Anda di halaman 1dari 33

Kasus 2 Modul Ham

Kelompok 5

Nama nama anggota kelompok

1.Harry ardianto
2.Angeline
3.Angelin A.T Wantah
4.Agger satria pamungkas
5.Anindita Athaya.p
6.Annisa kamilah
7.Fauzan hilman
8.Elvina febriasari
9.Felly
10.Ferdy fitra cipta
11.Fiareza Dilaga

0302010122
0302012021
0302012022
0302012023
0302012025
0302012027
0302012102
0302012104
0302012105
0302012107
0302012108

Laporan Kasus

Rani berumur 22 tahun, seorang mahasiswi suatu Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta. Ia
berasal dari luar daerah dan tinggal di rumah kost di daerah Jakarta Barat. Ketika terjadi
perampokan di rumah kostnya, Rani mengalami musibah berat. Tidak hanya barang dan
uangnya yang dirampok, ia pun diperkosa oleh perampoknya. Rani mengalami syok berat,
apalagi setelah mengetahui bahwa pil anti-hamil darurat yang diminum segera setelah
diperkosa itu gagal dan tes kehamilannya positif. Jiwanya goncang, Rani terlihat putus asa,
gelisah, cemas, depresi dan muncul ide untuk bunuh diri. Orang tua Rani datang dan
membawa Rani ke sebuah klinik kebidanan dan meminta dokter untuk melakukan terminasi
kehamilan Rani demi masa depan Rani. Dokter tidak serta merta melakukan aborsi, malah
menyarankan agar Rani menjalani dulu konseling kejiwaan dan spiritual untuk menenangkan
jiwanya. Setelah tenang, baru Rani dipersilahkan memilih tindakan medis yang terbaik
untuknya.

*Kata kunci:
Pil anti hamil darurat
Ide bunuh diri
Terminasi kehamilan
Konseling kejiwaan dan spiritual
Memilih tindakan medis

Terminologi
1. Terminasi kehamilan (aborsi): berhentinya
kehamilan sebelum janin mampu hidup di luar
kandungan atau sebelum usia kehamilan 20
minggu atau berat janin kurang dari 500 gram.
2. Pil anti-hamil darurat:
Pil yang mengandung hormone yang dipakai setelah
senggama oleh wanita yang tidak hamil untuk
mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Biasanya
mengandung 0,75 mg Levonorgestrel (hormon
progestin) dan tidak perlu diminum secara rutin.

3. Ide bunuh diri


Ide yang muncul untuk melakukan pemusnahan secara
sadar yang ditujukan pada diri sendiri oleh seorang
individu yang memandang bunuh diri sebagai solusi
terbaik dari sebuah isu
4. Konseling kejiwaan dan spiritual
C. Patterson (1959) mengemukakan bahwa konseling
ialah proses yang melibatkan hubungan antar pribadi
antara seorang terapis dengan satu klien atau lebih,
dimana terapis menggunakan metode-metode psikologis
atas dasar pengetahuan sitematik tentang kepribadian
manusia dalam upaya meningkatkan kesehatan mental
klien

Mind Map

Rani, 22 th

Tes kehamilan:
+

Mahasiswi
Swasta di
Jakarta

Indekost

Konseling
kejiwaan

Perkosaan
Perampokan

Gagal

Kontrasepsi
darurat (pil)

Syok berat

Jiwa goncang,
Putus asa,
Gelisah, Cemas,
Depresi

Ide bunuh
diri

Aspek
Hukum

Aspek
Agama

Saran
Dokter

Klinik
kebidanan

Terminasi
kehamilan

Aspek Medis

Maslah pada kasus:Perkosaan

Sedang efek psikologis yang


muncul adalah :
Kecemasan yang berat
Depresi
Sulit berkonsentrasi
Sulit tidur
Perasaan bersalah
Mudah tersinggung
Flashback (teringat kembali
kejadian traumatik tersebut )
Mimpi buruk berulang kali
Ketakutan yang luar biasa

