Anda di halaman 1dari 23

1.

Populasi dan sampel


Populasi adalah keseluruhan dari obyek yang diteliti, atau
kesatuan dari wilayah penelitian.
Penelitian populasi dilakukan apabila peneliti ingin
melihat dan mengobservasi semua gejala, peristiwa dan
fakta yang ada dalam kesatuan wilayah penelitian

2. Sampel dan teknik sampling

. Jika diinginkan mendapatkan kesimpulan yang lebih luas


atau lebih general, maka harus dijelaskan tentang
keadaan daerahnya yang meliputi kondisi alam, topografi,
luasan
wilayah,
kondisi
jalan
dan
karakter
pengendaranya. Sehingga data yang dimunculkan dari
populasi menjadi lebih bervariasi.

.
Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang
menjadi obyek penelitian. Sampel juga diartikan sebagai
contoh yang dapat mewakili data yang diperlukan dalam
satuan populasi.
Sampel dikatakan representatif atau mewakili jika
keadaan populasi sudah homogen yaitu sifat, keberadaan
dan kondisinya sudah memenuhi syarat untuk data yang
diperlukan, karena sampel akan menjadi kesimpulan
sementara yang dapat mewakili keseluruhan data dari
populasi.

Jumlah sampel ditentukan berdasarkan luasnya populasi


dan tingkat perbedaan sifat atau karakter dari sampel
yang diambil dalam satuan wilayah populasi.

Sampel juga dapat ditentukan berdasarkan perlakuan


yang telah ditetapkan, jika demikian sampel juga sebagai
populasi. Menurut Suharsini, 1991 : Jika jumlah subyeknya
besar dapat diambil antara 10 15 % atau 20 -25% .
3. Sampel dan teknik sampling
Cara pengambilan sampel dalam satuan wilayah populasi
disebut teknik sampling ada beberapa teknik yang
digunakan yaitu :
3. 1. Teknik Random atau acak
3. 2. Teknik Kelompok atau Cluster
3. 3. Teknik tata jenjang atau stratifikasi
3. 4. Teknik pembagian wilayah
3. 5. Teknik berdasarkan kasus, kejadian dan peristiwa

3.1. Teknik random atau acak adalah teknik atau cara yang
dilakukan oleh peneliti untuk mengambil data dengan peluang
atau kemungkinan dengan rumusan permutasi atau peluang
dari tiap data dianggap sama

3.2.

Teknik kelompok atau cluster : Digunakan jika


peneliti sudah memahami karakternya. Pengelompokan
dapat dipilah menurut jenis, sifat, ukuran dan ciri lain
yang sudah dikenali oleh peneliti.

3.3.

Teknik tata jenjang atau stratifikasi : Jika peneliti


lebih
cenderung
memahami
perbandingan
atau
perbedaan antara kelompok sampel satu dengan yang
lainnya maka teknik ini sesuai digunakan untuk
menentukan sampel dalam penelitian.

3.4.

Teknik pembagian wilayah : Dimaksudkan untuk


memudahkan pengelompokan data, karena peneliti
sudah memahami beragamnya (homogenitasnya) sifat

3.5.

Teknik berdasarkan kasus, kejadian dan peristiwa :


Teknik ini dipilih, jika peneliti ingin mencari faktor
penyebab
dari
kerusakan
atau
penyimpangan
terhadap standar atau ketentuan semestinya.

Teknik
Teknik
Sampling
Sampling
Probability
ProbabilitySampling
Sampling
1.
1.Simple
Simplerandom
random
sampling
sampling
2.
Proportionate
2. Proportionatestratified
stratified
random
randomsampling
sampling
3.
3.Disproportionate
Disproportionate
stratified
stratifiedrandom
random
sampling
sampling
4.
Area(cluster)
4. Area(cluster)

Non
NonProbability
Probability
Sampling
Sampling
1.
Sampling
1. Samplingsistematis
sistematis
2.
2.Sampling
SamplingKuota
Kuota
3.
Sampling
Insidental
3. Sampling Insidental
4.
4.Purposive
Purposivesampling
sampling
5.
5.Sampling
SamplingJenuh
Jenuh
6.
6.Snowball
SnowballSampling
Sampling

1. Probability Sampling
Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel
yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur
(anggota). Teknik ini meliputi : simple random sampling,
proportionate
stratified
random
sampling,
disproportionate stratified random dan sampling area
(cluster).
A. Simple Random Sampling
Disebut simple karena pengambilan anggota sampel dari
populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan
strata yang ada dalam populasi. Cara demikian dilakukan
bila anggota populasi dianggap homogen.

