Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PENGGUNAAN METODE PEMBERIAN TUGAS UNTUK


MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA
PELAJARAN BAHASA INDONESIA
MURID KELAS V SD YPK 14
MARANATHA KOTA

DISUSUN OLEH :
ELLEN SITUMORANG, S.Pd.

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Peningkatan mutu pendidikan di Sekolah Dasar
(SD)
dapat
diupayakan
dengan
melalui
peningkatan kualitas proses pembelajaran. Dalam
hal ini, guru sebagai pendidik mempunyai peranan
yang sangat penting dalam menentukan kualitas
dan kuantitas pembelajaran. Guru harus dapat
memikirkan
dan
merencanakan
kegiatan
pembelajaran
yang
mampu
untuk
mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak
didik. Guru juga harus mampu memberikan
rangsangan kepada siswa untuk mau belajar dan
berusaha meningkatkan kemampuan belajarnya.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian-uraian masalah pada
bagian pendahuluan di atas, dapat dirumuskan
masalah utama yang akan dikaji melalui penelitian
tindakan kelas ini yaitu apakah dengan metode
pemberian
tugas
dapat
meningkatkan
keterampilan membaca materi pelajaran bahasa
indonesia murid kelas V SD YPK 14 Maranatha
Kota pada semester I tahun pelajaran 2012.

1.3 Tujuan Penelitian


Secara umum, penelitian tindakan kelas ini
bertujuan
untuk
mengetahui
kemampuan
penguasan murid kelas V SD YPK 14 Maranatha
Kota terhadap materi mata pelajaran bahasa
Indonesia. Secara khusus penelitian tindakan kelas
ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan
murid kelas V SD YPK 14 Maranatha dalam
menguasai materi bahasa Indonesia dengan
menggunakan metode pemberian tugas

1.4 Manfaat Penelitian


Bagi Siswa :
Meningkatkan kemampuan dan pemahaman siswa
dalam menggunakan contoh melalui pemberian tugas
Meningkatkan kreativitas berpikir siswa
Menghilangkan kejenuhan siswa dalam pembelajaran
Bahasa Indonesia.
Bagi Sekolah :
Penelitian tindakan kelas ini akan memberikan
sumbangan informasi pada sekolah itu sendiri sehingga
dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan proses
pembelajaran pada bidang tertentu dan pada sub
bidang tertentu pula.
Meningkatkan kualitas lulusan.

Bagi guru :
Mengetahui metode pembelajaran yang bervariasi
yang dapat memperbaiki
dan meningkatkan
pembelajaran sehingga permasalahan dalam kegitan
pembelajaran dapat diminimalkan.
Guru terbiasa melakukan penelitian tindakan kelas
yang tentunya akan membawa manfaat bagi perbaikan
pembelajaran serta guru itu sendiri.
Tersusunnya prosedur pembelajaran Bahasa indonesia
yang benarbenar dapat digunakan untuk meningkatkan
kemampuan
dan
pemahaman
siswa
serta
meningkatkan keberaniannya tampil di depan kelas.
Tersusunnya
topik-topik
pembelajaran
Bahasa
indonesia yang benar-benar relevan dengan kebutuhan
dan minat siswa.

BAB II KAJIAN PUSTAKA


2.1 Pengertian Strategi
Secara umum strategi mempunyai pengertian
yaitu suatu garis-garis besar haluan untuk
bertindak dalam rangka mencapai sasaran yang
telah ditentukan. Kaitannya dengan proses
pembelajaran, strategi dapat diartikan sebagai
pola-pola umum kegiatan guru-murid dalam
perwujudan
kegiatan
pembelajaran
untuk
mencapai tujuan yang telah digariskan.

2.2 Teknik Pemberian Tugas


Dengan banyaknya kegiatan pendidikan di sekolah,
dalam usaha meningkatkan mutu dan frekuensi isi
pelajaran, maka sangat menyita waktu siswa untuk
melaksanakan kegiatan belajar mengajar tersebut. Untuk
mengatasi hal tersebut guru perlu memberikan tugastugas di luar jam pelajaran yang dapat dikerjakan di luar
jam pelajaran, di rumah, maupun sebelum pulang,
sehingga dapat dikerjakan bersama temannya.
Tugas dapat diberikan dalam bentuk daftar sejumah
pertanyaan mengenai mata pelajaran bahasa Indonesia
atau satu perintah yang harus dibahas dengan diskusi atau
perlu dicari uraiannya pada buku pelajaran. Dapat juga
berupa tugas tertulis atau tugas lisan yang lain atau
mengadakan observasi terhadap sesuatu dan biasa juga
melakukan eksprimen.

Dalam pembelajaran bahasa indonesia dengan


menggunakan metode pemberian tugas ini melihat ada
beberapa kebaikan dari metode ini :
a) Pengetahuan yang diperoleh murid dari hasil belajar
yang banyak berhubungan dengan minat atau bakat.
b) Murid berkesempatan memupuk perkembangan dan
keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab
dan berdiri sendiri,
c) Tugas dapat lebih meyakinkan tentang apa yang
dipelajari dari guru, lebih memperdalam, memperkaya
atau memperluas wawasan tentang apa yang dipelajari.
d) Metode ini dapat membuat siswa bergairah dalam
belajar karena kegiatan-kegiatan belajar dilakukan
dengan berbagai variasi sehingga tidak membosankan.

