Anda di halaman 1dari 20

Pengembangan

Mutu dan
Pendekatannya
Oleh :
Almaniyah Virdaus
Fiska Adelina Jayanti
Mohammad Umar Said F.
Nindy Eka Wulandari
TT-2A

Fokus peningkatan mutu seharusnya bukan lagi


pada prosedur dokumentasi untuk menunjukkan
kesesuaian dengan persyaratan, melainkan harus
berfokus pada penyusunan kinerja proses yang
menghasilkan keuntungan usaha.
Beban akibat mutu yang buruk: tanpa pelanggan
yang puas, organisasi akan berada dalam bahaya.
Untuk menjaga kepuasan pelanggan, organisasi perlu
memenuhi persyaratan-persyaratan yang mereka
ajukan.
Badan sertifikasi perlu menunjukkan peningkatan
kompetensi untuk mendorong organisasi lebih maju
dalam kesempurnaan usaha, memberikan panduan
yang memungkinkan mereka mencapai hasil yang
pasti.

Beban akibat mutu yang buruk


Nilai /
Beban
(dolar)

Manusia

Mesin

Materi

Metode

Penjuala
n per
pegawai
Pendapa
tan per
pegawai
Beban
pelatiha
n
Beban
usia
Beban
perekrut
an

Nilai
tambah
per jam
Beban
perlengka
pan
Beban
/biaya
perbaikan
Beban
Pengguna
an

Beban
materi
Beban
pengerjaa
n ulang
Beban
potongan
Beban
inventaris
Beban
pembuan
gan
limbah

Beban
penyusun
an kerja
Beban
berdasark
an
kegiatan
Beban
permesin
an
Beban
inspeksi

Waktu
(menit,
jam,
hari)

Waktu
untuk
menutup
item
tindakan
Waktu
untuk
menyeles
aikan
keluhan
konsume
n
Waktu
untuk
mempros
es
permintaa
n
konsume
n
Waktu
yang
dihabiska
n untuk

Waktu
siklus
proses
Masa
hidup
mesin
Waktu
perawata
Waktu
perbaikan
Waktu
pengatur
a
Waktu
untuk
memasuk
kan
konsume
n
kedalam
sistem

Pengirima
n tepat
waktu
Pengemb
alian
pesanan
Kekurang
an materi
Waktu
untuk
pengerjaa
n ulang
Waktu
untuk
mempros
es tiap
bagian
Beban
pengirima
n penting
dan
mendesa
k

Waktu
pengkajia
n kontrak
Waktu
inspeksi
Waktu
untuk
menutup
keluhan
Waktu
untuk
menangg
api
permintaa
n
Jam kerja
yang
memberi
nilai
tambah

Kualitas Pergantia
n
Hasil
pegawai
Kerja
(baik/buruk Output/
produktifi
)
tas

Kapabilita
s mesin
Bagian
per jam
Waktu
pengatur
pegawai
an
Waktu
Saat mati
pelatihan
mesin
untuk
yang
pegawai
tidak
Jumlah
terjadwal
kesalahan Jumlah
Jumlah
bagian
permintaa
yang
n yang
ditolak
terpenuhi
per jam
Waktu
nyala
Komputer

Tingkat
penolaka
n/
Pemotong
an (ppm)
Jumlah
ketidak
sesuaian
Pengemb
alian
barang
yang
telah
dibeli
konsume
n
Kualitas
penyedia

Perubaha
n
permesin
an
Jumlah
item
tindakan
tertutup
Produk
sampinga
n yang
tidak
diharapka
n
Jumlah
siswa
yang lulus
ujian
Tingkat
keberhasil
an
operasi

Mutu vs Keuntungan
Keuntungan = Pemasukan Pengeluaran
Agar mutu bisa mempengaruhi keuntungan,
maka mutu tersebut harus mempengaruhi
pemasukan atau pengeluaran.
Dampak mutu terhadap pemasukan dan
pengeluaran, antara Pemasukan
lain:
Pengeluaran
Mutu yang
bagus

