Anda di halaman 1dari 16

Bab 5

Manajemen Kas dan Surat


Berharga

Motivasi perusahaan mengadakan kas:

Transaksi
Berjaga-jaga
Spekulasi
Saldo kompensasi

Teknik manajemen kas:


Sinkronisasi arus kas
Mempercepat pengumpulan kas:
- Lockbox system
- Pre-Authorized debits
- Transfer mechanism
Pengendalian pengeluaran kas

Manajemen Kas Versus


Manajemen Likuiditas
Dalam membahas manajemen kas perlu dibedakan
antara manajemen kas yang sesungguhnya dan
manajemen likuiditas. Perbedaan ini sering merupakan
sumber ketidakjelasan, karena istilah kas dalam
praktek sering dipergunakan untuk dua pengertian
yang berbeda. Pertama, kas sesungguhnya yang ada
di perusahaan. Kedua, manajer keuangan sering
menggunakan istilah yang sama tetapi termasuk suratsurat berharga (marketable securities) yang kadangkadang disebut setara kas (cash equivalents or near
cash)
Perbedaan manajemen kas dengan manajemen
likuiditas adalah jelas. Manajemen likuiditas, berkaitan
dengan jumlah optimal aktiva likuid yang harus dimiliki
perusahaan, sedangkan manajemen kas lebih erat
kaitannya dengan optimisasi mekanisme untuk
mengumpulkan dan mendistribusikan kas.

Memahami Float dalam


Manajemen Kas
Sering terjadi perbedaan antara
saldo kas yang ada dalam catatan
buku perusahaan dengan saldo yang
ada pada rekening perusahaan di
bank . Perbedaan inilah yang dikenal
dengan istilah float , yang
mencerminkan dampak dari adanya
cek perusahaan yang masih dalam
proses kliring.

Disbursement Float
Cek yang ditulis perusahaan akan menimbulkan disbursement float,
karena akan menurunkan saldo kas dalam catatan buku
perusahaan, tetapi belum merubah saldo kas perusahaan di bank
sampai dengan checks tersebut diuangkan di bank.
Contoh, perusahaan General, mempunyai Rp100 juta rekening giro
di bank. Pada tanggal 8 Oktober 2008 perusahaan membeli bahan
baku dan membayar menggunakan check Rp100 juta. Saldo kas
pada catatan buku perusahaan akan segera berkurang sebesar
Rp100 juta
Dengan kata lain sebelum 8 Oktober 2008, perusahaan General,
mempunyai zero float.
Float = Firms available balance Firms book balance
= Rp 100 juta Rp 100 juta
= Rp 0
Posisi perusahaan General antara 8 Oktober sampai dengan 15
Oktober 2008 adalah:
Disbursement float = Firms available balance Firms book
balance
= Rp 100 juta Rp 0
= Rp 100 juta

Collection Float
Cek yang diterima perusahaan akan menimbulkan collection float,
yang akan segera mingkatkan saldo kas dalam catatan buku
perusahaan (book balance) tetapi tidak segera menimbulkan
perubahan pada saldo kas perusahaan di bank (available balance).
Contoh, perusahaan General pada 20 Oktober 2008 menerima
check dari pelanggan Rp100 juta. Perusahaan mencatat
penerimaan check tersebut pada buku perusahaan General
sehingga meningkatkan saldo kasnya sebesar Rp100 juta
menjadi Rp200 juta. Akan tetapi tambahan saldo kas tidak tampak
pada saldo kas perusahaan General di bank, sampai dengan check
tersebut diuangkan ke bank pelanggan, misalkan tanggal 30
Oktober 2008.
Sebelum 20 Oktober 2008 posisi perusahaan General adalah:
Float = Firms available balance Firms book balance
= Rp 100 juta Rp 100 juta
= Rp 0
Posisi perusahaan General antara 20 Oktober sampai 30 Oktober
2008 adalah:
Collection float = Firms available balance Firms book balance
= Rp 100 juta Rp 200 juta
= - Rp 100 juta

Net Float
Jumlah dari disbursement float dan collection float
disebut net float. Net float pada waktu tertentu
menunjukkan seluruh perbedaan antara firms
available balance dan firms book balance.
Jika net float positf, berarti disbursement float lebih
besar dari collection float, dan firms available
balance lebih besar dari firms book balance.
Jika available balance lebih kecil dari book balance,
berarti perusahaan mempunyi net collection float.

Manajemen Float
Manajemen float mencakup pengendalian
penerimaan dan pengeluaran kas.
Total waktu penerimaan atau pengeluaran kas
dapat dibagi menjadi tiga komponen, yaitu:
a. Mailing time, adalah bagian dari proses
penerimaan dan pembayaran, saat check masuk
dalam sistem pengiriman.
b. Processing delay adalah waktu yang diperlukan
penerima check untuk memproses pembayaran
dan menyimpan di bank.
c. Availability delay adalah waktu yang dibutuhkan
untuk kliring cek dalam sistem perbankan.

