Anda di halaman 1dari 42

Presentasi Kasus

PEMBIMBING :
Dr. Noer Saelan Tadjudin, Sp.KJ

DISUSUN OLEH :
Aldhi Tri Budhi
(406100057)

Identitas Pasien
Nama : Oma Lena Widjaja
Jenis Kelamin
: Perempuan
Tempat/ tanggal lahir : Jakarta, 23 April 1945
Usia : 65 tahun
Alamat : Jl. Puspa Gading VII jakarta
Agama : Kristen
Pendidikan terakhir : Sekolah Dasar
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Status perkawinan : Menikah
Tanggal masuk PWK : 22 Juli 2007

Autoanamnesa tanggal 15-18 April 2011


Keluhan Utama
: Gatal pada lengan kiri atas
setelah gips dilepas.
Keluhan tambahan : Nyeri bila lengan kiri atas
berusaha diangkat vertikal, lemas, cepat lelah, sering
kencing pada malam hari
Riwayat Penyakit Sekarang
Oma Lena sering merasakan gatal pada lengan

kirinya. Gatal timbul setelah gips dilepas 2


minggu yang. Gatal sesekali timbul walaupun
Oma Lena tidak berkeringat, tidak tampak
kemerahan, tidak bersisik, tidak tampak bintikbintik di kulit. Gatal hilang bila digaruk. Oma Lena
juga tidak dapat mengangkat lengannya secara
vertikal ke atas, Oma Lena hanya merasakan
nyeri jika berusaha mengangkat lengannya secara
vertikal ke atas. Oma Lena juga mengeluh sering
lemas dan cepat lelah padahal tidak melakukan

3 bulan yang lalu Oma Lena pergi tanpa terlebih dahulu

izin kepada pengurus panti werdha untuk mengunjungi


adiknya di Bogor. pukul 06.30 pagi Oma Lena
berangkat hanya pamit kepada satpam. Oma Lena
menggunakan angkutan umum dan bis, setibanya di
daerah bogor saat turun dari bis Oma Lena terjatuh dan
mengeluh nyeri pada lengan kiri atas, terutama saat
digerakkan. Seseorang menolong dengan menelepon
anaknya yang kemudian menginformasikan ke panti
werdha hingga akhirnya Oma Lena di jemput dan tiba di
panti werdha pukul 14.00 siang.
Selanjutnya Oma Lena dirontgen lengan kirinya di RS
Eka. Hasil foto Rontgen terdapat fraktur pada lengan
kiri. Lalu Oma Lena konsul ke dokter ortopedi dan
dipasang gips tanggal 4-2-2011. Setelah 2 bulan nyeri
di lengan kiri atas berkurang, selanjutnya gips dilepas.

Riwayat Penyakit Dahulu


Fraktur 1/3 lengan kiri atas akibat jatuh
Riwayat kencing manis (+) sejak 4 tahun yang lalu.
Minum obat teratur semenjak masuk PWK Hana.
Gula darah puasa dan 2 jam pp pernah diatas 200.
(2007)
Riwayat darah tinggi (+) sejak 4 tahun yang lalu.
Minum obat teratur semenjak masuk PWK Hana. Tensi
tertinggi 210/100 mmHg (2007).
Riwayat alergi (+) sering gatal-gatal bila pakaian
terlalu ketat.
Riwayat asma disangkal.
Riwayat penyakit jantung disangkal.
Riwayat mengkomsumsi alkohol (-) , obat penenang
(-) , zat adiktif (-), merokok (-).

Riwayat Penyakit dalam Keluarga


Kencing Manis
: disangkal
Darah tinggi : disangkal
Jantung : disangkal
Asma

: disangkal

Riwayat Makan dan Minum


Selalu makan teratur, 3 x/hari diselingi snack. Nafsu
makan baik, porsi cukup, status gizi cukup. Pasien suka
makan yang manis-manis.
Riwayat BAK
Lancar, warna kuning jernih, darah (-), nyeri waktu
kencing (-), jumlah cukup.
Riwayat BAB
Teratur tiap hari. Jumlah sedikit, konsistensi sedang,
tidak sakit, darah (-), lendir (-), warna kekuningan.

