Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN KASUS

GIZI KURANG PADA BALITA

PRESEPTOR

Dr. Mindasari

PENILAIAN STATUS GIZI


Penilaian Status Gizi adalah interpretasi dari data
yang didapatkan dengan menggunakan berbagai
metode untuk mengidentifikasi populasi atau
individu yang beresiko atau dengan status gizi
buruk ( Hatriyanti dan Triyanti, 2007 )

Menurut peraturan Menkes No. 9201 menkes/SK/VIII/2002 status gizi


ditentukan berdasarkan Z-SCORE yang membandingkan berat badan
(kg) terhadap umur (bulan) yang diklasifikasikan sebagai berikut
Gizi Lebih: apabila berat badan balita berada > +2 SD (Standar
Deviasi)
Gizi Baik : apabila berat badan balita berada antara + 2 SD sampai
-2 SD
Gizi Buruk: apabila berat badan balita <-3 SD
Status Gizi juga dapat dinilai dengan menggunakan perhitungan
Berat Badan / Umur (BB/U)
Tinggi Badan / Umur (TB/U)
Berat Badan / Tinggi Badan (BB/TB).

BB/TB merupakan cara penilaian yang paling baik untuk menilai


status gizi saat ini.

Data Administrasi Pasien


a. Nama / Umur: An H / 30 Bulan
b. No. register : c. Status kepegawaian : d. Status sosial : Menengah ke bawah
Data Demografis
a. Alamat : Tanah Garam, Solok
b. Agama
: Islam
c. Suku : Minang
d. Pekerjaan
:e. Bahasa Ibu : Minang
f. Jenis Kelamin : Laki-laki
Data Biologik
a. Tinggi Badan
: 81 cm
b. Berat Badan : 9,0 kg

Anamnesis
Keluhan Utama : Pertumbuhan anak terlihat tidak berkembang sejak
3 bulan ini.
Riwayat Penyakit Sekarang :
Pertumbuhan anak terlihat tidak berkembang sejak 3 bulan ini. Anak
sangat malas makan, hanya mau makan jajanan-jajanan kecil dari
warung seperti chiki, permen, es, dan kue-kue kering.
Berat badan tidak bertambah sejak 3 bulan yang lalu.
Demam tidak ada
Batuk-batuk lama tidak ada
Orangtua pasien tidak mewajibkan anaknya untuk makan nasi yang
lengkap dengan lauk pauk dan sayur. Dalam sehari pasien makan nasi
maksimal 15 sendok makan, orangtua menganggap makan dengan
porsi yang anak mau akan mencukupi kebutuhan nutrisi pasien.
Pasien jarang minum susu.
Riwayat keluar cacing dari anus tidak ada, dan belum pernah di beri
obat cacing.

Riwayat Penyakit Dahulu :


Tidak pernah mengalami keluhan seperti ini sebelumnya
Riwayat Penyakit Keluarga :
Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit seperti
ini
Tidak ada anggota keluarga yang menderita batuk-batuk lama
Riwayat Kelahiran
Lahir spontan ditolong oleh bidan, cukup bulan, saat lahir
langsung menangis kuat, berat badan lahir 3900 gram.
Riwayat Imunisasi
Imunisasi anak lengkap

Riwayat Makanan
ASI
: 0-24 bulan
Susu Formula : 6 bulan sekarang (susu formula
sangat jarang diberikan, 1 kotak susu untuk 3-4
bulan)
Bubur susu : 4-6 bulan
Nasi tim : 6-9 bulan
Buah dan biskuit : 4 bulan sekarang
Makanan biasa : 12 bulan sekarang
Pasien makan makanan biasa 3 x 1 hari, porsi kecil,
lauk pauk ada (lebih sering telur dan ikan, ayam
jarang, daging jarang), sayur kadang ada kadang
tidak.

Pemeriksaan Jasmani
Tanda Vital :
Keadaan umum : sakit sedang
Kesadaran
: compos mentis cooperative
Nadi
: 102 x/menit
Frekuensi nafas
: 22x/menit
Suhu : 36,7oC
Sianosis : tidak ada
Edema
: tidak ada
Anemis
: tidak ada
Ikterik
: tidak ada
Tinggi Badan : 81 cm
Berat Badan: 9,0 kg
BB/U : -3 SD
BB/TB
: -2 SD
Kesan: Gizi kurang

Status Generalisata
Kulit : kulit teraba hangat, turgor baik
Kepala
: Bentuk simetris, rambut hitam, tidak
mudah dicabut, ubun-ubun besar sudah menutup
Mata : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
Telinga : tidak ada kelainan
Hidung : tidak ada kelainan
Mulut
: mukosa mulut dan bibir basah
Leher : tidak ada pembesaran KGB

Dada :
Paru :
Inspeksi : gerakan dinding dada simetris kiri dan kanan
Palpasi
: fremitus normal kiri=kanan
Perkusi : sonor kiri dan kanan
Auskultasi : ronkhi (-/-), wheezing (-/-)
Jantung
:
Inspeksi : iktus tidak terlihat
Palpasi : iktus teraba 1 jari medial LMCS RIC V
Perkusi : batas jantung atas : RIC II, kanan : LSD, kiri 1
jari medial

LMCS RIC V
Auskultasi : bunyi jantung murni, irama jantung teratur,
bising tidak ada

