Anda di halaman 1dari 33

Kelompok 1:

1. Aditya Mahendra DW (15 158 025)


2. Rahmat Novriyan (15 158 033)
3. Tri Hartono Rianto (15 158 036)

MANAJEMEN KEUANGAN LANJUTAN

MANAJEMEN TREASURI DAN MODAL


KERJA
Modul Chartered Accountant IAI
Universitas Andalas, 19 Desember 2015

MANAJEMEN TREASURI DAN MODAL KERJA


A. MENELUSURI KAS & MODAL KERJA BERSIH
B. OPERATING CYCLE & CASH CYCLE
C. ASPEK KEBIJAKAN KEUANGAN JANGKA PENDEK
D. RENCANA KEUANGAN JANGKA PENDEK
E. INVESTASI IDLE CASH
F. PENENTUAN TARGET SALDO KAS

MANAJEMEN TREASURI DAN MODAL KERJA

G. PENGELOLAAN PIUTANG DAGANG

H. KEBIJAKAN KREDIT

I. KEBIJAKAN PENGHASILAN

J. MANAJEMEN PERSEDIAAN

K. TEKNIK PENGELOLAAN PERSEDIAAN

A. MENELUSURI KAS & MODAL KERJA BERSIH


Aset lancar adalah kas dan aset lainnya yang diharapkan dapat
diubah menjadi kas dalam kurun waktu 1 tahun.
Liabilitas lancar adalah kewajiban yang jatuh tempo kurang dari
1 tahun.
Modal Kerja Bersih = Aset Lancar Liabilitas Lancar
Modal Kerja Bersih + Aset Tetap = Liabilitas Jangka Panjang +
Ekuitas
Modal Kerja = Kas + Aset Lancar Lainnya Liabilitas Jangka
Pendek
Kas = Liabilitas Jangka Panjang + Ekuitas + Liabilitas Jangka
Dari Persamaan
di atas
dapat
disimpulkan:
Pendek
Aset
Lancar
selain kas - aset tetap
Source of Cash

Uses of Cash

Meningkatkan liabilitas jangka panjang

Menurunkan liabilitas jangka panjang

Meningkatkan ekuitas

Menurunkan ekuitas

Meningkatkan liabilitas jangka pendek

Menurunkan liabilitas jangka pendek

Menurunkan aset lancar selain kas

Meningkatkan aset lancar selain kas

Menurunkan aset tidak lancar

Meningkatkan aset tidak lancar

A. MENELUSURI KAS & MODAL KERJA BERSIH


1. Modal Kerja Bersih = Aset Lancar Liabilitas Lancar
2. Modal Kerja Bersih + Aset Tetap = Liabilitas Jangka Panjang + Ekuitas
3. Modal Kerja = Kas + Aset Lancar Lainnya Liabilitas Jangka Pendek
4. Kas = Liabilitas Jangka Panjang + Ekuitas + Liabilitas Jangka Pendek
Aset Lancar selain kas - aset tetap

B. OPERATING CYCLE & CASH CYCLE


Operating Cycle adalah rentang waktu yang dibutuhkan untuk
membeli persediaan, menjualnya dan menerima pembayaran
dari penjualan tersebut.
Siklus ini terbagi menjadi 2 yakni:
1. Waktu yang dibutuhkan sejak membeli persediaan sampai
dengan menjualnya disebut inventory period/ inventory
days.
2. Waktu yang dibutuhkan untuk menjual persediaan hingga
menerima pembayaran dari penjualan disebut receivable
period/ account receivable days.
Cash Cycle adalah jumlah hari yang dibutuhkan mulai dari
membayar
hinggaCycle
menerima
kasPayable
dari pelanggan.
Cashpersediaan
Cycle = Operating
Account
Period

B. OPERATING CYCLE & CASH CYCLE


Inventory
Cash Paid
Puschase
for
d
inventory
1/12/2015 Inventory
7/12/2015
Period

Account Payable
Period

Inventory
Sold
9/12/2015

Payment
Received
19/12/201
5
Account Receivable Period

Cash Cycle
Operating Cycle

Bagan di atas menunjukkan aktivitas operasi dalam jangka pendek dan


arus kas dari perusahaan dagang. Kebutuhan pendanaan jangka pendek
diperlihatkan dengan selisih antara kas masuk dan kas keluar. Hal ini
berhubungan dengan rentang waktu dari operating cycle dan account
payable period, yaitu:
a. Kekurangan kas dapat ditutupi dengan pinjaman jangka pendek atau
memegang cadangan likuiditas dalam bentuk kas atau sekuritas yang
diperdagangkan