Riwayat Kehidupan Pribadi


Riwayat prenatal, perinatal, masa kanakkanak dan remaja
Oma Lena adalah anak ke-2 dari 8
bersaudara. Lahir dalam keluarga yang kurang
mampu. Lahir pada tanggal 23 April 1945.
Oma Lena dibesarkan secara bersama-sama
dengan
saudara-saudaranya
di
dalam
keluarga yang cukup harmonis walapun
kebutuhan sehari-harinya banyak yang sulit
terpenuhi. Tinggal di Jalan Pintu Air Jakarta
Pusat hingga dewasa dan menikah.

Riwayat masa dewasa


Riwayat pendidikan
Oma Lena hanya sekolah hingga selesai SD
karena keluarga tidak mampu dan kesulitan
biaya. Sebagian besar saudara-saudaranya
juga hanya sekolah hingga selesai SD.
Riwayat pekerjaan
Oma Lena tidak bekerja dan berperan sebagai
ibu rumah tangga dalam keluarganya.
Riwayat perkawinan
Oma Lena menikah tahun 1960 di usia 16
tahun.

Riwayat keluarga

Oma Lena memiliki 2 orang anak. Anak pertama lakilaki lahir pada tahun 1963, menikah pada usia 28
tahun dan memiliki 4 orang anak. Dan anak kedua
perempuan lahir tahun 1965, menikah pada usia 30
tahun dan memiliki 1 orang anak. Suami oma Lena
meninggal pada tahun 2001 karena stroke.
Riwayat kehidupan sosial
Sejak suami meninggal, Oma Lena tinggal di Kelapa
Gading bersama anak laki-laki dan menantunya. Oma
Lena sulit bersosialisasi, tidak bergaul dengan
lingkungan sekitar. Aktifitas harian terbatas lebih
banyak menghabiskan waktu berdiam diri di rumah.
Riwayat agama
Sejak kecil Oma Lena sering ke gereja namun baru
dipermandikan pada saat usia Oma Lena dewasa.

Situasi kehidupan sekarang

Sebelum masuk PWK Hana Oma Lena tinggal


bersama anak laki-lakinya beserta menantu dan
cucu-cucunya. Oma Lena merasa kesepian karena
anak-anaknya sibuk dan Oma Lena sulit dalam
bersosialisasi. Oma Lena merasa kesepian dan takut
ditinggalkan oleh anak-anaknya karena sibuk. Oma
menyimpan
kekhawatiran
kepada
anak
perempuannya yang saat ini hubungannya dengan
Oma Lena kurang baik. Tawaran masuk panti werdha
disambut baik oleh Oma Lena. Sekarang Oma Lena
merasa senang tinggal di PWK Hana.
Persepsi Oma Lena tentang diri dan kehidupannya
Oma Lena sudah merasa puas dengan kehidupannya
dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan.

STATUS INTERNIS
Keadaan umum : Baik
Kesadaran
: Compos mentis
Tekanan darah : 130/70 mmHg (18-4-2011)
Nadi
: 80 x/menit
Pernafasan : 20 x/menit
Berat badan : 52 kg
Tinggi badan
: 157 cm
Status gizi
: Baik
IMT = BB (kg) = 52 = 21,1 kg/m2
TB2 (m)
(1,57)2
Normoweight

PEMERIKSAAN FISIK
Kepala : Bentuk bulat, tidak teraba benjolan,
rambut putih hitam terdistribusi merata, tidak
mudah dicabut.
Mata : Bentuk normal, simetris, palpebra superior
et inferior tidak edema, konjungtiva jernih dan
tidak anemis, sklera ikterik -/-, pupil bulat isokor,
3 mm, reflex cahaya +/+, fungsi penglihatan
baik.
Telinga : Bentuk normal, simetris, sekret -/-,
serumen -/-, fungsi pendengaran baik.
Hidung : Bentuk normal, septum nasi di tengah,
mukosa tidak hiperemis, sekret -/-, fungsi
penciuman baik.

Mulut : Bentuk normal, sianosis perioral (-),

bibir tidak kering, kebersihan mulut cukup,


lidah tidak kotor, arcus faring simetris, letak
uvula di tengah, faring tidak hiperemis, tonsil
T1-T1 tenang.
Leher : Bentuk normal, trakea di tengah.
Kel. Getah bening : KGB retroauriculer,
submandibula, supraclavicula,
cervical ,
inguinal tidak teraba membesar.
Kulit : Secara keseluruhan kulit kering,
keriput, warna putih, ikterus (-), sianosis (-).

