Anda di halaman 1dari 18

Pembuatan Surat Rujukan

Ditinjau dari Aspek Hukum,


Medikolegal, dan Etika
Kedokteran
Kelompok
E9

Skenario
Seorang laki-laki, pasien lama Anda, datang ke tempat
praktek Anda. Ia menyapa dengan baik seperti biasanya,
dan kemudian meminta tolong kepada Anda melakukan
sesuatu. Kakak kandungnya saat ini sedang diperiksa oleh
kejaksaan karena diduga telah melakukan tindak pidana
korupsi, dengan status tahanan. Ia sebenarnya menderita
penyakit jantung yang telah lama dideritanya, penyakit
liver, dan penyakit pada lutut kanannya (osteochondritis
genu) sehingga ia mengalami hambatan dalam berjalan.
Pasien lama Anda tersebut menunjukkan kepada Anda
data-data medik dari kakaknya. Pasien lama Anda tersebut
mendengar bahwa di Jepang terdapat seorang Profesor
ortopedi yang sangat mahir dalam menangani penyakit
lututnya. Oleh karena itu ia meminta kepada Anda untuk
dapat membuatkan surat pengantar berobat ke Profesor di
Jepang tersebut.

Rumusan Masalah
Seorang pasien lama meminta surat rujukan
berobat ke luar negeri untuk kakak
kandungnya yang sedang dalam status
tahanan tanpa pemeriksaan langsung

Mind map

Aspek hukum
KUHAP Pasal 1 butir 21: Penahanan adalah
penempatan Tersangka atau Terdakwa ditempat
tertentu oleh Penyidik atau Penuntut Umum atau
Hakim dengan penetapannya, dalam hal serta menurut
cara yang diatur dalam Undang-Undang ini.
Dari pengertian tersebut diatas jelas dinyatakan bahwa
penahanan merupakan penempatan Tersangka atau
Terdakwa disuatu tempat tertentu dan hanya boleh
dilakukan oleh Penyidik,Penuntut Umum, Hakim
dengan suatu penetapan dalam hal serta dengan tata
cara yang diatur dalam Pasal lain dalam KUHAP.

Aspek Medikolegal
Prosedur medikolegal pada kasus ini menyangkut dalam
Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yaitu:
Pasal 267 KUHAP
Seorang dokter yang dengan sengaja memberikan surat
keterangan palsu tentang ada atau tidaknya penyakit,
kelemahan atau cacat, diancam dengan pidana penjara
paling lama empat tahun.
Jika
keterangan
diberikan
dengan
maksud
untuk
memasukan seseorang ke dalam rumah sakit jiwa atau
untuk menahannya disitu, dijatuhkan pidana penjara paling
lama delapan tahun enam bulan.
Diancam dengan pidana yang sama, barang siapa dengan
sengaja memakai surat keterangan palsu itu seolah-olah
isinya sesuai dengan kebenaran.

Etika Profesi Kedokteran


4 kaidah dasar moral (moral principle) :
Prinsip otonomi, yaitu prinsip moral yang menghormati hakhak pasien, terutama hak otonomi pasien. Prinsip moral
inilah yang kemudian melahirkan doktrin informed consent.
Prinsip beneficence, yaitu prinsip moral yang mengutamakan
tindakan yang ditujukan ke kebaikan pasien. Dalam
beneficence tidak hanya dikenal perbuatan untuk kebaikan
saja, melainkan juga perbuatan yang sisi baiknya lebih besar
daripada sisi buruknya.
Prinsip non-maleficence, yaitu prinsip moral yang melarang
tindakan yang memperburuk keadaan pasien. Prinsip ini
dikenal sebagai primum non nocere atau above all do no
harm.
Prinsip justice, yaitu prinsip moral yang mementingkan
fairness dan keadilan dalam bersikap maupun dalam
mendistribusikan sumber daya.

Pengertian Sehat atau Memenuhi Syarat


Dalam bahasa Inggris pengertian sehat
bagi seseorang yang akan diajukan sebagai
saksi
atau
terdakwa
di
pengadilan
diistilahkan
sebagai
capacity
atau
competence.
Dalam
hal
physical
capacity atau competence, misalnya
pasien dalam keadaan lumpuh, cacat fisik,
demam tinggi, dan sebagainya, jaksa atau
hakim akan mudah melihatnya.

