parut : -,Anomali
:Pemeriksaan rambut: Pemeriksaan mata: Pemeriksaan daun telinga
dan hidung:
Pemeriksaan terhadap
mulut dan rongga mulut: Pemeriksaan alat kelamin
dan lubang pelepasan: Pemeriksaan terhadap
tanda-tanda kekerasan :
letak luka, jenis, arah, tepi,
sudut, dasar, ukuran luka.
Pemeriksaan terhadap
patah tulang: -

meriksaan Dalam
rban 2

Lidah : Tonsil : Kerongkongan : Batang tenggorok : Rawan gondok : Arteria karotis interna : Kelenjar timus : Paru-paru : -

Jantung : Aorta thorakalis : Tidak


ada kelainan
Aorta abdominalis
:
Tidak ada kelainan
Ginjal : Tidak ada
kelainan
Hati, kandung empedu,
dan pankreas : Tidak ada
kelainan
Limpa dan kelenjar getah
bening : Tidak ada
kelainan
Lambung dan Usus: Tidak
ada kelainan
Otak besar, otak kecil, dan
batang otak : Alat kelamin dalam: Tidak
ada kelainan

Hasil pada SKENARIO

Tidak didapati hasil yang


berarti

Tanatol
ogi
bagian dari ilmu kedokteran
forensik yang memperlajari
kematian dan perubahan yang
terjadi setelah kematian serta
faktor yang mempengaruhi
perubahan tersebut

Mati somatik (mati klinis)


Mati suri (suspended
animation, apparent death)
Mati seluler (mati molekuler)

Tanda pasti kematian


Lebam mayat (livor mortis)
mulai tampak 20-30 menit pasca mati, makin
lama intensitasnya bertambah dan menjadi
lengkap dan menetap setelah 8-12 jam.
Kaku mayat (rigor mortis).
mulai tampak kira-kira 2 jam setelah mati
klinis, dimulai dari bagian luar tubuh (otototot kecil) ke arah dalam (sentripetal).
Setelah mati klinis 12 jam kaku mayat
menjadi lengkap
Algor mortis / penurunan suhu
Algor mortis mulai terjadi saat 4 jam postmortem. Suhu organ dalam mulai menurun
sejak 5 jam post-mortem dan seluruh tubuh
menjadi dingin sejak 12 jam post-mortem.
Algor mortis / penurunan suhu mayat terjadi
karena lepasnya kalor tubuh ke lingkungan.

Pembusukan
Sebelum terjadi pembusukan, lalat sudah berkerumun di
sekitar mayat mulai 18 jam post-mortem. Sedangkan
pembusukan sendiri terjadi mulai saat 24 jam postmortem. Pada 26 jam post-mortem, lalat mulai bertelur di
tubuh mayat. Larva muncul 36 48 jam post-mortem.
Umur larva dapat digunakan untuk memperkirakan usia
mayat. / lilin mayat
Adipocere
Adipocere diakibatkan oleh hidrolisis dan hidrogenasi
jaringan lemak akibat lesitinase (enzim yang dihasilkan
oleh Clostridium welchii)
Mumifikasi
Mumifikasi terjadi melalui pengurangan tubuh mayat
sehingga mengakibatkan penurunan proses pembusukan
dan pengerukan organ
Saponifikasi
Saponifikasi merupakan kejadian yang ditandai dengan
munculnya cairan berwarna putih, lunak dan berbau
busuk

Tanda tidak pasti


kematian
pernafasan berhenti, dinilai selama > 10 menit
terhentinya sirkulasi, dinilai selama15 menit,
nadi karotis tidak teraba
kulit pucat
tonus otot menghilang dan relaksasi
pembuluh darah retina mengalami segmentasi
beberapa menit setelah kematian
pengeringan kornea menimbulkan kekeruhan
dalam waktu 10 menit

Toksikologi
Berdasarkan sumber, asal racun
dapat dibagi menjadi:
tumbuh-tumbuhan: opium (dari
Papaver somniferum), kokain, kurare,
aflatoksin (dari Aspergilus niger)
Herwan:bisa/toksin ular/ laba-laba/
hewan laut
Mineral: arsen, timah hitam
sintetik : heroin.

Berdasarkan tempat dimana ia


berada, racun dapat dibagi
menjadi :
-Keracuanan CO
-racun di alam bebas (terdapat di rumah
tangga) : deterjen, desinfektan, insektisida,
pembersih (cleaners).
-Racun yang digunakan dalam pertanian:
insektisida, herbisida, pestisida.
-Racun yang digunakan dalam industri dan
laboratorium : asam dan basa kuat, logam berat.
-Racun yang terdapat dalam makanan : sianida
(CN) dalam singkong, toksin bitulinus, bahan
pengawet
-Racun dalam bentuk obat : hipnotik, sedatif.

Pemeriksaan Tempat Kejadian


Perkara (TKP)

Keadaan tempat atau ruang TKP itu tenang dan


teratur rapi bunuh diri
Pemeriksaan ditujukan untuk menjelaskan
apakah mungkin meninggal akibat keracunan
Memeriksa apakah terdapat obat-obatan atau
barang yang dapat dicurigai sebagai korban
keracunan.