Perkosaan
Aspek
Medis
Pemerkosaan menimbulkan

efek baik fisik maupun


psikologis bagi korbannya.
Efek secara fisik adalah :
Luka akibat pukulan,
cekikkan, cakaran, sampai
pada patah tulang
Luka di daerah kemaluan
atau anus
Penyakit menular seksual
Kemungkinan kehamilan

Perkosaan Aspek Hukum


Perkosaan untuk bersetubuh
(Verkrach- ting), dalam Pasal 285
KUHP dirumuskan suatu tindak
pidana berupa: Barangsiapa yang
dengan kekerasan atau dengan
ancaman memaksa perempuan
yang bukan isterinya bersetubuh
dengan dia, karena perkosaan,
dipidana dengan pidana penjara
selama- lamanya dua belas
tahun.

Ketentuan Pasal 285


diatasterdapat unsur- unsur
untuk membuktikan ada atau
tidaknya tindak pidana
perkosaan, unsur-unsur yang
dimaksud adalah sebagai berikut:
a. Adanya kekerasan atau
ancaman kekerasan
b. Memaksa seorang wanita
c. Bersetubuh di luar
perkawinan dengan dia
(pelaku)

menurut RUU KUHP diatur


dalam Bab XVI Tentang Tindak
Pidana Kesusilaan Bagian11
Kelima Tentang Perkosaan dan
Perbuatan Cabul Paragraf 1, yang
berbunyi:

Dipidana karena melakukan


tindak pidana perkosaan,
dengan pidana penjara paling
singkat 3 (tiga) tahun dan
paling lama 12 tahun

Perkosaan
Aspek
Agama
Islam
Kristen
Korban/perempuan tidak
dijatuhi hukuman zina, baik
hukuman cambuk 100 kali
maupun hukuman rajam.
Pelaku dihukum cambuk 100
kali
(Abdul Qadir Audah , An Nahl
106)
Buddha
Melanggar sila ke 3
(keasusilaan)

kitab ulangan pasal 22 ayat 29:


Harus menikah (bertanggung
jawab) dan memberikan perak
kepada ayah korban.
Katolik
Pelanggaran Cinta Kasih dan
Kehormatan diri bagi manusia

kontrasepsi

Pandangan hukum dan agama


Hukum UU No. 52 tahun 2009
Pemerintah Republik indonesia dengan jelas sangat mendukung upaya
keluarga berencana untuk membatasi jumlah populasi di indonesia dan
agar masing masing keluarga juga menjadi keluarga yang sejahtera.

Agama
Islam
Kontrasepsi dapat diterima oleh islam untuk menciptakan keluarga
sejahtera sangat sejalan dengan tujuan syariat islam, selama
kontrasepsi yang dipakai tidak merubah bentuk asal manusia contoh:
Vasektomi
Kristen
Cara terbaik ialah metode kalender, Gereja kristen tidak mengecam
penggunaan alat kontrasepsi kecuali metode IUD

Agama
Katolik
kontrasepsi merupakan tindakan yang
haram/dilarang. Kontrasepsi menghalangi,
melanggar prinsip perkawinan, merendahkan luhur
tindakan seksualitas.
Buddha
Menyetujui apabila tidak mengandung unsur
pembunuhan, tidak ada unsur lari dari tanggung
jawab.
Hindu
Kontrasepsi tercipta dari ilmu pengetahuan, ilmu KB
digunakan untuk kesejahteraan manusia, maka
disetujui oleh agama hindu

Pandngan bunuh diri menurut


agama

Pandangan Bunuh Diri menurut Agama


Agama

Pandangan tentang bunuh diri

Islam

Hidup dan mati ditangan Allah swt dan merupakan karunia


Allah swt (An-nisa 29)

Kristen

Masa hidupku ada dalam tangan-Mu (Mazmur 31:15)


Bunuh diri adalah dosa

Budha

Salah secara spiritual dan moral,


Adalah jalan pengecut utk mengakhiri masalah dlm
kehidupan,
Tindakan yg tdk sehat karena didorong oleh pikiran penuh
keserakahan, kebencian, kegelapan batin.