1. Hukum Indonesia hingga saat ini belum


membuat definisi yang jelas mengenai mental
incapacity yang dapat membuat seseorang
dapat dibebaskan dari hak dan kewajiban hukum
2. Diagnosis gangguan jiwa oleh psikiater pun
masih sering ambiguous, apalagi jika hal itu
berkaitan dengan kelainan yang ditampilkan
dalam perubahan Mood (misalnya sindrom
manik depresif)

Kewajiban Dokter
Di

sisi lain dokter mempunyai kewajiban


untuk menyerahkan hasil-hasil temuannya,
simpulannya, dan rujukan yang ia pakai
kepada hakim sebagai bukti bahwa ia telah
membuat
surat
keterangan
yang
sebenarnya.
Jika dipandang perlu, hakim dapat saja
tetap mengharuskan pasien dihadirkan
untuk menguji sendiri apakah pernyataan
dokter tersebut benar atau tidak, terutama
jika hal itu lebih menyangkut mental
incapacity

Fitness to be detained
Fitness to be detained atau kemampuan untuk ditahan
adalah kemampuan seseorang yang layak dari sudut
fisik dan mental untuk menjalani penahanan. Fit to be
detained, yang perlu diperhatikan antaranya:
Pemeriksaan menyeluruh bagi penyakit, kecederaan,
penyalahgunaan alkohol dan narkoba;
Pelayanan kesehatan oleh petugas kesehatan;
Menyediakan perobatan yang dibutuhkan;
Rujukan ke rumah sakit umum
Rujukan ke rumah sakit mental
Kesehatan tahanan yang terganggu dapat dibagi
menjadi dua, yaitu penyakit yang memerlukan
penanganan emergensi dan penyakit yang tidak
membutuhkan penanganan emergensi

Fitness to stand trial


Seorang terdakwa dinilai tidak layak secara medis untuk mengikuti
persidangan atau unfit to stand trial secara spesifik dinyatakan
pada beberapa keadaan, yaitu :
Terdakwa tidak mampu memahami alasan kehadiran pada ruang
persidangan, tidak mampu mengenali orang-orang yang ada di
ruang persidangan yang disebabkan oleh gangguan fisik, mental,
jiwa, dan gangguan lain yang menyebabkan hal ini terjadi
Terdakwa

tidak mampu memahami tuntutan yang dijatuhkan


kepadanya, kemungkinan apa yang akan terjadi pada dirinya
apabila terbukti bersalah atau tidak bersalah, dan konsekuensi
yang terjadi jika terdakwa tidak mengatakan hal yang sebenarnya,
dan sebagainya

Terdakwa

tidak mampu berkomunikasi dengan baik sehingga gagal


menceritakan kasus kepada pengacara, penegak hukum, dan
sebagainya

Alur Persidangan

Pemeriksaan Alat Bukti


Macam-macam alat bukti menurut pasal 184 KUHAP :
Keterangan saksi
Menjadi saksi adalah kewajiban semua orang, kecuali
dikecualikan oleh UU>
Menghindar sebagai saksi dapat
dikenakan pidana
(Penjelasan pasal 159 (2) KUHAP)
Keterangan ahli
Keterangan ahli adalah apa yang seseorang ahli nyatakan
dalam sidang pengadilan (186 KUHAP). Keterangan ahli dapat
berupa keterangan lisan dan dapat juga berupa surat (visum et
repertum yang dijelaskan oleh seorang ahli).
Surat
Petunjuk
Petunjuk hanya diperoleh dari keterangan saksi,surat dan
keterangan terdakwa
Keterangan terdakwa

Pemeriksaan Fisik &


Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan fisik jantung dan lever
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi
Pemeriksaan penunjang
Penyakit jantung EKG
Osteocondritis genu Foto Rontgen

Pemeriksaan
Laboratorium
Pemeriksaan

darah lengkap
Pemeriksaan enzim hati : SGOT &
SGPT

Kesimpulan
Pada kasus ini yang dapat dilakukan seorang dokter adalah
untuk tetap menjaga rahasia kedokteran yaitu dokter harus
menjelaskan kepada pasien bahwa harus membawa kakak
kandungnya
untuk
diperiksa
lebih
lanjut
tentang
penyakitnya. Selain itu, dokter juga dapat meminta
keterangan jelas darimana rekam medik di dapat, jika
memang benar pasien dapat meminta surat rujukan dari
dokter yang membuat rekam medik tersebut. Surat-surat
tersebut tidak bisa digunakan untuk keluar dari tahanan,
karena yang berwenang mengeluarkan surat tersebut yaitu
dokter forensik dan dokter dari kejaksaan.

THANKYOU