Anda di halaman 1dari 31

Permasalahan Perempuan

Sepanjang Siklus Kehidupan

Kelompok 4

Konsepsi
Abortus

KTD

Substance
Abuse&Partner
Abuse

Abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan sebelum buah


kehamilan tersebut mampu untuk hidup di luar kandungan,
dimana beratnya masih di bawah 500 gram atau sebelum usia
kehamilan 20 minggu.
Tindakan preventif : pemantauan Antenatal Care,
Promosi kesehatan sesuai kebutuhan,
pencegahan penyakit.

KTD (Kehamilan tidak diinginkan)


Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) adalah Kehamilan yang dialami oleh
seorang perempuan yang sebenarnya belum menginginkan atau sudah tidak
menginginkan hamil (BKKBN,2007).
Dampak bagi bayi :
1. Memicu terjadinya pengguguran kandungan (aborsi) karena sebagian
besar perempuan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan
mengambil keputusan atau jalan keluar dengan melakukan aborsi,
terlebih lagi aborsi yang tidak aman.
2. Lahirnya seorang anak yang tidak diinginkan (unwanted child) sehingga
anak ini akan mendapat cap buruk dalam sepanjang hidupnya.
3. Anak ini tidak mendapat kasih sayang dan pengasuhan yang semestinya
dari orang tuanya.
4. Perkembangan psikologinya akan terganggu.
5. Menjadi manusia yang tidak mengenal kasih sayang terhadap sesamanya.

Tindakan Preventif : mengikuti program keluarga


berencana, menjaga perilaku seksual ( bagi yang belum
menikah), meningkatkan pengetahuan remaja tentang
tentang prilaku seksual yang dapat mengakibatkan
kehamilan.

Substance Abuse & Partner Abuse


Penyalahgunaan satu zat (substance abuse) adalah suatu pola
konsumsi zat yang terus-menerus dalam jumlah banyak, di tandai
oleh adanya konsekuensi-konsekuensi buruk yang terjadi secara
terus-menerus, yang berhubungan dengan konsumsi suatu zat
secara berulang-ulang dan dalam jumlah yang melebihi batas
normal. (DSM IV).
Partner abuse merupakan kekerasan penyiksa yang dilakukan oleh
pasangan ibu hamil dan sangat berpengaruh terhadap proses
kehamilan. Kekerasan tersebut dapat berupa kekerasan fisik,
psikologis, dan seksual

Dampak bagi bayi :


1. Abortus
2. Bayi BBLR, still birth , lahir prematur
3. Setelah lahir tidak mendapat kasih sayang dari ayah
Tindakan :
4. Promosi kesehatan tentang bahaya obat-obatan yang tidak aman bagi ibu
hamil
5. Konseling bersama (suami & istri) tentang proses kehamilan
6. Rujukan ke Psikiater

BBLR

Bayi

Prematur

Mordibitas
&
mortalitas

Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir
kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa gestasi. Berat
lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam 1 jam setelah
lahir.
Jangka Panjang :
Gangguan perkembangan
Dampak langsung bayi BBLR :
Gangguan pertumbuhan
Hipotermia
Gangguan penglihatan
Hipoglikemia
(Retinopati)
Sindroma gawat nafas
Gangguan pendengaran
Infeksi
Penyakit paru kronis
Gangguan cairan dan elektrolit

Tindakan Preventif :
1. Pemantauan Antenatal Care gizi ibu hamil
2. Pencegahan penyakit selama kehamilan
3. Menghilangkan kebiasaan yang dapat membuat bayi
BBLR (merokok, alkohol dan narkoba)

Bayi prematur adalah bayi yang lahir pada usia kehamilan kurang
atau sama dengan 37 minggu, tanpa memperhatikan berat badan
lahir. (Donna L Wong 2004).
Komplikasi :
1. Sindrom Gawat Napas (RDS)
2. Apneu of Prematurity (AoP)
3. Displasin bronco pulmaner (BPD) dan Retinopati prematuritas
(ROP)
4. Duktus Arteriosus Paten (PDA)
5. Necrotizing Enterocolitas (NEC)
Tindakan Preventif :
6. Pemantauan selama ANC
7. Pencegahan penyakit selama kehamilan

Mordibitas & Mortalitas


Ada beberapa penyakit yang bisa menyebabkan kesakitan bahkan
kematian bagi bayi. Diantaranya :
1. Demam
6. Apnea (tidak bernafas spontan)
2. Dehidrasi
7. Batuk Pilek
3. Diare
8. Ikhterus
4. Sembelit
9. Tetanus Neonatorum
5. Kejang
10. Sesak Nafas

