Anda di halaman 1dari 47

HUKUM KESEHATAN

OLEH:
A R B A, SH., M. Hum.

A. PENGERTIAN HUKUM
KESEHATAN

HUKUM: KESELURUHAN KAIDAH, NORMA, NILAI,


BAIK YG TERTULIS MAUPUN YG TDK TERTULIS
YG MENGATUR KEHIDUPAN MANUSIA, YG BERISI
PERINTAH, LARANGAN, KEBOLEHAN, HAK &
KEWAJIBAN, SERTA SANKSI
KAIDAH: PATOKAN BERSIKAP TINDAK
HAKIKATNYA: PENILAIAN MENILAI
KAIDAH HUKUM & ETIKA BERTUJUAN:
KEPASTIAN, KETERTIBAN/KEDAMAIAN, KEADILAN
SIFAT KAIDAH HUKUM: ABSTRAK & BERLAKU
UMUM

TUGAS KAEDAH HUKUM:

KEPASTIAN HUKUM: SIAPA SAJA YG MELANGGAR


DIHUKUM
KESEBANDINGAN HUKUM: HUKUMAN SETINGGI-2
NYA

MACAM-MACAM KAEDAH SOSIAL:

TATA KAEDAH ASPEK HIDUP PRIBADI:


KAEDAH KEPERCAYAAN/AGAMA
KAEDAH KESOSILAAN

TATA KAEDAH ASPEK HIDUP ANTAR PRIBADI:


KAEDAH SOPAN SANTUN
KAEDAH HUKUM
KAEDAH ADAT/ HUKUM ADAT

SUBYEK HUKUM :

OBYEK HUKUM: BENDA (BERGERAK & TDK


BERGERAK)
HAK & KEWAJIBAN:

ORANG
BADAN HUKUM

HAK : KEWENANGAN
KEWAJIBAN: BEBAN TANGGUNG JAWAB

SUMBER-2 HUKUM FORMAL:

UNDANG-UNDANG
KEBIASAAN
YURISPRUDENSI
TRAKTAT/PERJANJIAN
PENDAPAT AHLI HUKUM

B. HUKUM KESEHATAN
I. PENGERTIAN ISTILAH
KESEHATAN:
C.S.T KANSIL: KESEHATAN MELIPUTI: JASMANI,
ROHANI & SOSIAL, BUKAN HANYA BEBAS DARI
PENYAKIT, CACAT & KELEMAHAN.

UU. NO. 23/1992: KESEHATAN: KEADAAN SEJAHTERA


BADAN, JIWA & SOSIAL SHG ORG DPT HIDUP
PRODUKTIF SCR SOSIAL & EKONOMIS

YG BERKAITAN DG KESEHATAN:

PELAYAN MEDIK/TENAGA KESEHATAN: DOKTER, PERAWAT,


BIDAN, APOTEKER, AHLI GIZI, AHLI GIGI, AHLI KES. LINGK.
SARANA & PRASARANA MEDIK
RUMAH SAKIT (LEMBAGA)
ADMINISTRATURNYA

ISTILAH-2 PENTING

TRANSPLANTASI: TINDAKAN MEDIK UTK


MEMINDAHKAN ORGAN/JARINGAN TUBUH MANUSIA
DR TUBUH SENDIRI ATAU ORG LAIN
IMPLAN: OBAT/ALAT KESEHATAN YG DITANAM KE DLM
JARINGAN TUBUH MANUSIA UTK:

KESEHATAN
PENCEGAHAN
PENCEGAHAN PENYAKIT
PEMULIHAN KESEHATAN
KOSMETIKA

PENGOBATAN TRADISIONAL: DILAKUKAN BERDASARKAN PENGALAMAN & KETERAMP. TURUN TEMURUN


KESEHATAN MATRA: UPAYA MENINGKATKAN KESEHT.
FISIK & MENTAL UTK MENYESUAIKAN DIRI DG LINGK.

