Anda di halaman 1dari 67

Teknik Produksi Geotermal

PEMODELAN SUMUR
UAP:

Prediksi Kemampuan Produksi Sumur


Penanggung Jawab : Jeferson Polii, S.Si,
Uap
MT

Sumber Materi Slide: Dr. Ir. N. M.


Saptadji

Tujuan pemodelan sumur : Mengembangkan suatu model sumur


yang mampu menirukan kinerja/kemampuan produksi sumur, yang
kemudian dapat digunakan untuk memprediksi kemampuan
produksi sumur di masa yad

Sebelum digunakan untuk prediksi, model harus diuji validasi-nya


dengan membandingkan hasil perhitungan model dengan data hasil
pengukuran di lapangan (observed data)

Dengan diproduksikannya fluida panas bumi, tekanan reservoir akan


menurun. Dengan pemodelan sumur dapat dibuat prediksi perubahan
kemampuan produksi sumur sebagai akibat dari penurunan tekanan
reservoir

Contoh: Prediksi penurunankemampuan produksi sumur sebagai


akibat penurunan tekanan reservoir di Sumur KMJ-36

Contoh: Penurunan kemampuan produksi sumur sebagai akibat


penurunan tekanan reservoir di beberapa sumur uap

Laju Massa Total (ton/jam)

Model suatu sumur dapat juga digunakan untuk memperkirakan


kemampuan produksi sumur baru yang akan dibor dengan ukuran
lubang berbeda, misalnya untuk memperkirakan kemampuan
produksi dari sumur berdiameter besar (bighole).

120

Kurva Model 7 in
Kurva Model 9-5/8 in

100

Kurva Model 13-3/8 in

80
60
40
20
0
0

20

40

60

80

WHP (bar)

100

120

140

Seringkali uji produksi hanya dapat dilakukan dalam waktu singkat.


Pemodelan sumur perlu dilakukan untuk memperkirakan
memperkirakan laju alir masa pada beberapa tekanan kepala sumur
(membuat kurva produksi),

Review Karakteristik
Sistim Dominasi Uap dan
Sumur Uap

Sumur Uap

Sistim Dominasi Uap

(Source: Bodvarsson)

Lapangan

Negara

Temp. (oC)

Krafla

Iceland

300-350

Laugarnes

Iceland

130

Laugaland

Iceland

80-100

Nesjavellir

Iceland

300-400

Svartsengi

Iceland

240

Larderello

Italy

240

Olkari

Kenya

300

Cerro Prieto

Mexico

280-340

Broadlands

NZ

270

Wairakei

NZ

270

BacMan

Phillipines

300-320

Tongonan

Phillipines

300-350

The Geyser

USA

240

Baca

USA

270
Nenny Saptadji, ITB

RESERVOIR CHARACTERISTIC IN A NUMBER OF IDENTIFIED


GEOTHERMAL RESERVOIRS IN INDONESIA
Field

Province

North Sulawesi
West Java
Morth Sumaters
Centra java
North Sumatera

Type of Reservoir
Vapor
Dominated
Vapor
Dominated
Water Dominated
Water Dominated
Water Dominated
Water Dominated
Water Dominated

260 - 330oC
240 - 310oC
240- 275oC
280- 330oC
250- 270oC

West Java

Water Dominated

230 - 245oC

Water Dominated

280oC

Water Dominated

260oC

Kamojang1)

West Java

Darajat1)

West Java

Lahendong1)
Salak1)
Sibayak1)
Dieng1)
Sarulla1)
Karaha
Bodas1)
Ulubelu2)
Lumut Balai2)

Lampung
(Sumatera)
South Sumatera

Temp. (oC)
245oC
245oC

Nenny Saptadji, ITB

Aliran di Sumur Uap


Kajian Literatur:

Proceedings World Geothermal Congress 2005


Antalya, Turkey, 24-29 April 2005

The Kamojang Geothermal Field: 25 Years Operation


Suryadarma *, Tafif Azimuddin*, Tavip Dwikorianto**, & Amir Fauzi *
* Pertamina Geothermal - Jakarta
** PERTAMINA- Area Geothermal Hulu Kamojang
Indonesia

Nenny Saptadji/ITB/2009

Suryadarma et.al (2005)

