Anda di halaman 1dari 33

Assalamualaikum.wr.

wb
Kami dari kelompok 09
Akan belajar mempersentasikan tugas pkn
Nama kelompok
Fikri fuad madani
Budi kurniawan
Rizki abdullah
Mustofa aziz
Khoirul zuhal

OTONOMI DAERAH

APA OTONOMI DAERAH ?


OTONOMI DAERAH ADALAH HAK DAN
KEWAJIBAN DAERAH OTONOM UNTUK
MENGATUR DAN MENGURUS SENDIRI
URUSAN PEMERINTAHAN DAN
KEPENTINGAN MASYARAKATNYA
SESUAI DENGAN PERATURAN
PERUNDANG UNDANGAN (Ps. 1
AYAT 5 DAN 6 UU No. 32 TH.2004).

APA ITU DAERAH OTONOM ?


DAERAH OTONOM ADALAH KESATUAN
MASYARAKAT HUKUM YANG MEMPUNYAI
BATAS BATAS WILAYAH YANG
BERWEWENANG MENGATUR DAN
MENGURUS URUSAN PEMERINTAHAN DAN
KEPENTINGAN MASYARAKAT SETEMPAT
MENURUT PRAKARSA SENDIRI
BERDASARKAN ASPIRASI MASYARAKAT
DALAM SISTEM NEGARA KESATUAN
REPUBLIK INDONESIA.

MENGAPA ADA OTONOMI


DAERAH ?

1. SEBAGAI WUJUD ADANYA


PERUBAHAN PARADIGMA DALAM
PELAKSANAAN PEMERINTAHAN
DIINDONESIA YANG SELAMA INI
(SEBELUM ERA REFORMASI)
BERSIFAT SENTRALISTIK TELAH
TIDAK SESUAI LAGI DENGAN
TUNTUTAN KEHIDUPAN
MASYARAKAT INDONESIA SAAT INI.

2. SEBAGAI WUJUD PELAKSANAAN


UUD 1945 Ps. 18
(1) NEGARA KESATUAN REPUBLIK
INDONESIA DIBAGI ATAS DAERAH
DAERAH PROVINSI DAN DAERAH
PROVINSI DIBAGI ATAS KABUPATEN DAN
KOTA, YANG TIAP TIAP PROVINSI,
KABUPATEN DAN KOTA ITU MEMPUNYAI
PEMERINTAH DAERAH, YANG DIATUR
DENGAN UNDANG UNDANG.
(2) PEMERINTAH DAERAH PROVINSI,
DAERAH KABUPATEN DAN KOTA
MENGATUR DAN MENGURUS SENDIRI
URUSAN PEMERINTAHAN MENURUT
ASAS
OTONOMI DAN TUGAS
PEMBANTUAN.

3. PEMERINTAH DAERAH DAPAT


MENINGKATKAN PELAYANAN DAN
KESEJAHTERAAN MASYARAKAT,
MENGEMBANGKAN KEHIDUPAN
DEMOKRASI, KEADILAN DAN
PEMERATAAN, SERTA
MEMELIHARA HUBUNGAN YANG
SERASI ANTARA PUSAT DAN
DAERAH DALAM MENJAGA
KEUTUHAN NEGARA KESATUAN
REPUBLIK INDONESIA.

TUJUAN PENYELENGGARAAN OTONOMI


DAERAH
1. PENINGKATAN PELAYANAN DAN
KESEJAHTERAAN MASYARAKAT YANG
SEMAKIN BAIK
2. PENGEMBANGAN KEHIDUPAN DEMOKRASI,
KEADILAN, DAN PEMERATAAN
3. PEMELIHARAAN HUBUNGAN YANG SERASI
ANTARA PUSAT DENGAN DAERAH DAN ANTAR
DAERAH DALAM RANGKA MENJAGA
KEUTUHAN NKRI
4. MENDORONG UNTUK MEMBERDAYAKAN
MASYARAKAT
5. MENUMBUHKAN PRAKARSA DAN
KREATIVITAS, MENINGKATKAN PERAN SERTA
MASYARAKAT, DAN MENGEMBANGKAN PERAN