Lebih banyak
konsumen
Usaha yang
berulang
Kelebihan
persaingan

Beban produksi
lebih rendah
Beban inspeksi
lebih
Modal kerja
yang lebih
rendah lewat
pengurangan

Mutu yang
buruk

Kerugian usaha
Hukuman karena
pengiriman atau
layanan yang
terlambat
Pembayaran
yang terlambat
atau hanya
sebagian karena
ketidakpuasan
konsumen

Beban
pengerjaan ulang
dan potongan
Beban garansi
Beban
penyortiran
Beban
pengiriman
ekspress

Berfikir dengan Berorientasi


Mutu
Maksud dari berfikir dengan berorientasi
mutu adalah Pemikiran tingkat tinggi

yang melibatkan perubahan bentuk


informasi dan gagasan , dengan
tujuan mendapatkan makna baru,
memecahkan masalah, dan mendapat
pemahaman.

Kemampuan yang dipakai untuk masa yang akan


datang :
1. Berkomunikasi
2. Kerja dalam Tim
3. Mengatasi Maslah
4. Berinisiatif dan Berwirausaha
5. Merencakan dan Mengorganisir
6. Manajemen Diri
7. Pembelajaran
8. Memanfaatkan Teknologi

Berdasarkan Model Barrat (1998), berikut ini adalah poin-point


utama Berfikir dengan orientasi mutu :
Tujuan: Memiliki kesempatan untuk menegosiasikan
pembelajaran yang berguna untuk masa kini, sekaligus
untuk masa depan
Penguatan: Memandang dunia secara kritis dan bertindak
secara
independen, kooperatif dan bertanggung jawab
Keberhasilan: Memiliki banyak kesempatan untuk mempelajari
pengetahuan dan kemampuan yang bernilai serta
kesempatan untuk menggunakan bakat dan keahlian yang
dibawa siswa kedalam lingkungan belajar.
Ketegasan: Menerima tantangan realistis dalam lingkungan
yang
dicirikan oleh tingkatharapan (ekspektasi) yang tinggi
Keamanan: Belajar dalam lingkungan yang aman, penuh
perhatian dan penuhdorongan

Menciptakan
Menciptakan gagasan, produk atau cara pandang
baru
Designing, constructing, planning, producing,
inventing.
Mengevaluasi
Menjustifikasi keputusan untuk melakukan tindakan
tertentu
Memeriksa, menyusun hipotesis, mengkritisi,
bereksperimen,menilai
Menganalisa
Memecah informasi menjadi bagian-bagian kecil
untuk menggali pemahaman dan hubungan .
Membandingkan, mengatur, menyusun ulang,
menginterogasi, menemukan.

8 Prinsip Mutu
Dengan sedikit berusaha, bisa dilihat bahwa sumber
sebagian besar masalah perusahaan adalah kurangnya
penerapan satu atau lebih prinsip ini.
Kedelapan prinsip ini adalah:
Prinsip kesatu: Fokus pada Pelanggan
Prinsip kedua: Kepemimpinan
Prinsip ketiga: Keterlibatan orang-orang
Prinsip keempat: Pendekatan proses
Prinsip kelima: Pendekatan sistem terhadap manajemen
Prinsip keenam: Perbaikan terus menerus
Prinsip ketujuh: Pendekatan factual untuk mengambil
keputusan
Prinsip kedelapan: Hubungan timbal balik para pemasok

Kelebihan utama
Pendapatan dan penguasaan pasar melalui
tanggapan yang cepat dan fleksibel atas peluang
pasar. Menggunakan sumber daya untuk
meningkatkan kepuasan konsumen. Kesetiaan
konsumen menyebabkan bisnis berulang kembali.

