Anda di halaman 1dari 59

WS Calon Pembimbing KARS

12-13 September 2015

BAB 1. AKSES PELAYANAN


DAN KONTINUITAS PELAYANAN
(APK)

Lima Fokus Area :


1. Admisi ke RS
2. Kontinuitas pelayanan
3. Pemulangan pasien, rujukan dan
tindak lanjut
4. Transfer pasien
5. Transportasi
Dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro, MM, MHKes
KARS

BAB 1. AKSES PELAYANAN DAN


KONTINUITAS PELAYANAN (APK)
Admisi ke RS
Kontinuitas pelayanan
Pemulangan pasien, rujukan dan
tindak lanjut
Transfer pasien
Transportasi
23 STANDAR, 85 ELEMEN PENILAIAN

BAB 1. AKSES KE PELAYANAN DAN KONTINUITAS


PELAYANAN (APK)

Standa Elemen
No
r
Penilaia

n
1 APK.1.
6
APK.1.
7
2 1.
APK.1.
4
3 1.1
APK.1.
3
4 1.2
APK.1.
4
5 1.3
APK.1.
5
6 2.
APK.1.
4
7 3

Elemen
No Standar Penilai

an
APK.3.
6
13
2
APK.3.
6
14
2.1
APK.3.
5
15
3
APK.3.
16
4
4
APK.3.
17
5
3
18
APK.4
5
APK.4.3
2
19
1

Maksud dan Tujuan


Pelayanan haruslah berlanjut dengan mulus, mulai dari bila seorang
pasien masuk rawat di RS sampai pulang rawat (discharge)
Pelayanan haruslah berlanjut dengan mulus baik bagi PPA maupun
bagi pasien
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan
kesehatan pasien
Pelayanan yang diberikan haruslah dikoordinasikan
Pemulangan pasien (discharge) harus direncanakan dan ditindaklanjuti

Lima area Fokus (Areas of Focus) APK


Admisi ke rumah sakit
Kesinambungan pelayanan / asuhan
Pemulangan pasien, Rujukan, dan Tindak Lanjut
Pemindahan / transfer pasien
Transportasi

Admisi (RI) atau Pendaftaran (RJ)


Pertanyaan penting :
Apakah kita mempunyai fasilitas, staf, teknologi dan keahlian
(expertise) untuk memenuhi kebutuhan Pasien?
Bagaimana kia dapat menggunakan pemeriksaan penapisan
(screening tests) untuk melakukan hal ini secara tepat, dan
menggunakan kriteria untuk menggunakan setiap pemindahan
(transfer) Pasien begitu seseorang masuk RI ?
Halangan apa saja yang perlu kita atasi?
Apakah ada suatu tipe Pasien yang Anda tidak ingin masukkan ke
RS Anda?
Adakah suatu standar yang dapat mendukung atau melarang
kebijakan ini?

Kesinambungan Asuhan/Pelayanan
Kesinambungan yan antar berbagai RS
Kesinambungan yan antar unit / disiplin dan praktisi di dalam RS
Bagaimana kita dapat secara efisien memindahkan Pasien secara
mulus dari suatu bagian ke bagian lain?
Siapa yang bertanggung-jawab atas Pasien saat mereka
dipindahkan ke bagian lain di RS?

Pemulangan, Rujukan dan Tindak-lanjut


Pemulangan : asuhan telah lengkap. Rujukan : asuhan atau tindaklanjut di RS lain atau praktisi di komunitas
Tindak-lanjut : memastikan bahwa auhan telah lengkap dan berhasil
Informasi apa yang perlu diberikan kepada Pasien?
Apa saja yang perlu diketahui oleh Pasien atau keluarga?

Transfer / Pemindahan Pasien


Transfer : akuntabilitas asuhan Pasien secara resmi dipindahkan ke
RS lain
Apakah benar untuk memindahkan Pasien ini?
Asuhan apa yang dibutuhkan yang dapat diberikan oleh RS ?
Bagaimana kita dpt memenuhi kebutuhan Pasien selama transfer ?
Transportasi
Transport : pemindahan baik Pasien yg stabil (misalnya mengantar
mereka ke rumah saat mereka discharge/dipulangkan) atau Pasien
yang tidak stabil/ yang membutuhkan pelayanan urgen/mendesak
(misalnya, pasien emergensi)
Bagaimana kita melakukan asesmen dan memenuhi kebutuhan
transportasi dari Pasien?
Bagaimana kita menjamin keselamatan Pasien selama transportasi?

BAB 1. AKSES KE PELAYANAN DAN KONTINUITAS


PELAYANAN (APK)

GAMBARAN UMUM
Asuhan di RS merupakan bgn dari
o suatu sistem pelayanan yg terintegrasi dengan para
profesional di bidang yan kes dan
o tingkat yan yg akan membangun suatu kontinuitas
pelayanan.
Maksud & tujuannya adalah menyelaraskan kebutuhan
asuhan pasien dgn yan yg tersedia di RS,
mengkoordinasikan yan, kemudian merencanakan
pemulangan dan tindakan selanjutnya.
Hasilnya adalah meningkatkan mutu asuhan pasien dan
efisiensi penggunaan sumber daya yang tersedia di RS.
Perlu informasi penting utk membuat keputusan yg
benar ttg :
Kebutuhan pasien yg mana yg dapat dilayani RS.
Pemberian yan yg efisien kepada pasien.
8