C. ASPEK KEBIJAKAN KEUANGAN JANGKA PENDEK

an Kebijakan Keuangan Jangka Pendek yang Fleksibel dan Terbat


Kebijakan
fleksibel

Kebijakan
terbatas

Saldo untuk kas dan


sekuritas yang
diperdagangkan

Tinggi

Saldo kas yang


rendah dan tidak
memiliki
sekuritas yang
diperdagangkan

Investasi pada persediaan

Besar

Kecil

Kebijakan penjualan secara


kredit

Syarat
Tidak ada
pembayarannya penjualan kredit
lunak sehingga
sehingga tidak
saldo piutang
adaakan
piutang
Kebijakan pendanaan jangka pendek
yang fleksibel
menambah biaya perusahaan tinggi
karena membutuhkan arus kas
keluar yang besar untuk meningkatkan kas, sekuritas jangka
pendek, persediaan dan piutang tetapi arus kas masuk akan
meningkat di masa depan.

C. ASPEK KEBIJAKAN KEUANGAN JANGKA PENDEK


Pengelolaan aset lancar merupakan trade of antara biaya yan
meningkat seiring peningkatan pada investasi (carrying cost) dan
biaya yang turun karena adanya investasi pada aset lancar
(shortage cost).
1. Carrying Cost terbagi menjadi dua tipe:
a. Opportunity Cost karena tingkat pengembalian aset lancar
rendah dibandingkan dengan aset lainnya
b. Biaya untuk memelihara nilai ekonomis dari persediaan,
misalnya gudang
2. Shortage Cost terjadi saat investasi di aset lancar rendah
Jika perusahaan kekurangan kas maka perusahaan terpaksa
menjual investasi jangka pendeknya, jika tidak cukup maka
perusahaan akan meminjam ke Bank.
3. Ada dua tipe shortage cost
a. Trading or order cost adalah biaya untuk menempatkan
pemesanan atas kas (biaya broker) atau persediaan
b. Cost related to safety reserves adalah biaya yang muncul
karena adanya kehilangan penjualan, kehilangan

C. ASPEK KEBIJAKAN KEUANGAN JANGKA PENDEK


Faktor-faktor yang Menentukan Kepemilikan Aset Likuid
di Perusahaan
Perusahaan yang memiliki
Perusahaan yang memiliki
aset likuid yang besar akan
aset likuid yang rendah
memiliki
akan memiliki
Kesempatan bertumbuh yang
tinggi

Kesempatan bertumbuh yang


rendah

Risiko investasi yang tinggi

Risiko investasi yang rendah

Perusahaan kecil

Perusahaan besar

Kredit perusahaan rendah

Kredit perusahaan tinggi

C. ASPEK KEBIJAKAN KEUANGAN JANGKA PENDEK


Carrying Cost & Shortage Cost
Dollar

Total Cost of
holding current
Carrying Cost
asset
Minimum point

Shotage costs

CA (the optimum amount of current


aseet), it will minimize cost

Amount of
current assets
(CA)

C. ASPEK KEBIJAKAN KEUANGAN JANGKA PENDEK


Kebijakan Fleksibel
Dollar
Minimum point

Total Cost
Carrying Cost

Shotage costs

CA (the optimum amount of current


aseet), it will minimize cost

Amount of
current assets
(CA)

C. ASPEK KEBIJAKAN KEUANGAN JANGKA PENDEK


Kebijakan Terbatas
Dollar

Minimum point

Total Cost

Carrying Cost

Shotage costs

CA (the optimum amount of current


aseet), it will minimize cost

Amount of
current assets
(CA)

D. RENCANA KEUANGAN JANGKA PENDEK


Terdapat 3 cara untuk pendanaan jangka pendek, yaitu:
1. Pinjaman bank tanpa jaminan
a. Perusahaan meminjam ke Bank dalam jangka pendek berupa
noncommitment line of credit atau committed line
i.