Pulmo

Inspeksi : Simetris dalam statis dan dinamis.


Palpasi
: Stem fremitus kanan-kiri, depan-belakang sama
kuat.
Perkusi
: Sonor pada kedua lapang paru.
Auskultasi
: Vesikuler, ronkhi -/-, wheezing -/-.
Jantung
Inspeksi: Pulsasi ictus cordis tidak tampak.
Palpasi : Pulsasi ictus cordis teraba.
Perkusi : Ukuran jantung normal.
Auskultasi : Bunyi jantung I-II normal, murmur (-), gallop (-).
Abdomen
Inspeksi: Tampak datar, gambaran vena dan usus tidak tampak.
Auskultasi : Bising usus (+) normal.
Palpasi : Supel, nyeri tekan epigastrium (-), hepar dan lien
tidak teraba membesar.
Perkusi : Normotimpani, nyeri ketuk (-).

Ekstremitas : Ekstremitas atas dan

ekstremitas bawah tidak terdapat oedem.


Bagian akral jari-jari tangan dan kaki hangat,
ikterik (-).
Status lokalis : Humerus sinistra : deformitas

(-), krepitasi (-), pain of movement (+).

STATUS NEUROLOGIS
Kesadaran : Compos mentis
Rangsang meningeal : (-)
Peningkatan TIK
: (-)
Pupil : Bulat, isokor, 3mm, Rf. cahaya+/+
Nn. Cranialis : Baik
Motorik : Baik
Sensorik : Baik
Sistem otonom : Baik
Fungsi Cerebellum & koordinasi : Baik
Fungsi luhur : Baik
Refleks fisiologis : +/+
Refleks patologis : -/Tanda regresi dan demensia : (-)
Kesan : tidak ada kelainan yang bermakna pada
pemeriksaan neurologik

STATUS MENTAL
Deskripsi Umum
Penampilan
Seorang wanita berusia 65 tahun, tampak sesuai usianya, berperawakan
sedang, rambut putih tersebar merata, pendek, tersisir rapi, cara
berpakaian rapi, bersih.
Perilaku dan aktifitas psikomotor
Oma Lena kurang bersosialisasi dengan lingkungan di sekitarnya. Oma
Lena merasa sulit bersosialisasi dan canggung untuk mengobrol dengan
orang-orang disekitarnya.
Oma Lena rajin beribadah ke gereja.
Pembicaraan
Oma Lena berbicara dengan bahasa Indonesia, suara wajar, perkataan dan
kalimat jelas.
Sikap terhadap pemeriksa
Oma Lena kooperatif dan aktif terhadap pemeriksa. Oma Lena, jujur, terus
terang dan bersahabat, namun tertutup dengan kehidupannya waktu muda
dan menolak untuk menceritakannya.
Kontak fisik terhadap pemeriksa
Kontak fisik baik. Oma Lena senang mengungkapkan perasaannya pada
pemeriksa dan sering tertawa.

Keadaan Mood, Afektif dan Keserasian

Mood: eutimik
Afek : luas
Keserasian: sesuai
Gangguan Persepsi dan Gangguan Kognitif

Halusinasi auditorik : tidak ada


Halusinasi visual : tidak ada
Ilusi : tidak ada
Depersonalisasi : tidak ada
Apraksia : tidak ada
Agnosia : tidak ada

Pikiran
Arus pikir
Produktivitas : baik
Kontinuitas pikiran : baik
Hendaya dalam bahasa: tidak ditemukan kelainan
Bentuk pikir
Asosiasi longgar : tidak ada
Ambivalensi : tidak ada
Flight of ideas : tidak ada
Inkoherensi : tidak ada
Verbigerasi : tidak ada
Persevarasi : tidak ada
Isi pikir
Fobia: tidak ada
Obsesi : tidak ada
Kompulsi : tidak ada
Ideas of referance : tidak ada
Waham : tidak ada

