Anda di halaman 1dari 12

PRESENTASI AGAMA ISLAM

BAB 1
MANUSIA & AGAMA
OLEH:
IMAM DARMAWAN & ANIS KRISTIA ASTRI

MANUSIA DAN ALAM SEMESTA


Sebelum ALLAH menciptakan Adam sebagai manusia pertama,
alam semesta telah diciptakan-Nya dengan tatanan kerja yang
teratur, rapi, dan serasi. Keserasian, kerapian dan keteraturan
yang kita yakini sebagai sunatullah yakni ketentuan dan hukum
yang ditetapkan Allah melalui sunatullah inilah, bumi dan alam
semesta dapat bekerja secara sistematik dan
berkesinambungan, tidak berubah ubah, tettap saling
melengkapi.
Sunatullah atau hukum Allah yang menyebabkan alam semesta
selaras, serasi dan seimbang, dipatuhi sepenuhnya oleh
seluruh unsur alam semesta ini. Ada 3 sifat utama sunatullah
yang di singgung dalam Al-quran yaitu Pasti, Tetap, Objektif.

Diketahui bahwa alam semesta diciptakan Allah


dengan hukum hukum yang berlaku baginya yang
kemudian diserahkan kepada manusia sebagai
khalifah untuk dikelola dan dimanfaatkan.
Dengan akal dan ilmu yang dikuasai nya,
manusia akan mampu menjalankan kedudukan
nya sebagai khalifah dan akan diminta
pertanggungjawaban nya di akhirat kelak.
Kekhalifahan manusia berhubungan dengan
kemampuan manusia menggunakan potensi alam
yang dimilikinya dihubungkan dengan fenomena
alam yang muncul disekeliling nya. Inilah
sebenarnya yang menjadi latar belakang
mengapa pencarian ilmu pengetahuan didalam
konsep islam merupakan sesuatu yang
diwajibkan Allah.

HAKIKAT MANUSIA MENURUT ISLAM


1. Pengertian hakikat
Menurut bahasa artinya kebenaran atau seesuatu yang
sebenar-benarnya atau asal segala sesuatu. Dapat juga
dikatakan hakikat itu adalah inti dari segala sesuatu atau
yang menjadi jiwa sesuatu. Karena itu dapat dikatakan
hakikat syariat adalah inti dan jiwa dari suatu syariat itu
sendiri. Dikalangan tasauf orang mencari hakikat diri
manusia yang sebenarnya karena itu muncul kata-kata
diri mencari sebenar-benar diri. Sama dengan pengertian
itu mencari hakikat jasad, hati, roh, nyawa, dan rahasia.
2. Pengertian manusia
Manusia adalah makhluk paling sempurna yang pernah
diciptakan oleh Allah swt. Kesempurnaan yang dimiliki
manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas
mereka sebagai khalifah di muka dumi ini. Al-Quran
menerangkan bahwa manusia berasal dari tanah.

Dalam al-quran istilah manusia ditemukan 3 kosa kata yang


berbeda dengan makna manusia, akan tetapi memilki
substansi yang berbeda yaitu kata basyar, insan dan al-nas.
Dengan demikian al-quran memandang manusia sebagai
makhluk biologis, psikologis, dan social. Manusia sebagai
basyar, diartikan sebagai makhluk social yang tidak biasa
hidup tanpa bantuan orang lain dan atau makhluk lain.
Sebenarnya maniusia itu terdiri dari 3 unsur yaitu:
1. Jasmani.
Terdiri dari air, kapur, angin, api dan tanah.
2. Ruh
Terbuat dari cahaya (nur). Fungsinya hanya untuk
menghidupkan jasmani saja.
3. Jiwa (an nafsun/rasa dan perasaan.
Manusia memiliki fitrah dalam arti potensi yaitu
kelengkapan yang diberikan pada saat dilahirkan ke dunia.
Potensi yang dimiliki manusia dapat di kelompokkan pada dua
hal yaitu potensi fisik dan potensi rohania.

EKSISTENSI DAN MARTABAT MANUSIA


Dibandingkan dengan makhlukm lainnya, manusia
mempunyai kelebihan . Kelebihan itu membedakan
manusia dengan makhluk lainnya. Kelebihan manusia
adalah kemampuan untuk bergerak dalam ruang yang
bagaimanpun, baik di darat, di laut, maupun di udara.
Sedangkan binatang hanya mampu bergerak di ruang
yang terbatas. Walaupun ada binatang yang bergerak
di darat dan di laut, namun tetap saja mempunyai
keterbatasan dan tidak bisa melampaui manusia.
Di samping itu, manusia di beri akal dan hati sehingga
dapat memahami ilmu yang diturunkan allah. Allah
menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya
(at-tiin,95:4). Manusia tetap bermartabat mulia, kalau
mereka sebagai khalifah (makhluk alternative) tetap
hidup dengan ajaran allah (QS. Al-anam:165). Oleh
karena ilmu manusia di lebihkan dari makhluk lainnya.

A. Tujuan penciptaan manusia


Tujuan penciptaan manusia adalah menyembah kepada penciptanya yaitu allah.
Pengertian penyembahan kepada allah tidak bisa di artikan secara sempit,
dengan hanya membayangkan aspek ritual yang tercermin dalam shalat saja.
Penyembahan berarti ketundukan manusia dalam hokum allah dalam
menjalankan kehidupan di muka bumi, baik yamg menyangkut hubungan manusia
dengan tuhan maupun manusia dengan manusia.
B.