The Kamojang geothermal reservoir is dominated by vapor with temperature


of 235 - 245 C and pressure of 34 - 35 bar abs.
The field has been generating 30 MWe since 1982 supplied by steam at
optimum well head pressure of about 15 to 17 bars to feed 6,5 bars inlet
pressure plant.
And, the 22 years continuous commercial production has led to slight
decline in the well head pressure and temperature within the active
production ector. As a result, 80% of 31 productive wells tend to approach
superheated condition.
The continuous commercial operation from 1982 to 2004 shows decline in
wellhead pressure (from about 3%/year to 9%/year), which is a direct
reflection of declining reservoir pressure that depends on reservoir
permeability zone.
All wells at Kamojang can be expected to decline at annual harmonic rate of
4,2% starting 1988 and after 15 years of production, the reservoir pressure
declined by about 5 Kscg (Sanyal S.K et.al, 2000).

Aliran di sumur uap


Sumur
Kamojang
WHP = 15 17 bar bar

Apabila diasumsikan
isenthalpic, jenis fluida
di kepala sumur?

Boiling Point
P (bar)

Ts (oC)

15
17

198.3
204.4

hg
(kJ/kg)
2789.9
2793.4

Jenis Fluida ?

Pres= 34 -35 bar abs; T = 235-245oC


Nenny Saptadji/ITB/2009

Boiling Point
P (bar)

Ts (oC)

34
35

240.9
242.6

hg
(kJ/kg)
2802.1
2801.9

Laju alir massa & laju alir panas tergantung sifat batuan

Dalam satu reservoir sifat fisik dan termal batuan sangat


beranekaragam

UNIK, berbeda satu dengan lainnya

Contoh: Output Curve Sumur YYY-1 di Lapangan Sumur Uap

WHP

M (ton/jam)

10.9

74.9

13.4

71.7

15.9

67.9

18.4

62.4

20.9

56.3

23.4

47.5

Contoh: Output Curve Sumur YYY-2 di Lapangan Dominasi Uap

WHP
13.3
16.8
24.1
20.5

M
(ton/jam)
64.46
58.5
42.4
51.2

Contoh: Output Curve Sumur YYY-3 di sumur Uap

WHP
13.1
16.1
18.1
20.9

M
(ton/jam)
106.4
98.8
89.3
78.7

Metodologi

Pada dasarnya prinsip uji produksi yang


dilakukan di lapangan panasbumi sama
dengan deliverability test yang sering
dilakukan di lapangan gas yakni mengukur
laju alir pada beberapa harga tekanan
yang berbeda-beda.
Perbedaannya, pada lapangan gas yang
diukur adalah tekanan alir dasar sumur
(pwf) dan laju alir volume pada kondisi
standard (qsc)
Pada sumur panasbumi yang diukur
adalah tekanan alir kepala sumur (pwh)
dan laju alir masa (M).
Persamaan dasar yang digunakan untuk
menentukan kemampuan suatu sumur
gas dalam berproduksi (deliverability)

Karena yang diukur selama uji produksi


sumur panasbumi adalah laju alir masa
(M), maka deliverability sumur panasbumi
dominasi uap persamaannya:

n
C

= konstanta yang menunjukkan


pengaruh faktor turbulensi pada
aliran
= konstanta yang menunujukkan
kemampuan sumur, ton/(day.bara2n)

Konstanta n memiliki nilai antara 0,5 1,0.


Jika n = 0,5 aliran yang terjadi adalah turbulen,
Jika n = 1 maka aliran yang terjadi adalah laminar

Tekanan alir dasar sumur (pwf)


dapat dihitung dari hubungan
antara M terhadap tekanan
kepala sumur.
Jika pr2-pwf2 diplot terhadap M
pada skala log-log maka akan
menunjukkan suatu garis lurus
yang memiliki slope = 1/n.
Apabila harga n sudah
ditentukan, maka harga C dapat
ditentukan dengan menggunakan
persamaan:

merupakan gradien tekanan yang diakibatkan oleh friksi.


fdimana:

Penentuan Tekanan Alir Dasar Sumur

Perhitungan gradien tekanan total:

dp g
f v 2 v dv

cos

dz gc
2gc d gc dz
g
cos
gc

Gradien tekanan yang


diakibatkan oleh elevasi

f v 2
2gc d

Besar gradien tekanan


akibat friksi ini sangat
dipengaruhi oleh
kecepatan fluida di dalam
pipa.

v dv
gc dz

Gradien tekanan akibat


akselerasi.

