Anda di halaman 1dari 36

PEMENUHAN KEBUTUHAN

NUTRISI PADA ANAK


NURLAILA

NUTRISI

UPAYA PEMENUHAN GIZI ANAK


Pemberian asupan nutrisi yang tepat sesuai

kebutuhan anak
Pemberian makanan yang berkualitas terkait dengan
pemberian nutrisi yang sehat dan aman
Pemberikan lingkungan yang menyenangkan

FAKTOR RISIKO KEKURANGAN NUTRISI


Efek dari pengobatan
Mual/muntah
Gangguan intake makanan
Radiasi/kemoterapi
Penyakit kronis/infeksi/keganasan
Disfagia
Penurunan absorpsi
Napsu makan yang berkurang

FAKTOR RISIKO KELEBIHAN ASUPAN


NUTRISI
Intake makanan yang berlebih
Gaya hidup
Kebiasaan mengkonsumsi makanan tinggi kalori
Latihan atau aktivitas fisik yang kurang

PERTUMBUHAN BAYI
Berat badan (BB) menjadi 2 kali berat badan lahir

pada usia 5 bulan


Rata-rata pertambahan BB pada 6 bulan pertama
adalah 140-200 gram/minggu.
Kenaikan berat badan mencapai 3 kali berat badan
lahir pada usia 1 tahun
Rata-rata pertambahan BB adalah 90-150
gram/minggu
Panjang badannya bertambah sebanyak 50% pada
tahun pertama setelah lahir
(Worthington-Roberts dan Williams, 2000)

ANGKA KECUKUPAN GIZI


AKG adalah suatu kecukupan rata-rata zat gizi

setiap hari bagi semua orang menurut golongan


umur, jenis kelamin ukuran tubuh, aktivitas tubuh,
dan kondisi fisiologis khusus untuk mencapai derajat
kesehatan yang optimal.
Jenis zat gizi yang dianjurkan dalam AKG meliputi
energy, protein, vitamin, serta mineral.
(Sandjaya, 2010)

Masalah Pemberian Makan di Indonesia


Orangtua mengatakan mereka sering memberikan

makanan pokok, telur, dan tempe (tempe) untuk


keluarga mereka termasuk anak-anak mereka.
Menyajikan sayuran dalam bentuk sup, tapi anakanak mereka lebih suka makan hanya bagian dari
kaldu sup.
Sebagian besar ibu jarang menyajikan sayuran,
karena mereka menganggap bahwa sayuran tidak
disukai oleh anak-anak mereka
(Kolopaking, 2011)

PERAN PERAWAT ANAK


(terkait pemenuhan kebutuhan nutrisi)

To assess accurately the nutritional status of children


To determine parents and childrens knowledge related to the nutrition
To identify ways in which food is managed and used
To ensure that children are adequately nourished

HELPING CHILDREN AND FAMILIES MEET NUTRITIONAL


REQUIREMENT AND PREVENTING PROBLEMS RELATED TO
POOR NUTRITION

PENGKAJIAN
ANTROPOMETRIK
BIOCHEMICAL
CLINICAL SIGN
DIETRY HISTORY

BERAT BADAN NAIK, SESUAI GRAFIK, BERARTI PERTUMBUHAN NORMAL,

PERTUMBUHAN NORMAL,

PERTUMBUHAN TERGANGGU

14

Berat Badan TIDAK NAIK ( T )

3. Garis pertumbuhan menurun, atau lebih rendah dari bulan


lalu
4. Garis pertumbuhan mendatar, atau sama dengan bulan
lalu
5. Garis pertumbuhan naik, tetapi pindah ke pita warna di

PERTUMBUHAN TERGANGGU,
BERAT BADAN DI BAWAH GARIS MERAH (BGM)

Tabel Berat Badan (BB) terhadap Tinggi Badan (TB)


Untuk MENILAI STATUS GIZI

Interpretasi berdasar tabel TB/BB


Normal / gizi baik : -2 SD s/d +2 SD
Kurus / gizi kurang : <-2 SD - (-3 SD)
Kurus sekali / gizi buruk : < - 3 SD
Gemuk
: >+ 2 SD
Gejala KLINIS : oedem, rambut, mata, kulit, mulut,
perut, hati, lengan, kaki, dll.

Tindakan

(Lihat Buku Pedoman Tatalaksana Gizi Buruk)


MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit)

KEBUTUHAN KALORI

< 1 tahun: 80-95 Kkal/KgBB/Hari


1-3 tahun: 75-90 Kkal/KgBB/Hari
4-6 tahun: 65-75 Kkal/KgBB/Hari
7-10 tahun: 55-75 Kkal/KgBB/Hari
11-18 tahun: 45-55 Kkal/KgBB/Hari

Bayi tdk perlu dikenalkan


makanan padat sebelum
usia 6 bulan
Saliva keluar dalam jumlah sedikit
Enzim rennin disekresi oleh
lambung, enzim amilase, lipase,
dan tripsin disekresi dalam jumlah
kurang
Kemampuan menghisap bayi
matang setelah enam bulan
Reflek ekstrusi lidah tidak akan
hilang sebelum usia 4 bulan

KEUNTUNGAN ASI
BAGI BAYI
Mengandung kholesterol
yang dibutuhkan untuk
tumbang terutama syaraf dan
jaringan otak
Imunitas
Mencegah obesitas
Menurunkan resiko penyakit
kronis
Tidak memberatkan fungsi
sistem pencernaan dan ginjal
yang belum berfungsi baik

