Anda di halaman 1dari 31

PENGEROLAN (ROLLING)

Anggota: 1. Arif Rahman


2. Ahmad Alfian Reza
3. Kesit Pambudi
4. Taufik Ramdhan

Fungsi pengerolan
Rolling

biasanya merupakan proses


pertama yang digunakan untuk mengubah
material menjadi produk kasar. Material
yang tebal diroll menjadi blooms, billets,
atau slab atau bentuk-bentuk ini bisa
dibuat langsung dari continuous casting

Bahan dasar dan produk


roll

Bloom: mempunyai penampang


melintang segi empat atau bujur
sangkar dengan ketebalan lebih besar
dari 6 inches dan lebarnya 2x tebal.
Billet: biasanya lebih kecil dari bloom,
penampang lintang bujur sangkar atau
lingkaran. Dibuat dengan beberapa kali
forming seperti rolling atau extrusi.
Slab: segiempat utuh dengan lebar
penampang 2x tebal. Slab dapat
diproses lebih lanjut menjadi plate,
sheet, atau strip

Dari

sudut pandang tonase,


rolling merupakan proses yang
dominan dalam manufaktur dan
peralatan hot roll dan
pelatihannya cukup canggih
yakni terstandarisasi.
Produk dengan kualitas seragam
dapat diproduksi dengan biaya
yang relatif rendah.

Karena

roll bentuk berat dan


mahal, produk hot roll normalnya
bisa diperoleh hanya dalam
bentuk dan ukuran standar, atau
bentuk dan ukuran khusus
namun dengan jumlah
perminataan yang ekonomis.

Skema aliran produksi berbagai


bentuk baja jadi dan setengah
jadi

Proses Rolling Dasar


Logam

yang telah dipanaskan


dilewatkan antar dua roll yang berputar
berlawanan arah, dengan celah antara
kurang dari ketebalan masuk material.
Karena roll berputar dengan kecepatan
permukaan melebihi kecepatan logam
yang masuk, gesekan sepanjang kontak
antarmuka beraksi memajukan logam.
Logam dijepit dan perpanjangan adalah
sebagai kompensasi penurunan luas
penampang lintang.

Jumlah

deformasi yang bisa dicapai


pada sekali pengerolan tergantung
pada kondisi friksi (gesek)
sepanjang permukaan.
Bila terlalu banyak yang diinginkan
roll tak dapat memproses material
dan slip di atas permukaan.
Terlau sedikit deformasi sekali lewat
mengakibatkan biaya produksi
mahal.

Representasi skematis proses


hot-rolling
hot-rolling
menunjukka
n deformasi
dan
rekristalisas
i dari logam
yang
sedang
diroll

Suhu Rolling
Seperti

pada proses hot-working


yang lain, kontrol suhu sangat
krusial untuk keberhasilan proses.
Idealnya material dipanaskan
menjadi suhu panas yang
seragam.
Bila suhu tidak seragam
deformasi berikutnya juga tidak
akan seragam.

Contohnya

bila material telah dipanaskan


dengan waktu yang tak memadai
sehingga suhu belum seragam, maka
bagian luar yang panas akan mengalir
lebih dulu.
Atau bila material telah mengalami
pendinginan lebih karena proses
sebelumnya, permukaan yang lebih dingin
akan tahan terhadap deformasi.
Retak atau sobek pada permukaan yang
dingin mungkin terjadi karena interior
yang panas dan lemah mencoba mengalir.

pemanufaktur

biasa memanfaatkan
panas dari continuous cast langsung
untuk proses selanjutnya.
Untuk operasi yang lebih kecil misalnya
ingot, slab atau bloom material dibawa
ke suhu rolling yang diinginkan,
biasanya dalam tungku gas atau
perendaman minyak yang dipanaskan.
Untuk baja karbon murni atau paduan
rendah suhu perendaman sekitar 2200
oF (1200 oC).

Untuk

penampang yang lebih kecil


kumparan induksi dipakai untuk
memanaskan material yang akan diroll
Hot rolling biasanya dihentikan bila
suhu jatuh sekitar 100 200oF (50
100oC) di atas suhu rekristalisasi
material.
Suhu finishing sebesar itu menjamin
produk dengan ukuran butir bagus
seragam dan tidak ada kemungkinan
strain hardening yang tak diinginkan

Konfigurasi Mesin Roll

Reduksi

mula-mula (sering disebut


pengasaran primer) melibatkan roll
tingkat dua atau tiga dengan diameter
roll 24 55 in (600 1400 mm).
Susunan roll tingkat dua tak mampu balik
merupakan bentuk paling sederhana,
namun material hanya mampu lewat
sekali saja.
Susunan roll tingkat dua dapat balik
memungkinkan material maju atau
mundur namun diperlukan penghentian
mesin dan membalik putaran dan
mengatur kecepatan putaran anatar tiap
lewat.

Roll

tingkat tiga mengeliminasi


kelemahan tersebut namun
diperlukan perangkat tambahan
untuk menaikkan/menurunkan
material; digunakan manipulator
mekanis untuk memutar atau
menggeser material

roll

dengan diameter lebih kecil


menghasilkan panjang kontak yang lebih
pendek untuk pereduksian yang sama.