C. LATAR BELAKANG LAHIRNYA


HUKUM KESEHATAN

LENEN: SEBAB UTAMANYA:

HAK UTK MENENTUKAN NASIB SENDIRI, HAK PRIBADI;


HAK UTK MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN YG
MEMADAI, HAK SOSIAL.

D. RUANG LINGKUP HUKUM KESEHATAN

SEMUA ATURAN HUKUM YG BERKAITAN DG


PELAYANAN & PEMELIHARAAN KESEHATAN
ATURAN-2 HUKUM PERDATA, PIDANA & HAN
HUKUM KESEHATAN IS HK. KHUSUS & CABANG
ILMU HUKUM

E. AZAS-2 HUKUM KESEHATAN

AZAS PRIKEMANUSIAAN BERDASARKAN KETUHAN YG MAHA ESA


AZAS MANFAAT BAGI KEMANUSIAAN
AZAS USAHA BERSAMA & KEKELUARGAAN
AZAS ADIL & MERATA
AZAS PRIKEHIDUPAN DLM KESEIMBANGAN, YI.
ANTARA KEPENT. INDIVIDU & KEPENT. MASY.
AZAS KEPERCAYAAN PADA KEMAMPUAN DAN
KEKUATAN SENDIRI

F. HUKUM KESEHATAN & PROFESI

PELAYANAN KESEHATAN IS PROFESI ATAS


DASAR KERAHASIAAN & KEPERCAYAAN
HK KESEHATAN MERPK HK PENGENDALI, HK
DISIPLINER
TUJUAN UTAMA IS :

MENJAGA & MENGEMBANGKAN KUALITAS


PROFESIONAL TERTENTU
MELINDUNGI PASIEN

TIDAK MENYAMPINGKAN PERAN HK PERDATA,


PIDANA, & HK ADMNS.

G. PEMBENTUKAN PER-UU-AN DI
BIDANG PELAYANAN KESEHATAN

MOTIF PEMBENTUKAN HK KESEHT MENURUT W.B. Van


der MIJN, (1982):

KEBUTH AKAN PENGATURAN PEMBERIAN JASA KEAHLIAN


KEBUTH AKAN TKT KUALITAS KEAHLIAN TERTENTU
KEBUTH AKAN KETERARAHAN (doelmatigheid)
KEBUTH AKAN PENGENDALIAN BIAYA
KEBUTH AKAN KEBEBASAN WARGA MASY. UTK MENENTK.
KEPENT. & IDENTIFIKASI KEWAJIBAN PEMERINTAH
KEBUTH PASIEN AKAN PERLIND. HUKUM
KEBUTH AKAN PERLIND. HK PARA AHLI
KEBUTH AKAN PERLIND. HK PIHAK KETIGA
KEBUTH AKAN PERLIND. BAGI KEPENT. UMUM

H. SUMBER-2 HK KESEHATAN

HK PERDATA/HK PRIVAT, HK PIDANA, HK ADMN.


UNDANG-2 NO. 23 TH 1992
PERAT-2 PEMERINTAH
PERAT-2 MENTERI
YURISPRUDENSI

I. SUBYEK-2 HK KESEHATAN
TENAGA KESEHATAN

1.

TENAGA KESEHATAN SARJANA


TENAGA KESEHATAN SARJANA MUDA
TENAGA KESEHATAN NON SARJANA

2.
3.
4.

RUMAH SAKIT/PUSKESMAS/KLINIK/APOTIK
PASIEN & KELUARGANYA
PEMERINTAH

J. HAK & KEWAJIBAN PASIEN &


DOKTER

HAK -2 PASIEN :

HAK ATAS PERAWATAN


HAK UTK MENOLAK CARA PERAWATAN TERTENTU
HAK UTK MEMILIH TENAGA KESEHATAN & RS YG AKAN
MERAWAT PASIEN
HAK ATAS INFORMASI
HAK UTK MENOLAK PERAWATAN TANPA IZIN
HAK ATAS RASA AMAN
HAK ATAS PEMBATASAN TERHDP PENGATURAN KEBEBASAN
PERAWATAN
HAK UNTUK MENGAKHIRI PERJ. PERAWATAN
HAK PASIEN MENGGUGAT ATAU MENUNTUT
HAK PASIEN MENGENAI BANTUAN HUKUM
HAK PASIEN UTK MENASIHATKAN MENGENAI PERCOBAAN
OLEH TENAGA KESEHATAN ATAU AHLINYA