Mengukur Float
Besar kecilnya float tergantung pada jumlah dollar atau
rupiah dan waktu penundaan.
Sebagai contoh, misalkan perusahaan Anda mengirim
check senilai Rp500 ribu setiap bulan. Dibutuhkan waktu
lima hari waktu pengiriman untuk sampai ditempat tujuan
(mailing time), dan satu hari bagi penerima untuk
menyampaikan check tersebut kepada bank penerima
(processing delay). Bank penerima memproses check
selama tiga hari (availability delay).
Dengan demikian total waktu adalah 9 hari.
Berapa rata-rata disbursement float per hari ?
Pertama, perusahaan Anda punya Rp 500 ribu float selama
sembilan hari, dengan demikian total float adalah 9 x Rp
500 ribu = Rp 4.500.000,- .
Kedua, jika diasumsikan satu bulan adalah 30 hari, maka
rata-rata float per hari adalah :
Average daily float = Rp 4.500.000,- / 30 = Rp 150.000,-

Jika terjadi lebih dari satu kali penerimaan atau


pembayaran dalam setiap bulan

Contoh, perusahaan Anda menerima dua macam penerimaan setiap


bulan:
Amount
Processing and availability delay Total
float
1. Rp 5.000.000
x9
= Rp 45.000.000
2. Rp 3.000.000
x5
= Rp 15.000.000
Total Rp 8.000.000
= Rp 60.000.000
Berdasarkan informasi tersebut jika satu bulan sama dengan 30 hari,
maka dapat dihitung :
Average daily float = Total float / Total days
= Rp 60.000.000 / 30 = Rp 2.000.000
Dengan demikian rata-rata per hari sebanyak Rp 2.000.000 kas yang
tidak
diterima dan tidak tersedia.

Biaya Float
Biaya yang timbul dengan adanya collection foat
bagi suatu perusahaan adalah berupa opportunity
cost karena perusahaan tidak dapat segera
menggunakan kas.
Paling tidak perusahaan dapat memperoleh
bunga, jika kas tersedia untuk investasi
Contoh, Perusahaan Lambo, mempunyai rata-rata
penerimaan check per hari Rp1.000.000,- dan
rata-rata tertimbang penundaan selama tiga hari.
Dengan demikian average daily float = 3 x
Rp1.000.000 = Rp3.000.000. Hal ini berarti ada
Rp 3.000.000 dana yang tidak menghasilkan
bunga dalam satu hari.
Jika suku bunga 12% pertahun atau 1% per bulan,
maka biaya float adalah: 0,01(Rp3.000.000x30)
=Rp900.000 per bulan

Pengumpulan kas
Bagaimana perusahaan mengumpulkan kas dari
pelanggannya sebagian besar tergantung pada
sifat bisnis yang dilakukan perusahaan.
Pendekatan yang lain dalam mempercepat
pengumpulan kas adalah dengan melakukan
kesepakatan dengan pelanggan untuk melakukan
preauthorized payment
Banyak perusahaan menggunakan kantor pos
yang dikenal dengan lockbooxes untuk menerima
pembayaran dan mempercepat pengumpulan
kas.

Manajemen Pengeluaran Kas


Meningkatkkan Disbursement Float,
sebagaimana telah dipahami, memperlambat
pembayaran dapat mencakup waktu
pengiriman check, pemrosesan check, dan
pengumpulan dana.
Pengendalian Pengeluaran, sebagaimana
telah dikemukakan bahwa memaksimumkan
waktu penundaan pembayaran mungkin
merupakan praktek bisnis yang kurang baik.
Namun demikian perusahaan berusaha untuk
tetap menahan kas sekecil mungkin.

Investasi Kelebihan Kas dan Surat


Berharga
Apabila perusahaan memiliki surplus kas untuk
sementara waktu, perusahaan dapat
menginvestasikan pada surat berharga jangka
pendek di pasar uang
Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan
dalam investasi pada surat berharga, yaitu risiko
dan pendapatan

Risiko dan pendapatan yang harus


dipertimbangkan:
Default risk , yaitu risiko kegagalan perusahaan yang
menerbitkan surat berharga untuk melunasi bunga dan
pokok pinjaman.
Event risk, yaitu risiko suatu kejadian yang tiba-tiba
dapat segera mengakibatkan perusahaan yang
menerbitkan surat berharga dalam kondisi yang sulit.
Interest rate price risk, yaitu risiko turunnya harga pasar
suatu surat berharga karena terjadinya kenaikan suku
bunga di pasar.
Inflation risk, yaitu risiko inflasi yang akan menurunkan
daya beli dari sejumlah uang.
Marketability risk, yaitu risiko kesulitan untuk menjual
surat berharga pada tingkat harga yang berlaku di pasar.
Return on securities, yaitu tingkat pendapatan dari surat
berharga, hal ini biasanya berkaitan dengan tingkat
risiko dari surat berharga tersebut. Semakin besar risiko
semakin tinggi tingkat pendapatan yang disyaratkan.

Model Baumol Untuk Manajemen


Berharga

Kas dan Surat

Secara matematik besarnya saldo kas optimal dapat dihitung


dengan rumus:
2xTxF

C* =

-----------------k

Keterangan:
C* = Saldo kas optimal yang diperoleh dengan menjual surat
berharga
F = Biaya transaksi yang jumlahnya tetap setiap kali
transaksi
dilakukan
T = Jumlah kas yang diperlukan selama satu periode
tertentu
( biasanya satu tahun )
k = Biaya opportunity yang timbul karena menyimpan kas.

Surat Berharga
Motivasi perusahaan mengadakan surat berharga:
Pengganti kas
Investasi sementara
Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih
surat berharga:
Risiko :
Suku bunga
Inflasi
Kegagalan
Pemasaran
Pendapatan