ADMISI KE RS
*Standar APK.1. Pasien diterima sebagai pasien
RI (RI) atau didaftar utk pelayanan RJ (RJ)
berdasarkan *pada kebutuhan pelayanan kes
mereka yg telah di identifikasi dan *pada misi serta
sumber daya RS yg ada.
T Elemen Penilaian APK.1.
1. Skrining dilakukan pada kontak pertama didalam
T
atau di luar RS.
T 2. Berdasarkan hasil skrining ditentukan apakah
kebutuhan pasien sesuai dengan misi & sumber
daya RS. (lihat juga TKP.3.2, EP.2)
3. Pasien diterima hanya apabila RS dapat
menyediakan kebutuhan pelayanan RI & RJ yg
tepat.
4. Ada cara untuk melengkapi hasil tes diagnostik
T berkenaan dg tangg-jwb utk menetapkan apakah
pasien diterima, dipindahkan atau dirujuk.
9

APK 1. : Skrining didalam dan diluar RS, menetukan


kebutuhan pelayanan pasien
1. Kebijakan Skrining didalam & diluar
2. Didalam : IGD, Rawat Jalan
3. Diluar : diluar RS ditempat pasien berada. Pasien
didatangi, IAR, R sesuai kebutuhan, belum tentu
kebutuhannya RS bisa melayani.
4. Skrining IAR utk menentukan kebutuhan pasien
5. Pasien diterima hanya apabila RS dapat menyediakan
kebutuhan pelayanan Ranap & Rajal yg tepat.
6. Tes diagnostik dlm proses IAR perlu ada PPK/CP
7. Prosedur Rujukan, bila kebutuhan tidak sesuai
kemampuan RS
8. Telusur invidual : IGD, Rajal, Counter Rajal
10

PPA

i
Mandir n
s
a
g
u
oT
egiata
k

k
o
l
o 2 b

Proses Asuhan Pasien


Patient Care
1

Diagram
IAR

Asesmen Pasien

Pencatatan:

(Skrining, Periksa Pasien)


1. Informasi dikumpulkan :
Anamnesa, pemeriksaan, pemeriksaan lain /
penunjang, dsb

2. Analisis informasi :
A
Menetapkan Diagnosis / Masalah / Kondisi
Untuk mengidentifikasi Kebutuhan Yan Pasien

PPA :
Dokter
Perawat 3. Rencana Asuhan/Plan of Care :
Merumuskan rencana dan sasaran terukur
Bidan
Apoteker Untuk memenuhi Kebutuhan Yan Pasien
Nutrision
is
2
Pemberian Pelayanan
Dietisien
Teknisi
Implementasi Rencana
Medis
(PenataAnestesi)

Monitoring

Asesmen
Awal

Asesmen
Ulang
SOAP

Asesmen Ulang

Standar Proses Teknis: Deskripsi dan


kegunaannya
Clinical Practice
Guidelines
Clinical Pathways

Algorithma
Procedures

Protocols

Standing Orders

SI-27082013

J Ashton, 2002

*Standar APK 1.1. RS menetapkan standar


prosedur operasional untuk penerimaan pasien
Ranap & untuk pendaftaran pasien Rajal.
Proses2 administratif
Elemen penilaian APK 1.1.
1. Proses pendaftaran pasien rawat jalan
distandarisir.
2. Proses admisi pasien rawat inap distandarisir.
(lihat juga TKP.6.1, EP.3). masukkan juga APK 1.2.
3. Ada standar prosedur operasional penerimaan
pasien GD ke unit Ranap. APK 2 EP 2
4. Ada standar prosedur operasional menahan
pasien untuk observasi. link APK 1.1.3
5. Ada standar prosedur operasional mengelola pasien
bila tidak tersedia TT pada unit yang dituju
maupun diseluruh RS.
T 6. Kebijakan dan prosedur tertulis mendukung
13
proses penerimaan pasien RI dan pendaftaran

APK 1.1. : Proses2 Administratif Kebutuhan pasien


dapat dipenuhi
1. Proses pendaftaran pasien rawat jalan : Regulasi dan
kegiatan Rajal
2. Proses admisi pasien rawat inap : Regulasi dan
kegiatan proses admisi Ranap harus ada juga
substansi APK 1.2.
3. SPO kegiatan pasien GD ke unit Ranap, transfer intra
RS, juga terkait APK 2 EP 2
4. SPO menahan pasien untuk observasi, terkait juga /
link dgn APK 1.1.3, penundaan/delay
5. SPO mengelola pasien bila tidak tersedia TT pada unit
yang dituju maupun diseluruh RS, ada 2 : kebutuhan
utk ranap biasa, atau rawat intensif.
6. Kebijakan dan prosedur utk hal2 tsb diatas
7. Petugas mengenal kebijakan dan prosedur serta
melaksanakannya implementasi/telusur
14

*Standar APK 1.1.1. Pasien dg kebutuhan


darurat, mendesak atau segera diberikan
prioritas untuk asesmen/pemeriksaan &
pengobatan.

