Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN

KASUS
KERATITIS
Oleh : Elsa Restiana
Pembimbing : dr. M. Djoko S. Tardan, SpM

KASUS
Identitas Pasien
Nama
: Ny. N
Jenis Kelamin : Perempuan
Usia
: 46 Tahun
Status
: Sudah Menikah
Alamat
: Sungai Rasau
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Agama
: Islam
Tanggal Konsul : 27 Juli 2016

Keluhan
utama

Mata kanan kabur

Riwayat Penyakit Sekarang :


Pasien mengeluh pengelihatan pada mata kanannya
kabur seperti berembun sejak 3 minggu lalu. Keluhan
juga disertai oleh rasa nyeri dan gatal. Pasien
menyatakan bahwa pada saat gatal pasien mengucek
matanya. Pasien juga mengeluhkan mata kanannya
sering berair, silau dan perih terlebih bila melihat
cahaya. Pasien menyangkal adanya keluar kotoran
pada pagi hari. Pasien juga mengatakan bahwa dirinya
sudah mengobati sakit mata tersebut ke dukun dan
puskesmas namun, tidak juga membaik. Keluhan
demam dan nyeri tenggorokan disangkal oleh pasien.
Pasien menyatakan bahwa dirianga sering mengucekngucek matanya saat kemasukan debu.

Riwayat Penyakit Dahulu :


Pasien mengaku belum pernah merasakan keluhan yang sama
seperti yang ia rasakan saat ini. Riwayat penggunaan obatobatan seperti steroid, obat herbal topikal dan yang lainnya
dalam jangka panjang disangkal. Riwayat trauma pada mata,
operasi mata, hipertensi, diabetes mellitus disangkal

Riwayat Keluarga
Tidak ada anggota keluarga maupun orang-orang di dekat
pasien yang memiliki keluhan sama seperti yang dialami
pasien. Riwayat HT (-), DM
(-), Alergi (-) dalam keluarga. Riwayat penyakit menular
pada keluarga (-).

Status General
Kondisi

Umum : Baik
Kesadaran : Compos Mentis
Tanda-tanda Vital
Tekanan Darah
: 130/90 mmHg
HR
: 78x/menit
RR
: 20x/ menit
Temp.
: 36,5oC

Status Oftalmologi
Tajam

Penglihatan (Visus)

OD : 6/45
OS : 6/6

Konjungtiva

OD : kemerahan, injeksi siliar


Kornea OD : keruh, multiple infiltrate berbentuk
bulat (coin lesion), tepi berbatas tegas,
berwarna putih

DIAGNOSIS

OD Keratitis numularis

TATALAKSANA

Non medikamentosa :
Menyarankan

pasien untuk menggunakan kacamata


pelindung untuk menghindari paparan sinar
Edukasi pasien untuk menjaga kebersihan personal
dan lingkungan, menghindari menggosok atau
memegang mata yang sakit
Edukasi pasien untuk menerapkan obat dari dokter
secara teratur dan kontrol kembali menemui dokter

Medikamentosa:
Acyclovir

500 mg 4x1
Natrium diclofenac 50 mg 3x1
Dexamethasone sodium phosphate 0,1 % eye drop 3x2
gtt

PROGNOSIS

Ad vitam
: bonam
Ad functionam : dubia ad bonam
Ad sanactionam : dubia ad bonam

ANATOMI KORNEA
Kornea selaput
bening mata yang
tembus cahaya
Kejernihan kornea
dipengaruhi oleh
susunan dan keadaan
hidrasi dari serat
kolagen dalam stroma

KERATITIS

Definisi Peradangan pada kornea


Gejala :

Sensasi benda asing


Mata merah
Mata berair
Pengelihatan kabur
Fotofobia
Blepharospasme

Etiologi : infeksi (bakteri, virus, jamur, dan


acantamoeba), iritasi bahan kimia, keracunan
obat, alergi, dan konjungtivitis kronis

Patogenesis
KORNEA

Dilatasi
pembuluh
darah limbus
Reaksi
Inflamasi

Infeksi

Injeksi
Siliar
Infiltrate
keabuabuan

KERATITIS
BAKTERI

PENYEBAB

KERATITIS
JAMUR

KERATITIS VIRUS
Herpes Simplex
- Herpes Zoster
-

SUPERFISIALIS
- Epitelial
- Subepitelial
ANATOMI
PROFUNDA

KERATITIS BAKTERI
Infeksi

bakteri Staphylococcus,
Streptococcus, Pseudomonas dan
Enterobacteriacea
Identifikasi organisme dengan pewarnaan
Gram dan kultur
Gejala klinis :

mata merah
terasa sakit,
penglihatan silau,
penglihatan kabur,
sekret mukopurulen

KERATITIS JAMUR

Lebih jarang
Gejala :

Riwayat trauma terutama tumbuhan, pemakaian


steroid topikal lama
Lesi satelit
Tepi ulkus sedikit menonjol dan kering, tepi yang
ireguler dan tonjolan seperti hifa di bawah endotel
utuh
Plak endotel
Hypopyon, kadang-kadang rekuren
Formasi cincin sekeliling ulkus
Lesi kornea yang indolen

Identifikasi dg KOH

KERATITIS VIRUS

Keratitis Herpes Zoster

Virus herpes zoster


infeksi pada ganglion saraf trigeminus.
Gejala ini tidak melampaui garis median kepala.
Gejala : rasa sakit pada daerah yang terkena,
demam, penglihatan berkurang merah, vesikel
pada kelopak mata

Keratitis Herpes simpleks

herpes simpleks dan herpes zoster.


Keratitis herpetik: epitelial (dendritik) dan
stromal (diskiformis).

Keratitis Superfisial

Keratitis epitelial (Fluresens +)


Keratitis

Herpetik
Keratitis pungtata keratitis yang
terkumpul di daerah lapis epitel dengan
infiltrat berbentuk bercak-bercak halus

Keratitis

Subepitelial (Flourosens -)
Keratitis Nummularis :
Keratitis ini diduga oleh virus
Bentuk keratitis yang ditandai dengan
infiltrat bundar (nummus = keping uang
logam)
Keratitis ini berjalan lambat,
Unilateral

Keratitis stromal
Keratitis neuroparalitik
Keratitis et legoftalmus
Keratitis Profunda
Keratitis interstisial
Keratitis sklerotikans
Keratitis disiformis

DIAGNOSIS

Anamnesis
Keluhan utama:

merah dan sakit;

Penyerta:

Pemeriksaan Oftalmologi

sangat silau terhadap cahaya, blefarospasme,


penglihatan menurun, terasa mengganjal, terkadang
ada secret kotor, keluar air mata berlebihan

Tes Plasido
Tes Fluoresin
Pemeriksaan visus

Pemeriksaan Penunjang

PENATALAKSANAAN

Obat tetes mata atau salep mata antiradang,


antibiotik, anti jamur dan antivirus biasanya
diberikan untuk menyembuhkan keratitis.

PENCEGAHAN

Penggunaan kacamata pelindung dan topi


Higienitas sanitasi lingkungan yang bersih

PROGNOSIS

Prognosis umumnya Ad bonam karena (self


limiting disease), tergantung pada
pengobatan yang cepat dan sejauh mana
jaringan parut (sikatrik) kornea yang
terbentuk.
Keratitis ini bila sembuh bisa meninggalkan
jaringan parut (sikatrik) yang ringan.