Anda di halaman 1dari 45

Standar kompetensi

Menganalisis budaya demokrasi menuju


masyarakat madani
Kompetensi Dasar
1. Mendeskripsikan pengertian dan prinsip
prinsip budaya demokrasi.
2. Mengidentifikasi ciri-ciri masyarakat
madani
3. Menganalisis pelaksanaan demokrasi di
Indonesia sejak orde lama, orde baru, dan
reformasi.
4. Menampilkan prilaku budaya demokrasi
dalam kehidupan sehari-hari.

PENGERTIAN DEMOKRASI

DEMOS

RAKYAT

DEMOKRASI

KRATOS

PEMERINTAH

HARAPAN RAKYAT
KEADILAN
PERSAMAAN
KESEJAHTERAAN
KEAMANAN
KEBEBASAN
KEBAHAGIAN
SEMBAKO MURAH
PENDIDIKAN MURAH dan BERKUALITAS

DEMOKRASI BERLANDASKAN PADA KERANGKA


BERFIKIR

1. Manusia di tempatkan sesuai dengan

2.
3.
4.

harkat dan martabatnya sebagai mahluk


Tuhan
Manusia memiliki hak untuk mengejar
kebenaran, keadilan dan kebagiaan
Keputusan bersama lebih menjamin rasa
kebenaran dan keadilan
Pranata / Norma dalam kehidupan
masyarakat

4 Hal yang harus dikembangkan untuk


membangun budaya demokratis
1. Membangun birokrasi yang baik
2. Membangun partai politik
3. Membangun pelaku ekonomi yang baik
4. Civiel society

BAGAIMANA HASIL
DEMOKRASI DI NEGARA LAIN

Gedung Tertinggi DUBAI


Indah sekali, berada di Burj Dubai
Dengan ketinggian 900 meter dan baru selesai di bangun pada 2
Desember 2009

Jembatan Terlebar
Sydney harbor bridge, Australia
Jembatan ini bisa dilalui 16 jalur lalu lintas mobil . 8 jalur di lantai
atas, 8 di lantai bawah

Lake pontchartrain, Panjang 38.420 M terdapat di Lousiana


New Orleans, Amerika

6. Penang Bridge, Panjang 13.500 M, menghubungkan


antara Pulau Penang dan daratan Malaysia

Stadion Berkapasitas Terbesar

BRAZIL
MARACANA STADIUM berada di RIO D.J,BRAZIL
Kapasitas penampungannya sebesar 199.000 orang

BAGAIMANA INDONESIA ?

INDONESIA

UNSUR-UNSUR BUDAYA DEMOKRASI


KEBEBASAN DAN KEMERDEKAAN YANG
DIMILIKI SETIAP WARGA NEGARA
KETERLIBATAN WARGANEGARA DALAM
PEMBUATAN KEPUTUSAN POLITIK
ADANYA PERSAMAAN TERTENTU BAGI SETIAP
WARGA NEGARA
TOLERANSI
KEJUJURAN
KEADABAN
SISTEM PEMILIHAN KEKUASAAN MAYORITAS
SISTEM PERWAKILAN

PRINSIP PRINSIP DEMOKRASI


PEMERINTAH YANG TERBUKA DAN
BERTANGGUNG JAWAB

2. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT YANG


REPRESENTATIF
Fasilitas anggota DPR RI, 2004-2009:
A. Gaji pokok dan tunjangan

1. Rp 4.200.000/bulan
2. tunjangan
a. Jabatan Rp 9.700.000/ bulan
b. Uang paket Rp 2000.000/bulan
c. Beras Rp 30.090/jiwa/bulan
d. Keluarga:
suami/istri (10% X Gaji pokok Rp 420.000/bln)
anak (25 X Gaji pokok Rp 84.000/jiwa/bulan)
e. Khusus pph, pasal 21 Rp 2.699.813

B. Penerimaan lain-lain
1.Tunjangan kehormatan
Rp 3. 720.000/bulan
2. Komunikasi intensif
Rp 4.140.000/bulan
3. Bantuan langganan listrik dan telepon
Rp 4.000.000
4. Pansus Rp 2.000.000/UU per paket
5. Asisten anggota
(1 orang Rp 2.250.000/bulan)
6. Fasilitas kredit mobil Rp
70.000.000/orang/per periode

C.Biaya perjalanan
1. Tiket pulang pergi sesuai daerah
tujuan masing-masing
2. Uang harian:
a. Daerah tingkat I Rp 500.000/hari
b. Derah tingkat II Rp 400.000/hari
3. Uang representasi:
a. Daerah Tingkat I Rp 400.000
b. Daerah Tingkat II Rp 300.000
(keterangan: lamanya perjalanan sesuai program
kerja, dan sebanyak-banyaknya 7 hari untuk
kunjungan kerja per orangan, dan 5 hari untuk
kunjungan kerja tim komisi/gabungan komisi)
D. Rumah jabatan