Anak-anak
Kekerasan seksual
Setidaknya 1 dari 3 anak perempuan mengalami
kekerasan seksual sebelum usia 18 tahun, dan 1
dari 4 anak perempuan mengalaminya dibawah
usia 14 tahun.
Bentuknya sangat beragam, mulai dari
memperlihatkan alat kelamin, meraba payudara
atau kemluan, penetrasi vaginal/ anal/oral.
Pelakunya umumnya merupakan orang terdekat

Dampak jangka pendek


Ketakutan yang bercampur dengan kemarahan
Merasa malu dan bersalah
Gangguan prilaku
Dampak Jangka panjang
Kecenderungan depresi, cemas dan harga diri yang
rendah
Gangguan prilaku atau kepribadian besar kemungkinan
mengalami kekerasan seksual kembali
Terjadinya kehamilan diusia remaja

Preventif
Peran orang tua sebagai pelindung dan memberi edukasi
seksual pada anak-anak

remaja

Narkoba, free seks, pernikahan dini, MBA, PMS, gizi,


gangguan haid

A. Masalah gizi
1. Obesitas atau badan gemuk, obesitas
dapat memberikan pengaruh negatif
terhadap imaginasi diri, perkembangan
psikis serta sosial, sehingga dapat
menimbulkan isolasi atau depresi yang
dapat memacu makan lebih banyak lagi
2. Anemia karena kurang zat besi
3. Kurang energi kronis, terjadi kerena
makan yang terlalu sedikit erat
kaitannya dengan faktor emosional
seperti takut gemuk atau kurang seksi
bila dipandang lawan jenis.

B. Masalah seks dan kesehatan seksual


. ketidaksiapan remaja menghadap perubahan-perubahan
dalam dirinya termasuk diantaranya menerima kenyataan
dorongan seks mulai meningkat dan sulit dikendalikan,
sering kurang dipahami oleh orang dewasa yang ada
disekitarnya.
. Nilai dan norma tidak jarang menyebabkan konflik khas
remaja ,seperti mastrubasi mereka tahu menurut agama
itu tdk dilarang tetapi mereka tidak mempunyai
kemampuan untuk mengelola dorongan seksnya
. Akibatnya tidak sedikit remaja yang mempunyai masalah
dengan mastrubasi

C. Masalah KRR
1. Kehamilan, masih banyak ditemukan perempuan
menikah dan melahirkan diusia remaja, kehamilan dan
persalinan membawa resiko kesakitan dan kematian
lebih besar pada remaja
2. Aborsi yang tidak aman, kehamilan yang tidak
diinginkan seringkali berakhir dengan aborsi
3. Infeksi menular seksual (IMS)

Wanita dewasa

Kehamilan dan persalian yang beresiko


Kurangnya pelayanan kesehatan yang memadai
Kurangnya pengetahuan tentang alat kontrasepsi ( KB )
Kurangnya pengetahuan tentang PMS/HIV/AIDS
Kurangnya pengetahuan tentang tanda tanda bahaya
selama kehamilan dan nifas
Infertilitasi (kemandulan)
Ketidaksetaraan gender (seperti beban ganda )
Penyakit saluran reproduksi

Asuhan yang diberikan


a). Kehamilan dan persalinan yang aman
b). Pencegahan kecacatan dan kematian akibat kehamilan pada
ibu dan bayi
c). Menjaga jarak kelahiran dan jumlah kehamilan dengan
penggunaan alat kontrasepsi ( KB )
d). Pencegahan terhadap PMS/HIV/AIDS
e). Pelayanan kesehatan reproduksi berkualitas
f). Pencegahan dan penanggulangan masalah aborsi
g). Deteksi dini kanker payudara dan leher rahim
h). Pencegahan dan manajemen infertilitas.

klimakterium
Rasa khawatir : perasaan merasa tua, tidak menarik lagi,
dan takut tidak bisa memenuhi kebutuhan seksual suami.
Lebih sensitif dan emosional
Kulit menjadi kendor
Kulit menjadi kering dan keriput
Timbul pigmensi pada kulit
Payudara mulai lembek
Vagina menjadi kering
Dispareunia

Perasan panas dan berkeringat pada malam hari


Tidak dapat menahan air seni
Hilangnya jaringan penunjang
Penambahan berat badan
Ganguan mataa
Nyeri tulang dan sendi
Organ reproduksi mengalami penurunan fungsi : ovarium
mengecil, uterus mengecil, epitel vagina menipis
Pasca manopouse juga mengalami gangguan vegetatif,
psikis, dan organis.

