Anda di halaman 1dari 18

Kelompok 1:

1. Aditya Mahendra DW (15 158 025)


2. Rahmat Novriyan (15 158 033)
3. Tri Hartono Rianto (15 158 036)

MANAJEMEN STRATEGIK
PEPSI Co. Diversification Strategy in 2008
CASE ANALYSIS
Universitas Andalas, 05 Agustus 2016

PENDAHULUAN
Profil Perusahaan
PepsiCo termasuk salah satu raksasa multinasional yang berkiprah di
bidang Food & Beverage dengan pendapatan lebih dari $39 milyar dan
memiliki lebih dari 185.000 pegawai.
Lahir dari mergernya dua perusahaan besar, Pepsi Cola Company
(1898) dan Frito Lay, Inc (1932), pada tahun 1965, PepsiCo
berkembang dengan melancarkan beberapa strategi utama, yaitu :
Diversifikasi produk, Inovasi produk yang baik bagi kesehatan dan
rendah kalori, Akuisisi strategis, Ekspansi internasional dan The Power
of One.
Dengan visi Meningkatkan secara berkelanjutan semua aspek di dunia
dimana PepsiCo beroperasi, baik lingkungan, sosial dan ekonomi,
menciptakan hari depan yang lebih baik daripada hari ini, PepsiCo
saat ini aktif dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup dan sumber
daya manusia, ini tercermin dalam slogan yang dikampanyekan oleh
PepsiCo yaitu Performance with purpose, Human, Environment, and
Talent.
Misi dari Pepsi Co, yaitu to make PepsiCo the worlds premier
consumer products company, focused on convenient foods and

PENDAHULUAN
Company History
PepsiCo Inc didirikan pada tahun 1965 ketika pemegang saham Pepsi-Cola dan Frito-Lay
menyetujui penggabungan antara dua perusahaan tersebut makanan ringan asin dan
minuman ringan raksasa.
Perusahaan yang baru didirikan ini mencatat pendapatan tahunan sebesar $ 510 juta dan
memiliki merek-merek terkenal seperti Pepsi-Cola, Mountain Dew, Fritos, Lay, Cheetos,
Ruffles, dan Rold Gold. Asal usul PepsiCo dapat ditelusuri pada 1898 ketika ahli farmasi
asal New Bern, North Carolina, Caleb Bradham menciptakan formula untuk minuman
berkarbonasi bernama Pepsi-Cola.
Bisnis cemilan asin perusahaan dimulai pada tahun 1932 ketika Elmer Doolin dari San
Antonio, Texas, memulai proses manufaktur dan pemasaran keripik jagung Fritos,
sementara Herman Lay memulai memulai bisnis distribusi keripik kentang di Nashville,
Tennessee. Pada tahun 1961, Doolin dan Lay menyetujui merger antara usaha mereka
untuk mendirikan Perusahaan Frito-Lay.

PENDAHULUAN

Dimulai pada tahun 1997, perusahaan ini fokus pada empat strategi:
- Inovasi produk
- Aliansi yang kuat dengan distributor
- Ekspansi secara internasional
- Strategi akuisisi
Strategi akuisisi ini adalah salah satu bagian dari strategi diversifikasi yang
dilakukan oleh Pepsi Co. Lebih lengkapnya, berikut ini adalah 3 strategi
diversifikasinya:
1. Mergers
Pepsi Co. merupakan hasil merger dari Pepsi-Cola dengan Frito-Lays pada
tahun 1966.
2. Acquisition
Perusahaan-perusahaan yang telah diakuisisi oleh Taco Bell, Quacker Oats,
7UP International, dan lain-lain.
3. Partnership
Partner strategik Pepsi Co. antara lain Starbucks dan Lipton.

PENDAHULUAN
Dalam industri Food & Beverage, Pepsi Co merupakan pemain utama yang
selalu masuk dalam urutan 5 besar. Pangsa pasar dari industri ini sangatlah
luas, karena PepsiCo dan para pesaingnya seperti Coca-Cola sudah bermain di
skala internasional. Market Capital keseluruhan Pepsi Co saat ini telah mencapai
$83.10 milyar, merupakan yang terbesar di dunia.