Gradien tekanan total:

g
fv 2
cos
2g c d
dp g c

dz
gv2
1
gc p

Faktor gesekan (f) merupakan salah satu besaran yang mempengaruhi


gradien tekanan akibat friksi. Faktor friksi pada aliran turbulen merupakan
fungsi dari kekasaran relatif (/d) dan Bilangan Reynold (NRe) sedangkan pada
aliran laminer hanya merupakan fungsi dari NRe.

NRe digunakan sebagai parameter untuk membedakan antara aliran laminer


dan turbulen dan didefinisikan sebagai

N Re

vd

Aliran laminer terjadi jika NRe < 2000 dan turbulen jika NRe > 4000.

Daerah transisi antara turbulen dan laminer terjadi pada 2000 < NRe < 4000.

Untuk aliran laminer faktor gesekan dapat didefinisikan sebagai f = 64/ NRe.

Faktor gesekan pada aliran turbulen untuk pipa yang halus dan kasar didekati
dengan formula yang berbeda

dimana :

Faktor gesekan pada pipa halus dapat ditentukan dengan persamaan


yang dikembangkan oleh Drew, Koo, dan McAdams, yaitu
f =0.0056 + 0.5 NRe-0.32
berlaku pada selang Bilangan Reynold, 3000 < NRe< 3106.

Pada tahun 1939 Colebrook dan White memperkenalkan persamaan faktor


gesekan pada aliran melalui pipa kasar yang berlaku untuk seluruh regim
aliran turbulen
1
f

1.74 2 log(

2
18.7

)
d N Re f

= kekasaran absolut

d = diameter dalam pipa

Untuk mendapatkan solusi persamaan tersebut, perlu dilakukan iterasi


hingga absolut perbedaan faktor gesekan solusi (fc) dengan faktor gesekan
anggapan (fg) berada pada batas toleransi yang diinginkan.

Proses iterasi dilakukan dengan


mengubah persamaan tersebut
menjadi:

fc

1
2
18.7
1.74 2 log

d
N Re f g

Prosedur Perhitungan Kehilangan Tekanan

Jika diketahui tekanan alir kepala sumur dan ingin ditentukan tekanan alir
dasar sumur (top down):
1. Berdasarkan harga tekanan alir kepala sumur (pi),
perkirakan suatu harga pi.
2. Tentukan tekanan pi+1
pi+1 = pi + pi
3. Tentukan tekanan rata-rata,
p i
p p i 1
2

4. Tentukan ts, g, dan g pada dengan


menggunakan korelasi tabel uap
5. Tentukan kecepatan alir uap, v
v=

M
g (( / 4)d 2 )

6. Tentukan NRe, dan f


7. Tentukan gradien tekanan total,

g
fv 2
cos
2g c d
dp g c

dz
gv2
1
gc p
8. Tentukan p

dp
p z ( )
dz
9. Periksa apakah p = pi. Jika p pi maka tetapkan pi = p dan
ulangi perhitungan dari langkah ke-2. Begitu seterusnya hingga
diperoleh p = pi sesuai dengan toleransi yang telah ditentukan.

Diagram Alir Perhitungan Kehilangan Tekanan Dari Kepala Sumur


Hingga Dasar Sumur (Top Down)

TUGAS-1
Sebuah sumur panasbumi YYY-4 di uji
produksi dengan 4 kombinasi tekanan
alir kepala sumur (pwh) sebagai berikut

KOP, m

150

Casing produksi 9 5/8 "


ID, in
Roughness, m
MD, m
Inklinasi, derajat

pwh (bara)

M (ton/jam)

5.08

44.6

Blind Liner

9.16

41.9

ID, in

21.16

30.6

28.36

21.6

31.16

15.0

9.313
0.000045
0-600
11.2
6.539

Roughness, m

0.000045

MD, m

565.9-652

Inklinasi, derajat

30.5

Slotted Liner
ID, in
Roughness, m
MD, m
Inklinasi, derajat

6.539
0
652-852
30.5

Apabila tekanan reservoir (pr) saat pengujian dilakukan adalah 35 bara.