KEWAJIBAN PASIEN:

KEWAJIBAN MEMBERIKAN INFORMASI


KEWAJIBAN MELASK. NASEHAT DOKTER
ATAU TENAGA KESEHATAN
KEWAJIBAN UTK BERTERUS TERANG
APABILA TIMBUL MASALAH DLM HUB. DG
DOKTER ATAU TENAGA KESEHATAN
KEWAJIBAN UTK MEMBERIKAN IMBALAN
JASA
KEWAJIBAN MEMBERIKAN DAN GANTI
RUGI APABILA TIMBUL KERUGIAN

HAK-HAK DOKTER

HAK MEMPEROLEH INFORMASI YANG SELENGKAPLENGKAPNYA DAN SEJUJUR-JUJURNYA DARI PASIEN


YANG AKAN DIGUNAKANYA BAGI KEPENTIGAN
DIAGNOSIS MAUPUN TERAPEUTIK.
HAK ATAS IMBALAN JASA ATAU HONORARIUM
TERHADAP PELAYANAN YANG DI BERIKANNYA
KEPADA PASIEN.
HAK ATAS IKTIKAD BAIK DARI PASIEN ATAU
KELUARGANYA DALAM MELAKSANAKAN TRANSAKSI
TERAPEUTIK.
HAK MEMBELA DIRI TERHADAP TUNTUTAN ATAU
GUGATAN PASIEN ATAS PELAYANAN KESEHATAN
YANG DI BERIKANNYA.
HAK UNTUK MEMPEROLEH PERSETUJUAN TINDAKAN
MEDIK DARI PASIEN ATAU KELUARGANYA.

KEWAJIBAN DOKTER BERDASARKAN KODE


ETIK KEDOKTERAN INDONESIA YANG
TERTUANG DLM SK. MENTERI KESEHATAN R.I.
NO. 34 TAHUN 1983. KEWAJIBAN-2 TERSEBUT
MELIIPUTI:

KEWAJIBAN UMUM, MISALNYA:


SENANTIASA MEMELIHARA PENGET. & ILMUNYA DG SEBAIK2NYA
TERHADAP PASIEN SENANTIASA HRS MEMBANTU
SEPENUHNYA
ANTARA DOKTER KELUARGA/RUMAH & SPESIALIS TDK
BOLEH ADA HUB. FINANSIAL

KEWAJIBAN TERHADAP PENDERITA/PASIEN


KEWAJIBAN TERHADAP TEMAN SEJAWATNYA
KEWAJIBAN TERHADAP SESAMA TENAGA KESEHAT.
KEWAJIBAN TERHADAP DIRI SENDIRI

KEWAJIBAN DOKTER MENURUT WORLD

MEDICAL ASSOCIATION (CODE OF


MEDICAL ETHICS):

WAJIB MENJALANKAN PRAKTENYA TANPA


DIPENGARUHI KEINGINAN UTK MENDPT.
KEUNTUNGAN
DOKTER HRS SELALU SADAR AKAN
KEWAJIBAN MENYELAMATKAN NYAWA
MANUSIA
DOKTER WAJIB MEMPERLAKUKAN TEMAN
SEJAWATNYA SEPERTI YG IA SENDIRI INGIN
DIPERLAKUKAN

INFORMED CONSENT
PENGERTIAN

A.

INFORMED BERARTI PENJELAS. ATAU


KETER./INFORMASI.
CONSENT BERARTI MEMBERI PERSETUJUAN YG DIBERIKAN
JADI : INFORMED CONSENT ADALAH
PERSETJ. YG DIBERIKAN OLEH PASIEN ATAU
KELUARGANYA ATAS DASAR PENJE. TTG.
TINDAKAN MEDIK YG AKAN DILAKUKAN
TERHDP PASIEN TERSEBUT
ADA KEHARUSAN TENAGA KESEHATAN UTK
MEMBERIKAN INFORMASI (HAK PASIEN/KEL.

