Anda di halaman 1dari 28

1

FROZEN
SHOULDER
Disusun oleh: Afifurrahman, S.ked
Pembimbing: Dr. Yenny Fitrizar

Definisi
Suatu kondisi yang disebabkan oleh adanya

suatu reaksi peradangan kronik dan kekakuan


bahu yang didahului dengan bursitis, tendonitis
dan kapsulitis pada daerah persendian
glenohumeral sehingga menyebabkan
keterbatasan ROM aktif maupun pasif dan timbul
nyeri (sakit).

Anatomi

Sendi paling Mobile

fleksi 180
ekstensi 60
abduksi 180
adduksi 75
endorotasi 90
eksorotasi 90

Epidemiologi
Usia 40-60tahun

Perempuan >>> Laki-laki

10-20% DM

Etiologi

Cont
Teori Hormonal

Teori Genetik

AAOS (American Academy of


Orthopedic Surgeon) tahun
2007
Umumnya frozen shoulder terjadi 60% pada
wanita bersamaan dengan datangnya
menopause.
Beberapa studi mempunyai komponen genetik
dari frozen shoulder, contohnya ada beberapa
kasus dimana kembar identik pasti menderita
pada saat yang sama

Teori Autoimun

Diduga penyakit ini merupakan respon auto


immuno terhadap hasil-hasil rusaknya
jaringan lokal.

Teori Postur

Banyak studi yang belum diyakini bahwa


berdiri lama dan berpostur tegap
menyebabkan pemendekan pada salah satu
ligamen bahu.

Patofisiologi

Diagnosa Banding
Capsulitis
Tendinitis
adhesiva (Frozen bicipitalis
shoulder)

Bursitis
Subacromialis

Tendinitis Rotator
Cuff

gerakan aktif
maupun pasif
terbatas dan nyeri
pada sendi bahu.
Nyeri dapat
menjalar ke leher
lengan atas dan
punggung

Tidak dapat
mengangkat lengan
ke samping (abduksi
aktif), tetapi
sebelumnya sudah
merasa pegal-pegal
di bahu.

Banyak terjadi pada


orang yang
melakukan aktivitas
bahu melewati
kepala.

R/ trauma akibat
jatuh atau dipukul
pada bahu
dengan lengan
dalam posisi
adduksi serta
lengan bawah
supinasi.

Painful Arc Test +


Apley Scratch Test Speed Test +
+
Yergasons Test +

Drop-Arm Test / Test


Moseley +

10

Diagnosis
Nyeri Hebat

ANAMNESIS

Keterbatasan Lingkup
gerak sendi (LGS)

Keterbatasan:
Abduksi-internal rotasi
Abduksi-eksternal rotasi

Keterbatasan
Fungsional
Gangguan Tidur pada
sisi yang nyeri

Ketidakmampuan beraktivitas
sehari-hari dan rekreasi:
Mengancing bra
Menaut ikat pinggang
Menjangkau sabuk pengaman
Menyisir rambut
Melempar bola
dsb

11

Cont
Pemeriksaan Fisik

Appley scratch test

Pasien diminta menggaruk


daerah angulus medialis
skapula dengan tangan
sisi kontra lateral melewati
belakang kepala.

Tidak dapat
melakukan (+)

12

Cont
Pemeriksaan Fisik

Appley scarf test

Pasien diminta melakukan


fleksi bahu sampai 90
dan meletakkan tangan
menyilang secara
horizontal di depan dada
kontralateral di depan
bahu yang lain.

Nyeri (+)

13

Cont
Pemeriksaan Fisik

Lift off test

Pasien berdiri dengan


posisi bahu di internal
rotasi dan siku difleksikan
sementara dorsum tangan
menyentuh tulang
belakang. Kemudian
pasien diinstruksikan
untuk mengangkat tangan

Pasien tidak mampu


mengangkat tangan
melawan gravitasi
(+)

14

Cont
Pemeriksaan Fisik

Empty can test

Pasien diminta untuk


mengekstensi sendi siku
dengan lengan yang
abduksi dan jari menunjuk
ke bawah, kemudian
penderita disuruh untuk
melakukan elevasi lengan
sambil pemeriksa
melakukan tahanan
melawan gerakan tersebut

Pasien tidak mampu


(+)

