Anda di halaman 1dari 16

PENGOBATAN TRADISIONAL vs

KEDOKTERAN MODERN
Desy Andari
FK UMM

Pendahuluan
Pengobatan tradisonal

budaya Indonesia
Kedokteran modern Western
Pengobatan tradisonal
alternatif
Kelebihan dan kekurangan
Dilindungi UU

Penyembuhan Tradisional

Bersifat kepercayaan animisme


Mencoba berulang-ulang empirik
Dipengaruhi budaya India, Cina, Timur

Tengah
Dipengaruhi agama di Indonesia
Di barat dikenal sebagai Complimentary
and Alternative Medicine (CAM)setara
dgn kedokteran modern
Keterbatasan kedokteran modern

Penyembuhan Tradisional
Macam:
1.Ramuan tanaman obat
2.Cara fisik (dukun beranak,

patah tulang, sunat, susuk, dll)


3.Meditasi, pernpasan, tenaga
dalam, dll
4.Cara spiritual (doa, mantera)

Penyembuhan Tradisional
Pelaku penyembuhan

tradisional:
1.Holistik latar belakang pasien
2.Ramah, akrab, penuh perhatian
3.Biaya umumnya terjangkau
4.Warisan informal

Penyembuhan Tradisional
Obat herbal (Obat Bahan

Alam=OBA):
1.Khasiat uji klinis
2.Standar mutu
3.Digunakan bila obat rasional
tidak dapat menyembuhkan

Kedokteran Modern
Robert Koch tahun 1850
Diagnosis : gejala, PD dan pemx.

Penunjang
Obat: ssi gejala dan penyebab
Berdasarkan riset (iptek)
Perkembangan iptekdok pesat
spesialisasi dan subspesialisasi
Penanganan tetap harus holistik
aspek non medik orang sakit.

Kedokteran Modern
Berpegang pada KODEKI
Pengaruh perkembangan

zaman materialisme dan


konsumerisme pelanggaran
etik dan hukum

Sikap terhadap penyembuhan


tradisional
Orang sakit dokter sembuh/tidak
Orang sakit dukun/tabib

sembuh/tidak
Dipengaruhi aspek non medis (agama,

sosial, budaya, dll)


Dokter harus terbuka namun tidak

langsung menerima (secara metodologi


tidak mudah)

Sikap terhadap penyembuhan


tradisional
OBA riset ttg senyawa aktif, efek,

dsb
Cara lain pembuktian dgn
pemeriksaan penunjang (lab, Ro,
ECG, EEG, dsb) obyektif
Cara benar dimanfaatkan demi
kesehatan masyarakat
Cara salah diawasi dan ditertibkan
demi melindungi masyarakat

Dasar Hukum (UU 36/2009)


Obat tradisional termasuk sediaan

farmasi. Bisa berasal dr hewan,


tumbuhan, mineral atau campuran yg
digunakan turun temurun sesuai norma
(psl 1).
Pengobatan/perawatan dgn obat dan
cara yang berasal dari pengalaman dan
keterampilan turun temurun secra
empiris termasuk pelayanan kesehatan
tradisional. (psl 1)

Dasar Hukum (UU 36/2009)


Upaya kesehatan termasuk pelayana

kesehatan tradisional (psl 48)


Yan-kes tradisional dibagi :
menggunakan keterampilan da
menggunakan ramuan (psl 59)
Diawasi oleh pemerintah shg dpt
dipertanggungjawabkan manfaat dan
keamanannya serta tdk melawan
norma agama (psl 59)

Dasar Hukum (UU 36/2009)


Yan-kes tradisonal dgn alat dan teknologi

harus seizin lembaga kesehatan


berwenang dan dpt
dipertanggungjawabkan manfaat dan
keamanannya. (psl 60)
Masy diberi kesempatan utk
mengembangkan, meningkatkan dan
menggunakan yan-kes tradisional yg dpt
dipertanggungjawabkan manfaat dan
keamanannya. Pemerintah berkewajiban
mengawasi pelaksanaanya (psl 61)

Dasar Hukum (UU 36/2009)


Pemerintah menjaga kelestarian sumber

obat tradisional dan menjamin


pengembangan dan pemeliharaannya
(psl 100)
Masyarakat diberi kesempatan
mengolah, memproduksi, mengedarkan,
mengembangkan, meningkatkan, dan
menggunakan obat tradisional yang
dapat dipertanggungjawabkan manfaat
dan keamanannya. (psl 100).

Dasar Hukum (UU 36/2009)


Penggunaan obat dan obat tradisional

harus dilakukan secara rasional. (psl 104)


Obat tradisional harus memenuhi standar
dan persyaratan tertentu (psl 105)
Pembuatan obat tradisional harus
dilakukan na-kes yg ahli dan berwenang
sesuai UU. (psl 108)
Praktik yan-kes tradisional tanpa ijin
pidana 1 thn / Rp.100 jt (191)