SASARAN YANG AKAN DICAPAI


MELALUI KEBIJAKAN OTONOMI
DAERAH ?
1. PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK,
PENGEMBANGAN KREATIFITAS
MASYARAKAT DAN APARATUR PEMERINTAH
DAERAH.
2. KESETARAAN HUBUNGAN ANTARA
PEMERINTAH PUSAT DAN PEMERINTAH
DAERAH DALAM KEWENANGAN DAN
KEUANGAN.
3. PEMBERIAN JAMINAN UNTUK
MENINGKATKAN RASA KEBANGSAAN,
DEMOKRASI, DAN KESEJAHTERAAN
MASYARAKAT DI DAERAH.
4. PENCIPTAAN RUANG YANG LEBIH LUAS
BAGI KEMANDIRIAN DAERAH.

PEMERINTAHAN / KEKUASAAN
SENTRALISTIK TIDAK SESUAI DENGAN
TUNTUTAN MASYARAKAT SAAT INI ?
1. DALAM SISTEM KEKUASAAN
PEMERINTAHAN SENTRALISTIK
KEKUASAAN SEPENUHNYA DIATUR OLEH
PEMERINTAH PUSAT SEHINGGA
PEMERINTAH DAERAH MENJADI SANGAT
TERGANTUNG PADA PEMERINTAH PUSAT.
2. WILAYAH INDONESIA SANGAT LUAS DAN
PERMASALAHAN YANG DIHADAPI
MASYARAKAT DI TIAP TIAP DAERAH
SANGAT HETEROGIN.
3. KEBUTUHAN MASYARAKAT TIAP DAERAH
BERBEDA BEDA SESUAI DENGAN
PERMASALAHAN MASING MASING.

BAGAIMANA OTONOMI
DAERAH DILAKSANAKAN ?
I.

1)

2)

DASAR HUKUM:
Ps. 18 UUD 1945, UU No. 32 TH. 2004 TENTANG
PEMERINTAHAN DAERAH, DAN UU No. 33 TAHUN 2004
TENTANG PERIMBANGAN KEUANGAN ANTARA
PEMERINTAH PUSAT DAN PEMERINTAH DAERAH
Ps. 18 UUD 1945
NEGARA KESATUAN RI DIBAGI ATAS DAERAH DAERAH
PROVINSI DAN DAERAH PROVINSI DIBAGI ATAS
KABUPATEN DAN KOTA, YANG TIAP TIAP PROVINSI,
KABUPATEN, DAN KOTA ITU MEMPUNYAI
PEMERINTAHAN DAERAH YANG DIATUR DENGAN
UNDANG UNDANG.
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI, KABUPATEN, DAN
KOTA MENGATUR SENDIRI URUSAN PEMERINTAHANNYA
MENURUT ASAS OTONOMI DAN TUGAS PEMBANTUAN

3) PEMERINTAH DAERAH PROVINSI,


DAERAH KABUPATEN DAN KOTA
MEMILIKI DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
DAERAH YANG ANGGOTA ANGGOTANYA
DIPILIH MELALUI PEMILIHAN UMUM
4) GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA
MASING MASING SEBAGAI KEPALA
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI,
KABUPATEN DAN KOTA DIPILIH SECARA
DEMOKRATIS
5) PEMERINTAH DAERAH MENJALANKAN
OTONOMI SELUAS LUASNYA, KECUALI
URUSAN PEMERINTAHAN YANG OLEH
UNDANG UNDANG DITENTUKAN
SEBAGAI URUSAN PEMERINTAH PUSAT.

6) PEMERINTAH DAERAH
BERHAK MENERAPKAN
PERATURAN DAERAH DAN
PERATURAN PERATURAN
LAIN UNTUK MELAKSANAKAN
OTONOMI DAN TUGAS
PEMBANTUAN.
7) SUSUNAN DAN TATACARA
PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN DAERAH
DIATUR DALAM UNDANG
UNDANG.

