Anda di halaman 1dari 18

Tata Nama Senyawa

Biner Logam dan Non Logam

Charlos Leonardo
Mitha Siahaan
Seminary WHP

Marcho GEM
Fitri
Amanda (#KodeMintaGanti)

Dari Judul Udah Bingung. Senyawa


Biner Itu Apa?

Senyawa biner adalah senyawa yang


tersusun atas dua unsur. Kedua unsur itu
dapat berupa unsur logam dan unsur
nonlogam atau unsur nonlogam dan unsur
nonlogam.

Yang akan dibahas oleh kelompok


kami adalah Senyawa Biner Logam dengan
Non Logam

Ngomong Ngomong Tentang Tata Nama.


Bagaimana cara menyusunnya?
Sebelum berbicara lebih jauh. Kita harus mengetahui
pengertian Tata Nama bahkan persuku katanya
Ta = Tampaknya disusun dengan suatu aturan
Ta = Tampaknya diperlukan suatu aturan untuk
menyusunnya
Na = Nampaknya Ribet, namun hanya 3 aturan untuk
menyusunnya
Ma = Makanya, Jangan pusing-pusing karena kami akan
mengajarkan 3 aturan tersebut

Oke, Sebelum ke Aturan, Ada Syarat


yang Harus Dipahami- ini kisi-kisi soal
Hapalin Nama Logam yang Umum ada di buku-buku
( Na, K, Mg, Ca, Cr, Hg, Mn, Sn, Pb, Co, Fe,Cu)
Hapalin Nama unsur nonlogam juga ( C, Si, N, P, O, S,
F, Br, Cl)
Hapalin nama Indo Logam ( Cu = tembaga, Sn = Timah,
Fe = besi, dll.)
Harus ngerti tentang biloks yang sudah dibahas di bab
sebelumnya

Setelah Tau Syaratnya. Mari Mulai ke


Peraturan Pertama
Untuk Logam yang hanya punya 1 biloks. Nama unsur
logam disebutkan lebih dahulu, kemudian diikuti nama
unsur bukan logam yang diakhiri dengan akhiran ida.
Untuk Lebih Singkatnya Perhatikan Ini

Nama
Nama Logam
Logam ++ Nama
Nama Nonlogam
Nonlogam ++ ida
ida

Gampang kan? Masih Gampang

Mari Lihat Contohnya

MgBr2 Magnesium bromida


MgCl Magnesium klorida
KCl Kalium klorida
Rb2O Rubidium oksida

Gampang kan?....... Masih Gampang


Nama
Nama Logam
Logam ++ Nama
Nama Nonlogam
Nonlogam ++ ida
ida

Next, Aturan Kedua


Di bab sebelumnya, Kita tahu bahwa biloks suatu unsur
bisa berubah ubah sesuai dengan unsur apa yang
berada Dipelukanmu disebelahnya
Jadi pengaturan tata nama untuk Logam yang memiliki
lebih dari 1 biloks pun diberikan cara khusus, yaitu:

Nama
Nama Indo
Indo Logam
Logam ++ (Biloks
(Biloks logam
logam dalam
dalam romawi)
romawi) ++ Nama
Nama non
non logam
logam ++ ida
ida

Contoh Contoh Contoh


CuCl2= Tembaga (II) Klorida.*Tembaga = Cuprum
SnO = Timah(II)Oksida.*Timah= Stannum
SnO2 = Timah (IV) Oksida
CuCl = Tembaga (I) Klorida

Nama
Nama Indo
Indo Logam
Logam ++ (Biloks
(Biloks logam
logam dalam
dalam romawi)
romawi) ++ Nama
Nama non
non logam
logam ++ ida
ida

Next, Aturan Terakhir


Aturan ini berfungsi dalam kondisi seperti
aturan kedua, yaitu untuk unsur logam
yang mempunyai lebih dari 1 biloks.
Aturannya:
Unsur logam dengan biloks lebih kecil ditulis dengan akhiran -o
Unsur logam dengan biloks lebih besar ditulis dengan akhiran i
Unsur nonlogam tetap memiliki akhiran -ida

Mari Lihat Contoh ketiga.


Rumus Kimia

FeCl3

FeCl2

Ferum Klorin

Ferum Klorin

Biloks Logam

+3

+2

Nama Logam

Feri

Fero

Klorida

Klorida

Feri klorida

Fero klorida

Nama Senyawa (salah)

Nama nonlogam + ida


NAMA SENYAWA (benar)

Itu Udah yang Terakhir.


Sebelum Soal, Mari Mainkan
Kuis Kecil

CaS

Kalium Sulfida

BENAR

Kalsium Sulfida

Kaloid Sulfida

Kalsium
Sulfurida

Tembaga (II) klorida


CuCl2

Cl2Cu

Tb2Cl

BENAR

CuCl

CuCl dan CuCl2


Klorin Cuprumida dan
Kloron cuprumida

Kuprom klorida dan kuprim


klorida

Kupro klorin dan Kupri


klorin

BENAR

Kupro Klorida dan Kupri


klorida

Ada yang Mau Bertanya? Habis


ini Soal Lhooo

Soal
1. Rumus Kimia dari kalsium oksida
adalah
2. MgBr2 adalah rumus kimia dari
3. Tentukan nama nama senyawa dari
rumus kimia berikut :
Na2S
CaF

4. Mengapa FeCl3 memiliki nama senyawa


besi (III) klorida, dan bukan besi klorida
saja?
5. Bagaimana aturan penamaan FeO 3 dan
FeO2 menurut aturan biloks lebih kecil dan
besar?