Noncommitted line of credit adalah perjanjian informal yang


memperkenankan perusahaan untuk meminjam sampai dengan batasan
tertentu tanpa melalui persetujuan kredit.
ii. Committed line adalah perjanjian formal dan umumnya melibatkan
commitment fee yang dibayarkan oleh perusahaan kepada bank.

b. Compensating balance adalah simpanan milik perusahaan di bank yang


tidak memperoleh pendapatan bunga. Compensating balance
meningkatkan tingkat bunga efektif pinjaman yang harus ditanggung
oleh perusahaan yang meminjam uang ke bank.
2. Pinjaman bank berjamin
Bank dan institusi keuangan lainnya sering mengharuskan perusahaan
untuk menyediakan jaminan atas pinjaman yang diberikan. Biasanya
jaminan untuk pinjaman jangka pendek adalah persediaan atau piutang
dagang.
3. Sumber pendanaan jangka pendek lainnya
Sumber pendanaan jangka pendek lainnya yang sering digunakan
perusahaan adalah commercial paper dan bankers acceptance.

E. INVESTASI IDLE CASH


Temporary Cash Surpluses
Terdapat dua alasan yang penting mengapa perusahaan memiliki surplus
kas temporer yaitu:
a. Aktivitas musiman atau siklikal
Beberapa perusahaan memiliki pola arus kas yang dapat diprediksi.
Mereka memiliki bulan-bulan tertentu dimana saldo kas mengalami
surplus dan bulan-bulan lainnya ketika saldo kas mengalami kondisi
defisit, misalnya perusahaan taman bermain (theme park) yang arus
kasnya dipengaruhi oleh musim liburan.

Jika terjadi suplus kas, maka surplus akan diinvestasikan ke sekuritas


jangka pendek namun jika terjadi defisit maka perusahaan dapat
menjual sekuritas jangka pendeknya atau meminjam uang ke bank.
b. Pendanaan untuk rencana pengeluaran di masa depan
Perusahaan juga dapat mengakumulasikan investasi sekuritas jangka

F. PENENTUAN TARGET SALDO KAS


Penentuan target saldo kas merupakan trade off antara
opportunity cost yang timbul karena memegang kas terlalu
banyak (kehilangan pendapatan bunga) dan trading cost yang
muncul karena memegang kas dalam jumlah sedikit.
Jika perusahaan memegang kas dalam jumlah yang sedikit,
maka biasanya perusahaan akan menjual investasi jangka
pendeknya agar saldo kas-nya meningkat.
1. Trading cost akan menurunkan seiring dengan peningkatan
saldo kas karena perusahaan tidak harus sering melakukan
sekuritas jangka pendek.
2. Opportunity cost akan meningkatkan seiring dengan
peningkatan saldo kas karena perusahaan tidak dapat
menginvestasikan saldo kasnya ke sekuritas jangka pendek.

F. PENENTUAN TARGET SALDO KAS


Hubungan kas dan biaya memegang kas (holding cost)
Cost of
dollars
of
holding
cash

Trading cost increase when the


firm must sell securities to
Total cost ofmeet cash needs
holding cash
Opportunity
Costs
The investment
income foregone when
holding cash
Trading costs
C*

Size of cash
balance

F. PENENTUAN TARGET SALDO KAS


Terdapat beberapa model untuk menentukan target saldo kas
yakni:
1. The Baumol Allais Tobbin (BAT)
model gambar:
Keterangan
C

Kas
ratarata

Tim
e
C

C = Cash Balance
C/2 = kas rata-rata
F = Biaya tetap untuk menjual
investasi jk pendek
T = Total saldo kas yg diperlukan
R = Opportunity cost jika
memegang kas
Opportunity
Cost: C/2 x R

Trading Cost:
T/C x F

C* =

F. PENENTUAN TARGET SALDO KAS


Terdapat beberapa model untuk menentukan target saldo kas
yakni:
2. The Miller Orr Model
$
U

Keterangan gambar:
U = Batas atas kas
C = Target kas
L = Batas bawah kas
C=L+

C
L

U=3xC3xL
Saldo Kas rata-rata = (4 x C
L)/3

F. PENENTUAN TARGET SALDO KAS


Terdapat beberapa model untuk menentukan target saldo kas
yakni:
3. Implikasi dari BAT model dan Miller-Orr Model adalah:
a. Semakin tinggi tingkat suku bunga maka semakin kecil
target saldo kas
b. Semakin besar order cost maka semakin tinggi target saldo
kas
4. Faktor lain yang mempengaruhi target saldo kas adalah :
a. Pinjaman kas
Biaya meminjam lebih mahal disbanding trading cost
sekuritas jangka pendek
b. Relative cost
Biaya untuk menjual dan membeli sekuritas jangka pendek
bagi suatu perusahaan dinilai tidak signifikan dibanding
dengan opportunity cost memegang kas