B. BENTUK PERSETUJUAN
1. PERSETUJUAN EFEKTIF:

PERSETUJUAN
EKSPRESIF:
SECARA
FAKTUAL
PASIEN
MAU
MENJALANI
PROSEDUR
UPAYA
MEDIK
DLM
PENANGANAN PENYAKIT
PERSETUJUAN NON EKSPRESIF BERDASAR
SIKAP TINDAKAN PASIEN DPT DISIMPUL.
PASIEN SETUJU.

2. PERSETUJUAN IMPLIKATIF: KHUSUSNYA


DLM KEADAAN DARURAT DG ANCAMAN
KEMATAN.

JIKA TENAGA KESEHATAN MELAKUKAN


TINDAKAN MEDIK TANPA PERSETUJUAN
MAKA AKAN MENGHADAPI:
1.

2.

3.
4.

GUGATAN MELAKUKAN PERB. MELAWAN HK.


> HUKUM PERDATA
TUDUHAN MELAKUKAN TINDAK PIDANA
PENGANIAYAAN
TINDAKAN ADMINISTATIF DARI LEMBAGANYA
TUDUHAN PELANGGARAN ETIK DARI
ORAGANISASI PROFESI

III. TANGGUNG JAWAB PELKS. INFORMED CONSENT


A.
TANGGUNG JAWAB DOKTER:
1. TANGGUNG JAWAB ETIK ( PS 10 KODE ETIK DOKTER)
DALAM INFORMED CONSENT ADA LANDASAN ETIK. YAITU
KEHARUSAN DOKTER MENGHORMATI KEMANDIRIAN PASIEN
2. TANGGUNG JAWAB HUKUM
DLM INFORMED CONSENT PENANGGUNG JAWAB UTAMA
ADALAH DOKTER
PS. 12 AYAT(1) PERMENKES NO. 585/MONKES/PER/IX/89.
DOKTER BERTANGGUNG JAWAB ATAS PERSTJ. TINDAK MEDIK


1.

2.

3.
4.

TANGGUNG JAWAB INI DPAT


DIDELEGASIKAN DG SYARAT:
TDK BOLEH DIBERIKAN SEPANJANG
MENGENAI DIAGNOSA INDIKASI
MEDIK & TERAPI
DOKTER HRS MEMP. KEYAKINAN
TENTANG KEMAMPUAN ORG YG
MENERIMA DELEGASI
DELEGASI HARUS TERTULIS
DOKTER YG MEMBERI DELEGASI DPT
HADIR SETIAP SAAT JIKA
DIPERLUKAN

B. TANGGUNG JAWAB BIDAN


BIDAN MEMPUNYAI PERANAN
PENTING DLM INFORMED CONSENT
UTK ITU YG PERLU DI PERHATIKAN
BIDAN:
1.

2.

JIKA DIBERI TUGAS UTK MINTA TANDA


TANGAN PERSETUJUAN PD
PASIEN/KELUARGANYA, MK WAJIB TANYA
APA PASIEN/KEL. SDH DPT INFO YG JLS.
JIKA PASIEN/KEL. BERTANYA TTG MEDIK,
MAKA SEPANJANG TDK DIBERI
DELEGASI, WAJIB MENOLAK.

TANGGUNG JAWAB INFORMED


CONSENT BIDAN
1.

2.

JIKA BERADA ATAS PERINTAH RUMAH


SAKIT UNTUK BANTU DOKTER, MK.
TANGG. JWB. RUMAH SAKIT.
JIKA BEKERJA ATAS INISIATIF SENDIRI, MK.
TANGG. JWB. BIDAN PRIBADI.

C. TANGGUNG JAWAB RUMAH SAKIT.


1.

