Anda di halaman 1dari 17

Sistem kerja dari boiler

Boiler adalah merupakan jantung pada pabrik


pengolahan kelapa sawit dan juga merupakan dapur
untuk menghasilkan panas dengan membakar
bahan bakar didalamnya yang digunakan untuk
mengubah fase air menjadi uap dan tekanan yang
memiliki kalor yang tinggi untuk memutar turbin,
kebutuhan air heater dan kebutuhan pada proses
POM dan manufaktur lain. Pengoperasian boiler
harus dilakukan dengan secermat dan seteliti
mungkin agar proses pengolahan kelapa sawit tidak
mendapat gangguan yang dapat menimbulkan
kerugian bagi perusahaan.

Komponen utama dari boiler


Dapur pembakaran (furnance).

Dapur pembakar adalah suatu ruangan dapur


sebagai penerima bahan bakar untuk
pembakaran, yang dilengkapi dengan fire grate.
Pada bagian bawah diletakan rangka bakar
sebagai alas bahan bakar, dan pada sekelilingnya
adalah pipa-pipa air ketel yang menempel pada
dinding tembok dapur yang mendapat atau
menerima panas dari bahan bakar.

Pembagian ruang bakar


Ruang bakar terbagi 2 (dua) bagian, yaitu :
Ruang pertama berfungsi sebagai ruang pembakaran,
sebagai pemanas yang dihasilkan dan diterima langsung
oleh pipa-pipa air yang berada di dalam ruangan dapur
tersebut (pipa-pipa air) dari drum ke header samping
kanan/kiri.
Ruang kedua merupakan ruang gas panas yang diterima
dari hasil pembakaran dalam ruang pertama. Di dalam
ruang kedua ini sebagian besar panas dari gas diterima
oleh pipa-pipa air drum atas ke drum bawah. Dalam ruang
pembakaran pertama udara pembakaran ditiupkan oleh
Blower Forced Draft Fan (FDF) melalui lubang-lubang kecil
disekeliling dinding ruang pembakaran dan melalui kisi-kisi
bagian bawah dapur (Fire grates).

Steam drum

Steam Drum berfungsi sebagai tempat pembentukan uap yang


dilengkapi dengan sekat-sekat penahan butir-butir air untuk
memperkecil kemungkinan air terbawa uap. Steam drum
terletak di bagian atas, adalah suatu tabung atau bejana yang
berisi air dan sebagian uap dengan perbadingan 50%: 50%.
Pada steam drum itulah pembuatan uap pada ketel terjadi.
Disamping sebagai tempat pembuatan uap, juga digunakan
sebagai tempat penerima air pengisi ketel. Karena perbedaan
suhu pada air pengisisan dan air yang berada di dalam steam
drum dan air yang berada di dalam pipa-pipa, maka terjadilah
sirkulasi air didalam ketel, sehingga air yang bersuhu rendah
akan mengalir kebawah melalui pipa-pipa dan down corner.
Demikian pula sebaliknya pada air yang bersuhu tinggi akan
mengalir keatas melalui pipa-pipa disekeliling dapur, akhirnya
menguap pada permukaan air dalam steam drum.

Super heater

Uap yang berasal dari penguapan di dalam Steam Drum belum


dapat dipergunakan oleh turbin uap, oleh karenanya harus
dilakukan pemanasan uap lanjut melalui pipa uap pemanas lanjut
(Superheater Pipe), hingga uap benar-benar kering dengan
temperatur 260 340C. Pipa-pipa pemanas uap lanjut dipasang
di dalam ruang pembakaran kedua, hal ini mengakibatkan uap
basah yang dialirkan melalui pipa tersebut akan mengalami
pemanasan lebih lanjut. Prinsip kerja Super Heater yaitu pada saat
pemanasan, api harus diatur sehingga suhu dari pipa Super
Heater tidak melebihi batas keamanan yang diizinkan. Suhu dari
logam pipa pada waktu pemanasan ketel biasanya dijaga supaya
berada di bawah suhu pipa pada saat ketel berada pada kapasitas
penuh. Hal ini dapat dilaksanakan dengan mengatur waktu dari
saat pemanasan sampai saat tekanan kerja tercapai, dengan
maksud untuk membatasi suhu gas masuk ke superheater pada
5000C untuk superheater dengan pipa baja biasa.

Pipa air (header).