Elemen penilaian APK 1.1.1


1. RS melaksanakan proses triase berbasis bukti
untuk memprioritaskan pasien dgn kebutuhan
emergensi.
T
T 2. Staf dilatih menggunakan kriteria ini. (KPS 8.1)
3. Pasien diprioritaskan atas dasar urgensi
kebutuhannya.
4. Pasien emergensi diperiksa dan dibuat stabil
sesuai
kemampuan
sebelum dirujuk
aftar Dr
& Perawat
IGD, RS
perdulu
nama,
(lihat APK.4,formal,
EP 1,2,5pelatihan2
dan APK.4.2,GD
EP 3,4).
olom pendidikan
15

APK 1.1.1. : Skrining Kebutuhan pasien pelayanan GD


1. Triase berbasis bukti : regulasi dan kegiatan
2. Berbasis bukti : referensi harus jelas
3. Staf dilatih : daftar Dr & Perawat IGD, kolom2
pendidikan formal, institusi, tahun dsb, copy ijazah,
sertifikat
4. Telusur : wawancara & peragaan
5. Pasien diprioritaskan atas dasar urgensi
kebutuhannya : regulasi & telusur
6. Pasien emergensi diperiksa dan dibuat stabil sesuai
kemampuan RS dulu sebelum dirujuk : regulasi &
telusur
16

* Standar APK 1.1.2. Kebutuhan pasien


akan pelayanan preventif, paliatif, kuratif
dan rehabilitatif diprioritaskan
berdasarkan kondisi pasien pd waktu
proses admisi sbg pasien Ranap .
Elemen penilaian APK T1.1.2.
1. Pemeriksaan skrining membantu staf
memahami yan yg dibutuhkan pasien.
2. Pemilihan jenis yan atau unit yan
berdasar atas temuan pemeriksaan hasil
skrining.
3. Kebutuhan pasien yg berkenaan dgn yan
preventif, kuratif, rehabilitatif dan paliatif
diprioritaskan.
17

APK 1.1.2. : Skrining Kebutuhan Pelayanan 4 hal


1. Pemeriksaan skrining
membantu staf
memahami yan yg
dibutuhkan pasien.
Regulasi & Telusur,
2. Pemilihan jenis yan
proses skrining, IAR,
atau unit yan berdasar
kebutuhan pelayanannya
atas temuan
Preventif,
pemeriksaan hasil
Kuratif,
skrining.
3. Kebutuhan pasien yg
Rehabilitatif
berkenaan dgn yan
Paliatif
preventif, kuratif,
rehabilitatif dan
paliatif diprioritaskan.
18

Standar APK 1.1.3. RS memperhatikan


kebutuhan klinis pasien pada waktu
menunggu atau penundaan untuk
De
la
pelayanan diagnostik dan pengobatan.
y
T Elemen penilaian APK 1.1.3.
1. Pasien Ranap dan pasien Rajal diberikan
T informasi apabila akan terjadi penundaan
yan atau pengobatan.
2. Pasien diberi informasi alasan penundaan
T atau menunggu dan memberikan informasi
ttg alternatif yang tersedia sesuai dengan
keperluan klinik mereka.
3. Informasi didokumentasikan di dalam
rekam medis pasien.
19
4. Kebijakan dan prosedur tertulis

APK 1.1.3. : Penundaan Pelayanan / Delay


1. Konteks : Penundaan pelayanan di Ranap, Rajal, IGD
2. Kebijakan dan prosedur utk standar ini
3. Pasien diberikan informasi apabila akan terjadi
penundaan pelayanan atau pengobatan.
4. Informasi : alasan dan alternatif yang tersedia sesuai
dengan kebutuhan pasien
5. Informasi didokumentasikan di dalam rekam medis
pasien form edukasi-informasi : Ranap, Rajal, IGD
6. Telusur

20

*Standar APK 1.2.


Pada admisi RI,
1
pasien & keluarganya mendapat
penjelasan ttg pelayanan yg ditawarkan,
3
2
hasil yg diharapkan
& perkiraan
biaya
dari
yan tsb.
T 1.2.
Elemen
penilaian APK
1. Pasien dan keluarganya diberikan
penjelasan pada waktu admisi (lihat juga
MKI.2 pd Maksud dan Tujuan).
1 pelayanan
2. Penjelasan meliputi informasi ttg
yg ditawarkan (lihat juga MKI.2, EP 1&2).
2

3. Penjelasan meliputi informasi ttg hasil


3
pelayanan yg diharapkan.
4. Penjelasan meliputi informasi ttg perkiraan
biaya kpd pasien atau keluarganya.
21

APK 1.2. : Penjelasan pd proses admisi ranap


1. Saat proses admisi ranap, Pasien & Keluarganya
diberikan penjelasan pada waktu admisi
2. Penjelasan meliputi informasi ttg
a. pelayanan yg ditawarkan
b. hasil pelayanan yg diharapkan
c. perkiraan biaya
3. Pasien & keluarganya akan membuat keputusan
yg benar, informasi harus memadai
4. Regulasi, form yang digunakan : form edukasiinformasi

22

CONTOH FORMULIR KOMUNIKASI-EDUKASI HARIAN


Nama pasien
Ruangan

Tgl
jam

Uraian Penjelasan/
Isi Komunikasi

No MR

Pemberi
Penjelasan
Paraf

Nama

Pasien/Keluarga

Nama

Paraf

KARS, Nico A. Lumenta

23

*Standar APK 1.3. RS berusaha


mengurangi kendala fisik, bahasa dan
budaya serta penghalang lainnya dalam
memberikan pelayanan.
Elemen penilaian APK 1.3.
1. Pimpinan & staf RS mengidentifikasi
hambatan yg paling sering terjadi pada
populasi pasiennya.
2. Ada prosedur utk mengatasi atau
membatasi hambatan pd waktu pasien
mencari yan.
T
3. Ada prosedur utk mengurangi dampak
24
dari hambatan dlm memberikan
yan.