Prinsip
Pertama
Fokus pada
konsumen dengan
menentukan
kebutuhan dan
harapan mereka

Penerapan prinsip ini


1. Penelitian tentang kebutuhan dan harapan
konsumen.
2. Keterkaitan yang bagus antara tujuan organisasi
dengan harapan dan kebutuhan konsumen
3. komunikasi yang efektif tentang kebutuhan dan
harapan konsumen ke seluruh bagian perusahaan.
4. Pengukuran kepuasan konsumen dan tindakan
strategis melawan kekuatan yang ada dalam rantai
konsumen-penyedia mempengaruhi keseimbangan
antara konsumen yang puas dengan pihak-pihak
lain yang berkepentingan (seperti pemilik, pegawai,
penyedia, penyandang dana, komunitas daerah dan
masyarakat secara keseluruhan.

Prinsip
Kedua
Kepemimpinan
melalui
kebijakan,
tujuan dan
lingkungan
kerja

Kelebihan utama:
- Meningkatnya kesadaran dan motivasi
untuk
mencapai sasaran dan tujuan organisasi.
- Kesatuan evaluasi dengan implementasi
kegiatan
- Komunikasi yang baik antara berbagai level
hirarki organisasi
Penerapan prinsip ini:
- Analisis pasar, mempertimbangkan kebutuhan
semua pihak yang berkepentingan
termasuk konsumen, pemilik, pegawai,
penyandang dana, komunitas daerah dan
masyarakat secara keseluruhan.
- Penentuan Visi dan Misi masa depan organisasi.
- Penentuan sasaran dan target yang menantang.
- Komitmen etis dan nilai yang dimiliki bersama di
semua level organisasi.
- Menumbuhkan kepercayaan dan menghilangkan
rasa takut dalam lingkungan kerja
- Sumber daya yang tepat, pelatihan dan
kebebasan bertindak
- Menginspirasi, mendorong dan menghargai
kontribusi orang lain.

Prinsip
ketiga
Keterlibatan
orang-orang
dengan menyusun
sistem proses alihalih sistem fungsi

Kelebihan utama
- Motivasi dan komitmen
- Inovasi dan kreatifitas
dalam
mengejar tujuan
organisasi.
- Pertanggung jawaban kinerja individu
Penerapan prinsip ini
- Memahami pentingnya kontribusi
kolektif pada peran fungsional organisasi.
enentuan keterbatasan kinerja
- Kepemilikan dan tanggung jawab untuk
memecahkan masalah
- Rasa kepemilikan
- Evaluasi Kinerja Kelompok berdasarkan
sasaran dan tujuan personal.
- Sikap proaktif dalam mencari peluang
untuk meningkatkan kompetensi,
pengetahuan dan pengalaman pribadi.
- Pembagian pengetahuan, pembelajaran
tim, belajar sambil melakukan
- Diskusi dan dialog terbuka

Prinsip
keempat
Pendekatan proses,
penerapan
menggunakan
kebijakan, tujuan,
proses, penilaian,
hasil dan perbaikan
yang saling terkait

Kelebihan utama:
- Biaya yang lebih murah dan waktu siklus yang
lebih pendek dengan menggunakan
sumberdaya secara efektif.
- Hasil yang meningkat, konsisten dan bisa
diprediksi.
- Peluang perbaikan yang terfokus dan
diprioritaskan.
Menerapkan prinsip pendekatan proses
biasanya menghasilkan:
- Definisi sistematis kegiatan-kegiatan yang
dibutuhkan untuk mencapai hasil yang
diharapkan.
- Menangkap gambar besarnya
- Analisis dan pengukuran kegiatan-kegiatanutama.
- Identifikasi hubungan antara kegiatan- kegiatan
utama dengan fungsi organisasi.
- Faktor yang berfokus pada sumber daya, metode
dan materi
- Evaluasi resiko dan asumsi, evaluasi dampak
kegiatan pada konsumen, pemasok
dan pihak-pihak lain yang terlibat.