Populasi homogeny

# ## # #
######
#
# ###
#
#####

# #
#
# #

Sampel
representatif

yang

B. Proportionate Stratified Random Sampling


Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota
unsur yang tidak homogen dan berstrata secara
proposional. Misalnya suatu perusahaan yang mempunyai
pegawai dari berbagai latar belakang pendididikan.
C. Disproportionate Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel,
bila populasi berstrata tetapi kurang proposional,
terutama dihitung dari jumlah antara bagian satu dengan
lainnya.
D. Cluster Sampling (Area Sampling)
Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan
sampel bila obyek yang akan diteliti atau sumber data
sangat luas, misalnya pemetaan kesempatan mendapat
pendidikan untuk anak usia sekolah dalam wilayah /kota
tertentu.
Teknik ini biasanya dilakukan dalam dua tahap yaitu
tahap pembagian wilayah yang ditetapkan sebagai
sampel dan tahap menentukan orang/anak usia sekolah
yang dijadikan sampel.

2. Non Probability Sampling


Non probability Sampling adalah teknik pengambilan
sampel yang tidak memberi peluang /kesempatan sama
bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih
menjadi sampel. Teknik ini meliputi sampling sistematis,
kuota, aksidental, purposive, jenuh dan snowball.
A. Sampling Sistematis
Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampel
berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah
diberi nomor atau kode.
B. Sampling Kuota
Teknik pengambilan sampel yang didasarkan pada ciri-ciri
tertentu dan jumlah tertentu disebut sampling kuota
C. Sampling Insidental
Sampling ini teknik penentuan sampel berdasarkan
kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan
dijumpai peneneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila
dipandang cocok sebagai sumber data.

D. Sampling Purposive
Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel
dengan pertimbangan tertentu.

E. Sampling Jenuh
Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila
semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.
F. Snowball Sampling
Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang
mula-mula jumlah nya kecil kemudian membesar.

4. Sumber Data
Sumber data adalah asal diperolehnya data dan biasanya
disebut subyek penelitian yang faktornya bervariasi .
Sumber data dapat diperoleh melalui :
a. Observasi : Pengkajian awal atau pra riset
b. Percobaan atau eksperimen. : Inovasi atau Inquiry
c. Merancang bangun.:Haki atau discovery.

Keterkaitan antara populasi, sampel dan sumber data


digambarkan
sebagai
satu
kesatuan
yang
saling
berpengaruh, intinya adalah sumber data, kulit dalamnya
sampel dan kulit luarnya populasi.

Sampel

Sumber
Data

Populas
i

Gambar : 1. Keterkaitan populasi, sampel dan sumber data

5. Normalitas Data
Penggunaan Statistik Parametris, diasumsikan bahwa
setiap variable penelitian yang akan dianalisis membentuk
distribusi normal. Jika data tidak berdistribusi normal maka
digunakan
statistik
non
parametris,
tetapi
untuk
menganalisinya data harus dibuktikan terlebih dahulu
apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak.

Gambar Persentase Luas Kurve Normal

CARA MENGADAKAN PENELITIAN

Ada tiga persyaratan penting dalam mengadakan kegiatan


penelitian, yaitu :
a. Sistematis : dilaksanakan menurut pola tertentu
sehingga tercapai tujuan secara efektif dan efisien.
b. Berencana : dilaksanakan dengan adanya unsur
kesengajaan dan sebelumnya sudah dipikirkan langkahlangkahnya.
c. Mengikuti konsep ilmiah : mulai awal sampai akhir
mengikuti cara-cara yang sudah ditentukan, yaitu prinsip
memperoleh pengetahuan.