BADAN PERADILAN YANG BEBAS DAN

MERDEKA

4. PERS YANG BEBAS


PRINSIP NEGARA HUKUM
6. PEMILIHAN UMUM YANG DEMOKRATIS

7. JAMINAN HAK DASAR DAN HAK


MINORITAS

MENURUT HENRY B. MAYO


MENYELESAIKAN PERSELISIHAN SECARA
DAMAI
MENJAMIN PERUBAHAN MASYARAKAT
SECARA DAMAI
MENYELENGGARAKAN PERGANTIAN
KEPEMIMPINAN SECARA DAMAI
MEMBATASI PENGGUNAKAN KEKERASAN
SEMINIMAL MUNGKIN
MENGAKUI ADANYA KEANEKARAGAMAN
MENJAMIN TEGAKNYA RASA KEADILAN

MENGAKUI
ADA NYA
AGA MAN
R
A
K
E
N
A
KE

AN
AK
AR N
G G T IA N
EN N NA I
EL GA PI MA
NY ER MIM DA
ME P PE RA
KE CA
SE

M
PE EM
NG BA
KE GU TAS
K
SE ER A NAK I
M
A
MU IN IM SAN N
NG A L
K IN

MENYELESAIKAN
PERSELISIHAN
SECARA DAMAI

M
PE EN
MA RU JAM
SE SY BA IN
CA AR HA
RA AK N
DA AT
MA
I

HENRY B.
MAYO

MENJAMIN
TEGAKNYA
RASA KEADILAN

MEMBANGUN MASYARAKAT
DEMOKRATIS DENGAN
LANGKAH
1.
2.
3.
4.
5.
6.

KESADARAN DAN KEMANDIRIAN


MASYARAKAT
PARTISIPASI MASYARAKAT
MEMBANGUN BIROKRASI YANG BAIK
MEMBANGUN PARTAI POLITIK
MEMBANGUN PELAKU EKONOMI YANG
BAIK
CIVIEL SOCIETY

NILAI DEMOKRASI DALAM


LEMBAGA NEGARA
1.
2.

3.
4.
5.
6.

PEMERINTAH YANG BERTANGGUNG JAWAB,


TRANSPARAN, BERSIH, DAN BERDEDIKASI TINGGI
DPR MEWAKILI SEMUA GOLONGAN DAN KEPENTINGAN,
DAN MERUPAKAN HASIL PEMILIHAN YANG
BERDASARKAN ASAS LUBER JURDIL
PARPOL YANG DI IDAMKAN OLEH MASYARAKAT
PERS YANG BEBAS DAN TERBUKA UNTUK UMUM
LEMBAGA PERADILAN YANG INDEPENDEN, YANG DAPAT
MENJAMIN HAM
MENJAMIN SUATU PERUBAHAN SECARA DAMAI

MASYARAKAT MADANI
PENGERTIAN :
MASYARAKAT YANG BERADAB,
MASYARAKAT YANG TERATUR,
MASYARAKAT YANG TUNDUK
KEPADA NILAI / NORMA YANG
BERLAKU DENGAN KESADARAN
YANG BAIK.

KARAKTERISTIK MASYARAKAT MADANI


KEADILAN
SOSIAL

DEMOKRATISASI

PARTISIPASI
SOSIAL

SUPREMASI
HUKUM

PLURALISME

FREE PUBLIC
SPHERE

EGALITARISME

MASYARAKAT
MADANI

TOLERANSI

PRA SYARAT MENUJU


MASYARAKAY MADANI
TERPENUHINYA KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
BERKEMBANGNYA POTENSI-POTENSI
MANUSIA
TIDAK ADANYA DISKRIMINASI
TUMBUHNYA L.S.M. SEBAGAI PRESSURE
GROUP DAN INTEREST GROUP
SISTEM PEMERINTAHAN YANG DEMOKRATIS
TERJAMINNYA KOMUNIKASI DALAM
MASYARAKAT

PELAKSANAAN DEMOKRASI DI INDONESIA


DEMOKRASI LIBERAL ( 1945 1949 )
Berlakunya UUD 1945 tidak dapat dilaksanakan sebagai mana mestinya, keadaan darurat
dalam rangka mempertahankan kemerdekaan memaksa pemerintah mengadakan beberapa
perubahan, misalnya dengan :
A.Keluarnya maklumat wakil presiden No. X thn 1945, Tanggal 16 Oktober 1945

Bahwa Komite Nasional Indonesia Pusat, sebelum terbentuknya Majelis


Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat diserahi kekuasaan
legislkatif dan menetapkan GBHN, serta menyetujui bahwa pekerjaan Komite
Nasional
Indonesia Pusat sehari-hari berhubung dengan gentingnya keadaan
dijalankan oleh
sebuah badan pekerja yang dipilih di antara mereka dan yang
bertanggung jawab kepada
Komite Nasional Pusat.
B. Keluarnya maklumat Pemerintah, Tanggal 14 Nopember 1945
Pemerintah Republik Indonesia setelah mengalami ujian-ujian yang hebat
selamat, dalam tingkatan pertama dalam usahanya menegakkan diri,
merasa
sekarang sudah tepat untuk menjalankan macam-macam
tindakan
guna meyempurnakan tata usaha negara kepada susunan demokrasi. Yang
terpenting dalam perubahan susunan Kabinet baru ini tanggung jawab adalah di
tangan menteri.