Panjang

kontak yang lebih pendek


gaya yang lebih kecil dan energi
yang lebih sedikit untuk untuk
memporduksi satu perubahan
bentuk.
Namun penampang yang lebih
kecil mengurangi kekakuan, dan
roll cenderung melengkung karena
disangga pada ujung-ujungnya dan
mengeroll pada bagian tengahnya.

Susunan

tingkat empat dan cluster


(kelompok / tandan) memback-up roll
untuk memperoleh tenaga pengerollan
yang kecil.
Konfigurasi ini dipakai hot rolling pada
plate lebar dan sheet atau cold roll
dimana walaupun defleksi kecil pada roll
akan mengakibatkan variasi ketebalan
hasil roll yang tak dapat diterima.
Pada penggiling cluster roll yang kontak
dengan benda kerja bisa mencapai
diameter in.

Untuk

menjawab akan kebutuhan roll


yang lebih kecil untuk memproduksi
foil digunkan pack rolling.
Yakni sebuah proses di mana dua atau
lebih lapisan diroll secara serentak
sebagai upaya untuk mendapatkan
material input yang lebih besar.
Aluminum foil untuk keperluan rumah
tangga biasanya bisa dilihat ada
permuakaan yang halus (karena
kontak dengan roll) dan permukaan
yang agak kasar (kontak dengan
lapisan aluminum lain)

Untuk

mendapat profil bentuk


seperti bentuk struktursl, rail KA
diperlukan satu set roll yang
terdiri dari groove (lekukan) yang
dibentuk secara berurutan
menjadi bentuk yang diinginkan.

serangkaian roll pass untuk


membuat bentuk tertentu

Continuous Rolling
Mills

Billet, bloom atau slab dipanaskan dan


dimakankan melewati serangakain roll
terintegrasi.
Continuous mill untuk merolling panas
strip baja terdiri dari sebuah kereta
pengasaran terdiri dari 4 roll tingkat
empat dan untuk peneyelesaian akhir
ditambahkan serangkaian 6 atau 7 roll
tingkat empat.
Pada tipe continyu ini roll pada setiap
pasangan berisi hanya satu set bentuk
groove.

Pada

roll tipe kontinyu sejumlah


material yang sama harus
melewati setiap pasangan pada
waktu yang diberikan.
Bila penampang direduksi,
kecepatan harus ditambah secara
proporsional.

Jadi

setiap pasangan roll yang


berikutnya semakin cepat dibanding
pendahulunya sebanding dengan
reduksi penampang.
Bila sinkronisasi tak bisa dilakukan
maka material akan tekumpul
diantara roll, atau sebaliknya
kebutuhan akan pemasukan
material akan menjadikan material
mengalami tarik berlebihan dan
menyebabkan robek atau retak.

Ring Rolling (Pengerollan


cincin)
Pada

proses pengerolan cincin, satu roll


ditempatkan melalui lubang dari cincin
yang tebal dan roll kedua menekan dari
luar.
Sejalan dengan penjepitan roll dan
berputar ketebalan dinding cincin
direduksi dan diameter ring bertamabh
besar.
Roll yang dibentuk dapat dipakai untuk
memproduksi berbagai profil penampang
yang berbeda.
Hasilnya cincin tanpa sambungan untuk
roket, turbin, pesawat terbang, jalur
perpipaan, dan ketel tekanan.

Skema operasi pengerollan cincin.


Bila ketebalan direduksi, diameter

semakin besar

menjadi

Karakteristik, Mutu, dan


Ketelitian Produk Hot Roll
produk

hasi hot roll (di atas suhu


rekristalisasi) sedikit perubahan dalam
sifatnya dan relatif bebas dari deformasi
yang diakibatkan residual stress.
Sifat ini bervariasi tergantung ketebalan
produk dan keberadaan seksi yang
kompleks.
Inklusi (penyisipan) dari non metal tidak
mengalami rekristalisasi sehingga
mungkin mengalami beberapa derajat
perubahan.

Residual

stress yang substansial dapat


diberikan selama pendinginan non
uniform dari suhu hot working.
Sheet yang tipis menunjukkan perubahan
sifat yang tertentu sementara plate yang
lebih tebal (0.8 in atau 20 mm) biasanya
mengalami perubahan sangat kecil.
Karena tingginya residual stress pada
ujung-ujung yang didinginkan dengan
cepat, bentuk-bentuk kompleks, seperti I
atau H, mungkin memerangkap sejumlah
residual stress bila bagian flens ini
dipotong.

Sebagai

akibat dari pengerollan panas dan


pengontrolan yang bagus selama proses,
produk hot roll biasanya seragam dan
mutu yang dapat diandalkan serta
jaminan mutu dapat diberikan.
permukaan produk hot roll sedikit kasar
dan diliputi oleh oksida suhu tinggi yang
dikenal dengan lapisan penggiling.
Lapisan oksida ini dapat dihapus dengan
operasi pickling dengan menghasilkan
permukaan yang sangat bagus.

Toleransi

dimensi produk hot roll


bervariasi tergantung jenis logam
dan ukuran produk.
Untuk produk yang dibuat
dengan tonase besar, toleransi
antara 2 5 % untuk dimensi
yang diberikan (baik tinggi
maupun lebar).