1. Buatlah prediksi perubahan produksi sumur, bila tekanan
reservoir turun menjadi 32 bara dan 30 bara. Gambarkan
prediksi output curve untuk kedua kondisi tekanan reservoir
tersebut.
2. Apabila dilokasi dekat sumur tersebut akan dibor sumur
berdiameter besar (big hole) dengan konfigurasi serupa, namun
casingnya 13 3/8 inch dan liner 9 5/8 inch, buatlah prediksi
kemampuan produksi dari sumur tersebut, berdasarkan pada
kemampuan produksi sumur standard.

Untuk penyederhanaan perhitungan geometri sumur dapat dibagi menjadi


empat segmen yaitu:
Sumur Standard:
1.Casing 9 5/8 vertikal, MD = 150 m.
2.Casing 9 5/8 dengan inklinasi sebesar 11.2o, MD = 150-565.9 m.
3.Blind liner 7 dengan inklinasi sebesar 30.5o, MD = 565.9-652 m.
4.Slotted liner 7 dengan inklinasi sebesar 30.5o, MD = 652-852 m.
Sumur Bighole:
1.Casing 13 3/8 vertikal, MD = 150 m.
2.Casing 13 3/8 dengan inklinasi sebesar 11.2o, MD = 150-565.9 m.
3.Blind liner 9 5/8 dengan inklinasi sebesar 30.5o, MD = 565.9-652 m.
4.Slotted liner 9 5/8 dengan inklinasi sebesar 30.5 o, MD = 652-852 m.

Perhitungan:
Penentuan tekanan alir dasar sumur (pwf)

d. Penentuan temperatur saturasi dan sifat fluida

Perhitungan untuk segmen ke-2:


Casing 9 5/8 dengan inklinasi sebesar
11.2o, MD = 150 565.9 m

d. Perhitungan temperatur saturasi dan sifat fluida

Segmen ke-4:
Slotted liner dengan inklinasi 30.5o, MD = 652 852 m

Hasil Perhitungan Tekanan Alir Dasar Sumur


Ulangi perhitungan untuk data
uji sumur lainnya.
Dari hasil perhitungan
diperoleh hasil sbb:
WHP
(bara)
5.08
9.16
21.16
28.36
31.16

M (ton/jam) P (bar) Pwf (bara)


44.62
41.92
30.6
21.65
14.99

9.26
6.54
2.68
1.92
1.67

14.34
15.7
23.84
30.28
32.83

Bila Pr = 35 bara
pwf
bara
14.34
15.70
23.84
30.28
32.83

pr2-pwf2
bara2
1019.36
978.51
656.65
308.12
147.19

M
ton/jam
44.6
41.9
30.6
21.6
15

M = C (prf2-pwf2)n

Persamaan deliverability:

Bila dari hasil perhitungan diperoleh n = 0.556 dan C= 0.947 ton/


(jam-bara1.11), persamaan deliverability menjadi:
M = 0.947 (pr2-pwf2)0.556

Uji validitas:
Pr (bar

WHP

Pwf (bar)

pr2-pwf2

M hasil
perhitungan
(ton/jam)

35

5.08
9.16
21.16
28.36
31.16

14.34
15.7
23.84
30.28
32.83

1019.4
978.5
656.7
308.1
147.2

44.6
43.6
34.9
22.9
15.2

M hasil
pengukuran
(ton/jam)
44.6
41.9
30.6
21.6
15

Prediksi:

Pr (bar

34

33

32

WHP

Pwf (bar)

pr2-pwf2

M hasil perhitungan
(ton/jam)

5.08
9.16
21.16
28.36
31.16
5.08
9.16
21.16
28.36
31.16
5.08
9.16
21.16
28.36
31.16

14.34
15.7
23.84
30.28
32.83
14.34
15.7
23.84
30.28
32.83
14.34
15.7
23.84
30.28
32.83

950.4
909.5
587.7
239.1
78.2
883.4
842.5
520.7
172.1
11.2
818.4
777.5
455.7
107.1

42.9
41.8
32.8
19.9
10.7
41.2
40.1
30.7
16.6
3.6
39.4
38.3
28.5
12.7

Anda mungkin juga menyukai