Anda di halaman 1dari 11

Pengertian

UU no 13 tahun 1985
PP No 24 tahun 2000
1. Bea Meterai adalah Pajak atas Dokumen
2. Dokumen adalah kertas yang berisikan tulisan
yang mengandung arti dan maksud tentang
perbuatan, keadaan atau kenyataan bagi
seseorang dan/atau pihak-pihak yang
berkepentingan
3. Tandatangan adalah tandatangan
sebagaimana lazimnya dipergunakan,
termasuk pula parap, teraan atau cap
tandatangan atau cap parap, teraan cap nama
atau tanda lainnya sebagai pengganti
tandatangan

Saat Terutang
dokumen yang dibuat oleh satu pihak,
adalah pada saat dokumen itu
diserahkan; contoh: kuitansi, cek
dokumen yang dibuat oleh lebih dari
salah satu pihak, adalah pada saat
selesainya dokumen itu dibuat; contoh
surat perjanjian
dokumen yang dibuat di luar negeri
adalah pada saat digunakan di Indonesia

Subjek Bea Meterai

Bea Meterai terhutang oleh pihak


yang menerima atau pihak yang
mendapat manfaat dari dokumen,
kecuali pihak atau pihak-pihak yang
bersangkutan menentukan lain

Cara Pelunasan
1. Benda Meterai : Materai Tempel
2. Cara Lain yaitu dengan mesin
teraan materai
3. Pemeteraian Kemudian

Meterai Tempel
1. Meterai tempel direkatkan seluruhnya dengan
utuh dan tidak rusak di atas dokumen yang
dikenakan Bea Meterai.
2. Meterai tempel direkatkan di tempat dimana
tanda tangan akan dibubuhkan.
3. Pembubuhan tanda tangan disertai dengan
pencantuman tanggal, bulan, dan tahun
dilakukan dengan tinta atau yang sejenis
dengan itu, sehingga sebagian tanda tangan
ada di atas kertas dan sebagian lagi di atas
meterai tempel.
4. Jika digunakan lebih dari satu meterai tempel,
tanda tangan harus dibubuhkan sebagian di
atas semua meterai tempel dan sebagian di
atas kertas

Mesin Teraan
1. Pengusaha mengajukan ijin ke Kepala KPP
untuk memperoleh izin penggunaan mesin
teraan
2. Mesin teraan yang digunakan adalah mesin
teraan yang tidak dapat melampaui jumlah
angka pembilang sesuai dengan jumlah
penyetoran bea materai.
3. Perusahaan harus menyetor di muka bea
materai Rp 5.000.000 sebelum dikeluarkan
izin penggunaan mesin teraan materai.
4. Sebelum
mesin
teraan
digunakan,
dilakukan pemasangan segel

Pemeteraian Kemudian
Pemeteraian
kemudian
atas
dokumen,
dilakukan oleh pejabat pos menurut tata cara
yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.
Pemeteraian kemudian dapat dilakukan dalam
hal:
1.Dokumen yang dibuat di luar negeri pada
saat digunakan di Indonesia.
2.Dokumen yang bea materainya tidak atau
kurang
dilunasi
sebagaimana
mestinya
dikenakan denda administrasi 200% dari bea
materai yang tidak atau kurang dibayar
3.Dokumen yang akan digunakan sebagai alat
pembuktian di muka pengadilan

Dokumen yang dikenakan Bea


Materai Rp 6.000
1. Surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang
dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai
alat pembuktian mengenai perbuatan, kenyataan
atau keadaan yang bersifat perdata
2. akta-akta notaris termasuk salinannya
3. akta-akta yang dibuat oleh PPAT termasuk
rangkap-rangkapnya
4. Surat yang memuat jumlah uang lebih dari Rp
1.000.000
5. Surat berharga seperti wesel, promes, aksep,
yang harga nominalnya lebih dari Rp 1.000.000
6. Efek dengan nama dan dalam bentuk apapun,
sepanjang harga nominalnya lebih dari Rp
1.000.000
7. dokumen yang akan digunakan sebagai alat
pembuktian di muka Pengadilan

Dokumen yang dikenakan Bea


Materai Rp 3.000
1. Surat yang memuat jumlah uang, apabila
harga nominalnya lebih dari Rp 250.000
tetapi tidak lebih dari Rp 1.000.000
2. Surat berharga seperti wesel, promes,
aksep, yang harga nominalnya lebih dari
Rp 250.000
tetapi tidak lebih dari Rp
1.000.000
3. Efek dengan nama dan dalam bentuk
apapun, sepanjang lebih dari Rp 250.000
tetapi tidak lebih dari Rp 1.000.000
Catatan:
Apabila harga nominalnya kurang (tidak lebih)
dari Rp 250.000 tidak terutang Bea Materai

Daluwarsa
Kewajiban pemenuhan Bea Meterai
dan denda administrasi yang terhutang
menurut UU BM daluwarsa setelah
lampau waktu lima tahun, terhitung
sejak tanggal dokumen dibuat