II. DAERAH OTONOM:


DAERAH OTONOM DI INDONESIA DIBAGI
ATAS DAERAH PROPINSI, DAERAH
KABUPATEN DAN DAERAH KOTA (Ps. 3
AYAT 1 UU No. 32 TH 2004)
PEMBENTUKAN DAERAH OTONOM HARUS
MEMENUHI SYARAT : ADMINISTRASI,
TEKNIS DAN FISIK WILAYAH
PEMBENTUKAN DAERAH OTONOM HARUS
MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR FAKTOR :
POTENSI DAERAH, LUAS WILAYAH,
KEPENDUDUKAN, SOSIAL POLITIK, SOSIAL
BUDAYA, HANKAM DAN FAKTOR LAIN
YANG MEMUNGKINKAN
TERSELENGGARANYA OTONOMI DAERAH.

III. ASAS UMUM PENYELENGGARAAN


PEMERINTAHAN

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

ASAS
ASAS
ASAS
ASAS
ASAS
ASAS
ASAS

KEPASTIAN HUKUM
KEPENTINGAN UMUM
KETERBUKAAN
PROPORSIONALITAS
AKUNTABILITAS
EFISIENSI
EFEKTIVITAS

IV. ASAS ASAS PENYELENGGARAAN


PEMERINTAHAN DAERAH
(PEMERINTAH
PUSAT)

1. ASAS DESENTRALISASI : YAITU


PENYERAHAN WEWENANG
PEMERINTAHAN OLEH PEMERINTAH
PUSAT KAPADA DAERAH OTONOM
UNTUK MENGURUS DAN MENGATUR
URUSAN PEMERINTAHAN DALAM
SISTEM NEGARA KESATUAN
REPUBLIK INDONESIA, SEHINGGA
PADA AKHIRNYA MENJADI URUSAN
PEMERINTAH DAERAH

2. ASAS DEKONSENTRASI : YAITU


PELIMPAHAN WEWENANG
PEMERINTAHAN OLEH PEMERINTAH
PUSAT KEPADA GUBERNUR SEBAGAI
WAKIL PEMERINTAHAN DAN KEPADA
INSTANSI VERTIKAL WILAYAH TERTENTU.
DAN PADA HAKEKATNYA HAL ITU TETAP
MENJADI URUSAN PEMERINTAH PUSAT
3. ASAS TUGAS PEMBANTUAN (MEDE
BEWIND) : YAITU PENUGASAN DARI
PEMERINTAH PUSAT KEPADA
PEMERINTAH DAERAH DAN PEMERINTAH
DESA, ATAU DARI PEMERINTAH PROVINSI
KEPADA KABUPATEN / KOTA / DESA,
ATAU DARI PEMERINTAH KABUPATEN /
KOTA KEPADA PEMERINTAH DESA

V.
ASAS ASAS PELAKSANAAN
OTONOMI DAERAH (PEMERINTAH
DAERAH)
1. OTONOMI LUAS : YAITU
KEKUASAAN DAERAH UNTUK
MENYELENGGARAKAN
PEMERINTAHAN YANG MENCAKUP
KEWENANGAN SEMUA BIDANG,
KECUALI KEWENANGAN YANG
OLEH UNDANG UNDANG
DITETAPKAN TIDAK MENJADI
WEWENANG PEMERINTAH DAERAH

2. OTONOMI NYATA : YAITU


KELELUASAAN DAERAH UNTUK
MENYELENGGARAKAN
PEMERINTAHAN DIBIDANG TERTENTU
YANG SECARA NYATA ADA DAN
DIPERLUKAN UNTUK TUMBUH DAN
BERKEMBANG DI DAERAH
3. OTONOMI YANG BERTANGGUNG
JAWAB : YAITU PERWUJUDAN
PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI
KONSEKWENSI PEMBERIAN HAK DAN
KEWENANGAN KAPADA DAERAH
SEBAGAI WUJUD TUGAS DAN
KEWAJIBAN DAERAH DALAM
MENCAPAI TUJUAN OTONOMI