Fungsi dan peran manusia


Berpedoman pada al-quran surah al-baqarah ayat 30-36, status dasar manusia
yang mempolori oleh adam AS adalah sebagai khalifah. Jika khalifah diartikan
sebagai penerus ajaran allah maka peran yang dilakukan adalah penerus pelaku
ajaran Allah dan sekaligus menjadi pelopor membudayakan ajaran allah.

Peran yang hendaknya dilakukan seorang khalifah sebagaimana yang ditetapkan


oleh Allah di antanya adalah:

Belajar

Mengajarkan ilmu

Membudayakan ilmu

PENGERTIAN AGAMA DALAM BERBAGAI BENTUKNYA


Agama berasal dari kata Sanskrit. Satu pendapat mengatakan
bahwa kata itu tersusun dari dua kata, a berarti tidak dan gam
berarti pergi, jadi tidak pergi, tetap di tempat, diwarisi turuntemurun. Agama memang mempunyai sifat yg demikian. Ada
lagi pendapat yg mengatakan bahwa agama berarti teks atau
kitab suci. Dan agama-agama memang mempunyai kitab-kitab
suci. Selanjutnya, dikatakan lagi bahwa gam berarti tuntunan.
Din dalam bahasa Semit berarti undang-undang atau hukum.
Dalam bahasa Arab, kata ini mengandung arti menguasai,
menundukkan, patuh, hutang, balasan, kebiasaan. Agama
memang membawa peraturan-peraturan yg merupakan
hukum, yg harus dipatuhi orang.
Religi berasal dari bahasa Latin. Menurut satu pendapat
asalnya ialah relegere yg mengandung arti mengumpulkan,
membaca. Agama memang merupakan kumpulan cara-cara
mengabdi kepada Tuhan. Ini terkumpul dalam kitab suci yg
harus dibaca. Tetapi menurut pendapat lain kata itu berasal
dari religare yg berarti mengikat. Ajaran-ajaran agama
memang mempunyai sifat mengikat bagi manusia

Agama diberi definisi-definsi sebagai berikut :


1. Pengakuan terhadap adanya hubungan manusia dengan
kekuatan gaib yang harus dipatuhi.
2. Pengakuan terhadap adanya kekuatan gaib yang
menguasai manusia.
3. Mengikatkan diri pada suatu bentuk hidup yang
mengandung pengakuan pada suatu sumber yang berada
di luar diri manusia dan yang mempengaruhi perbuatanperbuatan manusia.
4. Kepercayaan pada suatu kekuatan gaib yang
menimbulkan cara hidup tertentu.
5. Suatu sistem tingkah laku (code of conduct) yang
berasal dari suatu kekuatan gaib.
6. Pengakuan terhadap adanya kewajiban-kewajiban yang
diyakini bersumber pada suatu kekuatan gaib.
7. Pemujaan terhadap kekuatan gaib yang timbul dari
perasaan lemah dan perasaan takut terhadap kekuatan
misterius yang terdapat dalam alam sekitar manusia.
8. Ajaran-ajaran yang diwahyukan Tuhan kepada manusia

HUBUNGAN MANUSIA DENGAN AGAMA

Dalam masyarakat sederhana banyak peristiwa yang terjadi


dan berlangsung di sekitar manusia dan di dalam diri
manusia, tetapi tidak dapat dipahami oleh mereka. Yang tidak
dipahami itu dimasukkan ke dalam kategori gaib. Karena
banyak hal atau peristiwa gaib ini menurut pendapat mereka,
mereka merasakan hidup dan kehidupan penuh kegaiban.
Menghadapi peristiwa gaib ini mereka merasa lemah tidak
berdaya. Untuk menguatkan diri, mereka mencari
perlindungan pada kekuatan yang menurut anggapan mereka
menguasai alam gaib yaitu Dewa atau Tuhan. Karena itu
hubungan mereka dengan para Dewa atau Tuhan menjadi
akrab. Keakraban hubungan dengan Dewa-Dewa atau Tuhan
itu terjalin dalam berbagai segi kehidupan: sosial, ekonomi,
kesenian dan sebagainya. Kepercayaan dan sistem hubungan
manusia dengan para Dewa atau Tuhan ini membentuk
sistem agama. Karena itu, dalam masyarakat sederhana
mempunyai hubungan erat dalam agama. Gambaran ini
berlaku di seluruh dunia.

Agama sangat penting dalam kehidupan manusia antara lain


karena agama merupakan :
a. Agama Sumber moral
Dapat disimpulkan, bahwa pentingnya agama dalam kehidupan
disebabkan oleh sangat diperlukannya moral oleh manusia,
padahal moral bersumber dari agama.
b. Agama Petunjuk Kebenaran
agama sangat penting dalam kehidupan karena kebenaran yang
gagal dicari-cari oleh manusia sejak dulu kala dengan ilmu dan
filsafatnya, ternyata apa yang dicarinya itu terdapat dalam
agama. Agama adalah petunjuk kebenaran. Bahkan agama itulah
kebenaran, yaitu kebenaran yang mutlak dan universal.
c. Agama Sumber Informasi Metafisika
Dengan agamalah dapat diketahui hal-hal yang berkaitan dengan
alam barzah, alam akhirat, surga dan neraka, Tuhan dan sifatsifat-Nya, dan hal-hal gaib lainnya. karena manusia dengan akal,
dengan ilmu atau filsafatnya tidak sanggup menyingkap rahasia
metafisika. Hal itu hanya dapat diketahui dengan agama, sebab
agama adalah sumber informasi tentang metafisika.
d. Agama pembimbing rohani bagi manusia

TERIMA KASIH