Anda di halaman 1dari 14

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN CAMAT DAN

MOTIVASI KERJA TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA


APARAT PADA SKPD KECAMATAN PULO MERAK
KOTA CILEGON

Oleh :
Ucu Suherman
NIM : 0901120025
1

Latar Belakang
Berdasarkan study eksplorasi yang penulis lakukan di
Kecamatan Pulo Merak Kota Cilegon, Efektifitas kerja aparat
pemerintah perlu diperhatikan dan hendaknya tidak ditafsirkan
sebagai langkah teknis, melainkan erat sekali kaitannya dengan
konteks gaya kepemimpinan, serta motivasi kerja dalam
mewujudkan program-program yang merefleksikan pada
kepuasan bekerja. Dari fenomena yang ada, diduga efektifitas
kerja aparat pemerintah Kecamatan berkaitan erat dengan
variabel gaya kepemimpinan Camat dan motivasi kerja aparat
pemerintah kecamatan.

Identifikasi masalah
Faktor gaya kepemimpinan camat dan motivasi kerja
diduga kuat berpengaruh terhadap efektivitas kerja
aparat.

Rumusan Masalah
1.

2.
3.

Seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan


Camat dan motivasi kerja secara bersama sama
terhadap efektivitas kerja aparat?.
Seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan
Camat terhadap efektivitas kerja aparat?.
Seberapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap
efektivitas kerja aparat?.

Batasan Istilah

Motivasi adalah suatu kondisi pada diri seseorang yang memberikan


dorongan dalam rangka pencapaian hasil kerja sesuai dengan tujuan
yang diinginkan.
Gaya kepemimpinan camat adalah suatu sikap yang dimiliki oleh
seorang camat selaku pemimpin dalam menentukan kebijakan,
memberikan perintah, menegur, mengarahkan dan memberikan
penghargaan kepada bawahannya
Efektivitas kerja aparat adalah
penyelesaian pekerjaan sesuai
dengan target yang telah ditetapkan baik dilihat dari segi kualitas
maupun dari kuantitas.
Pemerintah Daerah adalah Kepala adaerah beserta perangkat
Daerah Otonom yang lain sebagai Badan eksekutif Daerah.
Perangkat Daerah adalah organisasi atau lembaga pada Pemerintah
Daerah yang bertanggungjawab kepada Kepala Daerah dalam
rangka penyelenggaraan pemerintahan yang terdiri dari Sekretariat
Daerah, dinas Daerah, dan Lembaga teknis Daerah, Kecamatan,
Satuan Polisi Pamong Praja sesuai dengan kebutuhan daerah.

Hipotesis
1)

2)

3)

Terdapat Pengaruh Gaya Kepemimpinan Camat dan Motivasi


Kerja secara bersama-sama terhadap Efektivitas Kerja
Aparat pada SKPD Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon.
Dengan perkataan lain apabila Gaya Kepemimpinan Camat
dan Motivasi Kerja ditingkatkan secara simultan maka
efektivitas kerja aparat akan meningkat.
Terdapat Pengaruh Gaya Kepemimpinan Camat terhadap
Efektivitas Kerja Aparat pada SKPD Kecamatan Pulomerak
Kota Cilegon. Dengan perkataan lain apabila Gaya
Kepemimpinan Camat dapat ditingkatkan maka efektivitas
kerja aparat akan meningkat.
Terdapat Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Efektivitas Kerja
Aparat pada SKPD Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon.
Dengan perkataan lain apabila Motivasi Kerja dapat
ditingkatkan maka efektivitas kerja aparat akan meningkat.

KONSTELASI
VARIABEL

ANTAR

y1

X1

y.12
Y
y2

X2

Uji Hipotesis
Pertama :
Pengujian Hipotesis Pertama dilakukan dengan uji F. Dari hasil pengolahan
data penelitian dengan bantuan perhitungan program Eviews versi 4.1
diperoleh nilai F-statistic sebesar 397.9640, sedangkan besarnya F-tabel
dengan derajat bebas (df) pembilang = 2 dan derajat penyebut = 57 pada
(0,05) adalah sebesar 3.1504. Dengan demikian terlihat bahwa nilai Fstatistic (397.9640) > F table (3.1504) sehingga dapat ditarik kesimpulan
bahwa H0 ditolak dan H1 diterima atau dengan kata lain secara bersamasama Gaya Kepemimpinan Camat dan Moyivasi Kerja mempunyai pengaruh
yang positif terhadap Efektifitas Kerja Aparat Di Lingkungan Kecamatan
Pulomerak .