G. PENGELOLAAN PIUTANG DAGANG


Pengelolaan piutang dagang bagi perusahaan yang memiliki
saldo kas yang kecil dapat dilakukan dengan mengurangi biaya
pinjaman dan tingkat tak tertagihnya piutang serta menjaga
hubungan baik dengan pelanggan agar meningkatkan
penjualan.
Kelebihan dan Kekurangan dalam pengelolaan piutang secara
Pengelolaan
secara bebas
Pengelolaan secara ketat
bebas
dan ketat:
Meningkatkan penjualan dan
Mengurangi penjualan dan
keuntungan, tetapi :
keuntungan, tetapi :
Banyak
piutang
yang
tak Menguragi piutang yang tak
tertagih
tertagih
Meningkatkan biaya penagihan Mengurangi biaya penagihan
Meningkatkan biaya diskon
Mengurangi biaya diskon
Meningkatkan piutang
Mengurangi piutang
Penagihan yang lama
Penagihan yang cepat
Semakin besar beban bunga
Semakin kecil beban bunga

G. PENGELOLAAN PIUTANG DAGANG


Beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan yang
berhubungan dengan piutang dagang:
Syarat penjualan
Syarat penjualan terjadi ketika penjualan tunai atau kredit. Jika
penjualan kredit maka perusahaan akan menentukan:
a. Periode Kredit
Periode kredit adalah lamanya waktu kredit yang diberikan.
Biasanya perusahaan memberikan periode kredit antara 30
120 hari.
Beberapa faktor yang mempengaruhi periode kredit :
1. Ketahanan barang dan nilai jaminan
2. Permintaan konsumen
3. Biaya, keuntungan dan standarisasi
4. Risiko kredit
5. Jumlah piutang
6. Persaingan
7. Tipe pelanggan

H. KEBIJAKAN KREDIT
Kebijakan kredit merupakan prosedur perusahaan utnutk
menyeleksi pelanggan-pelanggan yang dapat atau tidak dapat
melunasi piutangnya. Terdapat lima faktor untuk mengevaluasi
kebijakan kredit :
1.
2.
3.
4.
5.

Efek terhadap pendapatan


Efek terhadap biaya
Biaya atas utang
Kemungkinan tak tertagih
Diskon tunai

Perusahaan memperoleh penagihan piutang yang lebih rendah


dari yang ditagihkan apabila pelanggan membayar pada
periode diskon.

I. KEBIJAKAN PENGHASILAN

Perusahaan harus memonitor penagihan piutang dengan cara:


1. Menganalisis rata rata hari penagihan piutang.
Peningkatan rata rata hari piutang di luar target yang
telah ditentukan harus dianalisis secara mendalam oleh
perusahaan.
2. Aging Schedule untuk menetukan efektivitas kebijakan
penagihan piutang perusahaan. Prosedur penagihan
piutang biasanya dilakukan dengan :
a. Mengirimkan pemberitahuan bahwa piutang pelanggan
telah melewati jatuh tempo
b. Menelepon pelanggan
c. Memperkerjakan perusahaan jasa penagihan piutang
d. Menempuh jalur hukum

J. MANAJEMEN PERSEDIAAN
Manajemen persediaan adalah keseimbangan antara nilai
persediaan untuk memenuhi penjualan atau permintaan
produksi yang dapat meminimalkan biaya persediaan.
Tipe-tipe persediaan:
Persediaa
Persediaa
Work In
n Bahan
n Barang
Process
Baku
Jadi
Biaya persediaan meliputi:
1. Biaya penyimpanan persediaan (carrying cost) yang terdiri
dari:
a. Biaya gudang; b. Asuransi dan pajak; c. Kerugian dari
keusangan atau pencurian barang; d. Opportunity cost dari
modal yang diinvestasikan pada persediaan
2. Shortage cost yaitu biaya yang timbul akibat tidak memiliki
cukup persediaan di gudang. Shortage cost dibagi menjadi
dua:
a. Restocking cost; b. Safety reserve cost atas hilangnya