PENDAHULUAN
Sedangkan jika untuk Soft Drink saja, PepsiCo hanya menduduki urutan kelima dibawah
Coca-Cola, dengan market capital $3.8 milyar melalui anak perusahaan Pepsi Bottling.
Dari segi pertumbuhan, untuk Soft Drink, Pepsi Bottling (8,35%) dan PepsiAmerica
(10,83%) bertumbuh melebihi Coca-Cola Enterprise (1,56%) dan Coca-Cola Co (8,59%).
Untuk pertumbuhan penjualan tahun 2005-2006 Pepsi Bottling mengalami kenaikan yang
cukup besar (7%) dibandingkan dengan rivalnya, Coca-Cola, dimana Coca-Cola Enterprise
malah mencatat kerugian yang cukup besar dalam hal profit (-322%).
Rival yang cukup signifikan
bagi PepsiCo sangatlah
sedikit, terhitung hanya
grup bisnis Coca-Cola
yang mampu menandingi
kekuatan PepsiCo. Industri
makanan dan minuman
ringan merupakan bidang
yang penuh persaingan
dimana profit margin yang
dihasilkan sangat rendah,
biaya energi yang tinggi
dan perubahan cita rasa
konsumen.

PEMBAHASAN
Sudut Pandang Porters Competitive Forces
Persaingan diantara penjual.
Persaingan yang terjadi di bidang industri yang digeluti oleh PepsiCo
memang sangat keras. Hal ini terjadi karena kemampuan dan kapabilitas
antara para petarung hampir sama, product lifecycle yang semakin cepat,
pertumbuhan market yang pelan, pertarungan panjang dengan Coca-Cola
(Cola War), rendahnya switching cost bagi konsumen untuk berpindah
produk, persaingan harga untuk memacu volume penjualan.
Differensiasi produk kurang mampu diandalkan karena kompetitor mampu
dengan cepat meniru sisi keunggulan dan meluncurkan produk yang
setara. Meski di bidang industri Processed and packaged goods PepsiCo
memimpin, namun di bidang industri Beverages & Soft Drink Coca-Cola
memimpin jauh di depan dengan Market Capital $106.31 milyar.
Pelannya pertumbuhan pasar di Amerika Serikat, memaksa PepsiCo untuk
berekspansi ke pasar luar negeri. Pasar luar negeri PepsiCo bertumbuh
22%, dan menyumbang 40% dari total pendapatan di tahun 2007 ($39
milyar).

PEMBAHASAN
Ancaman pendatang baru.
Pendatang baru bukanlah merupakan
ancaman bagi PepsiCo, karena di bidang
industri ini para pemainnya sudah cukup
kuat
mengakar.
Lagipula
dengan
kekuatan finansial dan strategi akuisisi
yang dilakukan, PepsiCo mampu dengan
mudah membeli perusahaan yang
dinilainya potensial. Untuk mampu
menandingi PepsiCo diperlukan modal
yang cukup besar, jaringan pemasaran
dan distribusi yang kuat dan luas dan
kekuatan
merk
yang
mampu
menimbulkan kesetiaan konsumen.

PEMBAHASAN
Produk pengganti dari produsen lain.
Di bidang industri yang digeluti PepsiCo, produk pengganti dari
kompetitor yang setara dengan harga kompetitif sangatlah mudah
ditemui, selain itu switching cost yang diperlukan oleh konsumen untuk
berpindah produk sangatlah kecil. Oleh karena itu PepsiCo sangat
gencar dalam melakukan inovasi produk baru, cita rasa dan
peningkatan mutu serta tingkat kesehatan produk lama.
Posisi tawar suplier.
PepsiCo melakukan diversifikasi suplier yang tentu saja memperlemah
posisi para suplier. Juga dengan strategi akuisisi strategisnya PepsiCo
juga mengakuisisi beberapa perusahaan suplier lokal yang strategis
dalam mendukung bisnisnya. Selain itu PepsiCo juga membuat code of
conduct untuk suplier yang membuat para suplier nyaman dalam
berhubungan bisnis secara profesional dengan PepsiCo.