Hindu

Orang yg bunuh diri dianggap orang yg berada dlm


kegelapan.

Maslah pada kasus:Aborsi

Hukum
KUHP
Pasal 346
Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau
menyuruh orang lain untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama
empat tahun
Pasal 347
(1) Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan
seorang wanita tanpa persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling
lama dua belas tahun.
(2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, diancam dengan
pidana penjara paling lama tujuh tahun
Pasal 348
(1) Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan
seorang wanita dengan persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling
lama lima tahun enam bulan.
(2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, diancam dengan
pidana penjara paling lama tujuh tahun
Pasal 349
Jika seorang dokter, bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan
berdasarkan pasal 346, ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu
kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang
ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut
hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan dilakukan.

UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan

Pasal 75
(1) Setiap orang dilarang melakukan aborsi.
(2) Larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapatdikecualikan berdasarkan:
a. indikasi kedaruratan medis yang dideteksi sejak usia dini kehamilan, baik yang
mengancam nyawa ibu dan/atau janin, yang menderita penyakit genetic berat
dan/atau cacat bawaan, maupun yang tidak dapat diperbaiki sehingga
menyulitkan bayi tersebut hidup di luar kandungan; atau
b. kehamilan akibat perkosaan yang dapat menyebabkan trauma psikologis bagi
korban perkosaan.
(3) Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) hanya dapat dilakukan setelah
melalui konseling dan/atau penasehatan pra tindakan dan diakhiri dengan
konseling pasca tindakan yang dilakukan oleh konselor yang kompeten dan
berwenang.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai indikasi kedaruratan medis dan perkosaan,
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan Peraturan
Pemerintah.

Pasal 194 uu no 36 th 2009


Setiap orang yang dengan sengaja melakukan
aborsi tidak sesuai dengan ketentuan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (2)
dipidana dengan pidana penjara paling lama 10
(sepuluh) tahun dan denda paling banyak
Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

AGAMA
Islam
Aborsi dapat dilakukan sebelum atau sesudah
ruh (nyawa) ditiupkan, yaitu setelah 4 (empat)
bulan masa kehamilan. (Dr. Abdurrahman Al
Baghdadi (1998))
Aborsi haram bila usia janin telah mencapai 40
hari atau 40 malam menurut hadits Nabi SAW.
Dibolehkan melakukan aborsi baik pada tahap
penciptaan janin, ataupun setelah peniupan ruh
padanya, jika keberadaan janin dalam perut ibu
akan mengakibatkan kematian ibu maupun
janinnya.

AGAMA

Protestan
Dalam Alkitab dikatakan dengan jelas betapa
Tuhan sangat tidak berkenan atas pembunuhan
seperti yang dilakukan dalam tindakan aborsi.
Jangan pernah berpikir bahwa janin dalam
kandungan itu belum memiliki nyawa. (Yer 1:5)
Hukuman bagi para pelaku aborsi sangat keras.
(Kel 21:22-25)
Aborsi karena alasan janin yang cacat tidak
dibenarkan Tuhan. (Yoh 9:1-3)
Aborsi karena ingin menyembunyikan aib tidak
dibenarkan Tuhan. (Kej 19:36-38)
Tuhan tidak pernah memperkenankan anak
manusia dikorbankan. Apapun alasannya. (Kel

AGAMA
Katolik
Katolik selalu menentang dan melarang pengguguran
Sebab Allah, Tuhan kehidupan; telah mempercayakan
pelayanan mulia melestarikan hidup kepada manusia, untuk
dijalankan dengan cara yang layak baginya. Maka kehidupan
sejak saat pembuahan harus dilindungi dengan sangat
cermat. (GS 51)
Apa saja yang berlawanan dengan kehidupan sendiri, bentuk
pembunuhan yang mana pun juga, penumpasan suku,
pengguguran, eutanasia, dan bunuh diri yang sengaja; apa
pun yang melanggar keutuhan pribadi manusia, seperti
penganiayaan, apa pun yang melukai martabat manusia :
semuanya itu sudah merupakan perbuatan keji, mencoreng
peradaban manusia : .. sekaligus sangat bertentangan dengan
kemuliaan Sang Pencipta. (GS 27; VS 80).