Prinsip
kelima
Pendekatan sistem
melalui saling
keterhubungan
antara berbagai
proses yang
berfokus pada
pencapaian tujuan

Kelebihan utama:
- Integrasi dan kesesuaian berbagai proses yang
paling bisa mencapai hasil yang diinginkan.
- Memfokuskan usaha pada proses-proses utama.
- Meningkatkan keyakinan pihak-pihak terkait
pada
konsistensi, efektifitas dan
efisiensi organisasi.
Penerapan prinsip ini
- Menstrukturisasi sistem untuk mencapai tujuan
organisasi
dengan cara yang paling efektif dan
efisien.
- Memahami saling ketergantungan antara
berbagai proses dalam sebuah sistem.
- Pendekatan struktur untuk mengharmonisasi
dan mengintegrasikan berbagai proses.
- Pemahaman yang lebih baik tentang peran dan
tanggung jawab yang dibutuhkan untuk mencapai
tujuan
bersama dan dengan demikian mengurangi
hambatan
antar bagian.
- Memahami kemampuan organisasi dan
menentukan keterbatasan sumber daya sebelum
pelaksanaan tindakan.
- Menentukan target dan menentukan bagaimana
kegiatan tertentu dalam sebuah sistem harus
beroperasi.

Prinsip
keenam
Peningkatan terus
menerus dari hasil
pengukuran dan
analisis proses

Kelebihan utama
- Kelebihan kinerja melalui peningkatan
kemampuan organisasi.
- Kesesuaian kegiatan perbaikan di semua
tingkat dengan maksud strategis organisasi.
- Fleksibilitas untuk cepat tanggap terhadap
peluang.
Penerapan prinsip ini
- Pendekatan keseluruh bagian organisasi
dengan konsisten untuk terus meningkatkan
kinerja organisasi.
- Pelatihan tentang metode dan perlengkapan
baru untuk perbaikan terus menerus.
- Menjadikan peningkatan produk, proses dan
sistem secara terus menerus sebagai tujuan
tiap individu dalam organisasi.
- Menentukan tujuan untuk memandu, dan
menentukan ukuran untuk mengukur
peningkatan terus menerus.
- Mengetahui dan menghargai peningkatan.

Prinsip
ketujuh
Pendekatan
factual terhadap
pengmabilan
keputusan melalui
evaluasi objektif
atas data
pengukuran proses

Kelebihan utama
- Keputusan yang diinformasikan ke semua.
- Peningkatan kemampuan untuk
menunjukkan efektifitas keputusan di masa
lalu dengan merujuk pada catatan factual.
- Peningkatan kemampuan untuk mengkaji,
menantang dan mengubah pendapat dan
keputusan.
Penerapan prinsip ini
- Memastikan bahwa data dan informasi
cukup akurat dan bisa dipertanggung
jawabkan.
- Membuat data bisa diakses oleh siapa
saja yang membutuhkannya.
- Menganalisis data dan informasi
menggunakan metode yang valid.
- Mengambil keputusan dan melakukan
tindakan berdasarkan analisis factual,
diseimbangkan antara pengalaman dan
intuisi.

Prinsip
kedelapan
Keuntungan timbal balik
dalam semua hubungan
dengan oenyedia dengan
menentukan kebutuhan
dan harapan pihak lain
yang terkait dan
penyusunan kebijakan dan
tujuan untuk memenuhi
kebutuhan tersebut.

Manfaat utama
- Memberikan nilai bagi kedua belah pihak
- Fleksibilitas dan kecepatan pemberian
tanggapan terhadap perubahan pasar atau
perubahan kebutuhan dan harapan konsumen.
- Optimalisasi biaya dan sumber daya.
Penerapan prinsip ini
- Menentukan hubungan yang
menyeimbangkan keuntungan jangka pendek
dengan pertimbangan jangka panjang.
- Penyatuan keahlian dan sumber daya
dengan mitra.
- Menentukan dan memilih penyedia utama.
- Komunikasi yang jelas dan terbuka.
- Berbagi informasi dan rencana masa
depan.
- Menginspirasi, mendorong dan menghargai
peningkatan dan pencapaian oleh pemasok.