K. TEKNIK PENGELOLAAN PERSEDIAAN


a. Metode ABC

Cumulative
Percentage of
Inventory Values

Metode ABC diterapkan untuk mengendalikan barang yang


bernilai tinggi dibandung dengan yang nilainya lebih rendah.
Metode ABC membagi persediaan dalam 3 kategori, yaitu A, B
dan C.
Persediaan A akan
lebih sering di
100
monitor dan dijaga
90
dengan lebih baik
dibandingkan
C
dengan persediaan
B
70
B dan C.
A
15

45

100

Cumulative Percentage of
Items Inventory

K. TEKNIK PENGELOLAAN PERSEDIAAN


b. EOQ Model
1. Model EOQ menentukan jumlah kuantitas persediaan yang
harus dipesan agar biaya persediaan menjadi seminimal
mungkin
2. Grafik EOQ adalah jumlah persediaan yang diperoleh dari
perpotongan kurva pemesanan dan kurva biaya
penyimpanan
3. EOQ ditentukan oleh biaya pemesanan dan biaya
penyimpanan persediaan.
a. Biaya penyimpanan = (EOQ/2) * biaya penyimpanan per
unit
b. Biaya pemesanan = (jumlah yang dibutuhkan / EOQ) *
biaya setiap kali pesan
c. Total biaya = biaya penyimpanan + biaya persediaan

K. TEKNIK PENGELOLAAN PERSEDIAAN


Total annual costs = annual ordering costs + annual holding costs

K. TEKNIK PENGELOLAAN PERSEDIAAN


c. Perpanjangan Model EOQ
Untuk meminimalisir resiko kekurangan persediaan yang dapat
menyebabkan hilangnya kesempatan menjual dan adanya
rentang waktu pemesanan hingga persediaan sampai di
perusahaan, maka perusahaan perlu menyusun:
a. Safety Stock
Tingkat minimum persediaan yang harus tersedia di
perusahaan
b. Reorder Point
Perusahaan
akan memesan persediaan jika persediaan
Gambar: Safety Stock
mencapai level kritis
Pada gambar, safety
200
0
Unit
s
400
200

stock adalah 200, jika


waktu pengiriman 2
hari, maka reorder
point adalah pada saat
Q = 400 di hari ke 18.
Safety Stock
18 20

Day

K. TEKNIK PENGELOLAAN PERSEDIAAN


Contoh Soal EOQ:
1. PT. Maju Jaya pada tahun yang akan datang
membutuhkan bahan baku sebanyak 240.000 Unit.
Harga bahan baku per unit Rp2.000. biaya pesan
untuk setiap kali melakukan pemesanan sebesar
Rp150.000, sedangkan biaya penyimpanan sebesar
25% dari nilai rata - rata persediaan.
Diminta :
a. berapa jumlah pemesanan yang paling ekonomis
( EOQ ) ?
b. berapa kali pemesanan yang harus dilakukan
dalam setahun ?
c. berapa
hari
sekali
perusahaan
melakukan
pemesanan ( 1 tahun = 360 hari ) ?
d. apabila waktu yang dibutuhkan dari saat memesan
sampai bahan baku tiba di perusahaan adalah 2

K. TEKNIK PENGELOLAAN PERSEDIAAN


Contoh Soal EOQ:
2. Perusahaan X membutuhkan bahan mentah karet
sebanyak 6.400 unit/tahun (1 tahun = 320 hari)
dengan harga Rp.50 setiap unit.
Dalam rangka pembelia tersebut dibutuhkan biayabiaya sbb:
biaya pengiriman pesanan =Rp.10/1 kali pesan
biaya administrasi = Rp.20/1 kali pesan
biaya penyelesaian pemesanan Rp 20 / 1 kali pesan
biaya penyimpanan di gudang = Rp. 1 /unit / tahun
Pertanyaan :
a. Tentukan EOQ
b. ROP jika Procuremen Lead Time (PLT) selama 6
hari.
c. Berapa kali pembelian bahan mentah karet dalam

K. TEKNIK PENGELOLAAN PERSEDIAAN


d. Material Requirement Planning
Prosedur yang digunakan untuk menentukan tingkat
pemesanan dan waktu produksi. MRP biasanya digunakan
untuk produk yang cukup rumit untuk diproduksi. MRP dapat
menentukan jumlah persediaan bahan baku yang harus
tersedia dan jumlah work in process untuk mencapai target
barang jadi.
e. Just in time
JIT bertujuan untuk meminimalisir persediaan, maka
persediaan dipesan berkala untuk meminimalisir kehabisan
persediaan.

TERIMA KASIH