KEUNTUNGAN ASI
BAGI IBU
Menurunkan BB
Ekonomis dan selalu tersedia (steril)
Terdapat lactational infertility ---memperpanjang child spacing
Tersedia dalam suhu yang ideal, tdk
perlu dipanaskan terlebih dahulu
Memperkuat ikatan batin antara ibu
dan bayi
Mempercepat pengembalian besarnya
rahim pada bentuk dan ukuran
sebelum mengandung

POSISI PEMBERIAN
ASI
Kepala dan badan bayi lurus
Seluruh tubuh bayi
disangga
Badan bayi menghadap ke
badan ibu
Badan bayi dekat ke badan
ibu

TANDA MELEKAT DENGAN


BENAR
1.Dagu menyentuh payudara
2.Bibir bawah membuka
keluar
3.Mulut terbuka lebar
4.Areola lebih banyak terlihat
dibagian atas

CARA PEMBERIAN MINUM MELALUI CANGKIR

Dudukan bayi diatas pangkuan secara tegak


Dekatkan cangkir kecil berisi susu kebibir bayi
Jangan tuang susu kedalam mulut bayi
Ketika bayi sudah kenyang, akan menutup mulutnya

CARA MEMERAS ASI


Segera setelah melahirkan (Dalam 6 jam pertama)
Pembuangan beberapa tetes pertama ASI tdk perlu
Keluarkan ASI dengan jari tiap 3 jam, 10 15 menit
CARA:
Letakkan jari dan ibu jari tiap sisi dari Areola
Tekan ke dalam keluar dinding dada
Tekan didepan puting dan Areola antara ibu jari dan jari
telunjuk
Tekan dari samping untuk mengosongkan semua segmen

MP-ASI BAYI USIA 6 BULAN


Dimulai saat usia 6 bulan bayi memerlukan tambahan

makanan selain ASI


Lanjutkan pemberian ASI
Berikan ASI terlebih dahulu sebelum pemberian
makanan lain
Frekuensi: 2 kali sehari
Jumah: 2-3 sendok setiap kali makan
Kepekatan: harus cukup pekat/kental
Variasi: makanan pokok (jagung, gandum,, nasi,
kentang, ubi), pisang atau kentang yang dilumatkan

MP-ASI BAYI USIA 6-9 BULAN


susui terus bayi sesuai permintaan siang dan malam
ASI memberikan separuh dari kebutuhan energi bayi

usia 6-12 bulan


Susui dulu sebelum diberikan makanan lain
Frekuensi: 3 kali sehari
Jumlah: Setengah cangkir (cangkir 250 ml).
Gunakan piring seniri untuk memastikan bayi
makan semua makanan yang diberikan

MP-ASI BAYI USIA 6-9 BULAN


Kepekatan/kekentalan: berikan makanan keluarga

yang dilunakkan. Setelah 8 bulan bayi sudah bisa


mulai makan makanan yang biasa ia pegang
Variasi: coba memberikan makanan yang bervriasi
setiap kali makan. Misalnya: makanan hewani kaya
zat besi (daging, telur, prduk susu) bintang 1;
makanan pokok (biji-bijian, akar dan umbi) bintang
2, kacang2an bintang 3, buah dan sayur kaya vitamin
A bintang 4

MP-ASI BAYI USIA 9-12 BULAN


Susui terus bayi sesuai permintaan siang dan malam
ASI memberikan separuh dari kebutuhan energi bayi usia

6-12 bulan
Susui dulu sebelum diberikan makanan lain
Frekuensi: 3 kali sehari
Jumlah: Setengah cangkir (cangkir 250 ml). Gunakan
piring seniri untuk memastikan bayi makan semua
makanan yang diberikan
Kepekatan/kekentalan: berikan makanan keluarga yang
dopotong-potong, makanan yag bisa ia pegang dan
makanan yang diiris-iris.

MP-ASI BAYI USIA 9-12 BULAN


Variasi: coba memberikan makanan yang bervriasi

setiap kali makan. Misalnya: makanan hewani kaya


zat besi (daging, telur, prduk susu) bintang 1;
makanan pokok (biji-bijian, akar dan umbi) bintang
2, kacang2an bintang 3, buah dan sayur kaya vitamin
A bintang 4

MP-ASI BAYI USIA 12-24 BULAN


Susui terus bayi sesuai permintaan siang dan malam
ASI memberikan 1/3 dari kebutuhan energi bayi usia

12-24 bulan
Untuk membantu bayi tumbuh kuat dan terus
menyusu, ibu harus menggunakan KB supaya tidak
hamil lagi.
Frekuensi: 5 kali sehari
Jumlah: 3/4 cangkir (cangkir 250 ml). Gunakan
piring seniri untuk memastikan bayi makan semua
makanan yang diberikan

MP-ASI BAYI USIA 12-24 BULAN


Kepekatan/kekentalan: berikan makanan keluarga

yang dopotong-potong, makanan yag bisa ia pegang


dan makanan yang diiris-iris.
Variasi: coba memberikan makanan yang bervriasi
setiap kali makan. Misalnya: makanan hewani kaya
zat besi (daging, telur, prduk susu) bintang 1;
makanan pokok (biji-bijian, akar dan umbi) bintang
2, kacang2an bintang 3, buah dan sayur kaya vitamin
A bintang 4

DIAGNOSIS KEPERAWATAN TERKAIT DENGAN PEMENUHAN


KEBUTUHAN NUTRISI:
1.Anorexia (not a NANDA Diagnosis)
2.Nausea
3.Ineffective infant feeding pattern
4.Impaired swallowing
5.Imbalanced nutrition: less than body requirement
6.Imbalanced nutrition: more than body requirement
7.Readiness for enhanced nutrition
8.Deficient fluid volume
9.Risk for deficient fluid volume
10.Excess fluid volume
11.Risk for fluid volume balanced
12.Readiness for enhanced fluid balanced