Anda di halaman 1dari 22

Referat

INSTRUMEN SKRINING PERKEMBANGAN DAN PERILAKU


PADA ANAK

Pembimbing
: dr. Keswari, Sp.A
Disusun
: Lorenzo L. Rikumahu (12 610 50 146)
KEPANITERAAN ILMU KESEHATAN ANAK
FAKULTAS KEDOKTERAN UKI
2016

PENDAHULUAN

Skrining perkembangan dan perilaku merupakan sebuah standard instrumen


validasi yang telah diteliti kesensitifitasanya dalam mendeteksi anak dengan
kelainan dalam menentukan apakah seorang anak memiliki kelainan atau tidak

The American Academy of Pediatry merekomendasikan penggunaan alat


skrining standar yang tervalidasi pada tiga kali kunjungan kesehatan rutin yaitu
pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan 30 bulan

Pemeriksaan skrining dibagi atas pemeriksaan skrining umum mencakup semua


domain perilaku, dan pemeriksaan skrining spesifik fokus pada satu area
perkembangan.

DEFINISI
Kuantitatif

PERKEMBANGAN

Perubahan yang
bersifat
Kualitatif

Interaksi dengan
lingkungan

- Bertambah
kemampuan
(skill)
- Perkembangan emosi
- Perkembangan intelektual
- Tingkah laku (perilaku)
Soetjiningsih. Tumbuh Kembang Anak.
Ed.2. Jakarta : EGC , 2015.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


PERKEMBANGAN ANAK

Faktor Intrinsik

a. Ras (etnik atau bangsa)


b. Keluarga (genetik / keturunan)
c. Umur
d. Jenis kelamin

Faktor Eksterna

a. Gizi (pada saat ibu hamil), dan gizi


masa pertumbuhan
b. Kekurangan hormon
c. Penyakit infeksi
d. Stimulasi/rangsangan

TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN ANAK

PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK

Penilaian perkembangan anak dapat dinilai dengan menggunakan

Alat Skrining
(Instrumen Skrining perkembangan)
yang merupakan
prosedur yang didesain untuk mengidentifikasi anak yang harus mendapatkan
penilaian yang
lebih intensif.

Tujuan utama dari skrining adalah untuk mengidentifikasikan secepatnya ketidak


normalan perkembangan pada anak yang beresiko tinggi, sehingga penanganan
dapat dilakukan pada usia dini.

Skrining perkembangan anak


dibagi menjadi 2 macam
Skrinning yang dilakukan
oleh orang tuanya :
1. Parents Evaluation of
Developmental Status (PEDS)
2. Kuesioner Pra Skrining
(KPSP)

skrining perkembangan anak yang


dilakukan oleh tenaga ahli :
1.Checklist for Autism in Toddlers (CHAT)
2.Kuesioner deteksi dini gangguan pemusatan
perhatian dan hiperaktivitas (GPPH)
3. Bayley Scale of Infant Development (BSID)
4. Denver Development Materials
5. Fungsi Munchen
6. Cognitive Adaptive Test (CAT) atau Clinical
Linguistic & Auditory Milestone Scale (CLAMS)

I. Parents Evaluation of
Developmental Status (PEDS)
Glasoe

Mengembangkan
metode PEDS

membantu mendeteksi anak-anak yang mempunyai


resiko maupun yang tidak berisiko adanya
gangguan perkembangan dan tingkah laku.
Sensitivitas
74-79%

Spesifisitas
70-80%

PEDS (Parents Evaluation of Developmental Status)


dilakukan 1-2 kali setahun, yang dapat digunakan untuk anak umur 0-8 tahun.

Tujuan

Untuk mendeteksi :
gangguan

global/kognitif

Bahasa

ekspresif dan bahasa reseptif

motorik

kasar dan motorik halus,

emosi,

perilaku, kemandirian, sekolah,


lain-lain

Cara kerja
Petunjuk pengisian dan penilaian PEDS (Parents Evaluation of Developmental Status)

Langkah 1 : Mempersiapkan Orangtua


Jelaskan bahwa tujuan pelaksanaan PEDS (Parents Evaluation of Developmental Status) adalah untuk mengetahui perkembangan
dan tingkah laku anak.

Langkah 2 : Mengisi kolom nilai PEDS (Parents Evaluation of Developmental Status) sesuai usia anak

Langkah 3 : Tandai kotak pada lembar penilaian untuk setiap jawaban pada pertanyaan nomor 1.
Jika orang tua memberikan pernyataan Dahulu saya khawatir terhadap anak saya tetapi saat ini saya lihat dia dapat melakukan
lebih baik, tandai ini sebagai perhatian pada jenis perkembangan yang dimaksud. Sama halnya jika orangtua melaporkan bahwa
mereka hanya sedikit memperhatikan anaknya mengalami gangguan/kelainan, hal itu juga harus ditandai sebagai perhatian
terhadap kelainan yang terjadi pada anaknya.

Langkah 4 :Tandai kotak pada lembar penilaian untuk setiap jawaban atau perhatian orangtua pada pertanyaan
nomor 2-10
Untuk setiap nomor dengan jawaban Ya atau Sedikit, tandai sesuai dengan kotak pada lembar penilaian PEDS (Parents
Evaluation of Developmental Status). Jika orangtua tidak menulis apapun kecuali melingkari pilihan Ya atau Sedikit pada
pertanyaan nomor 2-10, lakukan pemeriksaan ulang dengan mengisi ulang lembar penilaian PEDS dengan wawancara atau tanya
jawab.
Langkah 5 : Jumlahkan hasil penilaian di lembar penilaian PEDS (Parents Evaluation of Developmental Status).
Kotak kecil abu-abu menunjukkan perhatian yang signifikan (berisiko terhadap gangguan perkembangan). Hitung jumlah pada kotak
kecil abu-abu pada kolom diatas dan tuliskan jumlahnya pada kotak besar abu-abu dibawahnya.
Kotak putih kecil menunjukkan perhatian yang tidak signifikan, tidak menunjukkan kemungkinan kelainan. Hitung jumlah kotak kecil
putih yang ditandai kemudian tuliskan jumlahnya pada kotak besar putih pada dasar lembar tersebut.

Langkah 6 : Tentukan langkah yang sesuai seperti pada lembar interpretasi PEDS (Parents Evaluation of
Developmental Status).
Nilai PEDS (Parents Evaluation of Developmental Status) yang ada pada formulir menunjukkan satu diantara lima bentuk penafsiran
(interpretasi). Cara-cara ini merupakan langkah yang paling akurat dalam menjawab setiap bentuk hasil PEDS (Parents Evaluation
of Developmental Status)

Langkah 7 : Lengkapi lembar penilaian


Disebelah kanan lembar penilaian PEDS (Parents Evaluation of Developmental Status) terdapat kolom untuk menulis keputusan

II.
Kuesioner Pra Skrining
Perkembngan (KPSP)

I. Checklist for Autism in Toddlers


(CHAT)

II. Kuesioner deteksi dini gangguan


pemusatan perhatian dan hiperaktivitas
(GPPH)

III. Bayley Scale of Infant


Development (BSID)

IV. Denver II

V. Fungsi Munchen

VI. Cognitive Adaptive Test (CAT) atau


Clinical Linguistic & Auditory Milestone Scale
(CLAMS)

GANGGUAN PERKEMBANGAN

DAFTAR PUSTAKA
1. Soetjiningsih. Tumbuh Kembang Anak.In. 2ed. Jakarta : EGC , 2015.
2. Poedarminta W. Kamus Umum Bahasa Indonesia

In. Jakarta : Balai Pustaka; 2010

3. Hurlock EB. Perkembangan Anak. In. 6ed. Jakarta: Penerbit Erlangga; 2015. p.149287
4. Soetjiningsih .Tumbuh Kembang Anak . In. 1ed. Jakarta : EGC ; 2012.
5. Needlman RD. Pertumbuhan dan Perkembangan.In.Waldo E. Nelson SW, editor.
Nelson
Ilmu Kesehatan Anak. 15ed. Jakarta : EGC;2012.
6. Husada B. Pedoman Kader Seri Kesehatan Anak.In. Jakarta Depkes RI; 2010.p43-58
7. Newell SRMSJ. Lecture No tes : Pediatrika. In. 7ed. Jakarta : Penerbit Erlangga; 2005.
p.46-8.Santrock JW. Masa Perkembangan anak. In. 11 ed. Jakarta : Penerbit Salemba
Humanika; 2011 p.205-215.
9. Engel J. Perkembangan.In : Wahyuningsih E, editor. Seri Pedoman Praktis Pengkajian
Pediatrik. 4ed.Jakarta : EGC 2011. P.255-274