TANGG. JWB. ATAS PERSONALIA YG


BEKERJA DAN DIGAJI OLEH RS. MAKA JIKA
TERJADI MALPRAKTEK MENJADI TANGG.
JWB. RS. KHUSUS UTK. DOKTER :

A.

B.

DOKTER IN ATAU DOKTER FULLITME,


NEKERJA TETAP DAN DI GAJI RS. MAKA
TANGG. JWB RS.
DOKTER-OUT ATAU DOKTER TAMU,
MEMBUKA PRAKTEK KESALAHAN TANGG.
JWB. PRIBADI.

2. TANGGUNG JAWAB BERKAITAN DG.


PELAKS. TUGAS :
BERTANGG. JWB MENYEDIAKAN
FORMULIR2 PERSETUJUAN DAN
KELENGKAPAN ADMINIDTRASI UTK
SUATU TINDAKAN MEDIS.

3. TANGG. JWB BERKAITANG DG.


KEWAJIBAN MEMBERIKAN PERAWATAN (
DUTY OF CURE).
BERTANGG. JWB ATAS PEMBERIAN
PERAWATAN YG TIDAK LAZIM ATAU
DIBAWAH STANDAR > DASAR ADALAH
STANDAR PROFESI MASING2 TENAGA
KESEHATAN.
SUATU TINDAKAN MEDIK TIDAK
MELAWAN HUKUM APABILA
1.

2.

TINDAKAN ITU MEMPUNYAI INDIKASI


MEDIK
TINDAKAN ITU DILAKUKAN MENURUT
ATURAN2 YG BERLAKU DLM ILMU
KEDOKTERAN

3. TINDAKAN ITU HRS DILAKUKAN DG


MENDPT. PERSETUJUAN DAHULU DARI
ORANG YBS.

1.

2.
3.

INDIKASI MEDIK HRS MEMENUHI UNSUR2


SBB:
PERAWATAN MEDIK HARUS SESUAI DGN
STANDAR PROFESIONAL MEDIK SECARA
ILMU KEDOKTERAN
DPT DIBENARKAN SECARA ETIK
CARA YG DIPAKAI HRS SESUAI DG. TUJUAN
YG INGIN DICAPAI

TANGGUNG JAWAB HK BIDAN


DASAR HUKM

A.

TANGGUNG JAWAB PERDATA:

TANGGUNG JAWAB PIDANA

PSL 1365 PERBUATAN MELAWAN HUKUM


PSL 1366 KELALAIAN/KURANG HATI-2
PSL 1367 KERUGIAN KARENA PERBUAT. ORG LAIN DI
BAWAH PENGAWASAN.
PASAL 359 361 KUHP KEALPAAN ATAU KELALAIAN
BERAKIBAT MATINYA ORG LAIN

TANGGANG JAWAB ADMINISTRASI:

MELALAIKAN KEWAJIBAN
MELAKS. SESUATU YG MESTINYA TDK DILAKS.
MENGABAIKAN KETT. UU.

B. TANGG. JAWAB HK BIDAN DIBEDAKAN


MENJADI DUA:

BIDAN DIKATAKAN LALAI/WANPRESTASI:

RESPONSIBILITY TANGG. JAWAB ATAS PERB


SENDIRI
LAIBILITY TANGG. JAWAB ATAS PERBUATAN ORG
LAIN YANG SALAH/LALAI (ORG DI BAWAH
PENGAWASANNYA)
TDK MELAKS. APA YG SDH DISANGGUPI UTK
DILAKS.
MELAKS. APA YG DIJANJIKAN TETAPI TERLAMBAT
MELAKS. APA YG DIJANJIKAN TETAPI TDK SESUAI
DG YG DIJANJIKAN
MELAKS. SESUATU YG MENURUT PERJJ. TDK
BOLEH DILAKUKAN

JIKA TERJD. WANPRESTASI & PIHAK LAIN


RUGI, MK WAJIB MENGGANTI KERUGIAN TSB.