VI. HAK DAN KEWAJIBAN


PEMERINTAH DAERAH
HAK :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

MENGATUR DAN MENGURUS SENDIRI URUSAN


PEMERINTAH
MEMILIH PIMPINAN DAERAH
MENGELOLA APARATUR DAERAH
MEMUNGUT PAJAK DAERAH
MENDAPATKAN BAGI HASIL DARI [ENGELOLAAN
SUMBER DAYA ALAM DAN SUMBER DAYA LAINNYA
YANG ADA DI DAERAH
MENDAPATKAN SUMBER SUMBER PENDAPATAN
LAIN YANG SAH
MENDAPATKAN HAK LAINNYA YANG DIATUR
DALAM PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN
(Ps. 21 UU No. 32 TH 2004)

KEWAJIBAN
1. MELINDUNGI MASYARAKAT, MENJAGA
PERSATUAN, KESATUAN DAN
KERUKUNAN NASIONAL SERTA
KEUTUHAN NKRI
2. MENINGKATKAN KEHIDUPAN DEMOKRASI
3. MENGEMBANGKAN KUALITAS
KEHIDUPAN MASYARAKAT
4. MEWUJUDKAN KEADILAN DAN
PEMERATAAN
5. MENINGKATKAN PELAYANAN DASAR
PENDIDIKAN
6. MENYEDIAKAN FASILITAS KESEHARAN
7. DAN SEBAGAINYA (Ps. 22 UU No. 32 TH
2004)

VII. URUSAN PEMERINTAHAN YANG


MENJADI
URUSAN PEMERINTAH PUSAT:

1.
2.
3.
4.
5.

POLITIK LUAR NEGERI


PERTAHANAN
KEAMANAN
YUSTISI
MONETER DAN FISKAL
NASIONAL
6. AGAMA

PENYELENGGARAAN URUSAN
PEMERINTAHAN YANG MENJADI
WEWENANG PEMERINTAH PUSAT ?
1. PEMERINTAH MENYELENGGARAKAN
SENDIRI URUSAN PEMERINTAHAN
TERSEBUT
2. MELIMPAHKAN SEBAGIAN URUSAN
PEMERINTAHAN KEPADA GUBERNUR
SELAKU WAKIL PEMERINTAH
3. MENUGASKAN SEBAGIAN URUSAN
PEMERINTAHAN KEPADA
PEMERINTAH DESA BERDASAR ATAS
ASAS TUGAS PEMBANTUAN

VIII. PRINSIP PRINSIP PELAKSANAAN


DAERAH

OTONOMI

1. MEMPERHATIKAN ASPEK
DEMOKRASI, KEADILAN,
PEMERATAAN, POTENSI, DAN
KERAGAMAN DAERAH
2. DIDASARKAN ATAS OTONOMI
LUAS, OTONOMI NYATA, DAN
BERTANGGUNG JAWAB
3. OTONOMI LUAS DAN UTUH
DILETAKKAN PADA KABUPATEN /
KOTA, SEDANGKAN OTONOMI
PROPINSI MERUPAKAN OTONOMI
YANG TERBATAS

4. PELAKSANAAN OTONOMI HARUS SESUAI


DENGAN KONSTITUSI NEGARA SEHINGGA
TETAP TERJALIN HUBUNGAN PUSAT, DAERAH
DAN ANTAR DAERAH
5. HARUS MENINGKATKAN KEMANDIRIAN
DAERAH OTONOM SERTA DI DALAM
KABUPATEN DAN KOTA TIDAK ADA LAGI
WILAYAH ADMINISTRATIF
6. HARUS MENINGKATKAN PERANAN DAN
FUNGSI LEGISLATIF DAERAH DAN FUNGSI
ANGGARAN DALAM PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN DAERAH
7. ASAS DEKONSENTRASI DILETAKKAN PADA
PROPINSI SEBAGAI WILAYAH ADMINSTRASI
UNTUK MELAKSANAKAN KEWENANGAN
PEMERINTAHAN TERTENTU YANG
DILIMPAHKAN KEPADA GUBERNUR

