Anda di halaman 1dari 23

REHABILITASI MEDIK

PADA PENDERITA BELLS


PALSY

Definisi Bells
Palsy
Bells palsy merupakan paresis
nervus fasialis periver yang
penyebabnya tidak diketahui
(idiopatik) dan bersifat akut.

Sejarah Bells Palsy


Nama Bells Palsy diambil dari nama
orang pertama yang meneliti tentang
kelumpuhan saraf fasialis, serta distribusi
dan fungsinya..

Sir Charles Bell, pada tahun 1774.

EPIDEMIOLOGI
Insidensi tahunan bells
palsy adalah 15-30 per
100.000 orang
Mengenai semua usia dengan usia puncah
40 tahun
Terjadi lebih sering pada pasien dengan
diabetes dan wanita hamil

ETIOLOGI
4 teori yang dihubungkan
bells palsy
Teoridengan etiologi
Teori
iskemik
vaskuler: n.
terjadi
karna
gangguan
regulasi
sirkulasi
darah di
kanalis
fasialis

Teori Infeksi
Virus :
terjadi
proses
reaktivasi
Herpes
Simplex
Virus (HSV)
khususnya
type 1.

heredeter
:kanalis
fasialis
yang
sempit
pada
keturunan
atau
keluargany
a.

Teori
imunologi:
adanya
reaksi
imunologi
terhadap
infeksi virus
yang timbul
sebelumnya
.

PATOFISIOLOGI
etiologi

Menimbulkan
gejala klinik
(edema)

Kompresi n.
fasialis

Timbul
kerusakan :
permeabilitas
kapiler & edema
endotelium kailer

Terjadi
kebocoran
kapiler

Edema pd
jaringan dan
gangguan
aliran darah

Hipoksia &
asidosis yg
menyebabkan
kematian sel

Kerusakan
jaringan yang
permanen

Gejala Klinis
Timbul
Hilangnya
secara
semua
mendadak
Ekspresi
gerakan
kelumpuha
wajah
volunter
n pada
menghilan
(pada
salah satu
g
kelumpuha
sisi
n total)
wajahm

Gejala Klinis :
Dahi tidak dapat dikerutkan
Kelopak mata tidak dapat menutupi bola mata pada sisi yang lumpuh

Gerakan bola mata pada sisi yang lumpuh lambat, dan


bola mata berputar keatas bila memejamkna mata
(fenomena bells sign)
Sudut mata tidak dapat diangkat, lipat nasoblabialis
mendatar pada sisi yang lumpuh dan mencong pada ke
arah yang sehat.
Gejala penyerta :
Gangguan fungsi mengecap, hiperakusis, dan gangguan lakrimasi
(1,4,7.8.9)

Diagno
sis

Umumnya
diagnosis
dapat
ditegakkan
berdasarkan
gejala klinis
adanya
kelumpuhan
n.fasialis, dan
diikuti
beberapa
pemeriksaan
penunjang lain.

Rehabilitas Medik Pada penderita


Bells Palsy
Program Fisioterapi
1. Pemanasan
pemanasan superfisial dengan infra red
pemanasan dalam berupa Shortwave
Diathermy atau Microwave Diathermy
Stimulasi Listrik untuk menstimulasi otot
untuk mencegah atau memperlambat
terjadi atrofi sambil menunggu proses
regenerasi dan memperkuat otot yang
masih lemah.

Latihan otot-otot wajah dan massage


wajah
Latihan berupa mengangkat alis
tahan 5 detik, mengerutkan dahi,
menutup mata dan mengangkat
sudut mulut, tersenyum, bersiul atau
meniup
Message adalah manipulasi sistemik
dan ilmiah dan jaringan tumbuh
dengan maksud untuk
perbaikan/pemulihan.

Program Terapi Okupasi


Latihan gerak otot wajah diberikan
dalam bentuk aktivitas sehari-hari
atau dalam bentuk permainan.
Latihan dapat berupa latihan
berkumur, latihan minum dengan
menggunakan sedotan, latihan
meniuplilin,menutup mata, dan
mengerutkan dahi di depan cermin.

Program Sosial Medik


Penderita bells palsysering merasa
malu dan menarik diri dari
pergaulan.
Problem sosial biasanya
berhubungan dengan tempat kerja
dan biaya
Petugas sosial medik dapat
membantu mengatasi dengan
menghubungi tempat kerja,.

Program Psikologik
Untuk kasus-kasus tertentu dimana
ada gangguan psikis amat menonjol,
rasa cemas sering menyertai
penderita terutama pada penderita
muda, wanita, atau penderita yang
mempunyai profesi yang
mengharuskan ia sering tampil di
depan umum, maka bantuan seorang
psikolog sangat diperlukan

Program Ortotik Prostetik


Dapat dilakukan pemasangan y
plester dengan tujuan agar sudut
mulut yang sakit, tidak jatuh. Hal ini
dilakukan untuk mencegah
teregangnya otot Zygomaticus
selama parese dan mencegah
terjadinya kontraktur

TERIMAKASIH