APK 1.3. : Kendala/hambatan Pasien


1. Konteks : PCC, Pasien adalah partner/mitra RS
2. Ada proses mengidentifikasi hambatan yg paling
sering terjadi pada populasi pasiennya bukti
dokumen
3. Tersedia prosedur utk mengatasi atau membatasi
hambatan pd waktu pasien mencari pelayanan.
4. Tersedia prosedur utk mengurangi dampak dari
hambatan dlm memberikan pelayanan
5. Telusur : aspek Fisik : kursi roda di lobby, ramp,
tempat parkir khusus utk difabel
6. Wawancara staf : utk aspek kendala Fisik, Bahasa,
Budaya
25

*Standar APK 1.4. Penerimaan atau


perpindahan pasien ke dan dari unit pelayanan
intensif atau pelayanan khusus ditentukan
dengan kriteria yg telah ditetapkan.
Elemen penilaian APK 1.4.
1. RS telah menetapkan kriteria masuk atau
pindah dari pelayanan intensif dan atau yan
khusus trmasuk penelitian & program lain sesuai
dgn kebutuhan pasien.
2. Kriteria berbasis fisiologi dan tepat.
T 3. Staf yg tepat diikut sertakan dlm
pengembangan kriteria.
4. Staf dilatih utk melaksanakan kriteria.
T 5. Rekam medis pasien yg diterima masuk ke unit
yg menyediakan yan spesialistik atau intensif berisi
bukti2 yg memenuhi kriteria yg tepat utk yan yg
(Daftardibutuhkan.
Dr & Perawat Yan Intensif, per nama,
26
kolom
pendidikan
6.
Rekam
medisformal,
pasienpelatihan2)
yg dipindahkan
atau keluar

APK 1.4. : Rawat Intensif


1. Petakan : pelayanan intensif yg ada : ICU, ICCU, NICU,
PICU, Unit Stroke, Unit Luka Bakar dsb
2. Tersedia Kriteria Masuk & Keluar utk pelayanan2 tsb
3. Kriteria berbasis fisiologi dan tepat.
4. Staf yg kompeten ikut serta menyusun/merevisi
kriteria tsb, bukti pelaksanaan.
5. Staf dilatih utk melaksanakan kriteria, agar ada Daftar
Dr & Perawat sesuai unit2 tsb, kolom2 pendidikan
formal, nama institusi, tahun lulus, pelatihan2 dsb,
copy ijazah-sertifikat.
6. Saran buat 1 Form utk tempat penulisan rekapitulasi
kriteria Masuk dan Keluar, dimasukkan dalam BRM
pasien yg mau masuk unit rawat intensif.
27

KONTINUITAS PELAYANAN
*Standar APK.2.
RS mendisain dan
melaksanakan proses untuk memberikan
pelayanan asuhan pasien yg berkelanjutan di
dalam RS dan koordinasi antar para tenaga
medis (praktisi pemberi asuhan).
Case Manager
Elemen penilaian APK.2.
1. Pimpinan pelayanan menetapkan disain &
melaksanakan proses yg mendukung kontinuitas
yan dan koordinasi yan yg meliputi semua yg
tercantum dalam maksud & tujuan di atas.
T 2. Kriteria & kebijakan yg telah ditetapkan
menentukan tata cara transfer pasien yg tepat di
T
dalam RS.
3. Kesinambungan & koordinasi terbukti terlaksana
28
dlm seluruh fase yan pasien.

APK 2. : Case Manager (CM) Manajer Pelayanan


Pasien
1. Konteks : perjalanan pasien mulai dari masuk RS,
proses perpindahan antar lokasi s/d pulang, agar
terjaga kontinuitasnya secara mulus, perlu Tour
Guide
2. Regulasi ttg : Case Management & Case Manager, =
Tour Guide, tetapi bukan PPA !, walaupun
kualifikasi Dr / Perawat
3. Referensi : Panduan Pelaksanaan DPJP dan Case
Manager, KARS Edisi 1 April 2015
4. Kriteria & kebijakan tata cara transfer pasien yg tepat
di dalam RS.
5. Telusur : Kesinambungan & koordinasi terbukti
terlaksana dlm seluruh fase yan pasien, dan
kesinambungan dan koordinasi terbukti dirasakan
29
oleh pasien.

CASE MANAGER / MANAJER PELAYANAN


PASIEN
DPJP

Perawat
Bidan
Clinical/Team Leader
Koordinasi
Kolaborasi
Interpretasi
Sintesis
Integrasi asuhan
komprehensif

Penata
Anestesi

Apoteker

Pasien,
Keluarga

Dietisi
en
Terapis
Fisik

Psikologi
Klinis
Lainnya

Yan Kes
/ RS Lain
Yan
Keuangan/
Billing

Asuransi
Perusahaan/
KARS Dr.Nico Employer
Lumenta

MPP
Case
Manager
BPJS

Case
Tour Mgr
G u id e

Dokter
Keluarga

FUNGSI MANAJER PELAYANAN PASIEN


CASE MANAGER
Output :

I. Asesmen utilitas
II. Perencanaan
III.Fasilitasi & Advokasi
IV.Koordinasi
Pelayanan
V. Evaluasi
VI.Tindak Lanjut Pasca
Discharge.
e
d
i
u
G
r
u
o
T

KARS Dr.Nico Lumenta

Kontinuita
s
Pelayanan
Pelayanan
dgn
Kendali
Mutu dan
Biaya
Pelayanan
memenuhi
kebutuhan
Pasien-Kel
pd ranap
s/d
dirumah
Liaison
antara RS,
Tim PPA,

MANAJER PELAYANAN PASIEN


CASE MANAGER

MPP :
Skrining
Pasien

Filosofi : Keberhasilan di ranap agar


berlanjut dirumah
Kontinuitas Pelayanan
Nakes
PPA
Rohaniwan,
Pek.Sosial...