IX. SUSUNAN PEMERINTAHAN


DAERAH
PEMERINTAHAN DAERAH ADALAH
PENYELENGGARAAN URUSAN
PEMERINTAHAN OLEH PEMERINTAH
DAERAH DAN DPRD MENURUT ASAS
OTONOMI DAN TUGAS PEMBANTUAN
DENGAN PRINSIP OTONOMI SELUAS
LUASNYA DALAM SISTEM DAN PRINSIP
NEGARA KESATUAN REPUBLIK
INDONESIA
UNSUR PENYELENGGARA
PEMERINTAHAN DAERAH ADALAH DPRD
DAN PEMERINTAH DAERAH

PEMERINTAH DAERAH TERDIRI ATAS


KEPALA DAERAH DAN PERANGKAT
DAERAH
UNSUR PERANGKAT DAERAH:
SEKRETARIAT DAERAH YANG DIPIMPIN
OLEH SEKRETARIS DAERAH
LEMBAGA DINAS DAERAH YANG
DIPIMPIN OLEH KEPALA DINAS
LEMBAGA TEKNIS DAERAH YANG
DIPIMPIN OLEH KEPALA BADAN
DAERAH
KECAMATAN YANG DIPIMPIN OLEH
CAMAT
KELURAHAN YANG DIPIMPIN OLEH

PEMERINTAHAN DAERAH ADA DUA


TINGKATAN YAITU PEMERINTAHAN
DAERAH PROPINSI YANG DIPIMPIN ULEH
GUBERNUR DAN PEMERINTAHAN
KABUPATEN / KOTA YANG DIKEPALAI OLEH
BUPATI / WALI KOTA YANG
BERKEDUDUKAN SEBAGAI KEPALA
DAERAH OTONOM DAN BERTANGGUNG
JAWAB KEPADA DPRD

GUBERNUR MEMILIKI PERAN ATAU


KEDUDUKAN GANDA YAITU :
SEBAGAI KEPALA DAERAH DAN
SEKALIGUS WAKIL PEMERINTAH
PUSAT DI DAERAH

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM


PERUMUSAN KEBIJAKAN PUBLIK DI
DAERAH ?

KEBIJAKAN PUBLIK ADALAH


PERATURAN PERUNDANGAN YANG
DIGUNAKAN SEBAGAI DASAR
TINDAKAN PEMERINTAH UNTUK
MENGATUR DAN MELAYANI
MASYARAKAT DALAM BERBAGAI
BIDANG KEHIDUPAN SEHARI - HARI

MACAM KEBIJAKAN PUBLIK ?


1. KEBIJAKAN DALAM PERATURAN
PERATURAN (TERTULIS):
KEBIJAKAN PEMERINTAH PUSAT /
NASIONAL :
- UUD 1945
- UU / PERPU
- PERATURAN PEMERINTAH
- PERATURAN PRESIDEN
- PERATURAN MENTERI,
KEPUTUSAN MENTERI, DAN
KEPUTUSAN DIREKTORAT.

KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH:


- PERATURAN DAERAH
- PERATURAN GUBERNUR
- PERATURAN BUPATI / WALIKOTA
- KEPUTUSAN KEPALA DINAS /
INSTANSI DAERAH
2. KEBIJAKAN DALAM PERATURAN YANG
TIDAK TERTULIS (KONVENSI) CONTOHNYA :
- PERATURAN TENTANG PEMBERIAN DANA
BANTUAN KORBAN BENCANA ALAM
- PERATURAN TENTANG PENGATURAN
DAN PENERTIBAN KAWASAN KOTA
- PERATURAN TENTANG UPAYA
PEMBANGUNAN
JALAN DAN SARANA
UMUM DLL.

SEKIAN DARI KAMI


BUAH MANGGIS
BUAH PEPAYA
TERIMA KASIH
ATAS PERHATIANNYA
WASSALAMUALAIKUM.WR.WB