C. TANGG. JAWAB ATAS KESALAHAN/


KELALAIAN ORG LAIN:
SCR GRS BESAR BIDAN MEMP. 3 PERANAN.
PERANAN PERAWATAN MANDIRI
PERANAN KOORDINATIF MANDIRI
PERANAN TERAUPETIK :
JK DI RS/BEKERJA DG DOKTER IS MENDAMPINGI/
MEMBANTU DOKTER
JK PRAKTEK MANDIRI MANDIRI
YAITU: DIAGNOSISI, TERAPI & TINDKN MEDIK.

TENAGA KESEHATAN (PERAWAT/BIDAN) YG


MELKS PRAKTEK DIATUR DLM Kpts. Menkes
RI No. 1239/Menkes/SK/XI/2001/ ttg
REGISTRASI & PRAKTEK KEPERAWATAN.

PSL 15 MENENTK.:
MELAKS. ASUHAN KEPERAW./KEBID. MELP:
PENGKAJIAN, PENETAPAN DIAGNOSA
KEPRWT/KEBID., PERENC., PELKS. TINDAK. &
EVALUASI;
2.
TINDK. KEPERWT/KEBID. MELIPT: INTERVENSI
KEBID., OBSERVASI & KONSELING
3.
DLM BERTINDAK HRS SESUAI DG STANDAR
ASUHAN KEBID. YG DITETAPKAN OLEH IBI;
4.
PELAYANAN TINDAKAN MEDIK HANYA DPT
DILAKUKAN BERDASARKAN PERMINTAAN
TERTULIS DR DOKTER (JK BEKERJA DG DOKTER).
TERKECUALI (PS 20):

DLM KEADAAN DARURAT BERWENANG MELAKS.


PELAYANAN DI LUAR KEWENANGAN

BIDAN, DLM KEADAAN DARURAT WAJIB BERUSAHA


MENYELAMATKAN JIWA MANUSIA.
1.

MEDICAL MALPRACTICE
I.

PENGERTIAN

MEDICAL MALPRACTICE MERUPAKAN KELALAIANKELALAIAN YG TERJADI DLM PRAKTEK


PELAYANAN KESEHATAN
MALPRACTICE IS SUATU SIKAP TINDAK YG TDK
BENAR YG MELANGGAR MORAL & HK
MASALAH MEDICAL MALPRACTICE MUNCUL DI
AMERIKA SERIKAT PD DASARNYA KRN HK-NYA
MEMBERIKAN HAK KPD PASIEN UTK MENGGUGAT
TENAGA KESEHATAN BILA TERJADI
PENYIMPANGAN
MIS.: CIDERA, KEMATIAN STLH PERAWATAN

II. DASAR PENGGUNAAN ISTILAH

RUANG LINGKUP MEDICAL MALPRACTICE IS


SEGALA SIKAP TINDAK YG MENYEBABKAN
TERJADINYA TANGGUNG JAWAB, DILAKUKAN
BERDASARKAN PROFESIONAL PELAYANAN
KESEHATAN
MEDICAL MALPRACTISE TERJADI APABILA
ADA KELALAIAN
TERJADINYA KELALAIAN BILA HAL-2
TERTENTU YG SEHARUSNYA DILAKUKAN
TERNYATA TDK DILAKUKAN, ATAU HAL-2 YG
SEHARUSNYA TDK DILAKUKAN TAPI
DILAKUKAN

APABILA SESEORG BERSIKAP TINDAK YG


MUNGKIN MENIMBULKAN RESIKI CIDERA
PD ORG LAIN, MK TIMBUL KEWAJIBAN
MERAWAT DG TATACARA PERAWATAN YG
TERBAIK
SUMBER POKOK TIMBULNYA KEWAJIBAN
AL.: ADANYA HUB. KONSENSUAL YG
BERSIFAT PROFESIONAL ANTARA PASIEN &
TENAGA KESEHATAN SCR SUKARELA
MENGADAKAN PERJJ.
KEWAJIBAN JUGA BERSUMBER DR HUB.
HK. ANTARA TENAGA KESHT. MIS.: DOKTER
DG PIHAK KETIGA