Langkah 1

BAGAN

Memilih Masalah

ARUS
KEGIATAN
PENELITIAN

Langkah 2
Studi Pendahuluan

Langkah 4a

Langkah 3

Hipotesis

Merumuskan Masalah
Langkah 4

Langkah 11

Merumuskan aggapan
dasar

Menyusun laporan
Langkah 5
Langkah 10

Memilih pendekatan

Menarik kesimpulan
Langkah 9
Analisis data

Langkah 6a

Langkah 6b

Menentukan variabel

Menentukan sumber
data

Langkah 8

Langkah 7

Mengumpulkan data

Menentukan & menyusun


instrumen

TABEL PENENTUAN JUMLAH SAMPEL


DENGAN TARAF KESALAHAN 1 %, 5% 10 %
N

S
1%

5%

10%

30

29

23

23

100

87

78

73

900

382

251

208

Persentase populasi
yang diambil sebagai
2
sampel

10 --

Ukuran populasi
30

Tingkat
kesalahan di
atas 15 %
10
9
200

50

--

6
5

60
--

NOTE :
Chart shows 90%
confidence values only :
Multiple the determine R
or E value by
2 multiplication factors
below for other
confidence intervals

90
1
95

0,3

99

Conf.
int

Multi
fact.

80%

0,78

85%

0,875

95%

1,195

99%

1,573

Tingkat
kesalahan yang
dikehendaki

2000

Nomogram Harry King


untuk
menentukan
ukuran
sampel
dari
populasi sampai 2000

CONTOH MENGGUNAKAN MONOGRAM HARRY KING

Misal : Jmlah Populasi 200 orang ,tingkat kepercayaan sampel 95


% ,atau tingkat kesalahan 5 % .
Caranya : Tarik garis dari angka 200 melewati taraf kesalahan 5
% ,ditemukan angka diatas 60 ,kira-kira 58. Berarti taraf
kepercayaannya 95 % ,sehingga faktornya = 1,195 .
Jadi jumlah sampel yang relevan dengan jumlah populasinya
sebesar
200 = 0,58 x 200 x 1,195 =19,2 orang dibulatkan menjadi 19 orang.

Penggunaan Kurve Normal

Jika ada 200 mhsw yang dapat nilai ujian statistik rata2 kelas = 6 dan simpang bakunya 2
berapa orang yang dapat nilai 8 keatas .
z=( xi x ) /s = (8 -6 )/2 = 1.
Luas daerah 0 sd 1 = 34,13 % ,harga tersebut menunjukan mhsw yang nilainya 6 s/d 8
jadi yang dapt nilai 8 keatas = 50 % - 34,13 % = 15,87 % x 200 = 31,74 mhsw atau 32
orang. (50 % setengah kurve di atas mean )

KONSEP DASAR PENGUJIAN HIPOTESIS


DESKRIPTIF
PARAMETER POPULASI :
= rata-rata.
= Simpangan Baku.
= proporsi

Statistik (ukuran Sampel ) :


x = rata-rata.
S = Simpangan Baku.
r = proporsi

REDUKSI
Membuat Generalisasi atau
Menguji Hipotesis

Catatan Asumsi : 1.Data yang dianalisis berdistribusi normal.


2.Sampel yang digunakan dapat diambil secara
random.

KONSEP DASAR PENGUJIAN HIPOTESIS


KOMPARATIF
PARAMETER POPULASI :
= rata-rata.
1 : 2 : 3

Statistik (ukuran Sampel ) :


x = rata-rata
x1 :x2 : x3

REDUKSI
Membuat Generalisasi
Komparasi dua sampel atau
lebih

Catatan :

1. Data yang dibandingkan dari hasil pre tes dan post tes.
atau kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
2.Sampel yang digunakan diambil berkelompok.

PENGUJIAN HIPOTESIS ASOSIATIF

PARAMETER
(rho)

SATISTIK
r (korelasi)

GENERALISASI REDUKSI
HUBUNGAN DUA VARIABEL

CONTOH RUMUSAN HIPOTESIS


Hipotesis Deskriptif :
Ha : IPK mahasiswa lulusan S2 rata2 3,75
Ha : Program kerja tahun ini sudah mencapai 70 %
Hipotesis Komparatif :
Ha : IPK Mhsw MI 2010 lebih baik dibanding 2008.
Ha : Program kerja FTI lebih baik dibanding FTSP.
Hipotesis Asosiatif :
Ha : IPK Mhasiswa berhubungan dengan metode belajar.
Ha : Program kerja berhubungan dengan akriditasi PT.