Anda di halaman 1dari 7

GANGGUAN ELEKTROLIT

NATRIUM
Nilai Normal: 135-145 mEq/L
1. Hipernatremi
. Gejala: Manifestasi Neurologis Karena Dehidrasi Seluler
(Restlessness, Lethargy, Hyperreflexia, Kejang, Koma)
. Management: Terapi Hipernatremia bertujuan untuk
mengembalikan osmolalitas plasma menjadi normal dengan
mengatasi masalah penyebabnya
. Koreksi terlalu cepat dapat menyebabkan kejang, keruaskan
otak, Edema cerebri, dan kerusakan permanen otak.
. Koreksi Natrium tidak > 0.5 mEq/L/Jam
. Opersi elektif pada pasien dengan hipernatremia yang
signifikan ( >150 mEq/L) harus ditunda sampai penyebabnya
ditemukan dan deficit cairan yang ada dikoreksi.

2. Hiponatremi
Gejala: - > 125 mEq/L : Asymptomatis
- < 120 : Simptom awal anorexia,
nausea, weakness, berkembang
menjadi cerebral edema yang progresif
Konsentrasi sodium plasma yang lebih
dari 130 mEq/L merupakan nilai yang
aman bagi pasien yang akan menjalani
anestesi umum.

Kalium
Nilai Normal: 3.4-5.5 mEq/L
1. Hipokalemia
. Gejala: Perubahan ECG (Aritmia), Disfungsi
Miokardium, Kelemahan otot, tetani, ileus, dll.
. Manegement: Koreksi intraoral paling aman,
dengan larutan kalium 60-80 mEq/hr. Koreksi
intravena melalui perifer < 8 mEq/jam, melalui
vena central 10-20 mEq/jam
. Keputusan untuk melakukan operasi elektif
biasanya didasarkan padanilai batas bawah
antara 3 dan 3,5 meq/L

2. Hiperkalemia
Gejala: Kelemahan otot rangka (>8 mEq/L),
Manifestasi Cardiac dimulai dari T Tall
sampai ventrikuler fibrilasi dan asystole (>
7 mEq/L)
Management: Ca Glukonas 10% 5-10 ml,
Infus Glukosa + insulin (30-50 gr glukosa
dg 10 IU insulin), Diuretik (furosemide)
Hiperkalemia yang lebih dari 6 meq/L harus
diterapi karena potensial lethal