KEWAJIBAN TENAGA KESEHT. TERHDP PASIEN


BERLANGSUNG SAMPAI PASIEN MENGHENTIKAN
HUB. HK. DG. TENAGA KESEHT.
DERAJAT HUB. SEBAB AKIBAT ANTARA DOKTER
PASIEN DLM PELAYANAN KESEHT IS SAMA

ADA BEBERAPA ISTILAH PENTING:

CAUSE INFECT: PENYEBAB CIDERA YG PASTI


MUDAH DITENTUKAN
PROSIXMADE CAUSE: PENYEBAB CIDERA SCR
UMUM DPT DIKETAHUI SEHUB. DG FREKWENSI
KEJADIAN YG CUKUP TINGGI TANPA ANALISIS
STATISTIK
RESIPSA LIQUITUR: PENYEBAB CIDERA MASIH
DISIMPULKAN MELALUI KENYATAAN SITUASI
TERTENTU

REKAM MEDIK
(MEDICAL RECORDS)
I. REKAM MEDIK/REKAM KESEHATAN
MERUPK. SUATU CATATAN/REKAMAN
TERHDP SESEORG PASIEN YG DIRAWAT
DI RUMAH SAKIT ATAU PUSKESMAS ATAU
KLINIK

MENINGKATNY SISTEM PELAYANAN KESEHT


DEWASA INI
ADANYA REKAM MEDIK DPT MEMPENGARUHI
KUALITAS PELAYANAN KESEHT YG DITERIMA
PASIEN

TUJUAN REKAM MEDIK:

UTK MEMBERIKAN FASILITAS TARAF


PELAYANAN KESEHT. YG TINGGI
DIPERLUKAN SBG BAHAN PENDIDIKAN,
PENELITIAN DR AKREDITASI

FUNGSI REKAM MEDIK:

BAHAN PEMBUKTIAN DI SIDANG PENGADILAN


SARANA MENGEMBALIKAN INGATAN PARA
PIHAK YG BERPERKARA TERHDP PRISTIWA

II. ISI REKAM MEDIK:

IDENTITAS PASIEN & FORMULIR PERSETJ./


RIWAYAT PENYAKIT
LAPORAN PEMERIKSAAN FISIK
INSTRUKSI DIAGNOSTIK & TERAPEUTIK DGN
TANDA TANGAN TENAGA KESEHT YG
BERWENANG
CATATAN PENGAMATAN ATAU OBSERVASI
LAPORAN TINDAKAN & PENEMUAN
RINGKASAN RIWAYAT PULANG (RESUME
PASIEN
KEJADIAN-2 ATAU PERISTIWA-2 MENYIMPNG

ADA KECENDERUNGAN PIHAK RS

MERAHASIAKAN REKAM MEDIK, KRN:

DIBUAT OLEH PIHAK YG TDK MENGERTI HK


SHG ISINYA MUNGKIN TENDENSIUS
DPT DIPERGUNAKAN SBG SARANA UTK
MENYUDUTKAN PIHAK RS OLEH PARA PIHAK
YG TDK BERTANGG. JAWAB.

DGN DEMIKIAN REKAN MEDIK

MENGANDUNG DUA KATEGORI INFORM.:

INFORMASI YG MENGANDUNG NILAI


KERAHASIAAN
INFORMASI YG TDK MENGANDUNG NILAI
KERAHASIAAN.

III. KEWAJIBAN MEMBUAT & MENYIMPAN


REKAM MEDIK, DASAR HK.-NYA:

UU NO. 7 TH 1977
UU NO. 23 TH 1992 UUP KESEHT.
PP NO. 20 TH 1961
KEPTS MENKES RI NO. 031/BIRHUP/1972
KEPTS MENKES RI NO. 034/BIRHUP/1972
KEPTS MENKES RI NO. 134/MENKES.SK/IV/
1978
SIFAT REKAM MEDIK BERSIFAT RAHASIA
WAJIB SIMPAN RAHASIA KESEHATAN:

PP NO. 10 TH 1966
PSL 322 KUHP TTG WAJIB SIMPAN RAHASIA

IV. MANFAAT REKAM MEDIK (GEMALA HATTA,


1986:3):

SBG ALAT KOMUNIKASI A NTAR TENAGA KESHT.


