Anda di halaman 1dari 11

Malarindu

Agneska Ernestia Sastrowardoyo


111.0211.018

Definisi
Penyakit infeksi parasit yang disebabkan oleh plasmodium yang
menyerang eritrosit dan ditandai dengan ditemukannya bentuk
aseksual di dalam darah.

Infeksi malaria memberikan gejala berupa demam, menggigil,


anemia, dan splenomegali.

Dapat berlangsung akut ataupun kronik. Infeksinya dapat berlangsung


tanpa komplikasi atau dengan komplikasi sistemik yang disebut
malaria berat.

Etiologi

Penyebab infeksi malaria adalah plasmodium. Termasuk genus


plasmodium dari famili plasmodidae.

Plasmodium

ini

pada

manusia

menginfeksi

eritrosi

dan

mengalami pembiakan aseksual di jaringan hati dan eritrosit.

Pembiakan seksual terjadi pada tubuh nyamuk anopheles


betina.

Plasmodium malaria ang sering dijumpai adalah plasmodium


vivax yang menyebabkan malaria tertiana (Benign Malaria) dan
plasmodium falciparum (Malignan Malaria).

Distribusi dan Insiden

Di Indonesia kawasan Timur, mulai dari


Kalimantan, Sulawesi Tengah sampai ke
utara, Maluku, Irian Jaya, dan dari Lombok
sampai Nusa Tenggara Timur serta Timor
Timur merupakan daerah endemis malaria
dengan P.falciparum dan P.vivax.

Gejala Klinis

Manifestasi

klinik

malaria

tergantung

pada

imunitas penderita, tingginya transmissi infeksi


malaria.

Berat/ringannya infeksi dipengaruhi oleh jenis


plasmodium, daerah asal infeksi, umur, ada
dugaan konstitusi genetik, keadaan kesehatan
dan nutrisi, kemoprofilaktis dan pengobatan
sebelumnya.

Manifestasi Malaria tanpa


Komplikasi

Ada 4 jenis plasmodium :


P.vivax

infeksi yang palin sering dan menyebabkan malaria

tertiana/vivax.
P.falciparum
perlangsungan

memberikan banyak komplikasi dan mempunyai


yang

cukup

ganas,

mudah

resisten

dengan

pengobatan, dan menyebabkan malaria tropika/falsiparum.


P.malariae

cukup jarang namun dapat menimbulkan sindroma

nefrotik dan menyebabkan malaria quartana/malariae.


P.ovale

memberikan infeksi yang paling ringan dan sering sembuh

spontan tanpa pengobatan, menyebabkan malaria ovale.

Manifestasi Umum Malaria


Plasmodiu Masa
Tipe
m
Inkubasi Panas
(hari)
(jam)

Relap Recrude
s
nsi

Manifestasi Klinis

Falsiparum

12 (9-14)

24, 36,
38

--

Gejala gastrointestinal;
hemolisis; anemia;
syok; ikterus
hemoglobinuria; dll

Vivax

13 (1217)

48

++

--

Anemia kronik;
splenomegali ruptur
limpa

Ovale

17 (1618)

48

++

--

Sama dengan vivax

Malariae

28 (1840)

72

--

Rekrudensi sampai 50
tahun; splenomegali
menetap; limpa jarang
ruptur; sindroma
nefrotik

Serangan primer
Keadaan mulai dari akhir masa inkubasi dan mulai terjadi serangan paroksismal
yang terdiri dari dingin/menggigil; panas dan berkeringat.

Periode latent
Periode tanpa gejala dan tanpa parasitemia selama terjadinya infeksi malaria.

Recrudescense
Berulangnya gejala klinik dan parasitemia dalam masa 8 minggu sesudah
berakhirnya serangan primer.

Recurrence
Berulangnya gejala klinik atau parasitemia setelah 24 minggu berakhirnya
serangan primer.

Diagnosis Malaria

Pemeriksaan Tetes Darah untuk Malaria


Tetesan preparat darah tebal
Tetesan preparat darah tipis

Tes Antigen : P-F test

Tes Serologi

Pemeriksaan
Reaction)

PCR

(Polymerase

Chain

Penanganan Malaria Biasa

Prinsip pengobatan malaria :


Penderita tergolong malaria biasa atau penderita
malaria berat
Penderita malaria harus mendapatkan pengobatan
yang efektif
Pemnerian pengobatan dengan ACT harus berdasarkan
hasil pemerikasaan malaria yang positif dan dilakukan
monitoring efek/respon pengobatan
Pengobatan malaria klinis memakai obat non-ACT