RANAP : Pasien (+Keluarga)

Discharge
Planning
Program
Pelatihan,
Edukasi
Pas + Kel

Asuhan
Pasien
Yan kendali
Mutu-Biaya
Sesuai
Kebutuhan Psn

Proses
Billing

KEMBALI DIRUMAH

Proses
Pulang
Resume
Pasien
Pulang
Instruksi

Reimbur
sement

TL : Lanjutan Proses
Asuhan, pemulihan.
Obat (Oral, Suntik), Diit,
Pemeriksaan
Penunjang, Fisioterapi,
Yan Sosial
Asuhan oleh PPK 1/2 /
RS ybs.

*Standar APK.2.1 Dalam semua fase yan, ada


staf yg kompeten sebagai orang yg bertangg-jwb
terhadap pelayanan (careasuhan) pasien.

DPJP & DPJP Utama

Elemen penilaian APK.2.1


T 1. Staf yg bertangg-jawab utk koordinasi yan
selama pasien dirawat diketahui dan tersedia dlm
seluruh fase asuhan RI (lihat juga PP 2.1, EP 5
tentang tanggung jawab dokter dan HPK.6.1. EP 2).
T

2. Staf tsb kompeten menerima tangg-jawab untuk


melaksanakan yan pasien.
T 3. Staf tersebut dikenal oleh seluruh staf RS.
Daftar DPJP/D-U
4. Staf melengkapi dokumen rencana yan pasien di
rekam medis.
34
5. Perpindahan tangg-jawab yan pasien
dari satu

APK 2.1. : DPJP dan DPJP Utama


1. Regulasi ttg DPJP dan DPJP Utama
2. Referensi : Panduan Pelaksanaan DPJP dan Case
Manager, KARS Edisi 1 April 2015
3. Form utk EP 3

PASIEN
Diab Mellitus
Katarak
Sinusitis
Stroke

DPJP
Dr Sp / Dr Sp K
Dr Sp PD
Dr Sp M
Dr Sp THT-KL
Dr Sp S

DPJP
UTAMA
(Kriteria)

1. Dari DPJP ybs


2. Pertama kali
mengelola
3. Kondisi penyakit
menonjol
4. Keinginan Pasien
5. Lain-lain

35 ada DPJP Utama.


NB. Bila pasien dikelola oleh lebih dari satu DPJP, maka harus

k
Untu P 3
2 .1 . E
K
P
A

Diagnosa

Form Daftar DPJP


Utk setiap Pasien
DPJP

Nama

Tgl Mulai

DMT2

Dr A
SpPD

1/2/14

Sinusitis

Dr B
SpTHT

3/2/14

Ateroma

Dr C SpB

6/2/14

Stroke H

Dr D SpS

9/2/14

(Masuk
ICU 12-214)

DPJP Utama
Tgl Akhir

Nama

Tgl Mulai

Ket
Tgl Akhir

Dr A SpPD

3/2/14

10/2/14

Dr D SpS

10/2/14

12/2/14

Dr E SpAn,
KIC

12-2-14

8/2/14

PEMULANGAN PASIEN, RUJUKAN DAN TINDAK


LANJUT
*Standar APK.3. Ada kebijakan untuk merujuk
dan memulangkan pasien.
T Elemen penilaian APK.3.
1. Merujuk / memulangkan pasien berdasarkan
atas kondisi kes dan kebutuhan akan yan
berkelanjutan. (lihat juga AP.1.10, EP 1; AP.1.11,
EP 1; TKP.6.1, EP 3). (Kriteria pulang: Umum & di PPK)
T 2. Ada ketentuan atau kriteria bagi pasien yang siap
utk dipulangkan.
3. Bila diperlukan, perencanaan utk merujuk &
memulangkan pasien dpt diproses lebih awal
dan bila perlu mengikut sertakan keluarga.
(lihat juga AP.1.11, EP 2; AP.2, EP 2 dan HPK.2, EP 1).
4. Pasien dirujuk dan dipulangkan berdasarkan
atas
37
(lihat
juga AP.1.11
kebutuhannya. (lihat juga AP.1.10, EP
2; AP.1.11,
EP)

APK 3. : Proses Pemulangan Pasien Fase


Discharge
1. Regulasi memulangkan pasien
2. Kriteria & ketentuan bagi pasien yang siap utk
dipulangkan. Agar juga ada dalam PPK
(Panduan Praktik Klinis)
3. Telusur
4. Regulasi RS tentang pasien meminta izin
meninggalkan RS. Perhatikan keterkaitan dgn
APK 3.5
5. Utk EP 3 : adalah ttg Discharge Planning,
dilakukan pd awal ranap, juga terkait AP 1.11.
Regulasi, kriteria, proses agar terintegrasi, multi
PPA, agar ada Form
6. Telusur

ofi
Filos asuhan
ilan ar
s
a
h
r
g
Kebe ranap a
ah
m
u
di
r
t di
u
j
n
a
berl
Pra Admisi :
o eLOS
o Rujukan
Discharge Planning
Awal & durante
ranap
Kriteria
Tim Multidisiplin
Keterlibatan
Pasien-Kel
Antisipasi masalah
Program
Edukasi /Pelatihan

Discharge Planning
Transisi & Kontinuitas Yan

Keluarga :
Asuhan
Dirumah

Rawat inap

Dirumah

Edukasi, Pelatihan spesifik : Pasien-Kel

Follow-up
Ke RS
Telpon

Yan Kes
Primer
dilingkungan

Yan
Sosial
Yan
Penunjang,
Rehab

Proses Pulang/Fase Discharge :


o 24-48 jam pra-pulang
o Penyiapan Yan dilingkungan
o Kriteria pulang +
o Resume pasien pulang
o Transport
o dsb

Discharge Planning
Cegah Komplikasi
Pasca Discharge
Cegah Readmisi
(Nico Lumenta, 2015)

Standar APK.3.1. RS bekerjasama dgn para


praktisi kes dan institusi di luar RS utk
memastikan bahwa rujukan dilakukan dgn baik
dan tepat waktu.

Elemen penilaian APK.3.1.


1. Rencana pemulangan pasien meliputi
kebutuhan yan penunjang dan kelanjutan yan
medis.
2. RS mengidentifikasi organisasi dan individu
penyedia yan kes di lingkungannya yg sangat
berhubungan dengan yan yg ada di RS serta populasi
pasien (lihat juga PPK.3, EP 2).
3. Bila memungkinkan rujukan keluar RS ditujukan
kpd individu secara spesifik dan badan dari mana
Melakukan asesmen pemetaan
pasien berasal.
kebutuhan pelayanannya dirumah
dan
40
4. Bila memungkinkan rujukan dibuat untuk yan
ketersediaannya

APK 3.1. : Proses Pemulangan Pasien, juga asesmen di


awal ranap pd discharge planning
1. Konteks : pasien yang akan pulang dari ranap, RS
melakukan asesmen untuk memetakan kebutuhan
pelayanannya dirumah/lingkungannya dan
ketersediaan pelayanan2 tsb.
2. Yaitu a.l. kebutuhan pelayanan penunjang / supporting
service, pelayanan sosial, kelanjutan pelayanan
medis, dsb.
3. Sesuai ad 1 tsb : RS mengidentifikasi organisasi dan
individu penyedia yan kes di lingkungannya yg sangat
berhubungan dengan yan yg ada di RS
4. Rencana pemulangan pasien agar berdasarkan ad 1,
termasuk rujukan utk memenuhi kebutuhan pelayanan
pasiennya.
41

*Standar APK.3.2. Rekam medis pasien rawat


inap berisi salinan resume pasien pulang.

T
T
T
T

Elemen penilaian APK.3.2.


1. Resume pasien pulang dibuat oleh DPJP sebelum
pasien pulang.
2. Resume berisi pula instruksi utk tindak lanjut.
Instruksi
3. Salinan resume pasien pulang di-dokumentasikan
dalam rekam medis.
4. Salinan resume pasien pulang juga diberikan
kepada pasien.
5. Salinan resume pasien pulang diberikan kpd
praktisi kesehatan perujuk.
6. Kebijakan & prosedur menetapkan kapan
resume
Tanda tangan
menerima dan
pasienpasien/keluarga
pulang harus dilengkapi
42
Resume
tsb
!!!
dimasukkan ke rekam medis pasien.

APK 3.2. : Resume Pasien Pulang


Resume pasien pulang :
1. Dibuat oleh DPJP sebelum pasien pulang.
2. Minimal 3 rangkap :
1) Utk di rekam medis.
2) Utk diberikan kepada pasien.
3) Utk diberikan kpd praktisi kesehatan perujuk.
4) Saran agar ditandatangani juga oleh pasienkeluarga, utk penguatan intruksi
.Kebijakan & prosedur utk ini

43

Isi Resume P
asien Pulang

*Standar APK.3.2.1. Resume pasien


pulang lengkap.
T
Elemen penilaian APK.3.2.1
1. Resume pasien pulang berisi alasan
pasien dirawat, diagnosis dan penyakit
penyertanya.
2. temuan fisik dan hal lain yg penting.
3. prosedur diagnostik dan terapetik
yg telah dilakukan.
4. medikamentosa termasuk obat
waktu pulang.
5. keadaan / status / kondisi pasien
44

APK 3.2.1. : Isi Form Resume Pasien Pulang minimal :


1. Alasan pasien dirawat, diagnosis dan penyakit
penyertanya.
2. Temuan fisik dan hal lain yg penting.
3. Prosedur diagnostik dan terapetik yg telah
dilakukan.
4. Medikamentosa selama dirawat dan obat waktu
pulang.
5. Keadaan / status / kondisi pasien waktu pulang.
6. Instruksi tindak lanjut / control, lihat APK 3.2 EP 2,
APK 3.4. total 6 EP
7. Saran : di ttd juga oleh pasien-keluarga !! krn ada
instruksi
45

*Standar APK.3.3. Rekam medis pasien Rawat


Jalan yg mendapat pelayanan berkelanjutan
berisi resume semua diagnosis yg penting,
alergi thd obat, medikamentosa yg sdg
diberikan dan riwayat prosedur pembedahan
dan perawatan
hospitalisasi
di
RS.Summary
Resume /Rawat
Jalan
Elemen penilaian APK.3.3.
1. RS mengidentifikasi pelayanan lanjutan
pasien yg mana, dalam resume yg pertama
dilaksanakan. (kriteria pasien yg perlu dibuatkan
resume)
T 2. RS mengidentifikasi bagaimana resume yan
dijaga kontinuitasnya dan siapa yg menjaganya.
T 3. RS telah menetapkan format dan isi dari
resume yan.
1. The organization identifies for
4. RS menentukan apa yang dimaksud
dengan
46
which

APK 3.3. : Resume Rawat Jalan


Regulasinya :
1. Kriteria pasien yang perlu dibuat Resume Rawat
Jalan
2. Proses rutin pelaksanaannya
3. Form, isi minimal : diagnosis, obat/medikamentosa,
alergi, riwayat operasi, riwayat ranap lihat contoh
4. Ketentuan ttg waktu resume saat ini.

47

Form Resume Rawat Jalan

Un
APK tuk
3.3.
EP 3
Rawat Inap Operasi

Alergi
2/3/10 Amoxycillin

Tgl

Klinik / Nama Dr

16-21/3/11 Demam Tifoid


1-4/7/13 Apendektomi

Diagnosis

Terapi

2/3/10

Dr A SpKK

Furunkel

Ciprofloxacin 2X500mg

28/3/11

Dr B SpPD

Pasca Demam
Tifoid, Gastritis

Ranitidin 2x150 mg

11/7/13

Dr C SpB

Pasca
Apendektomi

6/8/13

Dr D SpS

Polineuropati

Methycobal 3x250mcg

Ket

*Standar APK.3.4. Pasien dan keluarga yg tepat,


diberikan pengertian ttg instruksi tindak lanjut.

T
Elemen penilaian APK.3.4.
1. Instruksi untuk tindak lanjut diberikan dalam bentuk dan
cara yg mudah dimengerti pasien dan /atau keluarganya.
2. Instruksi mencakup kapan kembali untuk yan tindak
lanjut.
3. Instruksi mencakup kapan mendapatkan yan yg
mendesak.
4. Keluarga diberikan instruksi untuk pelayanan bila diperlukan
berkenaan dengan kondisi pasien.

*Standar APK.3.5 TRS mempunyai proses untuk


penatalaksanaan dan tindak lanjut bagi pasien yg
pulang karena menolak nasehat medis.

Elemen penilaian APK.3.5


5. Ada proses untuk penatalaksanaan dan tindak lanjut bagi
pasien RI dan pasien RJ yg pulang karena menolak nasehat
medis (lihat juga HPK.2, EP.1) dan HPK.2.2., Maksud
dan
49

APK 3.4. : Instruksi pada saat pasien akan pulang, tertulis di


Resume Pasien Pulang
1. Instruksi untuk tinda Instruksi mencakup kapan kembali untuk
yan tindak lanjut.
2. Instruksi mencakup kapan mendapatkan yan yg mendesak.
3. Keluarga diberikan instruksi untuk pelayanan bila diperlukan
berkenaan dengan kondisi pasien.
4. Instruksi dalam bentuk dan cara yg mudah dimengerti pasien
dan /atau keluarganya
5. Perhatikan pemberian instruksi kepada keluarga yang tepat.
APK 3.5. : Pasien pulang APS Good Patient Care
1. Konteks :
1) Pasien ranap dan pasien rajal pulang APS karena menolak
nasehat medis
2) Asuhan belum tuntas, masih ada risiko
2. Buat regulasi utk konteks ini
3. Pastikan kemungkinan pihak yang akan didatangi pasien utk
berobat, buat komunikasi/pemberitauan kepada ybs
4. Telusur - wawancara
50

RS harus memimpin rujukan


RUJUKAN PASIEN
uhi
n
e
p
t
p
d
g
y
S
R
ri
a
1 .C ke RS lain
*Standar APK.4. Pasien dirujuk
u tu h a n
k eb
berdasarkan atas kondisi dan
kebutuhan
a TT
d
A
.
2
pelayanan lanjutan.
T
3 .S ta f y g m e n e r im a
si
a
t
r
o
p
s
n
a
r
.T
4
Elemen penilaian APK.4.
1. Rujukan pasien berdasarkan atas kebutuhan
pasien utk yan berkelanjutan (lih. Juga APK.1.1.1.,
EP 4 dan TKP.6.1, EP 3)
2. Proses rujukan mencakup pengalihan tangg-jwb
jawab ke RS yg menerima (lih.juga APK.1.1.1., EP
4).
3. Proses rujukan menunjuk orang/siapa yg
bertangg-jwb selama proses rujukan serta
perbekalan dan peralatan apa yg dibutuhkan
selama transportasi (lih.juga TKP.6.1, EP 3)
51
4. Proses rujukan menjelaskan situasi dimana rujukan

APK 4 dan 4.1. : Rujuk pasien


Konteks : pada Rujukan RS harus memimpin rujukan, dgn
beberapa elemen :
Cari RS yang dapat memenuhi/sesuai kebutuhan pasien
Ketersediaan TT
Staf yg akan menerima
Kebutuhan transportasi
Buat regulasi :
1. Indikasi rujukan, kebutuhan pasien utk yan berkelanjutan
2. Staf yang bertanggung jawab mengurus rujukan (misal Case
Manager)
3. Proses rujukan menjelaskan situasi dimana rujukan tidak
mungkin dilaksanakan
4. Proses transfer
5. Form rujukan
. Buat MOU dgn RS yg sering dirujuk
52

Standar APK.4.1. RS menentukan bahwa RS


penerima dapat memenuhi kebutuhan pasien akan
kontinuitas pelayanan.
Elemen penilaian APK.4.1 :
1. RS yg merujuk menentukan bhw RS penerima dapat
menyediakan kebutuhan pasien yg akan dirujuk.
2. Kerjasama yg resmi atau tidak resmi dibuat dengan RS
penerima terutama apabila pasien sering dirujuk ke RS
penerima (lih.juga TKP.3.3.1, Maksud dan Tujuan).

*Standar APK.4.2. RS penerima diberi resume T


tertulis mengenai kondisi klinis pasien dan tindakan2
yg telah dilakukan oleh RS pengirim.
Elemen penilaian APK.4.2. :
3. Informasi kondisi klinis pasien / resume klinis pasien dikirim ke
RS bersama pasien
4. Resume klinis termasuk kondisi pasien.
5. Resume klinis mencakup prosedur & tindakan2 lain yg tlh
dilakukan.(lih.juga APK.1.1.1., EP 4)
6. Resume klinis mncakup kebutuhan pasien akan
54 yan lebih

Resume utk Rujukan

APK 4.2. : Konteks : Resume Rujukan. APK 4.4. : Dokumentasi lain


1. Buat Regulasi dan Form
2. Form berisi :
1) Nama RS dan Staf yg menyetujui menerima
2) Alasan rujukan
3) Informasi kondisi klinis pasien / resume klinis pasien dikirim
ke RS bersama pasien
4) Resume klinis termasuk kondisi pasien.
5) Resume klinis mencakup prosedur & tindakan2 lain yg tlh
dilakukan.
6) Resume klinis mencakup kebutuhan pasien akan pelayanan
lebih lanjut.
3. Form lain : utk dokumentasi ttg segala perubahan dari
kondisi/status pasien selama proses rujukan
APK.4.3. : Pendamping
1. Konteks : Pendamping selama proses rujukan, asuhan, monitoring.
2. Kompetensi & kriteria staf / pendamping sesuai dgn kondisi
55
pasien.

*Standar APK.4.3. Selama proses transfer pasien


secara langsung, staf yg kompeten terus memonitor
Pendamping
kondisi pasien.
T
Elemen penilaian APK.4.3.
1. Selama proses rujukan secara langsung, semua pasien selalu
dimonitor.
2. Kompetensi staf yg melakukan monitor sesuai dgn kondisi
pasien.

*Standar APK.4.4. Proses transfer / rujukan


didokumentasikan di dlm rekam medis pasien.
Elemen penilaian APK.4.4.
1. Di rekam medis pasien yg pindah / dirujuk dicatat nama RS
tujuan & staf yg menyetujui penerimaan pasien.
2. dicatat hal-hal lain yg diperlukan sesuai dengan kebijakan
RS yg merujuk.
3. dicatat alasan rujukan.
4. dicatat kondisi khusus sehubungan dgn proses rujukan.
5. dicatat segala perubahan dari kondisi/status pasien selama
proses rujukan.
56

TRANSPORTASI
*Standar APK.5. Kegiatan proses rujukan, dan pemulangan pasien RI
atau RJ, termasuk perencanaan untuk kebutuhan transportasi pasien.

Elemen penilaian APK.5.


1. Terdapat penilaian thd kebutuhan transportasi apabila
pasien dirujuk ke pusat yan yg lain, ditransfer ke penyedia
yan yg lain atau siap pulang dari Ranap / kunjungan Rajal.
2. Transportasi disediakan atau diatur sesuai dgn kebutuhan
dan kondisi pasien.
3. Kendaraan transportasi milik RS memenuhi hukum dan
peraturan yg berlaku berkenaan dg pengoperasian, kondisi dan
pemeliharaannya.
4. Pelayanan transportasi dengan kontrak disesuaikan dengan
kebutuhan RS dlm hal kualitas dan keamanan transportasi.
(lih.juga TKP.3.3.1, Maksud dan Tujuan)
5. Semua kendaraan yg dipergunakan untuk transportasi, baik
kontrak maupun milik RS, dilengkapi dengan peralatan yg
memadai, perbekalan dan medikamentosa sesuai dengan
57
kebutuhan pasien yg dibawa.

APK 5. : Transportasi : rujukan, pulang, dari ranap dan


rajal, regulasi
1. RS melakukan asesmen kebutuhan transportasi dan
alkesnya
2. Transportasi disediakan RS, data
pemeliharaan/maintenance yg baik, memenuhi hukum
dan peraturan
3. Pelayanan transportasi dengan kontrak
4. Transportasi dilengkapi dengan peralatan yg
memadai, perbekalan dan medikamentosa sesuai
dengan hasil ad 1
5. Ada proses Monev TL memonitor kualitas dan safety
keamanan transportasi
6. Manajemen keluhan.
58

Terima kasih
atas perhatiannya

APK

Dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro, MM, MHKes


KARS