PEMBAHASAN
Posisi tawar pembeli.
Pembeli memiliki posisi tawar yang cukup tinggi, akibat harga produk
yang murah dan banyaknya produk alternatif yang ada di pasaran.
Untuk meningkatkan posisi tawar terhadap konsumen, PepsiCo
melakukan inovasi produk baru yang mengarah kearah produk yang
lebih sehat bagi konsumen. (produk-produk Better-For-You dan GoodFor-You) Kesadaran konsumen akan makanan sehat menurunkan
penjualan minuman bersoda, namun meningkatkan volume penjualan
untuk produk-produk minuman lainnya yang bertema kesehatan, low fat
dan diet. Berikut adalah Non-carbonated Beverage Brands yang
dikembangkan oleh PepsiCo dengan target konsumen yang sadar akan
kesehatan.
Bottled Water (Propel Fitness Water, SoBe Life Water, Aquafina)
Developed around customer type and lifestyle.
Ready to Drink (Tea, Coffe, Starbucks) Developing new flavors
Nutrient Rich (Gatorade)
Orange juice / Juices (Tropicana)
Hal lain yang dilakukan adalah memperbaiki cara pengemasan produk
sehingga menjadi lebih menarik.

PEMBAHASAN
Faktor Penggerak Perubahan Industri
Tiga kunci trend industri makanan dan minuman saat ini yang
membentuk industri ini antara lain:
Tumbuhnya kesadaran konsumen akan kandungan gizi dari makanan
ringan / snack.
Indulgent Snacking.
Convenience.

PEMBAHASAN

Faktor kebijakan regional suatu negara juga menjadi faktor penting, regulasi
yang mengatur tentang kesehatan makanan dan minuman saat ini semakin
ketat dan detil.
Peraturan dari departemen kesehatan Amerika, misalnya, mengatur secara
rinci tentang definisi air yang diperbolehkan dipakai bagi produk air kemasan,
juga kadar kandungan zat-zat kimia yang diijinkan.
Perlu diketahui pula bahwa US Federal Trade Commissions pernah melarang
distribusi soft drink buatan Pepsi dan Gatorade secara bersamaan. Larangan
tersebut berlaku selama 10 tahun. Alasan pelarangan terkait dengan
meningkatnya nilai tawar Pepsi jika produknya dipasarkan bersama Gatorade,
dimana Pepsi bisa memanfaatkan hal tersebut untuk menyingkirkan produsen
kecil.
Krisis global 2008 juga memaksa PepsiCo untuk mengerahkan segala daya
untuk menghadapi inflasi yang terkait dengan meningkatnya biaya produksi
gandum dan energi. PepsiCo mengambil langkah-langkah berikut dalam
menghadapi krisis global : product formulations, ingredient sourcing, trade
efficiencies, manufacturing, go-to-market and administrative expenses.

SWOT ANALYSIS
Berikut informasi Analisis SWOT untuk Whole Foods:
-

Inovasi produk merupakan kekuatan


utama perusahaan
PepsiCo responsif terhadap kekhawatiran
tentang kesehatan konsumen dan
pemerintah
Luasnya portofolio PepsiCo adalah
kekuatan utama, sebagai buktinya bahwa
perusahaan menjadi pemimpinan di
berbagai kategori produk.
PepsiCo memiliki kemampuan yang
sangat baik untuk mengintegrasikan
perusahaan yang diakuisisi,
PepsiCo hadir di pasar internasional yang
mengubahnya menjadi unit bisnis yang
berkembang pesat
menguntungkan dengan cepat.
Masih terdapat ruang untuk pertumbuhan
yang signifikan pada industri pasar
minuman non berkarbonasi secara
internasional
PepsiCo dapat menggunakan jaringan
distribusi yang sama dengan Gatorade
Strategi perusahaan untuk merumuskan
kembali pengembangan makanan ringan
dan untuk fokus pada kegunaan minuman
dan produk air di waktu yang tepat

S
O

Saham PepsiCo terhadap pasar minuman


ringan berkarbonasi AS masih jauh lebih
rendah dibandingkan pesaing lamanya di
industri, yaitu Coca-Cola.
PepsiCo tetap sangat tergantung pada pasar
AS untuk pendapatan, profitabilitas dari
bisnis domestik dimana masih jauh lebih
besar dari unit internasional.
Operasi skala Internasional, relatif memiliki
profitabilitas lebih rendah terhadap operasi
AS.