MERPK DASAR PERENC. PERAWAT. BG PASIEN
ALAT BUKTI BG SETIAP MASA PERAWAT. ATAU
BEROBAT JALAN
DASAR ANALISIS, STUDI & EVALUASI TERHD MUTU
PELAYANAN KESEHT. YG DIBERIKAN
MEMBANTU & MELINDUNGI KEPENT. HK PASIEN, RS.
& KESEHT.
MEMBERIKAN DATA KLINIS BG PENELITIAN &
PENDIDIKAN
MEMBRK INFORMASI KPD PIHAK-2 YG MEMERLUKAN
BERLANDASKAN PERAT. PER-UU-AN YG BERLAKU

I.
-

EUTHANASIA
PENGERTIANNYA: MATI DG TENANG ATAS
BANTUAN ORG LAIN
TINJAUN HUKUM TTG EUTHANASIA
KUHP. TDK MEMBOLEHKAN, DIANGGAP
MELAKUKAN PEMBUNUHAN MELANGGAR PS.
362 KUHP
HUKUM AGAMA:
HUKUM AGAMA MANAPUN UG DIAKUI DI
INDO. TDK MEMPERBOLEHKAN EUTHANASIA
HUKUM ADAT
MANAPUN TIDAK MEMBOLEHKAN
EUTHANASI

HUKUM KESEHATAN
MELAKUKAN EUHANASIA MELANGGAR
KODE ETIK KESEHATAN DAN UU
KESEHATAN
II. ABORSI
- PENGERTIANNYA: PENGGUGURAN
KANDUNGAN ATAU JANIN
- TINJAUAN HUKUMNYA:
- KUHP> TDK MEMPERBOLEHKAN
MELANGGAR KUHP
- HUKUM AGAMA
HUKUM AGAMA MANAPUN PD PRINSIPNYA
TDK MEMPERBOLEHKAN

HUKUM ADAT > TDK

MEMPERBOLEHKAN
HUKUM KESEHATAN > TDK
MEMBOLEHKAN MELANGGAR KODE
ETIK DAN HUKUM
KECUALI ATAS DASAR INDIKASI MEDIS
- IBUNYA MENGALAMI PENYAKIT YG
SULIT DISEMBUHKAN
- MENGANCAM KESELAMATAN NYAWA
IBU BAYI
- KEHAMILAN AKIBAT PERKOSAAN

III. BAYU TABUNG


PENGERTIANNYA: PROSES PEMBUAHAN BAYI
DILUAR RAHIM MELALUI BANTUAN TENAGA
MEDIS
TEMPAT: > DI RAHIM SI IBU SENDIRI
> DI TITIP DI RAHIM ORANG LAIN
PROSES TG DIBOLEHKAN OLEH HUKUM:
SPERMA DAN OVUM SEL TELUR YG BERASAL
DARI PASANGAN SUAMI-ISTRI YG SAH
JIKA DITITIP DIRAHIM ORG LAIN HRS
DILAKUKAN DENGAN SUATU
PERJANJIAN>DASAR HK PS. 1338 KUH
PERDATA

KEDUDUKAN HK ANAK HASIL BAYI TABUNG


JIKA JANIN BERASAL DARI SPERMA DAN
OVUM SUAMI-ISTRI YG SAH, MAKA ANAK
ITU ANAK SAH DARI SUAMI-ISTRI TSB
JIKA SPERMA DAN OVUM TSB DARI LAKI2
DAN WANITA YG TDK ADA IKATAN
PERKAWINAN MK ANAK TSB ADALAH ANAK
IBU
MENURUT HUKUM:
PROSES BAYI TABUNG YG DIBOLEHKAN
ADALAH BAYI TABUNG BERASAL DARI
SPERMA DAN OVUM SUAMI ISTRI YG SAH