Anda di halaman 1dari 26

TUTORIAL KEJANG

LENI YULIANI
NUR ANDRIANA
SEPEBRIN VICA AUDITIA
DR. PEMBIMBING :
DR. SUSANTO, SP.S

K E PAN I T E R A A N K L I N I K S TAS E S A R A F
R S U D - K A B U P AT E N C I A N J U R

DEFINISI
Kejang adalah gerakan otot tonik atau klonik yang
involuntar yang merupakan serangan berkala,
disebabkan oleh lepasnya muatan listrik neuron
kortikal secara berlebihan. Kejang tidak secara
otomatis berarti epilepsi.

KLASIFIKASI
ILAE 1981

PATOFISIOLOGI
Fungsi neuron-neuron otak
Adanya gangguan
Transmisi pada sinap

eksitasi

Keadaan saat istirahat

Membran neuron
mempunyai potensial listrik

Keadaan polarisasi

Aksi potensial

Depolarisasi membran
neuron

Melepaskan muatan
listrik

Keadaan
patologis

Influks
kalsium

Menganggu
fungsi
neuron

Letupan
depolarisasi
membran

Serangan
epilepsi

Membran mudah dilalui


oleh ion kalsium dan
natrium di ruangan
ekstra ke intraseluler

Melepaskan muatan
listrik yang berlebihan ,
tidak terkendali dan dan
tidak teratur

PENYAKIT YANG MENYEBABKAN KEJANG

sistemik

Hiponatremia terjadi bila :


Jumlah asupan cairan melebihi kemampuan
ekskresi,
Ketidakmampuan menekan sekresi ADH (mis : pada
kehilangan cairan melalui saluran cerna atau gagal
jantung atau sirosis hati).

Hipernatremia
Hipernatremia terjadi bila kekurangan air tidak

diatasi dengan baik misalnya pada orang dengan


usia lanjut atau penderita diabetes insipidus. Oleh
karena air keluar maka volume otak mengecil dan
menimbulkan robekan pada vena menyebabkan
perdarahan lokal dan subarakhnoid.

Tumor Intrakranial
Simptomatologi tumor intrakranial dapat dibagi dalam
:
Gangguan kesadaran akibat tekanan intrakranial
yang meninggi
Gejala-gejala umum akibat tekanan intrakranial
yang meninggi
Sakit kepala
Muntah
Kejang
Gangguan mental

Tanda-tanda fisik diagnostik pada tumor intrakranial


Papil edema ;
Pada anak ukuran kepala membesar dan sutura teregang,
perkusi = bunyi kendi rengat, auskultasi = ada bising ;
Hipertensi intrakranial bradikardi & TD sistemik yang
meningkat progresif = dapat dianggap sebagai
kompensasi penanggulangan iskemik
Irama dan frekuensi pernafasan berubah

Trauma
Kejang dapat terjadi setelah cedera kepala

dan harus segera diatasi karena akan


menyebabkan hipoksia otak dan kenaikan
tekanan intrakranial serta memperberat
edem otak.

Infeksi
Infeksi pada susunan saraf dapat berupa meningitis

atau abses dalam bentuk empiema epidural,


subdural, atau abses otak. Klasifikasi lain membahas
menurut jenis kuman yang mencakup sekaligus
diagnosa kausal.

Serebrovaskuler
Stroke mengacu kepada semua gangguan neurologik mendadak

yang terjadi akibat pembatasan atau terhentinya aliran darah


melalui sistem suplai arteri otak.Istilah stroke biasanya digunakan
secara spesifik untuk menjelaskan infark serebrum.CVA
(Cerebralvascular accident) dan serangan otak sering digunakan
secara sinonim untuk stroke.Konvulsi umum atau fokal dapat
bangkit baik pada stroke hemoragik maupun strok non-hemoragik.
Stroke sebagai diagnosis klinis untuk gambaran manifestasi lesi
vaskuler serebral dapat dibagi dalam :
1) Transient ischemic attack,
2) Stroke in evolution,
3) Completed stroke, yang bisa dibagi menjadi tipe hemoragik dan
tipenonhemoragik

Epilepsi
Epilepsi ialah manifestasi gangguan otak dengan

berbagai etiologi namun dengan gejala tunggal yang


khas, yaitu seragan berkala yang disebabkan oleh
lepas muatan listrik neuron kortikal secara
berlebihan kronik otak dengan ciri timbulnya gejalagejala yang datang dalam serangan-serangan,
berulang-ulang yang disebabkan lepas muatan listrik
abnormal sel-sel saraf otak, yang bersifat reversibel

Klasifikasi Epilepsi
Kejang

Diagnosa epilepsi
Diagnosis epilepsi biasanya dapat dibuat dengan

cukup pasti dari anamnesis lengkap, terutama


mengenai gambaran serangan, hasil pemeriksaan
umum dan neurologik serta elektroensefaligrafi
(EEG).

Terapi epilepsi
Obat anti epilepsi (Antiepileptic Drug / AED)
digolongkan berdasarkan mekanisme kerjanya.
1. Sodium channel blockers : Fenitoin, Fosfenitoin,
Oxcarbazepine, Zonisamide, Clobazam,
Fenobarbital, Felbamate, Topiramate
2. Calsium inhibitors : Fenitoin, Fosfenitoin,
Clobazam, Fenobarbital, Felbamate
3. GABA enhancers : Clobazam, Clonazepam,
Fenobarbital, Tiagabine, Vigabatrin, Gabapentin,
Topiramate

4. Glutamate blocker : Lamotrigine, Fenobarbital,

Topiramate
5. Carbonic anhydrase inhibitor : Topiramate
6. Hormon
7. dan obat-obat lain yang belum diketahui pasti
mekanisme kerjanya : Primidine, Valproate,
Levetiracetam.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.
2.
3.
4.
5.
6.

EEG
CT-SCAN
MRI
PET
Potensial yang membangkitkan
Laboratorium

Terapi kejang
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Fenobarbital
Primidon
Hidaton
Karbamazepine
Etosuksimid
Asam valproat

Prognosis
Kejang

adalah suatu masalah neurologik yang


relative sering dijupai. Sekitar 10% populasi akan
mengalami paling sedikit satu kali kejang seumur
hidup mereka, dengan insiden paling tinggi terjadi
pada masa anak-anak dini dan lanjut usia (setelah
usia 60 tahun), dan 0,3% sampai 0,5% akan
didiagnosa mengidap epilepsi (berdasarkan kriteria
dua kali kejang tanpa pemicu)