dengan
saat
darurat
dalam

Perubahan sistem pemerintahan menjadi parlementer inilah kemudian sistem demokrasinya


disebut Demokrasi Liberal

DEMOKRASI LIBERAL ( 1949 1950 )


KRIS menganut pemerintahan parlementer yang menjadi ciri pelaksanaan Demokrasi
Liberal.
Menurut KRIS, sistem ketatanegaraannya adalah
1.Bentuk negara Serikat ( Mukadimah alinea III )
Maka demi ini kami menyusun kemerdekaan kami itu dalam
suatu
Piagam Negara yang berbentuk Republik-Federasi
2. Bentuk Pemerintahan Republik
3. Sistem Pemerintahan Parlementer

Demokrasi liberal ( 1950 -1959 )


Menurut UUDS 1950, sistem ketatanegaraannya adalah
1.Bentuk Negara adalah Kesatuan ( Mukadimah alinea IV )
Maka demi tiu kami menyusun kemerdekaan kami itu dalam suatu
piagam negara yang berbentuk Republik Kesatuan
2. Bentuk pemerintahan Republik
3. Sistem Pemerintahan Parlementer
Rupa-rupanya terjadi pertentangan yang tajam dalam kostituante, sehingga tidak
dapat segera menetapkan UUD yang baku. Akhirnya demi keselamatan negara
Presiden Soekarno mengeluarkan ekrit yang berisi Pembubaran Kostituante.

DEMOKRASI TERPIMPIN ( 1959 1966 )


Demokrasi yang menekankan bahwa setiap keputusan ada
di tangan Pemimpin Besar Revolusi ( Presiden ). Terjadilah
pemusatan kekuasaan pada presiden yang pada prakteknya
menimbulkan banyak penyelewengan terhadap kostitusi yang
puncaknya terjadi pemberontakan G 30 S PKI.
Penyelewengan itu diantaranya :
1. Pembubaran DPR hasil pemilu 1955
2. Pembentukan DPR GR
3. Pidato Presiden ( Manipol USDEK ) di jadikan GBHN
4. Memberlakukan NASAKOM sebagai asas negara
5. Presiden sebagai ketua DPA
6. Presiden mengangkat anggota DPR/MPR tanpa Pemilu
7. Ketua DPR/ MPR merangkap sebagai menteri negara

DEMOKRASI PANCASILA ( 1966 1998 )


Secara tegas menganut demokrasi yang dilandasi semangat
melaksanakan PANCASILA dan uud 1945. Tapi seiring dengan
jabatan presiden yang tanpa batas, timbullah kekuasaan yang
bertumpu pada kekuasaan eksekutif yang mengakibatkan
penyalahgunaan wewenang dengan lahirnya KKN dan
terjerumusnya Indonesia dalam multi krisis ( ekonomi, budaya,
akhlak ). Kebebasan dibatasi dan akhirnya Demokrasi menjadi
semu belaka.

DEMOKRASI PANCASILA ( 1998 Sekarang )


Demokrasi yang berlandaskan Pancasila dengan
penyempurnaan dan perbaikan peraturan yang tidak demokratis,
mengembalikan fungsi dan kewenangan lembaga lembaga negara
pada prinsip Trias Politika.

Pemilihan umum merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat dengan cara mimilih
para wakil nya yang kan duduk mengemban amanat rakyat di lembaga Eksekutif
maupunLembaga Legislatif.
Pemilihan Umum dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :
1. Secara langsung
2. Tidak bertingkat

: Rakyat secara langsung memilih wakil2nya


: Rakyat terlebih dahulu memilih wakilnya, kemudian wakil inilah yang
akan memilih wakil rakyat yang akan duduk di badan perwakilan
rakyat.

SISTEM PEMILIHAN UMUM


A.Sistem distrik
Adalah sistem pemilu dengan membagi wilayah negara menjadi
wilayah/daerah
pemilihan, dimana masing masing daerah pemilihan diwakili oleh satu
orang
wakil yang mendapakan suara terbanyak
B.
Sistem Proporsional
Adalah pembagian kursi di dasarkan kepada perimbangan suara yang
diproleh oleh masing-masing partai dalam suatu daerah pemilihan.

PRILAKU YANG MENDUKUNG TEGAKNYA DEMOKRASI

1 Membudayakan sikap terbuka


Mengutamakan dialog dalam
menyelesaikan masalah

Menghargai pendapat orang lain.


Mau belajar menerima keberagaman