Rasa panas didada yang menjalar kearah wajah (hot flush),


gejala ini sering timbul pada malam hari, sehingga
menyebabkan terbangun dari tidur. Pada saat terjadi gejolak
panas warna kulit menjadi kemerahan disekitar dada, leher
dan wajah dan terasa sedikit hangat pada perabaan.
Gangguan psikologis, penurunan hormone estrogen pada
wanita juga dapat mengakibatkan ganguan psikologis
berupa depresi, mudah tersinggung, mudah marah, kurang
percaya diri, sukar berkonsentrasi, perubahan prilaku,
menurunnya daya ingat, dan kehilangan gairah seksual.

Kelainan kulit, rambut, gigi, dan keluhan sendi/tulang,


Kelainan jaringan penunjang atau kolagen pada wanita monopause
mengakibatkan kulit menjadi tipis, kering, dan keriput, rambut tipis dan
kering, serta mudah rontok, gigi mudah goyang dan gusi mudah berdarah,
bibir menjadi pecah-pecah dan rasa sakit serta ngilu pada daerah persendian
Gangguam mata
Mata tersa kering dan kadang terasa gatal karena produksi air mata berkurang
Ganguan saluran kemih dan alat kelamin
Wanita monopause sering tidak dapat menahan kencing dan mudah menderita
infeksi saluran kemih. Vagina akan terasa kering, gatal, mudah luka, sering
keputihan, nyeri pada senggama, atau perdarahan pasca senggama

Masalah jangka panjang pada wanita monopause


Osteoporosis
Osteoporosis adalah berkurangnya kepadatan tulang pada wanita akibat
penurunan kadar hormon estrogen sehingga tulang menjadi rapuh dan
mudah patah. Osteoporosis dapat dipercepat oleh kurangnya kalsium,
sinar matahari, aktifitas fisik dan olah raga, kurang gizi, kelainan
kelenjar gondok (hipertiroid), merokok, minum alkohol, dan
penggunaan korsetiroid misalnya pada penderita asma, lupus.
Penyakit jantung koroner
Berkurangnya hormon estrogen dapat menurunkun kadar kolesterol baik
dan meningkatnya kolesterol tidak baik yang meningkatkan kejadian
penyakit jantung koroner pada wanita

Kepikunan
Kekurangan hormon estrogen juga mempengaruhi
susunan saraf pusat atau otak. Penurunan hormone
estrogen menyebabkan kesulitan berkonsentrasi,
kehilangan ingatan akan peristiwa jangka pendek, sukat
tidur, gelisah, depresi sampai pada kepikunan tipe
alzheimer

Pencegahan masalah monopause


Pemeriksaan alat kelamin
Pemeriksaan alat kelamin wanita bagian lua. Liang rahim, dan leher rahim untuk
melihat kelainan yang mungkin ada misalnya lecet, keputihan, pertumbuhan
abnormal seperti benjolan atau tanda radang
Pap smear
Pemeriksaan ini dapat dilakukan setahun sekali untuk melihat adanya tanda
radang dan deteksi awal bagi kemungkinan adanya kanker pada saluran
reproduksi
Ketidakseimbangan hormone yang terjadi akibat penurunan kadar hormon
estrogen, dpat menimbulkan pembesaran atau tumor payudara. Perabaan
payudara sendiri(SADARI) dapat dilakukan seteratur mungkin untuk
menemukan tumor payudara sedini mungkin.

Penggunaan bahan makanan yang menggandung unsur fitoestrogen


Hormon estrogen yang menurun pada masa monopause dapat
digantikan dengan memakan makanan yang menggandung
unsure fito-estrogen dalam jumlah cukup, yaitu kedelai
(tahu, tempe, kecap), pepaya, semangi merah
Penggunaan bahan makanan sumber kalsium (susu, yoghurt,
keju, teri, dll)
Menghindari makanan yang menggandung banyak lemak,
kopi dan alkohol

senium
Masalah yang timbul pada masa usia lanjut adalah berupa
kurangnya perhatian pada probelm manopause, kangker
payudara, kangker saluran reproduksi, kurangnya
pengetahuan tentang menjaga kesehatan, penyakit
jantung koroner, dan IMS.

TERIMA KASIH