Pipa-pipa air berfungsi sebagai tempat pemanasan
air ketel yang dibuat sebanyak mungkin hingga
penyerapan panas lebih merata dengan efisiensi
tinggi, pipa-pipa ini terbagi dalam:
Pipa air yang menghubungkan drum atas dengan
header muka atau belakang.
Pipa air yang menghubungkan drum dengan header
samping kanan atau samping kiri.
Pipa air yang menghubungkan steam drum dengan
water drum.
Pipa air yang menghubungkan water drum dengan
header belakang

Air heater

Air heater adalah alat pemanas udara


penghembus bahan bakar. Prinsip kerja Air
heater yaitu memanaskan udara yang lewat
disela-sela pipa dialirkan udara hembusan dari
Force Draft Fan yang lewat di sekitar pipa-pipa
yang di dalamnya mengalir gas bekas dari
pembakaran bahan bakar. Udara hembus
sebelum melalui Air heater mempunyai suhu
yang sama dengan udara luar yakni sekitar
38C, dan setelah melalui Air heater dapat
mencapai suhu antara 200-230C.

Water drum

Water drum berfungsi sebagai tempat pemanasan air


ketel yang didalamnya di pasang plat-plat pengumpul
endapan lumpur untuk memudahkan pembuangan
keluar (Blow Down). Water drum terletak dibagian
bawah, adalah suatu tabung atau bejana yang berisi air
sebagai penghubung pipa-pipa ketel dari steam drum.
Disamping itu, Water drum juga berfungsi sebagai
tempat pengendapan kotoran-kotoran air dalam ketel,
yang tidak menempel pada dinding-dinding ketel,
melainkan terlarut dan mengendap. Dengan jalan atau
perlakuan Blow Down maka kotoran-kotoran tersebut
akan dapat dibuang dan dikeluarkan dari dalam ketel.
Kotoran-kotoran tersebut misalnya : SiO2 , Fe, dsb.

Dust colector

Dust collector adalah alat pengumpul abu atau


penangkap abu pada sepanjang aliran gas
pembakaran bahan bakar sampai kepada gas
buang. Keuntungan penggunaan dust colector
adalah :
Gas buang akan menjadi bersih, sehingga tidak
mengganggu pencemaran udara.
Tidak menjadikan kerusakan alat-alat bantu
lainnya, misalnya : pipa-pipa Air heater, cashing
Induced Draft Fan yang aus karena gesekan abu,
pasir, dsb.
Tidak mengganggu jalannya operasi.

Pembuangan gas bekas

Gas bekas setelah ruang pembakaran kedua


dihisap oleh Blower isap (Induced Draft Fan)
melalui saringan abu (Dust Colector)
kemudian dibuang ke udara bebas melalui
cerobong asap (Chimney) Pengaturan
tekanan didalam dapur dilakukan pada
corong keluar Blower (Exhaust) dengan
katup yang diatur secara otomatis oleh alat
hidrolis (Furnace Draft Control).

Air seal damper

Air seal damper adalah alat yang terdiri dari


dua buah damper atas dan bawah yang
bekerja membuka dan menutup secara
bergantian yang berfungsi ganda, yaitu
untuk mengeluarkan abu pada Dust
collector, juga menjaga agar udara luar
tidak masuk akibat tarikan Induced Draft
Fan.

Ash rotary valve

Ash rotary valve adalah alat bantu yang


berfungsi sama dengan Air seal damper,
yaitu untuk mengeluarkan abu pada Dust
collector,juga menjaga agar udara luar tidak
masuk akibat tarikan Induced Draft Fan
yang membedakan yaitu Ash rotary valve
bekerja berputar. Alat-alat pengaman boiler
Mengingat bahwa tekanan kerja dan
temperatur ketel yang sangat tinggi, maka
ketel harus dilengkapi dengan alat-alat
pengaman sebagai berikut :

Safety valve dan sight glass

Katup Pengaman (Safety Valve), Alat ini bekerja membuang uap


apabila tekanan melebihi dari tekanan yang telah ditentukan
sesuai dengan penyetelan katup alat ini. Umumnya pada katup
pengaman tekanan uap basah (Saturated Steam) diatur pada
tekanan 21 kg/cm2, sedang pada katup pengaman uap kering
tekanannya 20,5 kg/cm2. Penyetelan dilakukan bersama dengan
petugas IPNKK setelah adanya pemeriksaan berkala.
Gelas Penduga (Sight Glass), Gelas penduga adalah alat untuk
melihat tinggi air di dalam drum atas, untuk memudahkan
pengontrolan air dalam ketel selama operasi. Agar tidak terjadi
penyumbatan-penyumbatan pada kran-kran uap dan air pada alat
ini, maka perlu diadakan penyepuan air dan uap secara periodik
pada semua kran minimal setiap 3 (tiga) jam. Gelas penduga ini
dilengkapi dengan alat pengontrolan air otomatis yang akan
membunyikan bell dan menyalakan lampu merah pada waktu
kekurangan air. Pada waktu kelebihan air bell juga akan berbunyi.