Uji Hipotesis Kedua:


Pengujian Hipotesis Kedua dilakukan dengan uji t. Dari hasil pengolahan data
penelitian dengan bantuan perhitungan program Eviews versi 4.1 diperoleh
nilai t-statistic sebesar 10.24732, sedangkan besarnya t-tabel dengan derajat
bebas (df) = 57 pada (0,025) didapat sebesar 2.000. Dengan demikian
nilai t-statistic (10.24732) > t- table (2.000) sehingga jelas H0 ditolak dan H1
diterima.
Dengan terbuktinya t-statistic > t-tabel, dapat dinyatakan bahwa Gaya
Kepemimpinan Camat mempunyai pengaruh yang positif terhadap Efektifitas
Kerja Aparat Di Lingkungan Kecamatan Pulomerak .
7

Uji Hipotesis
Ketiga :

Pengujian Hipotesis Kedua dilakukan dengan uji t. Dari hasil pengolahan


data penelitian dengan bantuan perhitungan program Eviews versi 4.1
diperoleh nilai t-statistic sebesar 7.571974, sedangkan besarnya t-tabel
dengan derajat bebas (df) = 57 pada (0,025) didapat sebesar 2.000.
Dengan demikian nilai t-statistic (7.571974) > t- table (2.000) sehingga
jelas H0 ditolak dan H1 diterima.
Dengan terbuktinya t-statistic > t-tabel, dapat dinyatakan bahwa motivasi
kerja mempunyai pengaruh yang positif terhadap Efektifitas Kerja Aparat
Di Lingkungan Kecamatan Pulomerak .

Koefisien Determinasi
(R2)
Dengan bantuan pengolahan komputer terhadap data penelitian berdasarkan
perhitungan Eviews versi 4.1 diperoleh nilai R2 sebesar 0.933171 Artinya
bahwa sebesar 93.3171% keragaman Efektifitas Kerja Aparat disebabkan
oleh Gaya Kepemimpinan Camat dan Motivasi Kerja, sedangkan sisanya
6.6829 % disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti.

Persamaan Garis Regresi


Berganda

= a + b1X1 + B2x2
= 16.15015 + 0.303273 X1 +
0.447047 X2

Persamaan ini berarti bahwa :

Setiap peningkatan 1
skor
Variabel Perencanaan
berpengaruh terhadap peningkatan variabel pelaksanaan
program pembangunan sebesar 0.303273 skor dengan
asumsi Variabel Pengendalian nilainya konstan.

Setiap peningkatan 1
skor
Variabel pengendalian
berpengaruh terhadap peningkatan variabel pelaksanaan
program pembangunan sebesar 0.447047 skor dengan
asumsi Variabel Perencanaan nilainya konstan.

Uji Reliabilitas
NO

VARIABEL

Koefisien
Reliabilitas
(Alpha Cronbach)
0.7646

Gaya Kepemimpinan (X1)

Motivasi Kerja (X2)

0.7519

Efektifitas Kerja Aparat (Y)

0.7028

Uji Validitas

Uji Validitas dilakukan melalui perhitungan dengan teknik


korelasi "product moment" diperoleh koefisien korelasi butir (rbutir) yaitu sebanyak 15 butir instrumen dengan sampel
sebanyak 60 orang (n = 60), dengan =0,05 didapat r tabel =
0.254, artinya bila r butir < r tabel, butir instrumen termaksud
tidak valid dan apabila r butir > r tabel, butir intrumen termaksud
dapat digunakan (valid)

10

Korelasi Sederhana antar Variabel


Besarnya korelasi sederhana antara variabel X1 dengan Y adalah
0.930564 Hal ini berarti kedua variabel mempunyai hubungan
dengan kategori kuat.
Besarnya korelasi sederhana antara variabel X2 dengan Y adalah
0.900032 Hal ini berarti kedua variabel mempunyai hubungan
dengan kategori kuat.

Uji Normalitas Data


VARIABEL

JB Test

X2 TABEL
( a = 0,01)
v=2

KETERANGAN

1.474206

9,21

NORMAL

Motivasi Kerja (X2)

3.085212

9,21

NORMAL

Efektivitas Kerja Aparat(Y)

2.183387

9,21

NORMAL

Gaya Kepemimpinan Camat


(X1)

11

Uji Hipotesis Pertama


VARIABEL

F HITUNG

F TABEL
( a = 0.05)
V1=2/V2 =57

KETERANGAN

X1 dan X2 terhadap
Y

397.9640

3.1504

H 0 = Diterima
H 1 = Ditolak

Uji Hipotesis Kedua


VARIABEL

t HITUNG

t TABEL
( a = 0.025)
v = 57

KETERANGAN

X1 terhadap Y

10.24732

2.000

H 0 = Diterima
H 1 = Ditolak

12

Uji Hipotesis Ketiga


VARIABEL

t HITUNG

t TABEL
( a = 0.025)
v = 57

KETERANGAN

X2 terhadap Y

7.571974

2,000

H 0 = Diterima
H 1 = Ditolak

13

14