Anda di halaman 1dari 26

Trauma Kimia pada Mata

Pembimbing:
Dr. Naila Karima Sp.M
Reynaldo
11 2014 285
Fakultas Kedokteran UKRIDA

Anatomi Mata

Definisi
Trauma Kimia pada mata Emergency
Bahan Kimia Asam atau Basa
Trauma bahan kimia kecelakaan
laboratorium, industri, pekerjaan yang memakai
bahan kimia, serta paparan bahan kimia dari
alat-alat rumah tangga

Epidemiologi
Trauma kimia 11.5% - 22.1% dari trauma
mata yang terjadi.
2/3 dari trauma tersebut laki-laki muda
Penyebab kecelakaan kerja di industri
Bahan kimia bahan alkali ditemukan
dengan mudah pada bahan pembersih
rumah tangga.
Berdasarkan data CDC tahun 2000 1 juta
orang di Amerika Serikat mengalami ggn.
penglihatan akibat trauma 75% buta satu
mata

Etiologi
Tersemprot atau terpercik pada wajah
2 macam bahan kimia:
Asam pH < 7
Basa pH > 7

Trauma Asam

2 mekanisme:
Ion Hidrogen merusak permukaan
okular dengan mengubah pH
Anion merusak dengan denaturasi
protein, presipitasi dan koagulasi.
Koagulasi protein mecegah penetrasi zat
asam lebih lanjut dan tampilan ground
glass dari stroma kornea

Asam hidrofluorat asam lemah,


melewati membran sel dengan cepat
dalam keadaan tetap tidak terionisasi
Ion flouride penetrasi lebih baik ke
stroma dibanding dengan asam yang lain
kerusakan lebih parah pada segmen
anterior

Bahan asam
mengenai mata

Koagulasi
protein epitel
kornea (daerah
kontak bahan
asam)

Kekeruhan pada
kornea

Bahan kimia bersifat asam : asam


sulfat, air accu, asam sulfit, asam
hidrklorida, zat pemutih, asam asetat,
asam nitrat, asam kromat, asam
hidroflorida.

Trauma Basa
Lebih berat daripada trauma asam
2 sifat hidrofilik dan lipofilik
cepat untuk penetrasi sel membran
dan masuk ke bilik mata depan
sampai retina
Dilihat dari luar iritasi ringan
Bagian dalam mata
kegawatdaruratan menembus
kornea, okuli anterior sampai ke retina
dengan cepat kebutaan

Mukopolisak
arida
jaringan oleh
basa akan
menghilang

Serat
kolagen
korena
bengkak

Penggumpalan
sel kornea atau
keratosis

Sel epitel
lepas
bersama
plaminogen
aktivator

Disertai
pembentukan
pemb. darah
baru

Dilepas juga
kolagenase
yang akan
merusak
kolagen
kornea

Ggn
penyembuh
an epitel
dengan
ulkus
kornea

Serbukan sel
polimorfonuklear
ke dalam stroma
kornea

Perforasi
kornea

Stroma
kornea
mati

Edema
kornea

Bahan kimia bersifat basa: NaOH, CaOH,


amoniak, Freon/bahan pendingin lemari
es, sabun, shampo, semen, tiner, lem,
cairan pembersih dalam rumah tangga,
soda kuat.

Fase Kerusakan
Nekrosis pada epitel kornea dan konjungtiva
Hilangnya stem cell limbus akan berdampak pada vaskularisasi dan
menyebabkan kerusakan epitel kornea
Penetrasi yang dalam zat kimia mengakibatkan kerusakan opasifikasi
kornea
Penetrasi zat kimia sampai ke kamera okuli anterior menyebabkan
kerusakan iris dan lensa
Kerusakan epitel siliar menggangu sekresi askorbat yang
dibutuhkan untuk memproduksi kolagen dan memperbaiki kornea
Hipotoni dan phthisis bulbi sangat mungkin terjadi

Fase Penyembuhan
Penyembuhan jar. Epitelium berupa
migrasi atau pergeseran dari sel-sel
epiteliel yang berasal dari stem cell limbus
Kerusakan kolagen stroma akan
difagositosis dan terjadi sintesis kolagen
yang baru

Klasifikasi Trauma Menurut


Roper Hall
Derajat

Kornea

Limbus

Prognosis

Derajat 1

Jernih

Tidak ada
iskemik

Baik

Derajat 2

Berkabur
dengan iris
masih terlihat

< 1/3 iskemik

Baik

Derajat 3

Epitel kornea
hilang, stroma
berkabut, iris
tidak jelas

iskemik

Kurang

Derajat 4

Kornea opak

> sudah
iskemik

Sangat buruk

Gejala Klinis
Epifora
Blefarospasme
Nyeri berat
Asam penurunan penglihatan
nekrosis superfisial kornea
Basa kehilangan penglihatan beberapa
hari sesudah kejadian

Pemeriksaan Fisik
Defek epitel kornea, berupa keratitis pungtata
sampai kerusakan seluruh epitel
Kornea jernih sampai opasifikasi total sehingga
menutupi gambaran bilik mata depan
Perforasi kornea trauma berat
Inflamasi bilik mata depan

Peningkatan tekanan intraocular.


Kesulitan menutup mata permukaan
mata yang terkena trauma ter expose
Inflamasi konjungtiva
Iskemia perilimbus
Penurunan tajam penglihatan

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan pH bola mata secara berkala
dengan kertas lakmus
Tonometri untuk mengetahui tekanan
intraocular

Penatalaksanaan
Emergency
Irigasi menormalisasi pH
Larutan normal saline irigasi mata 15-30
menit sampai pH mata menjadi normal (7,3).
Pada trauma basa paling sedikit 2L dalam 30
menit

Medikamentosa

Antibiotik Salep antibiotik topikal


seperti eritromisin 0,5% 4x sehari untuk
lubrikasi mata dan mencegah infeksi.
Agen Sikloplegik Untuk
mengistirahatkan iris, mencegah iritis
dan sinekia posterior. Atropin 1% ED
atau Scopolamin 0,25% diberikan 2 kali
sehari.
Steroid Membantu mengurangi
inflamasi dan mencegah kerusakan
kornea lebih jauh. Prednisolon topikal
4x/hari.

As. Askorbat Kofaktor dalam


sintesis kolagen yang mungkin akan
habis setelah trauma bahan kimia.
Natrium askorbat 10% setiap jam atau
oral (2 gram/hari)
As. Sitrat Menghambat aktivitas
netrofil dan mengurangi respon
inflamasi. Natrium sitrat 10% topikal
diberikan setiap 2 jam selama 10 hari

Pembedahan
Segera Revaskularisasi limbus,
mengembalikan populasi sel limbus dan
mengembalikan kedudukan forniks
Komplikasi
Simblefaron, adalah perlengketan antara
konjungtiva palpebra, konjungtiva bulbi,
dan konjungtiva forniks.

Kornea keruh, edema, neovaskuler


Sindroma mata kering
Glaukoma sudut tertutup
Entropion dan phthisis bulbi (mata yang
kempes)

Prognosis
Prognosis ditentukan oleh bahan
penyebab trauma tersebut.
Iskemik yang paling luas pada pembuluh
darah limbus dan kornea memberikan
prognosa yang buruk.
Bentuk paling berat ditunjukkan dengan
gambaran cooked fish eye paling
buruk kebutaan

Kesimpulan
Trauma kimia pada mata dapat berasal
dari bahan yang bersifat asam (pH < 7)
dan basa (pH > 7).
Trauma basa lebih berat daripada asam
Trauma asam koagulasi protein, dimana
merupakan suatu barier pelindung
sehingga zat asam tidak penetrasi lebih
dalam lagi.
Penatalaksanaan yang terpenting pada
trauma kimia adalah irigasi mata dengan
segera sampai pH mata kembali normal
dan diikuti dengan pemberian obat.

TERIMA KASIH