Pengendalian Impuls

Oma Lena terlihat sopan, sabar dan dapat mengendalikan


emosinya.
Fungsi Intelektual

Taraf pendidikan
: sesuai dengan latar belakang
pendidikan
Orientasi
: baik (tempat, waktu, orang)
Memori segera : baik
Memori jangka pendek
: baik
Memori jangka panjang : baik
Daya konsentrasi dan kalkulasi: baik
Kemampuan baca dan tulis
: baik
Kemampuan visuospasial
: baik
Bahasa : baik
Agnosia
: tidak ditemukan

Daya Nilai dan Tilikan

baik
Taraf Dapat Dipercaya
Secara umum didapatkan kesan bahwa Oma
Lena cukup dapat dipercaya.
Kesan : Seorang wanita 65 tahun yang

secara umum berpenampilan baik,


kooperatif, mood eutimik, afek luas,
keserasian sesuai, gangguan persepsi dan
kognitif (-), demensia (-), pikiran baik,
pengendalian impuls baik, fungsi
intelektual baik, daya konsentrasi dan
kalkulasi baik.

GERIATRIC DEPRESSION SCALE ( GDS )


1. Pada dasarnya puaskah anda dengan kehidupan anda?
Ya
2. Apakah anda meninggalkan banyak kesenangan dan aktivitas anda?
Tidak
3. Apakah anda merasa hidup anda hampa?
Tidak
4. Apakah anda sering bosan?
Tidak
5. Apakah anda bersemangat di sebagian besar waktu? Ya
6. Apakah anda takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada anda?
Tidak
7. Apakah anda merasa bahagia disebagian besar waktu anda? ya
8. Apakah anda sering merasa tak berdaya?
Tidak
9. Apakah anda memilih tinggal dirumah? Tidak
10.Apakah anda merasa banyak masalah dengan daya ingat anda

dibandingkan kebanyakan orang? tidak


11.Apakah anda pikir sekarang adalah waktu yang indah untuk hidup?
Ya
12.Apakah anda merasa kurang berharga? Tidak
13.Apakah anda merasa penuh energi?
Ya
14.Apakah anda merasa situasi saat ini tidak ada harapan? Tidak
15.Apakah anda merasa kebanyakan orang lebih baik daripada anda? Tidak

16.Apakah
17.Apakah
18.Apakah
19.Apakah
20.Apakah
21.Apakah

anda
anda
anda
anda
anda
anda

penuh pengharapan akan masa depan anda? Ya


sering gelisah dan gugup? Tidak
kerapkali khawatir akan masa depan anda? Tidak
sering tawar hati dan merana? Tidak
khawatir akann masa lalu? Tidak
menemukan bahwa hidup ini sangat menggembirakan?

Ya
22.Apakah anda merasa berat memulai proyek baru? ya
23.Apakah anda merasa dalam keadaan penuh semangat? Ya
24.Apakahh anda kerap kali menjadi kesal dalam hal- hal sepele? Tidak
25.Apakah anda merasa kerap kali ingin menangis?
Tidak
26.Apakah anda sulit berkonsentrasi? Tidak
27.Apakah anda menikmati tidur anda? Ya
28.Apakah anda memilih menghindar dari perkumpulan sosial? ya
29.Apakah anda mudah untuk mengambil keputusan? ya
30.Apakah pikiran anda jernih?Ya

TOTAL SCORE : 9

Penilaian GDS versi Indonesia


Jawaban TIDAK untuk butir

1,5,7,9,15,19,21,27,29,30 mendapat skor 1


Jawaban YA untuk butir 1,5,7,9,15,19,21,27,29,30
mendapat skor 0
Butir-butir pertanyaan lainnya bila dijawab YA
mendapat skor 1 dan bila TIDAK mendapat skor 0
Skor < 5 : tidak depresi
Skor 5-9 : kemungkinan besar depresi
Skor > 10 : depresi
Catatan: jawaban pasien adalah yang dicetak tebal
Kesan : dari pemeriksaan GDS kemungkinan
besar oma Lena depresi

GERIATRIC DEPRESSION SCALE (GDS)

Score 9. Kesan : dari pemeriksaan GDS


kemungkinan besar oma Lena depresi
PEMERIKSAAN STATUS MENTAL MINI
(MMSE)
Jumlah 30. Kesan : pada MMSE tidak terdapat
gangguan fungsi kognitif
INDEKS ADL BARTHEL
Kesan : Activities Daily Living (ADL) total skor
20, yang berarti mandiri

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium
Tanggal 10-4-2007
Kimia
Asam Urat : 7,36 mg/dl