AGAMA
Hindu
Aborsi dalam Theology Hinduisme tergolong pada
perbuatan yang disebut Himsa karma yakni salah
satu perbuatan dosa yang disejajarkan dengan
membunuh, meyakiti, dan menyiksa
Ma no mahantam uta ma no arbhakam artinya:
Janganlah mengganggu dan mencelakakan bayi.
(Rgveda 1.114.7)
Anagohatya vai bhima artinya: Jangan membunuh
bayi yang tiada berdosa. (Atharvaveda X.1.29)
Ma no gam asvam purusam vadhih artinya: Jangan
membunuh manusia dan binatang. (Atharvaveda
X.1.29)

AGAMA
Buddha
Dari sudut pandang Buddhis aborsi bisa di
toleransi dan dipertimbangkan untuk dilakukan
umat Buddha terdiru dari dua golongan yaitu
pabbajita dan umat awam.
Seorang pabbajita mutlak tidak boleh
melakukan aborsi karena melanggar vinaya
yaitu parajjika.
Sebagai umat awam aborsi boleh dilakukan
dengan alasan yang kuat,misal janin dalam
kandungan dalam kondisi abnormal yang dapat
membahayakan kesehatan ibu.
Aborsi dalam agama Buddha merupakan suatu
pembunuhan yang tidak diperbolehkan yang

KOMPLIKASI ABORSI
1. Perdarahan
2. Shock
3. Infeksi
4. Perforasi uteri
5. Luka usus dan kandung kemih
6. Robekan serviks

Konseling Kejiwaan
Preventif
Kuratif

Untuk orang yang berat


kehidupannya/sibuk
contoh : pengajian, kunjungan sosial, bakti
sosial
Memecahkan masalah
Contoh : diskusi bersama

Preservatif

Untuk pasien yang sudah sembuh agar


tetap sehat
Contoh : ceramah keagamaan, aksi sosial,
LPKJ (Lembaga Pendidikan Kesehatan
Jiwa)

Developmental

Untuk pasien yang sudah sembuh untuk


mengembangkan potensinya

Solusi
Dikembalikan kepada pasien, dokter hanya membantu
memberi saran dan memberikan beberapa pertimbangan.
Biarkan pasien memilih:
dilakukan aborsi/tidak
dibawa ke ranah hukum/tidak

Pasien jiwanya terguncang -> konseling kejiwaan dan


spiritual dulu (ke profesional dan ke pemuka agama), terapi
individu dan kelompok
Jangan memberi judgement atau vonis terhadap pasien,
pasien sedang butuh pendampingan
Sarankan pasien untuk berhubungan dengan Pusat Krisis
Terpadu (PKT)

pertimbangan untuk aborsi:


usia masih muda, belum mampu urus anak
masih mahasiswi, pendidikan
rasa malu yang harus ditanggung pasien sebagai
korban perkosaan, mengandung tanpa suami
beban mental akibat peristiwa perkosaan
sudah ada indikasi trauma psikologis akibat
perkosaan, secara hukum diijinkan untuk aborsi
permintaan orang tua untuk aborsi

tidak aborsi
misalnya karena agama tidak mengijinkan

pasien memilih aborsi?

sesuaikan dan penuhi syarat


hukum dan agama
lakukan follow up dan
konseling pasca aborsi
perbaiki jiwa yang goncang
dan syok
dukungan keluarga dan
orang sekitar harus kuat

agama tidak memperbolehkan


aborsi?

dukungan moral harus lebih


kuat lagi
konseling sampai setelah
melahirkan
lakukan antenatal care
yang baik
pertimbangkan dan cegah
kemungkinan gangguan
jiwa post partum
pertimbangkan anak akan
diurus oleh siapa