Anda di halaman 1dari 22

LOGO

ASUHAN KEPERAWATAN
PADA KLIEN POST AMPUTASI

Etika Emaliyawati, M.
Kep

BEDAH ORTOPEDI
Bedah ortopedi dilakukan untuk mengoreksi
masalah disfungsi muskuloskeletal.

Bedah ortopedi memperbaiki fungsi


dengan mengembalikan gerakan dan
stabilitas serta mengurangi nyeri dan
disabilitas.

Jenis-jenis Pembedahan Ortopedi


Reduksi Terbuka : melakukan reduksi dan membuat
kesejajaran tulang yang patah setelah terlebih dahulu
dilakukan diseksi dan pemajanan tulang yang patah

Fiksasi Interna : stabilisasi tulang patah yang telah


direduksi dengan sekrup, plat, paku, dan pin logam

Graft Tulang : penggantian jaringan tulang (graft autolog


maupun heterolog) untuk memperbaiki penyembuhan,
menstabilisasi, atau mengganti tulang yang berpenyakit
Amputasi : penghilangan bagian tubuh
Artroplasti : memperbaiki masalah sendi dengan artroskop
(suatu alat yang memungkinkan ahli bedah mengoperasi
dalamnya sendi tanpa irisan besar) atau melalui pembedahan
sendi terbuka
www.themegallery.com

Jenis-jenis Pembedahan Ortopedi


Menisektomi : eksisi fibrokartilago sendi yang telah rusak
Penggantian Sendi : penggantian permukaan sendi dengan
bahan logam atau sintetis

Penggantian Sendi Total : penggantian kedua permukaan


artikuler dalam sendi dengan bahan logam atau sintetis

Transfer

Tendo

pemindahan

insersi

tendo

untuk

memperbaiki fungsi

Fasiotomi : pemotongan fasia otot untuk menghilangkan


konstriksi otot atau mengurangi kontraktur fasia

www.themegallery.com

Prosedur pembedahan yang


sering dilakukan:
1. Reduksi terbuka dengan fiksasi interna (ORIF,
Open Reduction and Internal Fixation) untuk
fraktur
2. atroplasti, manisektomi, dan penggantian sendi
untuk masalah sendi
3. amputasi untuk masalah ekstremitas berat
(misal gangren, trauma masif)
4. graft tulang untuk stabilisasi sendi
5. transfer tendo untuk memperbaiki gerakan

Amputasi definitif dengan penutupan


kulit

Latar Belakang Masalah Amputasi


1.

2.

3.
4.

5.

Memberikan masalah yang berbeda bagi klien karena


fungsi Mobilitas atau kemampuan fisik ekstremitas yang
spesialistis
Kehilangan ekstremitas memerlukan penyesuaian dengan
adanya perubahan citra diri permanen yang harus
diselaraskan sedemikian rupa sehingga tidak akan
menghilangkan rasa diri berharga
Persepsi klien terhadap amputasi
untuk melakukan aktivitas mengalami perubahan dan klien
harus menyesuaikan (misal dengan penggunaan alat bantu
dan mengoptimalkan ekstremitas lain yang normal)
Diperlukan rehabilitasi bagi klien oleh multidisiplin (perawat,
dokter, pekerja sosial, psikolog, pekerja rehabilitasi )

DEFINISI AMPUTASI
Amputasi adalah pembuangan suatu anggota badan.
Amputasi adalah pengangkatan melalui
bedah/traumatik pada tungkai.
Amputasi dapat dianggap pembedahan rekonstruksi
drastis. Digunakan untuk menghilangkan gejala,
memperbaiki fungsi, menyelamatkan atau memperbaiki
kualitas hidup klien.

www.themegallery.com

Faktor Penyebab Amputasi


Penyakit Vaskular Perifer Progresif
Trauma berat pada ekstremitas
Deformitas Kongenital
Tumor Ganas
Gangren

Faktor Penyebab Amputasi

Amputasi disebabkan oleh:


1. kecelakaan (23%),
2. penyakit (74%), dan
3. kelainan kongenital (3%)

Tujuan Amputasi
Amputasi adalah rekonstruksi drastis
yang digunakan untuk:

Menghilangkan
Gejala
Memperbaiki
Fungsi

Menyelamatkan
klien
Memperbaiki
kualitas hidup
klien

Tingkat Amputasi:
Ekstremitas atas :
1. Amputasi AS (Atas Siku)
2. Amputasi BS (Bawah Siku)

Ekstremitas bawah :
1. Amputasi AL (Atas Lutut)
2. Amputasi Disartikulasi Lutut
3. Amputasi BL (Bawah Lutut)
4. Amputasi Syme

Tingkat Amputasi
ditentukan oleh:
Kecukupan peredaran darah
Jenis prostesis
Fungsi anggota
Keseimbangan otot

www.themegallery.com

Komplikasi Amputasi

Infeksi

Perdarahan

Kerusakan
Integritas
Kulit

Komplikasi
Amputasi

Penatalaksanaan Sisa
Tungkai:

Balutan rigid
tertutup
Balutan lunak
Amputasi bertahap

Proses Keperawatan

Pengkajian (Wawancara, Pemeriksaan

Fisik, Pemeriksaan Diagnostik)


Perencanaan
Diagnosa Keperawatan
Implementasi
Evaluasi

Contoh Kasus
Keluhan utama: Nyeri daerah post amputasi dengan
skala 6 dari rentang 1-10
Saat dikaji klien menyatakan nyeri pada daerah post
amputasi yang dirasakan terus-terusan terutama saat
diganti balutan dan saat disenggol, nyeri dirasakan
nyut-nyutan seperti dicubit-cubit dan terasa seperti
terbakar. Luka terbuka dengan diameter 7 cm,
berwarna merah dan terdapat banyak granulasi. Aliran
darah ke luka baik

Diagnosa Keperawatan yang


mungkin:
Kerusakan integritas kulit

Gangguan citra
tubuh

Gangguan mobilitas
fisik b.d kehilangan
ekstremitas

Nyeri yang b.d amputasi

Diagnosa
Keperawatan

Perubahan sensorik /
persepsi : nyeri
tungkai pantom yang
b.d amputasi

Berduka disfungsional b.d


kehilangan bagian tubuh

TERIMA KASIH