(<5,70 mg/dl)

Glukosa puasa : 129 mg/dl (80-100 mg/dl)


Glukosa 2 PP : 191 mg/dl (100-140 mg/dl)
Tanggal 20-02-2008
Cho HDL : 32 mg/dl (>40 mg/dl)
Cho LDL : 109 mg/dl (<130 mg/dl)

Trigliserida : 214 mg/dl

(<150 mg/dl)

Tanggal 27-01-2010
Kimia
Glukosa

puasa : 207 mg/dl (80-100 mg/dl)


HbA1c : 9,6 % (< 6,5 %)
Cho HDL
: 29 mg/dl (>40 mg/dl)
Cho LDL : 119 mg/dl (<100 mg/dl)
Trigliserida : 153 mg/dl (<150 mg/dl)
Asam Urat: 6,4 mg/dl
(< 5,70 mg/dl)

Tanggal 1-10-2010

Kimia
Glukosa puasa: 147 mg/dl (80-100 mg/dl)
HbA1c
: 8,2 %
(< 6,5 %)
Urea-N
: 10 mg/dl (8-23 mg/dl)
Kreatinin
: 0,7 mg/dl (0,5-0,9 mg/dl)
Asam Urat : 8,3 mg/dl (< 5,70 mg/dl)
Tanggal 27-1-2011

GDS

: 229 mg/dl

Tanggal 4-2-2011

GDS

: 246 mg/dl

Tanggal 5-3-2011

GDP
2 PP

: 187 mg/dl
: 267 mg/dl

Tanggal 1-4-2011

GDP
2PP

: 158 mg/dl
: 161 mg/dl

Tanggal 2-4-2011

GDP
2PP

: 173 mg/dl
: 147 mg/dl

Rontgen Tanggal 25-1-2011

Kesan : fraktur longitudinal shaft


humerus kiri, kedudukan displaced,
angulasi (+)
Foto ulang tanggal 4-3-2011 belum ada
perbaikan yang signifikan
Rontgen tanggal 01-04-2011
Kesan : dibanding foto 4-3-2011, Fraktur
1/3 proksimal tengah humerus kiri,
kedudukan fraktur tampak lebih baik.
Telah tampak callus

RESUME
Seorang

wanita

berusia

65

tahun,

dari

autoanamnesa

didapatkan Pasien punya riwayat jatuh dan fraktur pada


humerus proksimal sinistra lalu digips . Pasien sering
merasakan gatal pada lengan kirinya. Gatal timbul setelah gips
dilepas 2 minggu yang. Gatal sesekali timbul walaupun Oma
Lena tidak berkeringat, tidak tampak kemerahan, tidak
bersisik, tidak tampak bintik-bintik di kulit. Gatal hilang bila
digaruk. Oma Lena juga tidak dapat mengangkat lengannya
secara vertikal ke atas, Oma Lena hanya merasakan nyeri jika
berusaha mengangkat lengannya secara vertikal ke atas. Oma
Lena juga mengeluh sering lemas dan cepat lelah padahal
tidak melakukan kegiatan yang berlebihan. Oma Lena juga
mengeluh sering kencing pada malam hari.
Dari pemeriksaan fisik tidak didapatkan kelainan yang berarti.

Pada pemeriksaan
bermakna.

neurologik,

tidak

ada

kelainan

yang

Riwayat penyakit diabetes melitus sejak 3

tahun yang lalu terkontrol. Serta hipertensi


sejak 3 tahun yang lalu terkontrol, tensi
tertinggi 210/100 mmHg (2007). Gula darah
puasa dan 2 jam pp pernah diatas 200. (2007)
Dari status mentalis didapatkan seorang
wanita 65 tahun yang secara umum
berpenampilan
baik,
kooperatif,
mood
eutimik, afek
luas, keserasian sesuai,
gangguan persepsi dan kognitif (-), demensia
(-), pikiran baik, pengendalian impuls baik,
fungsi intelektual baik, daya konsentrasi dan
kalkulasi baik.

