Anda di halaman 1dari 12

ALAT PENUKAR PANAS

FUNGSI ALAT PENUKAR PANAS


Alat-alat penukar panas berfungsi untuk mengambil
atau memberikan panas terhadap suatu fluida yang
digunakan dalam sistim-sistim pada mesin diesel.
Alat tersebut adalah :
Pengambil panas : radiator, cooler, cooling tower dan
blower.
Pemberi panas : heater

PRINSIP KERJA ALAT PENUKAR


PANAS (1)
Perpindahan Panas (Kalor) Konduksi
Jika suatu benda terdapat gradient suhu
(temperature gradient), maka akan terjadi
perpindahan energi dari bagian bersuhu tinggi ke
bagian bersuhu rendah. Kondisi ini dikatakan bahwa
energi berpindah secara konduksi atau hantaran.

Misalnya : Bila kita memanaskan batang logam


pada bagian ujungnya dengan api, maka panas
yang diberikan merupakan fungsi terhadap waktu
akan merambat secara induksi sehingga ujung
yang lain akan terasa menjadi panas juga.

Maka bila :
T1 > T2
sehingga panas akan mengalir dari temperatur yang lebih tinggi
( T1 ) ke temperatur yang lebih rendah ( T2 ), sesuai dengan
hukum Fourier sebagai berikut :

Dimana : q
= laju perpindahan kalor (W)
K
= konduktivitas termal (thermal conductivity) batang logam (W/m.oC)
T1, T2
= suhu kedua ujung batang logam (oC)
x = panjang batang logam (m)

PRINSIP KERJA ALAT PENUKAR PANAS (2)

Perpindahan Panas Konveksi


Bila panas mengalir karena percampuran
karena adanya aliran sehingga terjadi
pertukaran panas dari suhu yang lebih tinggi ke
suhu yang lebih rendah, maka mekanisme
perpindahan panas ini dikenal sebagai konveksi.

Maka persamaan perpindahan panas sesuai dengan hukum Newton tentang


pendinginan :

Dimana : h
A
Tw
T

= koefisien perpindahan kalor konveksi (convection heat-transfer


coefficient) (W/m2.oC)
= luas permukaan plat (m2)
= suhu plat (oC)
= suhu fluida (angin) (oC)

PRINSIP KERJA ALAT PENUKAR PANAS (3)

Perpindahan Panas Radiasi


Berlainan dengan mekanisme konduksi dan
konveksi di mana perpindahan energi terjadi
melalui bahan antara, maka pada perpindahan
energi secara radiasi dapat juga terjadi melalui
daerah-daerah hampa. Proses perpindahannya
melalui radiasi elektromagnetik.

Di mana :
A
T

= 5,669 x 10-8W/m2.K4 ( konstanta proporsionalitas (Stefan-Boltzman))


= luas permukaan plat (m2)
= oC + 273 (suhu absolute Kelvin (K))

PERALATAN PENUKAR PANAS PADA MESIN


DIESEL

Radiator dengan media pendingin


udara
Cooler Dengan Media Pendingin Air
Cooling Tower
Sirip-sirip pendinginan pada dinding
cylinder liner

PENGARUH PENGERAKAN (DEPOSIT) PADA


DINDING ALAT PENGANTAR PANAS
1.

2.

Kerak Memperbesar Hambatan


Penyerapan Panas
Pengerakkan yang Terjadi di
Dalam Pipa Mempersempit Laluan
Fluida yang Mengalir

Analisa perpindahan panas yang terjadi akibat


adanya pengerakkan sehingga terjadi thermal
resistance adalah sbb:

dianalogikan dengan analogi listrik maka :

KONDUKTIFITAS TERMAL (W/M.OC) UNTUK BEBERAPA


BAHAN ADALAH SBB:

Logam :
Perak (Ag)
= 419
Tembaga (Cu)
= 386
Aluminium (Al)= 204
Besi (Fe)
= 73

Non logam:
Bata Krom
= 2,32
Magnesit
= 3,81
Marmar
= 2,08 2,94
Semen
= 0,29
Beton
= 0,76

Pengerakkan yang Terjadi di Dalam Pipa


Mempersempit Laluan Fluida yang Mengalir

Dx
1
X1
X2
Dx
2

Di mana :
X2 >
A =
B =
Dx1 <
Dx1 =
Dx2 =

X1
kerak di dalam dinding pipa
dinding pipa
Dx2
debit fluida X1
debit fluida X2 (dinding pipa tanpa kerak)