Visum et Repertum
menguraikan segala sesuatu tentang
hasil pemeriksaan medik yang
tertuang di dalam bagian
pemberitaan, yang karenanya dapat
dianggap sebagai pengganti barang
bukti.
Tujuan :
Memberikan kenyataan (barang bukti)
pada hakim.
Menyimpulkan berdasarkan hubungan
sebab akibat.
Memungkinkan hakim memanggil

Visum et Repertum Jenazah


Sesuai dengan yang diminta penyidik (kewajiban
dokter membantu peradilan pada pasal 133
KUHAP)
Harus sesuai dengan pemeriksaan yang diminta
(pemeriksaan luar saja, otopsi saja, dll)
Autopsi dilakukan setelah keluarga korban tidak
keberatan, atau bila dalam dua hari tidak ada
tanggapan apapun dari keluarga korban (ps 134
KUHAP)
Jenasah yang diperiksa dapat juga berupa
jenasah yang didapat dari penggalian kuburan
(ps 135 KUHAP)

Visum et Repertum Jenazah


Sesuai dengan yang diminta penyidik (kewajiban
dokter membantu peradilan pada pasal 133
KUHAP)
Harus sesuai dengan pemeriksaan yang diminta
(pemeriksaan luar saja, otopsi saja, dll)
Autopsi dilakukan setelah keluarga korban tidak
keberatan, atau bila dalam dua hari tidak ada
tanggapan apapun dari keluarga korban (ps 134
KUHAP)
Jenasah yang diperiksa dapat juga berupa
jenasah yang didapat dari penggalian kuburan
(ps 135 KUHAP)

Contoh VeR

Prosedur medikolegal
Kewajiban

Dokter

Membantu

Peradilan

diatur

dalam:
Pasal 133 KUHAP : mengatur kewajiban dokter untuk

membuat

keterangan ahli

Pasal 134 KUHAP : penyidik wajib memberitahu keluarga

korban
sampai 2

perihal bedah mayat , tetapi jika ditunggu


hari tidak ada tanggapan maka

penyidik

melakukan hal sesuai ketentuan


Pasal 179 KUHAP :Setiap orang yang diminta pendapatnya

sebagai ahli kedokteran kehakiman atau


lainnya wajib memberikan

dokter atau ahli

keterangan ahli demi keadilan

Bentuk Bantuan Dokter bagi Peradilan dan Manfaatnya

Pasal 184 KUHAP


1. Alat bukti yang sah adalah:

Keterangan saksi
Keterangan ahli
Surat
Petunjuk
Keterangan terdakwa

2. Hal yang secara umum sudah diketahui tidak perlu


dibuktikan

Pasal 186 KUHAP : Keterangan ahli ialah apa yang


seorang ahli nyatakan di sidang pengadilan

Asas Praduga Tak Bersalah


Praduga Tak Bersalahatau
"Presumption of Innocence" adalah
asas di mana seseorang dinyatakan
tidak bersalah hingga pengadilan
menyatakan bersalah
diatur dalamKitab Undang-Undang
Hukum Acara Pidana(KUHAP)
danUndang-Undang No. 48 Tahun
2009 tentang Kekuasaan

Asas Praduga Tak Bersalah


Setiap orang yang disangka, ditangkap,
ditahan, dituntut dan atau dihadapkan di muka
sidang pengadilan, wajib dianggap tidak
bersalah sampai adanya putusan pengadilan
yang menyatakan kesalahannya dan
memperoleh kekuatan hukum tetap.
Intinya asas praduga tak bersalah setiap
orang yang disangka, ditangkap, ditahan,
dituntut dan atau dihadapkan di muka
sidang pengadilan, wajib dianggap tidak
bersalah sampai adanya putusan
pengadilan yang menyatakan kesalahannya
dan memperoleh kekuatan hukum tetap.

Pembunuhan dari Aspek


Hukum
Pasal 338 KUHP
Barangsiapa dengan sengaja merampas
nyawa orang lain, diancam karena
pembunuhan, dengan pidana penjara
paling lama lima belas tahun.
Pasal 339 KUHP
Pembunuhan yang diikuti, disertai atau
didahului oleh suatu perbuatan pidana, yang
dilakukan dengan maksud untuk
mempersiapkan atau mempermudah
pelaksanaannya, atau untuk melepaskan diri
sendiri maupun peserta lainnya dari pidana
dalam hal tertangkap tangan, ataupun untuk
memastikan penguasaan barang yang
diperolehnya secara melawan hukum,
diancam dengan pidana penjara seumur hidup
atau selama waktu tertentu, paling lama dua
puluh tahun

Pembunuhan dari Aspek


Hukum

Pasal 351 KUHP


Penganiyaan diancam dengan pidana penjara paling lama
dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak
4500 rupiah.
Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang
bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama 5
tahun.
Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara
paling lama7 tahun.
Dengan penganiyaan disamakan sengaja merusak
kesehatan.
Pasal 353 KUHP
Penganiayaan dengan rencana terlebih
dahulu, diancam dengan pidana penjara
paling lama 4 tahun.
Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka
berat, yang bersalah dikenakan pidana
penjara paling lama tujuh tahun.
Jika perbuatan mengakibatkan mati, dia
dikenakan pidana penjara paling lama 9
tahun.

Kesimpulan
Seorang dokter berkewajiban untuk
membantu penyidikan suatu tindak
pidana,
Seorang dokter harus memiliki
kemampuan untuk membuat visum
serta hal-hal yang terkandung di
dalamnya meliputi
thanatology
forensic,
toksikologi
forensic, identifikasi forensic, serta halhal lainnya yang berkaitan dengan ilmu
kedokteran forensic.

Kesimpulan
Sebab mati : Pada kasus ini, jenazah
meninggal dengan sebab kematian
Cara kematian : Kematian tidak wajar dapat
terjadi sebagai akibat kecelakaan, bunuh diri
atau pembunuhan. Pada kasus ini, jenazah
meninggal dengan cara tidak wajar.
Mekanisme kematian : gangguan fisiologik dan
atau biokimiawi yang ditimbulkan oleh
penyebab kematian. Pada kasus ini,
kemungkinan mekanisme kematiannya karena
proses keracunan

h
i
s
a
k
a
m
i
r
e
T