Dari hasil pemeriksaan GDS (Geriatric

Depression Scale): score 10 kemungkinan


besar depresi.
Dari hasil pemeriksaan status mental mini
(MMSE): tidak didapatkan gangguan fungsi
kognitif.
Dari pemeriksaan indeks ADL (Activities Daily
Living ) Barthel: score 20 mandiri.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium
Tanggal 10-4-2007
Kimia
Asam Urat : 7,36 mg/dl

(<5,70 mg/dl)

Glukosa puasa : 129 mg/dl (80-100 mg/dl)


Glukosa 2 PP : 191 mg/dl (100-140 mg/dl)
Tanggal 20-02-2008
Cho HDL : 32 mg/dl (>40 mg/dl)
Cho LDL : 109 mg/dl (<130 mg/dl)

Trigliserida : 214 mg/dl

(<150 mg/dl)

Tanggal 27-01-2010
Kimia
Glukosa puasa : 207 mg/dl
HbA1c : 9,6 % (< 6,5 %)

(80-100 mg/dl)

Cho HDL
: 29 mg/dl (>40 mg/dl)
Cho LDL : 119 mg/dl (<100 mg/dl)
Trigliserida : 153 mg/dl (<150 mg/dl)
Asam Urat : 6,4 mg/dl

(< 5,70 mg/dl)

Tanggal 1-10-2010

Kimia
Glukosa puasa: 147 mg/dl (80-100 mg/dl)
HbA1c
: 8,2 %
(< 6,5 %)
Urea-N
: 10 mg/dl (8-23 mg/dl)
Kreatinin
: 0,7 mg/dl (0,5-0,9 mg/dl)
Asam Urat : 8,3 mg/dl (< 5,70 mg/dl)
Tanggal 27-1-2011

GDS

: 229 mg/dl

Tanggal 4-2-2011

GDS

: 246 mg/dl

Tanggal 5-3-2011

GDP
2 PP

: 187 mg/dl
: 267 mg/dl

Tanggal 1-4-2011

GDP
2PP

: 158 mg/dl
: 161 mg/dl

Tanggal 2-4-2011

GDP
2PP

: 173 mg/dl
: 147 mg/dl

DIAGNOSIS
Diagnosa utama : Dermatitis Kontak
Diagnosa tambahan :
Nyeri post Fraktur tertutup 1/3 proksimal
tengah humerus kiri
Diabetes melitus type II tak terkontrol
Hipertensi grade II terkontrol

RENCANA PENATALAKSANAAN
Gatal humerus sinistra

Terapi : Bedak Herocyn


Nyeri humerus sinistra ec post fraktur
Rencana : Konsul Fisioterapi
Terapi : Diabetes melitus
Rencana : Pengontrolan kadar gula darah secara ketat
Pengaturan pola makan
Perbanyak aktifitas ringan seperti berjalan keliling PWK
Minum obat teratur
Periksa fungsi ginjal
Terapi
: Glibenclamide 5 mg 2x1 ac
Metformin 500 mg 3x1

Glucobay (acarbose) 50 mg 2x1 ac

Hipertensi

Rencana : Pantau tekanan darah secara


berkala setiap hari
Hindari makan tinggi garam
Batasi asupan cairan berlebihan
Hindari stress
Perbanyak aktifitas ringan seperti
berjalan
keliling PWK
Minum obat teratur
Terapi
: Amlodipine 5 mg 1x1

Kemungkinan depresi

Rencana : Aktif mengikuti kegiatan yang ada


di
lingkungan PWK Hana
Melibatkan keluarga dalam memberi
semangat dan kasih sayang kepada Oma.
Mendukung
Oma
agar
mengikuti
kegiatan
ibadah yang diadakan.
Mendukung Oma untuk mengenal dan
bergaul dengan teman teman sesama
penghuni panti.
Terapi : -

PROGNOSA
Dermatitis Kontak
Ad vitam
: dubia ad bonam
Ad fungtionam
: dubia ad bonam
Ad sanationam : dubia ad bonam
Nyeri post Fraktur humerus sinistra
Ad vitam
: dubia ad bonam
Ad fungtionam
: dubia ad bonam
Ad sanationam : dubia ad bonam

Diabetes melitus type II tak terkontrol


Ad vitam
: dubia ad bonam
Ad fungtionam
: dubia
Ad sanationam : dubia
Hipertensi grade II terkontrol
Ad vitam
: dubia ad bonam
Ad fungtionam
: dubia ad bonam
Ad sanationam : dubia ad bonam

Terima Kasih