BAB III METODE PENELITIAN


3.1 Subjek Penelitian
Pelaksanaan kegiatan perbaikan pembelajaran dalam
penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas V SD YPK
14 Maranatha Kota dimulai sejak Senin 11 Oktober sampai
13 Oktober 2012 dengan konsentrasi pada mata pelajaran
Bahasa Indonesia.
3.2 Deskripsi Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan yang
dilakukan untuk meningkatkan aktivitas pemahaman
belajar, interaksi positif dan kreatifitas berpikir siswa dalam
pembelajaran
Bahasa
Indonesia.
Proses
deskripsi
pelaksanaan tindakan perbaikan melalui tahapan mulai
dari (1) perencanaan, (2) tindakan (pengamatan) dan (3)
refleksi.

3.3 Analisis Data


Analisis data dalam penelitian tindakan masuk
pada tahap refleksi. Pada tahap refleksi, peneliti
menganalisis hasil latihan (siklus demi siklus) yang
telah dilaksanakan. Hal-hal yang dilakukan adalah
(1) analisis tentang tindakan yang dilakukan, (2)
mengulas dan menjelaskan perbedaan rencana
dengan pelaksanaan tindakan yang telah
dilaksanakan,
(3)
melakukan
intervensi,
pemaknaan, dan penyimpulan data yang telah
diperoleh, serta melihat hubungan antara teori dan
rencana yang telah ditetapkan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


Pada bagian ini akan diuraikan hasil yang
diperoleh selama pemberian tindakan terutama
pada setiap siklus yang dilaksanakan. Pembahasan
difokuskan pada peningkatan Keterampilan
Membaca materi Bahasa Indonesia untuk kelas V
SD YPK 14 Maranatha Kota.

4.2 Pembahasan
4.2.1 Refleksi Siklus Pertama
1. Refleksi Siklus Pertama Pertemuan Pertama
Kemampuan siswa kelas V SD YPK 14 Maranatha
Kota Semester satu dalam mata pelajaran bahasa
Indonesia mendapat nilai bervariasi. Ada 1 siswa
tergolong mendapat nilai 90, ada 9 siswa yang
mendapat nilai 80, dan ada 8 siswa yang mendapat
nilai 70 dan 2 siswa yang mendapat nilai 60. Dari 20
siswa, 9 orang siswa yang memiliki nilai terbaik satu
dan dua atau sekitar (50%), sedangkan yang mendapat
nilai 70 hanya delapan orang siswa atau sekitar (40%).
Sementara itu, yang berkemampuan cukup (60)
tercatat dua orang siswa atau sekitar (10%).

2. Refleksi Siklus Pertama Pertemuan kedua


Kemampuan siswa kelas V SD YPK 14 Maranatha
Kota dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia
mendapat nilai bervariasi. Ada siswa yang
mendapat nilai cukup baik (80), ada siswa yang
mendapat nilai baik (70), dan ada siswa yang
mendapat nilai cukup (60). Dari 20 siswa yang
memiliki nilai cukup baik (80) hanya empat orang
siswa atau sekitar (20%), siswa yang mendapat nilai
berkemampuan baik (70) hanya sebelas orang
siswa atau sekitar (55%). Sementara itu, siswa yang
berkemampuan cukup (60) tercatat lima orang atau
sekitar (25%).

Terdapat tiga kegiatan yang pelaksanaannya


kurang optimal, yaitu (1) Guru memberikan
penjelasan tentang maksud serta cara kerja siswa
dalam pembelajaran baik bahasa Indonesia
maupun dalam mata pelajaran bahasa Indonesia,
(2) Guru memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya tentang hal-hal yang dianggap
kurang jelas, dan apakah semua perintah dan
arahan guru dilaksanakan dengan sungguhsungguh oleh siswa dalam melaksanakan tugas
yang telah diberikan oleh guru.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


1. Kesimpulan
Dari hasil perbaikan pembelajaran yang telah dilasanakan
dapat ditarik beberapa kesimpulan anatara lain:
Penggunaan metode yang tepat sesuai dengan materi
yang diajarkan sangat tepat menentukan keberhasilan
siswa. Keterampilan Membaca materi dapat dilakukan
oleh siswa melalui pemberian tugas, yaitu berupa
pekerjaan rumah.
Setelah siswa diberi tindakan sebanyak satu kali (dua
siklus),
secara berdaur ulang kemampuannya
menguasai maupun pemahamannya terhadap materi
baik pada mata pelajaran bahasa indonesia dengan
pendekatan pemberian tugas tergolong berkategori baik
dan sangat (terbaik) tercatat lebih dari 75%.

2. Saran
Agar memiliki nilai guna yang optimal, semua
hasil penelitian ini harus segera disosialisasikan
dan
ditindaklanjuti.
Terutama
yang
berhubungan dengan bagaimana memanfaatkan
berbagai strategi pembelajaran, salah satunya
adalah dengan metode pemberian tugas.
Guru-guru Sekolah Dasar
harus terus
menggiatkan pelaksanaan penelitian tindakan
semacam ini, sehingga nantinya akan diperoleh
berbagai strategi dalam upaya peningkatan
kualitas pembelajaran, yang pada akhirnya akan
dapat meningkatkan kualitas dan kredibilitas
suatu sekolah.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH