Anda di halaman 1dari 11

Presented by Abdul Qodir

Pendahuluan
Demam dapat disebabkan oleh banyak penyebab yang

bervariasi
Penting untuk mengidentifikasi dan menangani pasien febris

dengan penyebab infeksi severe sepsis.


Terapi pasien febris yang tidak stabil dengan sepsis berat

meliputi maintenance oksigenasi yang adekuat serta perfusi


organ, mendapatkan specimen untuk kultur serta mulai
pemberian terapi antibiotik sesuai data empiris.

Tips khusus
Penting untuk mengidentifikasi febrile septic

patiens dengan atau tanpa lokasi sumber sepsis


yang jelas
Antibiotik tidak diberikan sembarangan pada kasus

non specific viral fever atau infeksi saluran nafas


bagian atas
Manifestasi klinik pada pasien geriatric bisaanya

tidak spesifik

Anamnesa
Anamnesa meliputi berat dan lamanya

demam, tanda dan gejala local, penyakit lain


yang menyertai, riwayat melakukan
perjalanan, riwayat imunisasi, riwayat kontak,
riwayat pengobatan, alergi, penyalahgunaan
obat atau alkohol
Catatan : jika terdapat riwayat perjalanan
maka daerah tujuan sangat penting untuk
diketahui karena ada penyekit tertentu terkait
dengan daerah tertentu

Pemeriksaan Fisik
AMS: mengantuk dan letargi mungkin merupakan indicator

tunggal pada sepsis berat pada pasien pediatric dan geriatric.


Kaku leher
Faringitis, tonsillitis dan sinusitis.
Periksa krepitasi pada paru yang mengindikasikan pneumonia
atau pada pericardial rub, atau adanya murmur kardiak untuk
mengindikasikan mioperikarditis atau endokarditis bacterial.
Nyeri tekan pada perut mengindikasikan adanya peritonitis,
apendisitis, kolesistitis, hepatitis atau divertikulitis.
Dysuri, frekuensi atau urgensi mengindikasikan adanya UTI
Selulitis, deep venous thrombosis pada ekstremitas bawah atau
vena pelvic atau adanya ulkus dekubitus terinfeksi.

Manajemen
Pada pasien Febris yang Stabil
adalah secara hemodinamik stabil, sadar penuh dan

secara klinis non-toksik


dapat mentolerir demam yang terjadi tanpa adanya
dekompensasi
tidak ada underlying disease yang serius
pemeriksaan fisik didapatkan normal
kemungkinan mengalami infeksi viral saluran nafas atau
demam akibat virus non spesifik jika demam yang terjadi
kurang dari 1 minggu.
Meliputi pasien dengan demam dan rash yang
mengindikasikan adanya measles, varicella, rubella atau
infeksi mononucleosis.

Manajemen
Pada Pasien Febris yang Tidak Stabil:
Jika ada hipotensi, dengan AMS, pasien berada dalam
keadaaan syok septi atau toksis secara klinis.
Demam memanjang lebih dari 1 minggu tanpa adanya
respon terhadap terapi.
Demam dengan penyebab local yang serius misalnya
meningitis atau apendisitis
Terdapat underlying disease yang serius seperti diabetes
atau sedang dalam keadaan immunocompromised akibat
kemoterapi kanker atau terapi steroid jangka lama.
Termasuk pasien dengan rash yang mengindikasikan DHF
atau disseminated meningococcaemia atau malaria (tanpa
rash).

Pemeriksaan
penunjang
FBC : termasuk hitung lekosit total, diff count,
hitung netrofil absolute, trombosit.
Cek GDA untuk mengetahui adanya komplikasi
hiperglikemi seperti KAD, terutama pada
seluruh pasien febris toksik, bahkan pada
pasien tanpa riwayat diabetes sebelumnya.
Urine dipstick dan kultur
Blood film untuk mencari parasit malaria
Kultur darah
CXR

Penatalaksanaan
Jika pasien dalam keadaan syok septic, lihat bab Sepsis/septic shock
Terapi simtomatis dengan antipiretik, seperti paracetamol 1g tiap 6 jam

atau pemberian NSAID seperti diklofenac (Voltaren) atau ibuprofen.


Catatan : Diklofenak (Voltaren), meskipun secara umum dapat
digunakan sebagai antipiretik, namun tidak diindikasikan untuk
mengatasi gejala demam yang timbul secara tunggal.
Antibiotik empiris (Ceftriaxone 1 g iv) harus diberikan pada pasien
sepsis setelah memperoleh specimen untuk pemeriksaan kultur darah.
Pada pasien dengan sepsis neutropeni, Ceftazidime 1 g dengan 11,5mg/kgBB Gentamycin harus diberikan pada pasien. Lihat bab
Oncology Emergencies
Untuk sepsis intraabdominal, ampicillin iv 500mg bersama dengan
gentamycin 80mg iv dan metronidazole 500mg iv atau Ceftriaxone 1 g
dengan metronidazole 500mg harus mulai diberikan.

Disposisi
MRS-kan pasien febris yang tidak stabil pada

medical department (High Dependency Unit atau


ICU)
Jika ada sepsis netropenik, MRS kan pada bagian
High Dependency Oncology Ward.
Jika berpotensi untuk dilakukan operasi akibat
sepsis intraabdominal, masukkan pada bagian
Bedah.
Rujuk pasien yang dicurigai menderita Dengue
Fever pada Medical SOC untuk FBC ulang. Lihat
Bab Dengue fever.