W
T

Meningkatkan kepedulian tentang


kesehatan konsumen
Krisis ekonomi dapat mengikis anggaran
rumah tangga dan berakibat
berkurangnya pengeluaran untuk
makanan ringan yang tidak perlu.
Kemungkinan masuknya pesaing baru

Competitive Assets
Beberapa Competitive Assets yang dimiliki oleh PepsiCo dalam menghadapi
persaingan di industri Food & Beverage :
1. Superior Brand
2. Organisasi yang solid dengan multi skill, bakat, ras dan gender.
3. Aset-aset fisik berupa pabrik dan jaringan pemasaran yang kuat di seluruh
dunia.
4. Resep-resep khas yang dipatenkan.
5. Kemampuan finansial dalam melakukan akuisisi.
6. Aliansi-aliansi strategis dengan sesama pemain (Unilever & Starbucks) dan
distributor (The Power of One).
7. Kepedulian dan peran serta aktif dalam kegiatan-kegiatan perbaikan
lingkungan hidup.
8. Nilai-nilai perusahaan yang dikomunikasikan dengan baik dan gencar.
Competitive Assets ini merupakan ujung tombak yang dipakai PepsiCo dalam
menghadapi persaingan yang keras dalam industri Food & Beverage.

Value Chain
Keterkaitan Value Chain antara merk dan produk PepsiCo :
1. Informasi riset pasar yang dibagi oleh perusahaan ke semua divisi,
memungkinkan divisi-divisi membangun produk baru yang sesuai dengan
permintaan konsumen.
2. Melakukan konsolidasi dalam pembelian atau pengadaan untuk menekan
biaya.
3. Memproduksi produk-produk sejenis di fasilitas yang sama jika
memungkinkan, untuk efisiensi produksi.
4. Melakukan konsolidasi fungsi-fungsi penjualan dan pemasaran dari produkproduk yang mirip untuk menghilangkan usaha berlebihan dan menyajikan
satu wajah kepada customer.
Hasil dari perbaikan value chain ini adalah penghematan biaya sebesar $ 160
Million (2005).

Key Success Factor


Key Success Factor yang diusung oleh PepsiCo antara lain :
1. Low Cost Manufacturing (Mass Production) Untuk menjaga harga
tetap rendah.
2. Product Innovations Agar konsumen tidak jenuh dengan produk lama.
3. Product Upgrade Agar konsumen merasakan adanya perbaikan mutu
dan peningkatan standar kesehatan dari produk.
4. Strategic Acquisition Mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang
cukup menguntungkan untuk memperluar pasar di kawasan regional
lain.
5. Strategic Alliances Mengadakan aliansi strategis, baik dengan suplier,
kompetitor maupun distributor untuk meningkatkan volume penjualan.

Simpulan

PepsiCo berada dalam posisi yang kuat. Dominasinya di minuman dan


industri makanan ringan di seluruh dunia telah memberikan perusahaan
pendapatan yang kuat dan tingkat pertumbuhan yang patut ditiru.
Keberhasilan tersebut didukung oleh serangkaian akuisisi strategis, yang
memungkinkan perusahaan untuk bersaing dengan tren di pasar,
pergeseran keinginan konsumen dan kebutuhan, dan menempatkan dirinya
dalam posisi di mana perusahaan dapat memanfaatkan rantai pasokan
(value chain) yang canggih dan jaringan distribusi global untuk mendorong
pertumbuhan lebih pesat dan untuk melindungi diri dari risiko yang melekat
pada industry makanan dan minuman global.

Ada banyak kesempatan untuk


PepsiCo dalam industry Food &
Beverages ini. Oleh karena itu,
PepsiCo harus terus mengikuti
strategi diversifikasi agresif agar
dapat terus meningkatkan nilai
perusahaan.

TERIMA KASIH