15

Cont
Pemeriksaan Fisik

Yergasons test

Pasien diminta melakukan


fleksi aktif sendi siku
melawan tahanan sambil
pemeriksa melakukan
eksorotasi humerus,

nyeri sewaktu pasien


akan melakukan
supinasi tangan
melawan tahanan. (+)

indikasi tendinitis bicipitalis

16

Cont
Pemeriksaan Fisik

Speed Test

Pemeriksa memberikan
tahanan pada shoulder
pasien yang berada
dalam posisi fleksi,
secara bersamaan
pasien melakukan
gerakan supinasi
lengan bawah dan
ekstensi elbow.

peningkatan tenderness
di dalam sulcus
bicipitalis (+)

indikasi tendinitis bicipitalis

17

Cont
Pemeriksaan Fisik

Arm Drop Test

Pemeriksa
mengabduksikan
shoulder pasien sampai
90 dan meminta
pasien menurunkan
lengannya secara
perlahan-lahan atau
timbul nyeri pada saat
mencoba melakukan
gerakan tersebut

Nyeri (+)

cidera pada rotator cuff


complex.

18

Cont
Pemeriksaan Fisik

Painful Arc Test

Pemeriksa meminta
pasien melakukan
gerakan abduksi atau
mengangkat tangannya
ke arah samping.

Nyeri saat mencapai


lingkup gerak sendi antara
70120 (+)

indikasi bursitis shoulder

19

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan radiologi (x-ray untuk
menyingkirkan arthritis, tumor, dan
deporit kalsium) dan pemeriksaan MRI
atau arthrogram (dilakukan bila tidak
ada perbaikan dalam waktu 6-12
minggu)

20

PENATALAKSANAAN

21

Medikamentosa
Analgesik
Obat anti inflamasi nonsteroid
Relaksan otot
Suntikan kortikosteroid + anestesi

22

Rehabilitasi Medik
Terapi dingin
mengurangi spasme otot dan spastisitas, mengurangi
maupun membebaskan rasa nyeri, mengurangi edema dan
aktivitas enzim destruktif (kolagenase) pada radang sendi.
Kompres dingin
Teknik: masukkan potongan potongan es kedalam
kantongan yang tidak tembus air lalu kompreskan pada
bagian yang dimaksud. Lama: 20 menit, dapat diulang
dengan jarak waktu 10 menit.
Masase es
Teknik: dengan menggosokkan es secara langsung atau
es yang telah dibungkus. Lama: 5-7 menit. Frekuensi dapat
berulang kali dengan jarak waktu 10 menit.

23

Cont
Terapi panas
Diatermi gelombang pendek (short wave diathermy = SWD)
Diatermi gelombang mikro (microwave diathermy = MWD)
Diatermi ultrasound (utrasound diathermy = USD)

Ultrasound diathermy (US)


Gelombang suara dengan frekuensi diatas 17.000 Hz dengan
daya tembus yang paling dalam diantara diatermi yang lain.
Memberikan efek panas/ termal dan efek mekanik/

mikromasase, oleh karena itu banyak digunakan pada kasus


perlekatan jaringan

Dosis terapi 0,5-4 watt/cm2, lama pemberian 5-10 menit,

diberikan setiap hari atau 2 hari sekali.

24

Efek US:
Meningkatkan aliran darah
Meningkatkan metabolisme jaringan
Mengurangi spasme otot
Mengurangi perlekatan jaringan
Meningkatkan ekstensibilitas jaringan.

25

ELEKTROSTIMULASI: TENS (Transcutaneus Electrical


Nerve Stimulation)
Modalitas terapi fisik ini dapat dipergunakan untuk nyeri
akut maupun nyeri kronis, dan sering digunakan untuk
meredakan nyeri pada Frozen shoulder.
Letak elektroda yang biasa dipilih yaitu: daerah paling
nyeri, dermatom saraf tepi, motor point, trigger point, titik
akupuntur

26

LATIHAN

Shoulder wheel

Overhead pulleys

Finger ladder

27

Cont

Latihan Pendulum
Tubuh ditopang dengan

meletakkan lengan satunya


diatas meja , lengan digerakkan
ke depan dan ke belakang pada
bidang sagital (fleksi-ekstensi).
Makin lama makin jauh
gerakannya, kemudian gerakan
kesamping, dilanjutkan gerakan
lingkar (sirkuler).
Pemberian beban pada latihan
pendulum akan menyebabkan
otot memanjang dan dapat
menimbulkan relaksasi pada otot
bahu

28

Wand Exercise