Perut
Inspeksi
Palpasi

: tidak tampak membuncit


: supel, hepar dan lien tidak teraba

nyeri tekan tidak ada


Perkusi
: timpani
Auskultasi
: bising usus (+) normal
Punggung
: tidak ada kelainan
Alat Kelamin
: tidak diperiksa
Ekstremitas
: akral hangat, sianosis tidak
ada, refilling kapiler baik, oedem -/-

Pemeriksaan Penunjang
Tidak dilakukan
Anjuran Pemeriksaan Penunjang :
Pemeriksaan darah rutin (LED, Hb, Ht,
Leukosit, Trombosit)

Diagnosis
Gizi Kurang

PERENCANAAN DAN PEMILIHAN


INTERVENSI
Metode Penyuluhan

Metode penyuluhan yang dilakukan adalah metode


penyuluhan berkelompok yang dilakukan di
puskesmas, serta metode penyuluhan perorangan
dengan cara diskusi 2 arah kepada orang tua pasien.

Intervensi
Preventif
pada orang tua pasien ini dijelaskan
harus memberikan makanan yang bergizi
seimbang
memberikan makanan tambahan (PMT) dan susu
formula yang bisa didapatkan setiap kunjungan
ke posyandu ataupun ke puskesmas
melakukan penimbangan berat badan minmal 1x
sebulan, anak harus mendapatkan imunisasi
serta kapsul vitamin A,

promotif
pada orang tua pasien perlu dijelaskan bahwa anaknya
mengalami kurang gizi yang disebabkan pola asuh yang salah di
mana anak kekurangan intake makanan yang mengandung
energi dan protein
penimbangan berat badan secara rutin setiap bulan di posyandu
edukasi
tentang bagaimana pola makanan dengan gizi
seimbang
menjelaskan kepada orang tua tentang pilihan-pilihan makanan
yang dapat diberikan
cara pemberian makanan
serta
cara pembuatan makanan dan bagaimana cara
menyajikan makanan yang baik
memberikan saran menu makanan untuk meningkatkan berat
badan anak sesuai dengan angka kebutuhan gizi.

Untuk pasien ini kebutuhan kalori berdasarkan


berat idela sesuai umur :
Anak 30 bulan AKG nya 150 kkal/kgBB, berat
badan ideal 15 kg.
Maka total kalori yang dibutuhkan sesuai
dengan AKG = 150 x 15 = 2250 kkal

PAGI

SIANG

MALAM

Nasi gelas (175


kkal)
Telur ayam biasa
2 butir (110 kkal)
Dendeng daging
sapi 1 potong sdg
(175 kkal)
Kacang hijau 4
sdm (150 kkal)
Sayur bayam 1
gelas (50 kkal)
Susu sapi 1 gelas
(125 kkal)

Nasi gelas (175


kkal)
Belut 3 potong
kecil (150 kkal)
Tempe 2 potong
sedang (40 kkal)
Wortel 1 gelas (50
kkal)
Susu sapi 1 gelas
(125 kkal)
Biscuit 4 bh besar
(175 kkal)

Nasi gelas (175


kkal)
Daging ayam 1
potong sedang
(175 kkal)
Tahu 1 potong
sedang (80 kkal)
Ketimun gelas
(20 kkal)
Susu sapi 1 gelas
(125 kkal)

Kuratif :
Obat syrup besi 1 x 5ml (1 sendok takar)
Vitamin B kompleks 2 x 1/4 tab.

Rehabilitatif
bawa anak ke Posyandu untuk memantau
pertumbuhan dan perkembangannya, serta
kontrol teratur ke Puskesmas.

UPAYA MENGATASI MASALAH


GIZI
Ada beberapa upaya yang dapat
dilakukan dalam mengatasi masalah gizi.
Tiga diantaranya yang dapat dilakukan di
tingkat puskesmas adalah
pendeteksian dini dengan menggunakan
KMS,
pemberian PMT
peningkatan peran kader posyandu untuk
meningkatkan partisipasi masyarakat.

PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN


PEMULIHAN (PMT-P) PADA GIZI KURANG
Lama Pemberian
Pemberian PMT-P diberikan 1 kali 15 hari kepada
anak selama 90 hari. Dana yang disediakan dari
APBD senilai 15 ribu / hari / org.
Bentuk Makanan
Makanan yang diberikan berupa :
Kudapan (makanan kecil) yang dibuat dari bahan
makanan setempat
Bahan makanan mentah berupa tepung beras,
tepung susu, gula, minyak, kacang-kacangan,
sayur, telur, dan lauk pauk lainnya

Contoh paket bahan makanan tambahan pemulihan yang


dibawa pulang
Pada pasien ini, puskesmas telah menyediakan bahan
makanan senilai dana yang diberikan oleh APBD selama 1
bulan yang di ambil 1 kali 15 hari, yaitu :
3 kotak susu SGM 1 plus @ 1000 gr
1 kotak susu SGM plus @ 400 gr
13 bungkus biskuit regal @ 125 gr
Cara Penyelenggaraan
Bahan makanan diberikan setiap 1 kali 15 hari dengan
cara di ambil oleh orang tua pasien ke puskesmas.
Penilaian perkembangan pertumbuhan pasien di periksa 1
bulan sekali dengan cara pengukuran BB/TB selama 90
hari.

PERAN KADER POSYANDU


Peningkatan peran kader dan partisipasi
masyarakat dalam penimbangan bayi dan balita
dengan upaya
meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan
motivasi pada ibu bayi balita
dapat dilakukan melalui :
pelatihan ulang
Pembinaan
pendampingan kader
penyediaan sarana dan prasarana

Thank
you